Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 193


Visual Dean dan Hana



Visual Roy dan Kasih



Tak terasa dua bulan berlalu setelah kejadian penangkapan Harry pamannya Roy serta Monika mantan pacar dari Roy yang di penjara atas kasus penipuan .


Setelah kejadian itu kini Kasih dan Roy sedang menunggu calon anak mereka yang tinggal menunggu siang malam nya .


Kasih dengan rutin selalu berjalan pagi hari dengan di temani suaminya atau terkadang dengan Ibunya .


Ya sejak keluar dari rumah sakit tempo waktu Ibu nya Kasih tinggal di rumah Dewantara atas paksaan dari Mamih Esty yang menangis tidak mengizinkan Roy dan Kasih pindah ke rumah pribadinya .


Kasih dan Roy yang melihat Mamih Esty menangis seperti itu pun merasa tak tega dan Papih Dika pun meminta Ibunya Kasih untuk tinggal di rumah Dewantara .


Jadilah kini Ibunya Kasih tinggal di rumah Dewantara menjadi teman ngobrol Mamih Esty serta membantu apa yang di perlukan oleh Kasih di masa hamil tuanya .


Semakin hamil besar semakin membuat Roy kelimpungan dengan permintaan sang istri sekaligus kasihan saat melihat istrinya yang sudah tak nyaman dalam tidur dan aktivitas wanya .


Seperti malam ini Roy dengan telaten mengelus lembut punggung Kasih sampai Istrinya tertidur namun nyatanya , Kasih belum bisa tidur karena merasakan perut nya yang tidak nyaman .


" Ka belum bisa tidur ... si kecil gerak terus " ucap Kasih dengan mengelus perut nya yang buncit .


" Dari tadi aku elus sampai tangan pegel kamu nya gak tidur - tidur ... Ya itu tandanya dia sehat dong Bun ."ucap Roy sambil melihat mata istrinya yang masih seger .


" Kenapa kaya gak ikhlas gitu sih nyebelin banget... " ucap Kasih dengan nada jutek .


" Hadeeeuh salah lagi gue " Gumam Roy dalam hati .


" Ya bukannya gitu Bun , kamu kan tau kalau aku besok ada meeting pagi dan ini tuh udah malem banget ..." jawab Roy dengan menunjuk jam dinding .


Dan Kasih pun melihat pada jari telunjuk Suami nya yang mengarah pada jam dinding yang menunjukkan pukul setengah 12 malam .


" Tapi aku belum ngantuk Ka ... " jawab Kasih dan Roy sangat tau bila Istrinya semenjak hamil besar tidak mau di tinggal tidur duluan apapun alasannya .


" Ka laper .." ucap Kasih lagi .Roy yang mendengar ucapan Kasih pun langsung beranjak bangun .


" Mau makan apa ? ". tanya Roy pada Kasih .


" Mau makan nasi goreng tapi yang di gerobak pinggir jalan ." ucap Kasih .


" Yaudah aku beliin dulu ,kamu tunggu di sini aja ... " jawab Roy sambil mengantongi dompet dan ponselnya namun Roy di buat heran saat melihat Kasih yang menggeleng kan kepalanya .


" Apa ? " tanya Roy .


" Aku mau ikut Ka please ... " pinta Ibu hamil itu .


" Tapi ini sudah mal .... huuef yaudah ayo tapi harus pake jaket ya ... " ucap Roy yang mengalah setelah melihat wajah istrinya yang mau menangis .


Dan Roy pun membantu Kasih bangun dari tidurnya serta memakai kan jaket hitam miliknya di tubuh Kasih dan Kasih yang mendapatkan perlakuan manis dari Suami nya pun berasa ingin melayang ...


" Terimakasih Ka ...." ucap Kasih dengan senyum termanisnya dan Roy pun mengusap rambut dan mengecup kening Kasih sekilas lalu menggandeng tangan Kasih jalan .


********


Tak butuh waktu lama Roy pun menepikan mobilnya di dekat gerobak penjual nasi goreng yang mangkal di dekat minimarket .


Roy pun menoleh ke samping pada Kasih yang berbinar karena melihat gerobak tukang nasi goreng seperti yang dia inginkan .


" Ayo turun .. " ajak Roy yang sudah membukakan pintu untuk Kasih dan menuntun Kasih duduk di bangku yang di sediakan oleh penjual nasi goreng .


" Pak nasi goreng spesial sedang 1 dan 1 gelas kopi hitam Pak ya ..." ucap Roy pada Bapak penjual nasi goreng .


" Makan disini kan ... siap Den " jawab penjual nasi goreng dan Roy menganggukkan kepalanya dengan tersenyum membuat pengunjung wanita yang lain menatap takjub ke arah Roy .


Roy langsung duduk di bangku di samping sang istri dan mengelus lembut perut Kasih yang sedikit cemberut melihat pengunjung wanita yang melihat suaminya dengan tatapan genit nya .


" Lihat Dek ,Bunda mu kalau lagi cemberut jelek banget " Roy menundukkan kepalanya berbicara pada calon anaknya dengan menggoda istrinya .


Kasih pun langsung menjambak rambut Roy yang ada di hadapannya dengan gemas serta berkata pelan .


" Makanya kamu jangan ke ganjen an Ka pake maskernya di buka segala lagi ... ihk nyebelin banget " ucap kasih sambil melepaskan jambakan nya di rambut Roy .


" Lah siapa yang ke ganjen an sih Bun kan tadi aku lagi ngomong sama penjual nasi gorengnya biar jelas sayang .." jawab Roy dan kalimat terakhir dari Roy berhasil membuat Kasih bersemu karena Suami nya itu tipe pria yang jauh dari kata romantis .


" Monggo nasi goreng spesial sedang nya Non dan di 1 gelas kopi nya Den " ucap penjual nasi goreng dan Kasih mengangguk kan kepala nya.


" Terimakasih Pak .." jawab Kasih pada penjual nasi goreng yang ramah .


" Ka ko nasi goreng nya cuma 1 ? ". tanya Kasih pada Roy setelah penjual nasi goreng itu pergi .


" Kamu kurang Bun ? ". tanya Roy pada Kasih yang langsung menggeleng kan kepalanya .


" Maksudku buat ka Roy mana ?". ucap Kasih


" Oh aku masih kenyang cukup minum kopi aja ... udah habisin makanan nya biar si kecil anteng terus kamu tidur nyenyak ". jawab Roy dan Kasih mulai menikmati nasi goreng spesialnya .


15 menit Kasih sudah menyelesaikan makannya yang juga menyuapi suaminya hingga nasi goreng itu habis tak tersisa dan saat Kasih ingin meminum kopi milik suaminya , Roy sudah mencegah nya .


" Hussst jangan minum kopi nih kamu minum nya ini ..." ucap Roy sambil menarik gelas kopi menjauh dari Kasih dan menyodorkan 1 botol air mineral di hadapan Kasih .


" iihk pelit padahal kan sedikit aja ... " kata Kasih .


" Yaudah yuk pulang udah kenyang kan ? ". tanya Roy dengan beranjak berdiri mengulurkan tangannya pada istrinya .


Dan Kasih menerima uluran tangan dari Roy , mereka keluar dari warung nasi goreng setelah Roy membayar .


Saat berjalan menuju mobil yang di parkir di pinggir jalan Kasih menghentikan langkahnya .


" Apalagi Bun ?". tanya Roy dengan nada gemas pada sang istri .


" Ka selagi di depan mini market tolong beliin susu kotak ibu hamil dan sari kacang hijau dong Ka ". pinta Kasih lagi dengan sesekali meringis memegang perut buncitnya.


" Astaga kamu masih laper .. Are you oke kan Bun ?.". tanya Roy melihat istrinya meringis menahan sesuatu .


" Gak Ka lagi pengen aja ". jawab Kasih .


" Wajah kamu pucat loh Bun ... ". ucap Roy .


" Oke aku beliin dan kamu duduk di depan aja ya setelah itu kita pulang karena sepertinya kamu kecapean Bunda Kasih , please kali ini nurut ya ..." ucap Roy lagi dan menuntun Kasih duduk di kursi depan mini market dan Kasih menganggukkan kepalanya dengan tersenyum kecil .


Roy pun segera masuk ke dalam mini market bergantian dengan dua orang yang keluar dari dalam minimarket .


Kasih mengelus lembut perut buncitnya dengan mengatur nafasnya karena merasakan perut nya aneh .


" Hadeeeuh ini kenapa perutku rasanya mules hilang gini ya ..." gumam Kasih .


Dua orang itu pun heran melihat Kasih yang duduk di depan mini market sendirian pun memanggil Kasih .


" Kasih .."


" kamu Mutiara Kasih kan ?". tanya orang itu dan Kasih yang mendengar namanya di panggil pun mendongakkan kepalanya karena sedari tadi ia sibuk dengan rasa aneh yang terjadi pada perutnya .


" Ka ...." pekik Kasih senang sekaligus terkejut .


*********


" Kamu beneran Kasih kan ? " tanya salah satu pria itu dan Kasih menganggukkan kepalanya tersenyum sambil mengusap perutnya yang mules datang dan pergi .


Pria itu pun melihat perut buncit Kasih dengan pandangan takjub berbeda dengan pria yang satunya lagi yang melihatnya dengan senyum getir nya melihat keadaan Kasih .


" Wahhh ajaib ... begitu ketemu lagi kamu udah bunting aja Kas ". ucap pria itu .


" Apaan sih Ka kan jadi malu ... aku jelek dan gemuk ya ?". jawab Kasih .


" Aahk gak jelek ko , malah lebih terlihat seger dan cantik ... Btw kamu di tanyain Mama ku loh doi kangen sama kamu Kas ..." ucap pria itu dengan excited.


" Aku juga kangen Ka .. besok deh diatur lagi waktunya ". jawab Kasih .


"Ehem ... Kas , kamu ngapain malam - malam gini disini dan sama siapa ?". tanya pria yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan Kasih dengan perasaan yang tidak bisa di artikan .


Kasih yang mendengar pertanyaan dari pria itu tiba-tiba jantung nya berdenyut merasakan perasaan yang campur aduk .


" Sam.... " jawab Kasih terputus karena mendengar suara yang sangat ia kenal .


"Ehem "


*********