Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 147


Pukul 5 pagi Kasih terbangun dari tidurnya ia mengerjapkan mata untuk mengumpulkan kesadaran nya .


Pandangan Kasih pun langsung tertuju pada samping tempat tidur nya yang kosong . Kasih pun meraba bantal serta tempat tidur yang kemarin di pakai oleh seorang pria arogan yang sudah menjadi suami nya dan bahkan Kasih tak terlalu mengenal identitas lengkap pria itu .


" Kemana kak Roy ko tempat tidur nya kosong , kalau berangkat kerja kan gak mungkin mana ada kantor buka jam segini atau dia emang gak pulang ya ?". gumam Kasih yang merasa heran ketidak ada an suami nya di tempat tidur nya .


Kasih pun terduduk dengan bersender di kepala tempat tidur dan melihat sekitar kamar dan seketika pandangan nya pun langsung tertuju pada secarik kertas yang di atas nya terdapat kartu Gold card .


Kasih pun mulai membaca isi tulisan yang tertera di kertas itu . Seketika hatinya mencelos dan air matanya pun mulai menggenang .


Kasih melihat gold card yang ada di tangan nya pun tersenyum getir di tengah tangisannya .


" Kasih Kasih ... kamu benar-benar sudah mirip sekali dengan seorang jalang ... huh habis di pake diambil keperawanan mu dan langsung di tinggal pergi serta di tinggalin kartu ajaib gini ..." ucap Kasih dengan terisak .


" Gue suka lihat kaya gini di film yang gue tonton ... habis di pake" terus besok nya di tinggal dan di pegangin kartu ajaib . Dan sekarang gue gak nyangka gue ngalamin ini semua .. "


" Ya walaupun gue gak zinah karena gue di nikahin dan bodohnya gue gak kenal siapa pria yang nikahi gue .... Seharusnya gue sekarang baik - baik saja bukan malah nangis kaya gini seenggaknya nasib Lo gak tragis banget . Dia bahkan fasilitasi ini semua ... Tapi dengar dia pergi setelah puas mengambil semuanya hati gue sakit banget ." ucap Kasih dengan menangis tergugu .


" Tuhan , jalan hidup seperti apa yang sedang saya jalani . kenapa seperti ini ....".


Kasih masih menangis meringkuk meratapi nasibnya dan berharap hari selanjutnya lebih baik dari hari kemarin .


*********


Tepat pukul 7 pagi semua anggota keluarga Dewantara termasuk dua bayi kembar serta dua anak laki-laki itu kini sudah berada di bandara internasional Soekarno Hatta untuk mengantarkan keberangkatan Papah Dean nya dan juga Om nya Roy yang ke negara Turki untuk mengerjakan pekerjaan nya .


Dean yang tak jauh dari empat anak-anak nya serta istri cantiknya pun sedikit merasa berat untuk meninggalkan nya apalagi melihat wajah Hana yang terlihat sedih dan sesekali cairan bening itu menetes di pipinya .


" Hei sayang sudah dong jangan nangis gitu malu tuh sama anak-anak nya ..." ucap Dean merangkul tubuh istrinya untuk menenangkan Hana .


" Lihat kamu begini Mas nya jadi berat sayang ninggalin nya ..."


" Tapi tetap akan berangkat kan walaupun Hana guling - guling di lantai ." potong Hana dengan mencebikkan bibirnya .


" Hahhaaha kamu tuh ada - ada aja sih ... Mas akan tetap berangkat sayang karena itu sudah jadi tanggung jawab Mas untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di sana . Kamu doa'in aja biar masalah nya tidak terlalu rumit Oke ... Udah jangan sedih gitu nanti anak-anak nya pada bingung loh ..." jawab Dean dengan mengelus lembut kepala Hana .


" Kakak , Abang jagain Mamah dan Adek kembar nya ya selama Papah nya kerja ". ucap Dean pada kedua putranya dan langsung di angguki oleh kedua nya .


" Good boy ... ". ucap Dean sambil mengelus rambut dan mencium kening kedua putranya .


" Sayang tolong bantuin dong ... Mas mau gendong dua princess cantiknya Papah ". pinta Dean dan Hana langsung membantu suami nya .


" Princess Papah yang cantik dan baik , selama Papah kerja jangan rewel ya nak ". ucap Dean pada kedua putrinya.


Dan Dean pun bercanda dengan kedua putranya dan putri kembarnya serta istri cantiknya sebelum keberangkatan nya .


Roy yang melihat interaksi antara Dean dengan istri dan keempat anak-anaknya pun langsung teringat pada seorang wanita cantik yang tak lain adalah istrinya yang baru 2 hari di nikahinya yang ada di pent house nya sendirian .


Roy pun membuka ponselnya dan langsung mengirimkan pesan kepada Kasih .


" Saya yakin kamu sudah baca surat itu , jangan pernah berpikir buruk atas kepergian saya .


Even though our marriage is far from good but now you have become my legal wife then everything about you is my responsibility .


After my return, let's start from the beginning to know and understand each other and forgive to carry out the relationship between us so that it becomes the family it should be.


( Sekembali nya saya , mari kita mulai dari awal saling mengenal dan memahami satu sama lain serta memaafkan untuk menjalankan hubungan di antara kita sehingga menjadi keluarga yang semestinya .)


Saat Roy mengirim pesan panjang pada Mutiara Kasih tiba - tiba seseorang menepuk pundak nya membuat Roy terkejut .


" Pluk pluk "


" Astaga Papih ngagetin aja sih ." pekik Roy dan dengan buru - buru ia menyimpan ponselnya .


" Tenang aja gak usah gugup gitu Papih gak baca ko Roy ." ucap Papih Dika dengan tertawa kecil .


" Apaan sih Pih ". elak Roy .


" Papih lihat kepergian mu kali ini sedikit berbeda dari biasanya seperti berat untuk menjalankan tugas ini , ada yang ingin kamu ceritakan ?". ucap Papih Dika .


" Deg "


Roy terkesiap mendengar ucapan dari Papih nya yang tepat sasaran .


" Ahk gak juga ko biasa aja Pih mungkin karena Roy kurang tidur aja jadi agak lesu ". elak Papih Dika .


" Kamu yakin ?". tanya Papih Dika dan langsung di angguki oleh Roy .


" Padahal kalau ada urusan mu disini yang belum terselesaikan Papih bisa gantikan kepergian mu loh Roy tapi sepertinya Papih lihat kamu belum ingin terbuka , Oke lah kalau begitu ". ucap Papih Dika .


" Deg "


" Ma maksud Papih apa ?". tanya Roy dengan terbata .


" Gak ada maksud apa-apa yang jelas Papih hanya mengingatkan saja semua yang kamu ambil itu baik buruknya pasti akan ada konsekuensi nya , yaudah bersiaplah sebentar lagi kamu sudah akan berangkat ." jawab Papih Dika dengan tersenyum simpul dan beranjak pergi menemui Dean putra bungsu nya meninggal kan Roy yang termangu setelah mendengar ucapan Papih Dika .


" Dean sudah acara perpisahan nya sebentar lagi kamu akan berangkat jadi please jangan lebai ." ucap Papih Dika pada Dean yang mendengus .


" Ni si Papih suka banget gangguin sih ". sahut Dean .


" Hana kamu jangan berat gitu melepaskan suami mu , kamu belum tau aja segila apa suami mu kalau dia rindu sama kamu dia gak akan tahan dan akan pulang lagi atau bisa - bisa setiap seminggu sekali dia bolak-balik Jakarta - Turki , percaya sama Papih ". ucap Papih Dika dengan tertawa kecil menggoda putranya dan semua yang mendengar celoteh Papih Dika pun langsung tertawa .


" Masa sih Pih mana ada seminggu sekali bolak balik Jakarta - Turki emang Mas Dean sultan ". jawab Hana tak percaya pada Papih Dika .


" Lah bener kamu belum tau aja ... tanya aja sama Mamih . Kamu belum tau kalau Mas Dean mu itu Sultan Dewantara ." ucap Papih Dika dan dengan polosnya Hana menggeleng kan kepalanya .


" Sayang gak usah dengerin Papih lagi mumet dia makanya ngomong nya ngawur ". sahut Dean .


Hingga mereka semua pun mendengar suara dari speaker bandara yang memberi tahu keberangkatan .


Dengan sedikit drama melepas keberangkatan Dean dan Roy untuk pekerjaan nya di Turki .


Kini Hana serta keempat anaknya dan Mamih Esty serta Papih Dika sudah berada di dalam mobil menuju pulang ke rumah dengan di ikuti oleh Joni serta Om Tama .


********