Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab129


Kasih masih setia duduk di kursi bar dengan di temani sang bartender yang tak lain adalah temanya semasa kuliah dulu .


Setelah mendengar keluh kesah masalah yang terjadi pada temannya , Riyan meminta Kasih untuk mendekatkan telinganya agar dapat Riyan membisikan sesuatu .


Kasih yang penasaran dan berharap bantuan dari temannya pun menuruti dan mendekat kan telinganya pada Riyan dan Riyan mulai membisikan sesuatu .


" Kas . Lo masih virgin kan ?". mendengar pertanyaan dari Riyan membuat Kasih terkejut dan melotot kan matanya .


" WAAAH RIYAN LO GILA YA ". Kasih berteriak pada Riyan .


" Gue rasa otak Lo tuh kudu di cuci sama bir dulu Riyan biar gak ngawur ." oceh Kasih lagi .


" Kas dengerin gue dulu gue gak ada maksud buat ngelecehin Lo ko . Tadi Lo bilang kan Lo butuh bantuan buat nyelamatin perusahaan dan gue gak bisa bantu tapi gue punya solusi untuk masalah Lo Kas ". kata Riyan menjelaskan .


" Kalau Lo bisa jual tu virgin sama Bos besar dan tajir gue rasa Lo bosa ko buat bangkit perusahaan . Yang gue suka denger yang udah - udah Kalau Lo bisa jual virgin Lo ke Bos besar ,dia bakal bayar mahal dan penuhi semua permintaan Lo Kas ." ucap Riyan lagi .


" Lagian ni ya Lo mau cari uang kemana lagi yang Lo cari tuh uang besar Kasih , bahkan kalau Lo pinjem sama rentenir dan Lo gak bisa bayar ujung - ujungnya pasti Lo bakal di perkosa sama centeng nya atau di jadikan budak mereka ". kata Riyan lagi dan Kasih masih diam mendengarkan .


" Tapi ini Lo hanya melakukan sama satu pria Kas bukan sama banyak pria bahkan dengan bayaran yang gue perkiraan lumayan besar ."


" Gue udah kenal baik sama Lo udah lama Mutiara Kasih dan gue lihat Lo kaya gini gue kasihan tapi gue juga gak bisa bantuin . Kalau Lo deal gue janji bakal cari in Lo Bos yang masih muda bukan kaya apa yang Lo takuti Bapak-bapak botak dengan perut buncit mana tega gue Kas . Lo bisa pikirkan matang-matang Gue tinggal sebentar mau anter pesanan tuh Lo bisa lihat mereka adalah Bos dan setau gue mereka punya perusahaan besar ." ucap Riyan dan beranjak pergi mengantarkan minuman pada pelanggan nya .


Setelah kepergian Riyan , Kasih termenung memikirkan perkataan Riyan .


" Mungkin kalau ngelakuin sekali gak apa-apa kali ya ".


" Kalau gue jual perawan dan perusahaan bisa bangkit se enggak nya gue nyelamatin nyawa banyak orang walaupun gue harus gadein keperawanan gue ."


" Ah semoga tuh Riyan dapetin yang benar-benar bisa bantu deh ". gumam Kasih dalam hati .


" Wooii gimana udah dapat jawaban ?". Riyan mengagetkan Kasih .


" Atau mau coba dulu sama gue biar gak kaku gitu ". ucap Riyan dengan bercanda.


" Boleh aja asal Lo bisa buat perusahaan gue bangkit , kasih uang berobat untuk Ibu dan biayain kehidupan gue setahun . Gimana ?". jawab Kasih dengan menaik turun kan alisnya .


" Wah angkat tangan gue itu sih ngerampok coy ... mending sama Siska tinggal tusuk tanpa syarat . Terus gimana jadi gak ?". tanya Riyan lagi .


" Ya gue terima yan ". jawab Kasih dengan pelan .


" Gue janji Kas bakalan cari orang yang benar-benar bisa bantu Lo ". ucap Riyan .Kasih menganggukan kepalanya .


" Ya semoga , yaudah gue balik dulu Lo bisa hubungin kalau udah dapet , nih ". kata Kasih dengan menyodorkan uang .


" Bawa uang Lo , Lo bayar gue kalau Lo udah dapet Bos tajir ". Sahut Riyan menolak .


" Diiih bacot Lo bocor banget Yan ". jawab Kasih dan beranjak keluar dari club .


Kasih melangkahkan kakinya keluar dari club dengan pikiran yang luar biasa mumet nya .


Dan Kasih tak menyadari bahwa sedari tadi seseorang memperhatikan dirinya dari suatu tempat dengan seringai tipis .


" Ehem " pria itu berdeham . yang mana menarik perhatian dari Riyan sang bartender .


" Pak Roy ada lagi yang mau di pesan ?". tanya Riyan ramah .


" Tidak sudah cukup , Em saya lihat tadi ada perempuan duduk disini dan kalian terlihat sangat akrab , kekasih mu ?". tanya Roy pada Riyan dengan datar dan dingin.


" Ya dia teman saya biasa Pak curhat dia lagi dapat musibah dan ia meminta bantuan pada saya , tapi sayang saya tak dapat membantu nya ." jawab Riyan .


" Musibah apa kalau saya boleh tau ?". tanya Roy merasa penasaran.


" Perusahaan peninggalan kedua orangtuanya terancam gulung tikar dan budhe yang di anggap nya Ibu juga sedang sakit dan membutuhkan biaya untuk transplantasi ginjal ." jawab Riyan .


" Jadi dia butuh uang yang seperti nya banyak sekali ya ." ucap Roy dan di angguki oleh Riyan .


" Apa jaminan dia bila ada orang yang membantunya dan kamu pasti paham Yan jaman sekarang tidak ada yang memberi dengan cuma - cuma ." kata Roy dingin .


" Dia menjual keperawanan nya Pak Roy ". bisik Riyan .


Mendengar jawaban dari Riyan , Roy tersenyum penuh kemenangan . Roy menuliskan sesuatu di secarik kertas yang berisikan alamat sebuah apartemen lengkap dengan nomor nya .


" Kalau dia benar - benar butuh bantuan suruh dia datang ke alamat itu besok malam dan jangan beri tahu siapa saya ". sahut Roy dingin dan beranjak pergi dari hadapan Riyan .


" Kalau emang bener Pak Roy yang beli Lo Kas , gue berharap hidup Lo pasti akan makmur secara keluarga Dewantara gitu ". gumam Riyan Setelah Roy pergi dan bergegas memberi kabar kepada Kasih .


******


Sesampainya di rumah Kasih menyempatkan diri melihat Ibu nya yang sedang tertidur pulas dengan sesekali merintih merasakan bagian tubuh nya yang sakit .


Kakak dari Mamahnya yang di panggil Ibu sedang sakit kerusakan pada ginjalnya dan harus segera melakukan transplantasi ginjal nya namun karena terkendali keuangan membuat Kasih belum bisa melakukan nya .


Dengan langkah gontai ia menuju kamar nya dan langsung menjatuhkan tubuh lelah nya di tempat tidur .


" Kalaupun perusahaan di jual itu hanya cukup untuk membayar gaji karyawan terus gimana nasib Ibu dan kehidupan gue sehari-hari ... Aaarrg ...".


" Tuhan , Kasih tau ini bukan jalan terbaik yang engkau ridho i tapi Kasih gak punya jalan keluar lain ... Maafkan Kasih ". gumam Kasih dengan di ikuti air mata yang mengalir .


" Saat begini gue jadi ingat Lo Han , kalau Lo ada disini dan lihat keadaan gue pasti Lo orang yang paling sedih dan kalau Lo tahu gue bakal bertindak bodoh pasti Lo orang yang paling marah dan ngomel sepanjang hari sampai gue jengah dan tak akan melakukan hal bodoh itu ."


" Hana kehidupan Lo pasti lagi bahagia bahagia nya ya .... berbeda jauh sama gue yang huh ....". gumam Kasih .


" Hana , gue kangen banget sama Lo ". ucap Kasih lagi Masih dengan air mata yang menganak sungai .


Saat Kasih sedang terbuai dengan lamunannya tentang kehidupan yang sedang terjadi pada nya tiba-tiba ponsel nya bergetar menandakan satu pesan masuk.


Kasih merogoh tas nya untuk mengambil benda pipih itu dan membukanya serta membaca pesan itu .


" Hah gila secepat ini ... Riyan beneran apa gimana sih ini ". ucap Kasih setelah membaca pesan dari teman nya .


*******