Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 21


Di tempat lain ada seorang pria berparas tampan yang sedang dalam keadaan yang cukup kacau hingga membuat kedua orangtuanya serta sahabat sekaligus asisten nya itu menjadi geram , bagaimana tidak geram kalau pemimpin perusahaan besar dalam keadaan yang tidak stabil.


Seorang pria tampan nan gagah yang biasanya tampil dengan menawan dan elegan kini terlihat begitu kacau , tempat yang seharusnya rapi dan di penuhi dokumen dokumen penting kini berubah menjadi tempat yang berantakan yang ada hanya botol botol kosong minuman beralkohol dengan harga yang fantastis.


Sang asisten pribadi pun masuk ke ruangan bosnya dan melihat sekeliling ruangan bosnya yang seperti kapal pecah . asisten itu tak habis pikir dengan kebiasaan buruk yang di lakukan selama hampir satu bulan itu oleh bos sekaligus sahabat nya itu .


" Klek "


" Astaga ini kantor baru kena gempa . " ucap sang asisten saat melihat ruangan bosnya yang berantakan.


Yang disindir dan si pembuat kacau hanya acuh tak peduli sambil mengurut keningnya.


" Woy sadar , lu tuh sebenernya kenapa ada apa ngomong bukannya malah bikin kerusuhan gini .?" omel asisten kepada bos sekaligus sahabat


" berisik lu sana kerjain aja tugas lu..".


" eh lu bener bener udah keterlaluan kenapa tadi lu gak Dateng ke meeting penting itu bodoh ," ucap sang asisten yang sudah sangat geram


" Gara gara Lo ,bokap lu tadi ngamuk dan siap siap aja lu kena damprat bokap lu."


". iya sorry gue lupa ". ucapnya dengan tenang


" Woy lupa gimana ini meeting udah di jadwalin lama dan tadi juga sekertaris lu juga udah ingetin Lo kan . Sumpah gua muak sama kelakuan lu yang kaya gini sekarang Lo bilang lu ada masalah apa semenjak lu pulang dari Jawa timur kelakuan lu absurd , pulang dari sana lu langsung nyuruh gue buat ngehancurin perusahaan itu tanpa Lo kasih alasan , sekarang Lo bilang , Lo kenapa dan Lo bikin ulah apa ngomong buruan ..?" ucap panjang lebar sang asisten mengungkapkan kekesalannya.


" huuuufft oke gue ngomong dan gua harap mulut lu gak berisik lagi ."


yang dibalas dengan dengusan sang asisten .


" di sana gue ... Eem gue ."


" buruan ngomong gak usah banyak drama ." kata asisten tidak sabar mendengar kelanjutan omongan bos nya .


" eem gue .. gue perkosa perempuan ."


" WHAT GILA LU , Dean lu sinting atau apa , shitt gimana bisa , lu kehabisan uang sampe gak bisa nyewa ONS ( one night stand)..?"


" Gue di jebak sama bandot tua itu , dan gue gak bisa nahan diri gue ". jawab Dean membela diri .


Flashback


" De ini ada jadwal meeting luar kota bentrok dan harus salah satu dari kita yang datang , gimana ?" tanya sang asisten


" Kemana aja ..?". tanya Dean


" Ke Kalimantan dan ke Madiun Jawa timur buat tinjau lokasi yang ditawarkan client buat pembangunan proyek kita " ucap si asisten


" Oke gue ke Jawa timur aja , dan lu harus atur semua akomodasinya." jawab Dean


" oke gue yang ke Kalimantan , iye semua udah di beresin tinggal berangkat , Oh ya besok disana lu ketemu dua client buat menentukan lahan itu ". jelas Roy sang asisten.


" Pokoknya disana nanti lu berangkat sama Riko sekertaris lu dan semua udah di urus sama dia dan gue berangkat sama Riki sekertaris gue ( Riki adalah sekertaris Roy dan Riko sekertaris Dean , sekertaris Dean dan Roy memang kembar .)".


" Ya atur aja".


****


Sampai di bandar udara internasional Juanda di Sidoarjo , Dean dan sekertaris Riko sudah


di jemput .


" mari pak " ucap sang sopir .


" Terimakasih pak , kita langsung ke Hotel Aston Madiun ya Pak ." jawab Riko ,sang bos hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


Pria bertubuh tegap dan berparas tampan itu pun langsung masuk ke dalam mobil. mobil yang di tumpangi Dean Prada Dewantara pun melesat menuju ke tempat yang di tuju .


" Riko " panggil Dean kepada Riko sekertaris nya


" iya Pak , ada yang bapak perlukan..?" jawab sekertaris sopan .


" Tidak , jam berapa besok kita bertemu dengan client dan melihat lahan..?" tanya sang bos


" besok pagi jam 10 kita bertemu dengan client di private room di hotel Aston Pak setelah itu di lanjutkan melihat lahan yang akan menjadi projek kita Pak." jelas sang sekertaris.


" heem " yang di jawab oleh deheman sang bos.


Setelah pembicaraan singkat antara bos dan sekertaris itu pun kembali hening sibuk dengan pikiran masing-masing , hingga sampai di loby hotel mereka pun langsung menuju kamar yang sudah di pesan .


***


Mentari pun menyapa membangun kan mereka yang sudah memiliki segudang kesibukan dan aktivitas masing-masing . Begitu pun dengan Dean bangun dengan tubuh yang segar karena istirahat yang cukup . Setelah menyelesaikan sarapan nya di kamar dia pun membersihkan diri dan bersiap untuk bertemu dengan client .


Seperti biasa Dean pria bertubuh tegap dan berparas tampan itu selalu tampil dengan sejuta pesonanya sehingga semua kaum hawa yang melihat akan terpana akan ketampanan seorang Dean Prada Dewantara.


Tapi sayang yang namanya Dean , pria yang tidak mudah untuk di taklukkan , pria yang tergolong cuek dan dingin terhadap perempuan .


" Tok tok tok" suara pintu kamar di ketuk dari luar.


"klek " di bukanya pintu yang tadi di ketuk .


" Maaf Pak mengganggu tapi clien kita sudah menunggu di private room restauran lantai 5 Pak.." ternyata sang sekertaris lah yang mengetuk pintu kamar bosnya untuk memberi tahu bahwa meeting akan di mulai karena semua client sudah hadir tinggal menunggu Pengusaha muda nan sukses itu .


" Ya , kamu sudah mempersiapkan semua nya ..? " tanya sang majikan sambil berjalan menuju tempat yang di tuju.


" Sudah siap semua Pak " jawab sekertaris tegas .


" oke god Jobs".


****


Saat Dean memasuki privat room yang di jadikan tempat meeting , semua mata memandang dengan takjub pengusaha muda tampan nan mapan itu . Para client itu terdiri dari pengusaha properti di daerah Jawa timur yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan besar Dewantara Group.


****


Setelah meeting selesai acara di lanjutkan dengan melihat beberapa lahan untuk pembangunan projek ini ,hingga terpilih lah lahan yang menurut Dean menarik dan sangat cocok untuk di jadikan lokasi projek properti itu .


Setelah semua tentang pekerjaan itu selesai Dean berencana untuk kembali ke kamar hotel tempat ia menginap untuk beristirahat sejenak sebelum ia kembali ke ibukota dan saat Dean sampai di loby ada suara yang memanggil nya sontak membuat Dean dan sekertaris Riko berhenti.


" Ada apa Tuan , ada yang ingin anda sampaikan..?" tanya sekertaris Riko.


" Tidak tuan , saya hanya ingin mengundang bapak Dean secara pribadi untuk makan malam di kafe milik anak saya atas ucapan terima kasih saya atas kerja sama yang terjalin dengan perusahaan besar yang bapak Dean pimpin. "


" Bagaimana Pak Dean , apa anda bersedia ..?" tanya sekertaris Riko kepada bos nya.


" Dekat tuan tidak jauh hanya di kafe Venya " sela Pak Moko.


" Eem oke boleh , saya bersedia ." Setelah memberikan jawaban Dean tanpa kata langsung pergi meninggalkan sekertaris nya dan Pak Moko .


" Anda sudah dengar tuan , baik karena urusan undangan sudah selesai saya pamit dulu." ucap sang sekretaris sambil melenggang pergi meninggalkan Pak Moko tanpa mendengar jawaban pria paruh baya itu membuat pak Moko geram


" Sial , sombong tenan arek kae awas koen tak kei pelajaran ngko Ben ISO tunduk Karo aku lan anak wedok ku ". ( Sial , sombong banget anak itu ,awas saja akan saya beri pelajaran kamu biar bisa menghormati dan tunduk dengan ku dan anak gadisku ) ucap Pak Moko sambil tersenyum smirk .


****


" Sudah siap Pak bos " ucap sekertaris Riko saat bertemu dengan bosnya di loby hotel yang akan menghadiri acara undangan Pak Moko tadi sore.


" eem Riko sebaiknya saya saja yang menghadiri undangan itu, kamu sebaiknya menyelesaikan pekerjaan mengenai lahan tadi siang supaya besok pagi kita bisa kembali ke ibukota." ucap Dean


" tapi Pak bos apa tidak apa-apa..??" tanya sang sekertaris .


" iya tenang saja hanya makan malam kan , sini kunci mobilnya saya akan ke kafe Venya kamu selesaikan pekerjaan mu secepatnya oke". jawab Dean tenang.


" Baik Pak , hati hati kalau ada apa-apa langsung hubungi saya Pak bos." Ucap sekertaris Riko yang di jawab bos nya dengan tangan yang membentuk o oke 👍 Dean langsung masuk mobil dan mengendarai mobil ke tempat yang di tuju.


****


Di kafe Venya


" anak ku Venya , kamu harus bisa mendapatkan laki laki ini dia tampan dan yang terutama dia kaya raya nak ,kalau km bisa dapat dia hidup kita akan makmur nak" ucap pak Moko licik


" Baik pah seperti biasa ,aku akan suruh pegawai ku buat campur minuman pria itu dengan obat perangsa*ng dosis yang paling tinggi sehingga kita bisa menjebaknya pah" jawab Venya anak Pak Moko tak kalah licik


" oke oke iku jenenge anak pinter"( oke oke itu baru anak pintar)


***


" Terimakasih atas kedatangan tuan Dean yang terhormat mari silahkan duduk " sambut Pak Moko saat melihat kedatangan Dean ke kafe anaknya .


" heem " jawab irit Dean sambil mengamati kondisi kafe Venya.


" tuan Dean em perkenalkan ini putri semata wayang saya dan pemilik kafe ini " ucap Pak Moko sambil menggandeng anak gadisnya.


" perkenalkan tuan Dean nama saya Venya " ucap Venya


" heem Dean Prada Dewantara" lagi lagi Dean menjawab dengan irit.


" oke waktu saya tidak banyak , silahkan di mulai ." lanjut Dean dengan memandang datar


" baik baik tuan mari kita mulai kebetulan ini sudah di siapkan semua menu terbaik dari kafe kami " Jawab Pak Moko sambil menyuruh pelayan untuk menyajikan menu makanan terbaik di kafe itu.


Saat Dean menikmati jamuan makan malam nya tiba tiba Dean merasakan perubahan yang terjadi pada tubuhnya , tubuh nya yang terasa panas ,pening di kepala , jantung yang berdebar kencang dan sesuatu yang menuntut untuk di selesaikan. Dean bukan pria polos ,dia tahu apa yang terjadi pada tubuhnya.


( sial mereka mau jebak gue , gue harus bisa bertahan biar mereka gak curiga ) ucap dalam hati Dean dan dengan cepat menyelesaikan makannya .


" tuan ada yang anda perlukan .?" tanya Venya sambil menghampiri Dean dan bergelayut manja di lengan Dean dan langsung di tepis dengan cepat .


" Maaf saya harus kembali ke hotel , terima kasih atas jamuannya ". pamit Dean bermaksud menghindar .


" kenapa Buru buru tuan , mari kita bersenang senang dulu tuan ". ucap Venya menggoda makin berani tangannya bergerilya di tubuh atletis Dean .


" Brug "


" Aaauuhh sakit sialan ." pekik Venya kesakitan karena punggung nya membentur lantai.


Dean mendorong tubuh Venya yang makin berani menempel di tubuh Dean .dan berusaha keluar dari kafe tanpa menghiraukan rasa sakit Venya itu namun sayang setelah sampai di parkiran ingin masuk ke dalam mobil Dean sudah di halangi oleh dua orang berpakaian hitam dan perkelahian pun tak bisa di hindari .


Dengan luka di kepala dan di sudut bibirnya dean bisa pergi dari tempat itu tapi di tengah perjalanan efek obat itu makin menyiksa dirinya hingga Dean menepikan mobilnya di bahu jalan karena tidak sanggup lagi untuk mengendarai kendaraan nya , Dean pun berniat menghubungi sekertaris nya tapi sungguh malang ponselnya tidak ada di sakunya entah berada dimana.


" awas aja lu bandot tua akan gua hancurin sampai sehancur hancurnya bersama putri ku " gumam Dean dalam hati marah


" Shiiittl Kemana ponsel gue aaarrg sakiitt ..?" pekik Dean dengan menahan rasa sakit nya.


Dean pun memutuskan untuk keluar dari dalam mobilnya untuk meminta bantuan dan menghirup udara segar berharap rasa sakit yang di akibatkan oleh obat laknat itu berkurang . Tapi sayang bukannya membaik rasa itu semakin membakar badannya dan sakit di kepala nya dan wajah karena luka itu makin menjadi Dean pun menggeram dan meremas kuat rambut nya.


" AAARRG SAKIIT ,,, AAARRG SAKIIT BANGET "


teriak Dean sampai tak sanggup menopang tubuh tegapnya dan berlutut di bawah kap mobil nya hingga ada suara merdu yang menghampirinya.


" tuan tuan kenapa ?" tanya si wanita


Dean hanya menengadah ke wajah wanita itu . setelah si wanita melihat wajah Dean dia langsung terkejut.


" ASTAGA tuan anda terluka ,mari saya antar ke rumah sakit " tawar wanita itu yang tak lain adalah Hana .


Dean menyuruh wanita itu pergi karna batas pertahanan nya menipis.


" PERGI ,PERGI DARI SINI JANGAN HIRAUKAN SAYA " usir Dean karna takut tak bisa mengkontrol hawa panas di tubuh nya , tapi sang wanita tak menghiraukan ucapan Dean .


" PERGI DARI SINI ATAU KAMU AKAN MENYESAL." gertak Dean sudah mulai tak tahan lagi , apalagi tangan si wanita itu menyentuh pundaknya dan membangun kan sesuatu yang sudah sangat ingin terselesaikan dan mengakibatkan Dean sudah tidak bisa berpikir dengan jernih efek dari obat sialan itu tanpa pikir panjang Dean menarik wanita itu masuk mobil dan melakukan hal yang seharusnya tidak terjadi.


Flashback end


****


" Siapa yang lu perkos*a , perawan ?" tanya sang asisten yang bernama Roy setelah mendengar kan penjelasan Dean .


" Ya mana gue tau dia siapa , yang jelas dia bukan perawan dan setelah urusan gue selesai gue tinggalin dia di lorong ruko kosong ."


" Astaga Dean , itu sama aja tindak kriminal bodoh , dan apa di lorong ruko kosong Ya Tuhan lu semiskin itu sampe gak bisa bawa dia ke tempat yang layak ." ucap Roy tak habis pikir dengan sahabatnya .


Ya yang sudah memperkos\*\* Hana ialah seorang pengusaha muda tampan dan menawan . ia bernama **Dean Prada Dewantara** seorang pria mapan berusia 30 tahun yang sekarang sukses menjadi pemimpin perusahaan yang bergerak di bidang property yang terdiri dari Perhotelan , Perumahan dengan cluster elit yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia dan beberapa negara , Perusahaan yang di beri nama **Dewantara** **Group** Perusahaan yang sudah di turunkan dari ayahnya yang bernama **Dika Prada Dewantara** Dan kakeknya **Dewantoro** .


****