Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 32


Di ruang tengah rumah depan semua orang sudah berkumpul kecuali Bu Tuti yang memang tak di ikut sertakan untuk mendengar fakta dari Hana , dengan alasan kesehatan beliau yang masih belum stabil pasca di tinggal sang suami menghadap sang Ilahi.


Diruang tengah itu sudah ada Fandi , Hana , Fani , Rendi dan Mbok Jum . Perempuan paruh baya itu memang kekeh ingin selalu dekat dengan Hana , anak-anak pun sudah di bawa Pak Jaya untuk bermain di halaman belakang .


" Ehem sekarang gimana keputusan kamu Fan karena masalah ini tidak bisa kalau di biarkan berlarut - larut tanpa Ada kejelasannya ." kata Fani memulai pembicaraan diantara mereka.


" eem … ( sebelum Fandi meneruskan kalimatnya Fandi mendongakkan kepalanya dan melihat semua orang yang berada di sekeliling nya hingga pandangan nya pun tertuju pada wanita yang sangat di cintai , Hana . Fandi pun berjalan dan duduk bersimpuh di depan Hana dan menggenggam tangan istrinya yang bergetar itu ) Maafkan Mas , Hana . Mas tidak bisa menerima dan melanjutkan pernikahan kita , eem Mas melepaskan kamu sayang ." Ucap Fandi dengan memandang wajah istri nya yang sudah berlinang air mata begitu pun dengan Fandi matanya memerah dan berkaca-kaca .


" Fandi " sentak semua orang dengan keputusan fandi .


" Fandi maaf mas ikut campur sedikit banyak mas sudah dengar masalah kamu dari Mbak mu , Fandi apa tidak ada jalan lain , Mas lihat kalian masih saling mencintai kenapa kamu tidak mencoba menerima nya ...?" ucap Mas Rendi kakak ipar Fandi .


" Iya Mas sangat benar cinta ini masih ada , sebelum nya Fandi ingin menerima Hana tapi itu sebelum Fandi tau Hana hamil mas , hati dan harga diri ku terluka Mas , Fandi tak mau memaksa kan diri untuk menerima Hana dan bayinya mas , ini sudah menjadi keputusan akhir ku Mas ." ucap Fandi masih dengan posisi yang sama dan makin mengeratkan genggaman tangannya.


" DEG " hati Hana hancur dan makin luluh lantak saat mendengar bahwa suaminya tak mau menerima Dia dan calon bayinya.


" Tapi Fan , Hana sedang hamil kamu tidak bisa menceraikannya ." kata Fani .


" Sebenarnya dalam UU perkawinan , KHI , maupun hadits tidak ada yang mengatur mengenai larangan menceraikan istri saat sedang hamil .


PP 9 / 1975 dan KHI ( Kompilasi Hukum Islam ), justru mengatur masa tunggu ( masa Iddah ) bagi janda yang di ceraikan suami nya ketika sedang hamil adalah saat ia melahirkan .


" Silahkan talak istrimu , dalam kondisi suci atau ketika sedang hamil " . ( HR . Ahmad dan Muslim )


Tapi kami semua berharap kalau ini semua masih bisa di perbaiki maka lakukan Fandi demi anak anak kalian." ucap panjang lebar Rendi kakak ipar Fandi.


"


" Sabar ya ndok , kuat kamu pasti kuat ". Mbok Jum menguatkan wanita malang yang menangis tergugu sambil memegang perutnya.


" Mba Fani dan Mas Rendi , Fandi mau meminta tolong untuk menjaga Ibu disini , Fandi mau mengantar kan Hana pulang ke rumah orangtuanya biar gimanapun mereka harus tahu apa yang terjadi dengan kami ." ucap Fandi pada kakaknya .


"Kalau soal itu jangan khawatir fan , kami sebagai saudara terdekat mu hanya meminta kamu untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik. " ucap Rendi.


" Mas gak keberatan kan , gimana dengan pekerjaan Mas Rendi ?" tanya Fandi .


" Iya gak apa-apa Mas bisa ambil cuti yang selama ini belum pernah terpakai dulu fan." Jawab Rendi .


" kapan kamu berangkat Fan ..?" tanya Fani .


" besok Mba " jawab Fandi singkat dan Fani hanya mengangguk kan kepala nya.


Fandi pun langsung menengok wanita yang menemaninya yang belum genap 7 tahun itu , bisa ia lihat Hana masih menangis terisak ,air mata yang mengalir deras dan tangan satu yang bebas memegang dadanya menandakan bahwa bagian tubuh nya itu yang merasakan sakit yang teramat dalam.


Fandi pun langsung mendekap tubuh bergetar Hana dan membisikan .


" Semoga ini yang terbaik untuk kita ya , Jangan membenciku ini juga berat untuk Mas " ucap Fandi dengan suara dalam nya .


" Iya mas insyaallah Hana terima semua keputusan mu , Hana sadar Mas Fandi pun berhak hidup tenang dan bahagia tanpa bersanding dengan perempuan bodoh dan hina seperti ku " Hana pun makin menangis pilu setelah menyelesaikan kalimatnya .


" Jangan bilang kamu perempuan bodoh dan hina Hana , disini mas lah yang salah tidak bisa menjaga kamu dengan baik Hana ". jawab Fandi sambil memegang kedua sisi bahu Hana .


" Mari kita berpisah dengan baik baik berusaha untuk tidak menyakiti hati anak-anak kita Mas ." ucap Hana dengan hati yang hancur sudah tak berbentuk .


Semua orang yang menyaksikan dua pasang suami istri yang masih jelas terlihat saling mencintai itu pun menangis sedih dengan apa yang terjadi pada keluarga Fandi dan Hana .


Tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi orang yang tak di harapkan tahu masalah Hana dan Fandi pun mendengar semua percakapan mereka orang itu adalah Bu Tuti .


Beliau pun terkejut tak menyangka tapi setelah mendengar semuanya ia pun hanya mampu mendoakan dalam diam nya untuk putra dan menantu yang sangat di sayangnya tanpa menuntut dan menghakimi mereka.


****


Setelah masuk kedalam kamar nya tubuh Hana pun merosot terduduk di bawah lantai menangisi nasib buruk yang menimpa nya .


Dengan mendekap perut yang di ketahui ada nyawa yang akan tumbuh berkembang.


" Ya Allah apa dosa ku hingga harus mengalami ini semua hiks hiks hiks "


" Tuhan apa yang harus aku perbuat untuk kedepannya , ini sungguh berat "


Hana pun menundukan kepalanya dan mengelus lembut perutnya .


" Walaupun kamu hadir karena kejahatan pria itu tapi kamu tetap anak Mama sayang sama seperti Kakak Rama dan Rafa , walaupun semua orang di dunia ini tak mengharapkan dan membencimu , Mamah akan selalu melindungi dan menyayangi mu nak . Kita berjuang sama sama ya sayang ." ucap Hana pada calon bayi nya dengan mencoba menguatkan hati dan dirinya demi bayi yang tak berdosa itu .


Mbok Jum yang mendengar semua keluh kesah Hana pun langsung beranjak memeluk tubuh wanita malang itu .


" Mbok " ucap Hana terkejut karena pikirnya tidak ada orang yang mengikutinya , Hana pun membalas pelukan Mbok Jum dengan erat .


" Mbok semua sudah selesai , Hana besok di pulangkan ke orang tua Hana Mbok "


" Mbok selama Hana tinggal di sini maafkan semua sikap atau perkataan Hana yang tidak baik ya mbok hiks hiks hiks" ucap Hana pada perempuan paruh baya yang selalu ada untuk dirinya.


" Dengarkan mbok , Hana anak baik , istri dan ibu yang baik jadi gak ada yang perlu di maafkan dari Hana ya , Mbok sayang Hana jangan lupain Mbok ya ndok Huhuhu 😭😭"


" Hana harus kuat dan sehat untuk Kakak Rama dan adek Rafa serta untuk bayi ini jangan membencinya perlakukan dia dengan baik ya ." ucap Mbok Jum menangis tergugu sambil mengelus perut Hana .


" Iya Mbok , Hana pasti kangen sama Mbok ,gak Mbok Hana pasti menyayangi nya Mbok karena ia anak Hana juga ." Hana tersenyum manis di tengah tangisannya.


" Yaudah ayo bangun lantai nya dingin , minum dulu biar tenang ya , ayo Mbok bantu


berkemas "


Hana pun mulai memasukan semua barang barang nya kedalam koper dengan di bantu Mbok Jum .


****


Hay gaes , aku tuh nulis part ini bener bener nyesek banget , nangis sampe buat anak ku bingung .


Bila ada kesalahan mohon untuk mengkoreksinya . 🙏🙏


Dukung terus ya teman-teman reader supaya aku makin bersemangat nulisnya


terimakasih 🙏😊🙏😊