Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 29


Di lain tempat tepatnya di kamar mewah yang bergaya maskulin ada seorang pria tampan yang sedang terkapar lemas di ranjang super king size yang di temani oleh sang bunda .


" Kata Roy kamu kalau di kantor juga sering seperti ini , Sayang sebenarnya kamu itu salah makan apa sih ...?" tanya Mami Esty sambil mengelus lembut rambut sang anak yang sedang berbaring di ranjang .


" Gak tau mih … kepala dan perut Dean sakit mih … houp hooek Hoek ." Jawab Dean sambil berlari ke dalam kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya dan di ikuti oleh Mamih Esty.


" Astaga Dean kamu itu sebenarnya kenapa sih..?" tanya Mamih Esty panik melihat kondisi putranya , Dean berjalan ke arah ranjang dengan di tuntun Mamih Esty dan tak menjawab pertanyaan Mamih nya karena dia benar-benar sudah lemas dan tak bertenaga hingga terdengar suara ketukan pintu .


" Tok Tok Tok "


" Masuk " teriak mamih Esty pada orang yang berada di balik pintu.


" ceklek " dilihat sang asisten rumah tangga.


" Ada apa bik ?" tanya Mamih Esty


" Maaf saya mengganggu nyah , saya hanya mengantarkan Dokter Zaki nyonya." ucap asisten rumah tangga yang bernama Mimin.


" Iya bik terimakasih ya ". ucap mamih Esty, Bik Mimin langsung mengundurkan diri.


" Mari mas masuk , tuh mas bisa periksa Dean tiap pagi seperti itu , saya mau ke bawah sebentar ." ucap mamih Esty akrab pada sang Dokter karna Dokter Zaki adalah Kakak sepupu dari Papih Dika . Dokter Zaki pun menghampiri Dean dengan senyum khasnya yang meringkuk di ranjangnya.


" Kenapa lagi kamu De ?." tanya Dokter Zaki


" Gak tau om " Dean menjawab malas .


" Bukan nya kemarin Roy sudah panggil Ivan buat periksa kamu ." tanya lagi Dokter Zaki sambil mengeluarkan peralatannya di tas yang di bawa nya.


" Gak tau om , badan ku lemes banget ." ucap lagi Dean .


" Sudah sejak kapan kamu kaya gini terus apa yang kamu rasakan sampai badan oke kamu tu tumbang Hem ...? " tanya Dokter Zaki heran pasalnya kemarin Roy sudah memanggil Ivan putranya yang berprofesi sebagai Dokter juga sama dengan sang ayah .


" Pokoknya hampir 1 Minggu ini badan ku gak jelas khusus nya kalau pagi hari, Kepala ku sakit terus perutku kaya diaduk aduk om tapi nanti kalau jam 10 keatas badan ku mulai oke dan nafsu makan ku bertambah lagi om , Apa aku kena penyakit yang berat dan mau mati ya om ". Dean menceritakan semua yang di rasakan pada tubuh tegap nya.


Dokter Zaki mendengarkan penjelasan dari Dean sampai kening nya membentuk kerutan .


" Dean kamu gak lagi ngehamilin anak orang kan ...? " celetuk Dokter Zaki setelah mendengar penuturan Dean .


" HAAH WAH GILA YA OM " Dean terkejut dengan apa yang di ucapkan orang yang di panggil Om itu dan langsung ada buku tebal yang melayang ke arah kepala Dean .


" Pluk " ( anggap aja itu suara nya ya )


" Auuh sakit om "


" Lagian kamu tu gak sopan , ngatain om nya gila dasar anak kurang baik . memang ada yang salah dari omongan om , om cukup tau sepak terjang petualangan malam mu Dean " sungut Dokter Zaki


" Ya maaf om itu tadi cuma reflek aja gak sengaja , lagian juga om Zaki ngomong nya ngaco ." Dean meminta maaf tentang perkataannya .


" Ya kan om tanya kamu ngehamilin anak gadis orang tidak secara kamu itu duren ( Duda keren ) dan semua yang kamu sebutin tadi biasanya dialami oleh seorang suami yang Istrinya sedang mengandung tapi suami ikut merasakan apa yang di rasakan oleh sang istri di namakan Sindrom Kehamilan Simpatik ." ucap panjang lebar Dokter Zaki.


" Deg "


" Enggak tau om " ucap Dean seadanya menutupi kegugupannya.


" Astaga Dean kamu tu bener bener ya..." kata Dokter Zaki sambil menepuk jidat yang lumayan lebar.


" Om tapi jangan bilang sama siapa saja ya soal diagnosa om itu ." ucap Dean memohon


" Terserah kamu lah Dean ,urusi sendiri masalah mu . Yaudah ini resep vitamin untuk menunjang kesehatan tubuh mu , Perusahaan bisa bangkrut kalau kamu gak ngantor ngantor Dean , om pamit ."


Setelah kepergian Dokter Zaki keluar dari kamar nya , Dean langsung terduduk dan bersandar di headboar sambil menerawang jauh .


" Lu gila Dean , lu nglekuin itu tanpa


pengaman " ucapan Roy sekaligus asisten nya tempo hari langsung terlintas di benak Dean .


" Masa iya cewek itu hamil , kan gue cuma Make dia satu kali apa lagi tu cewek bukan perawan . Huh gak mungkin ngaco aja tu om Zaki ". gumam Dean kepikiran omongan om nya .


Setelah dirasa tubuh nya lebih baik Dean pun langsung beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke kantor walaupun jam sudah menunjukkan 10 siang .( Sultan mah bebas ya gaes 🤭 )


****


Dean pun turun dari mobil mewah favoritnya Lykan Hypersport dengan gaya elegan dan maskulin . Dean pun berjalan dengan langkah tegap dan di tambah pakaian yang pas untuk tubuh atletis nya yang menunjukkan kewibawaan nya namun santai .


Wajah tampan seorang Dean Prada Dewantara yang melintasi perusahaan nya itu menjadi vitamin penyegar mata tersendiri untuk semua karyawan khususnya karyawati di perusahaan Dewantara Group dikala sibuk dan banyak nya pekerjaan yang menguras tenaga untuk mereka semua .


Dean pun melangkah masuk ke dalam lift khusus untuk petinggi Dewantara Group dengan langkah pasti . Dan saat sampai di depan ruangan nya Sekertaris Riko pun langsung berdiri dan berjalan di belakang sang pemimpin masuk ke ruangannya , Dean pun langsung melepaskan jas mahal nya dan menyimpannya di kursi kebesarannya dan duduk bersiap untuk memeriksa dokumen penting yang sudah menumpuk di hadapannya .


Sekertaris Riko masih setia berdiri di depan meja sang Direktur dengan membawa tablet yang berisikan jadwal pekerjaan sang Direktur .


Sebelum Dean menyentuh pekerjaan nya Dean mendongakkan kepalanya melihat ke arah sang Sekertaris .


" Riko apa jadwal saya hari ini .? " tanya Dean pada Sekertaris Riko.


" Nanti setelah jam makan siang Tuan ada meeting rutin dengan semua Maneger semua devisi tuan , semua meeting pagi ini sudah diambil alih oleh Tuan Roy jadi Tuan hanya tinggal mengerjakan dan memeriksa semua dokumen yang ada di hadapan anda Tuan." jelas Sekertaris Riko pada Bos nya.


" Oke persiapkan semuanya saya akan mengerjakan dokumen dokumen ini ."


" Baik Tuan saya permisi " pamit Sekertaris Riko yang hanya di angguki oleh Dean .


****


" Braak "


" Wohooo coba lihat Pak Bos kita sudah datang ngantor ." ucap Asisten Roy sekaligus saudara nya


" Bisa gak si lu kalo masuk ketok dulu." ucap Dean ketus.


" Biasa aja lu , Harus nya lu terimakasih sama gue gara gara kebiasaan aneh yang nyusahin itu urusan kerjaan lu beres . Kata Mamih tadi pagi lu tepar lagi kenapa si lu kebanyakan minum ya..." jawab Roy


" gak , bahkan semalam gue pulang kantor udah malem banget Roy dan gue gak sempet ke club , gue juga gak tau sama badan gue bahkan tadi Om Zaki di panggil mamih , nih lu tebus vitamin nya". jawab Dean tanpa memberitahu diagnosa Dokter Zaki pada Roy sambil meletakkan resep vitamin dari Dokter Zaki untuk di tebus Roy.


" Sana lu ke rumah sakit biar di periksa lebih ditail takutnya lu ada penyakit berat atau menular gitu an". jawab Roy


" Dih sialan kalo ngomong lu nyumpahin gue , sana pergi akh ganggu aja ". Jawab Dean sebal pada Roy .


Roy pun mengangkat kedua tangan nya seperti orang yang menyerah


" Oke Bos Dean Prada Dewantara yang terhormat , saya keluar ".


Roy pun keluar dari ruang Direktur untuk melanjutkan pekerjaan begitu pula Dean yang harus menyelesaikan perkejaan yang masih menggunung.


****