
" The pain taught me to be stronger, more careful, more mature and better at lagging"
" Rasa sakit mengajariku untuk lebih kuat , lebih berhati-hati , lebih dewasa dan lebih baik lagi "
******
Ke lima pria tampan yang merupakan orang penting di Dewantara Group masih menganga lebar karena terkejut melihat wanita yang biasanya selalu lemah lembut kepada siapapun kini menjelma sebagai wonder woman yang siap membasmi kutu busuk yang suka menempel di tempat yang bukan tempat nya .
Hana pun masih memelintir tangan Bella dengan seringai tipis nya tak menghiraukan pekikan kesakitan yang terlontar dari bibir merah Bella .
" Gue gak percaya Lo Istrinya Dean dasar perempuan sarap Lo aauuwh ...." teriak Bella .
" Saya gak butuh kamu percaya , buat saya kamu bukan orang penting ". ucap santai Hana .
" Hana … " ucap Dean namun terpotong oleh Hana .
" Apa sayang , apa aku terlalu bersemangat berkenalan dengan dia sayang ? ". tanya Hana dengan nada yang manja namun sorot mata yang tajam membuat Dean bergedik ngeri .
" Abang Roy siapa nama Miss cantik ini ?". tanya Hana pada Roy yang menahan tertawa karena merasa senang ada yang melawan Bella .
" Bella , adik ipar ku yang cantik ". jawab Roy dengan menyeringai .
" Roy apa - apaan Lo bilang istri gue cantik " sahut Dean tak terima.
" Lah kenyataan nya bro Hana jauh lebih cantik dari pada tu ulet keket betina ." balas Roy .
" Oke Miss Bella silahkan anda pergi karena pria yang kamu dekati sudah tua , kamu tau Miss Bella dia udah punya anak banyak ". ucap Hana sambil mendorong tubuh Bella keluar ruangan .
" Lain kali kalau keluar rumah pakai pakaian yang lengkap ya Miss Bella ". ucap Hana pada Bella yang memegangi tangan nya yang sakit.
Dean yang mendengar ucapan Hana pun menepuk keningnya .
" Astaga Hana tega banget bilang suaminya tua ." gumam Dean dalam hati .
Bella pun melenggang dengan mengeluarkan semua sumpah serapahnya pada Hana . Dan hana tak menanggapi langsung menutup pintu dan berbalik badan menatap kelima pria yang ada di ruangan suaminya .
" Pak bos saya izin keluar karena sudah waktunya istirahat , Ayo Rik ". pamit Sekertaris Riko sambil menyeret saudaranya Riki keluar ruangan Bos nya .
" Saya juga pamit Bos mau ngopi di kantin ". pamit juga Joni sang asisten pribadi Dean .
Tinggallah Roy yang berjalan menuju meja tempat Hana meletakkan kotak bekal nya
" Hana ini punya Abang kan , Abang bawa ya mau makan di ruangan aja di sini panas ". ucap Roy pada Hana dan berjalan menghampiri Dean yang masih berdiri .
" Dean , gue bantu doa dari ruangan gue ya hihihi " bisik Roy pada Dean adiknya.
" BERISIK ROY " ucap Dean pada Roy yang sudah keluar tinggallah Hana dan Dean di dalam ruangan itu .
" Han … " ucap Dean .
" Duduk dan cepat makan bekalmu ". potong Hana dengan nada tegas nya . Dean pun langsung duduk di sofa dan Hana mulai membuka serta menata makanan dan memberikan nya untuk suaminya Dean
" Kamu gak makan ?" tanya Dean pada Hana yang sedang mencuci tangannya di sudut ruangan.
" Sudah " jawab Hana singkat dan mengambil kan minum untuk Dean di lemari pendingin yang ada di ruangan Dean .
Dan saat membuka lemari pendingin itu Hana pun mengernyitkan keningnya melihat beberapa botol minuman .
" Dean ini " ucap Hana sambil mengangkat botol itu dan Dean pun mendongakkan kepalanya dan langsung meletakkan makanan nya dan berlari menuju Hana mengambil botol itu dan membawa Hana duduk di pangkuan nya di sofa .
" Please jangan di buang lagi kaya yang di rumah ya itu barang langka dan mahal Hana harga nya setara harga rumah dan carinya susah .". ucap Dean sambil menaruh dagunya di bahu hana dengan nada memohon .
Dengan mudah isinya di buang oleh Hana ke dalam closet membuat Dean shock dan kepala nya berputar putar 7 keliling.
" Lagian ngapain juga nyimpen begituan gak guna , buang - buang duit ". omel Hana .
" Ya karena dulu waktu kesana saya ikut lelang Wine itu untuk koleksi Hana , Plis yang ada di situ jangan di sentuh lagi oke ." ucap Dean sambil mendekap tubuh Hana .
" Heem bener cuma jadi koleksi ? kalau sampai di minum , kamu gak boleh deketin anak-anak ." jawab Hana .
" Iya in dulu ajalah daripada urusannya Makin runyam ". gumam Dean dalam hati.
" Iya ". jawab Dean .
" Yaudah itu terusin makannya saya mau pulang kasihan anak anak". kata Hana sambil berusaha turun dari pangkuan Dean .
" Jangan dulu temenin plus suapin makan dulu terus nanti biar saya anter pulang sekaligus mau meeting di luar " pinta Dean .
" gak mau makan sendiri ". tolak Hana .
" Kalau gak mau saya paksa kamu masuk ke kamar pribadi saya ya karena saya tau masa palang merah mu sudah selesai ". ancam Dean yang mana membuat Hana menciut takut .
" Iih nyebelin , kamu kan udah janji gak nuntut itu sebelum kita benar-benar merasa mempunyai perasaan yang sama ." ucap Hana sambil cemberut dan langsung mengambil makanan untuk menyuapi bayi besar nya .
" Iya , tapi kalau pun di ingkari tak masalah toh biar gimanapun kamu istri ku Hana ". ucap Dean dengan tegas dan Hana langsung terdiam dan sambil menyuapi Dean .
" Han " Panggil Dean .
" Heum " jawab Hana berdeham.
" Jangan gitu jawab nya gak sopan ". omel Dean . padahal dia sendiri yang paling sering menjawab pertanyaan orang hanya dengan berdeham.
" Iya kenapa ?". tanya Hana .
" Kamu kok bisa ngelawan Bella kaya gitu , kamu belajar bela diri ?" tanya Dean pada Hana Istrinya dan Hana menjawab dengan menggeleng kan kepalanya .
" Terus kenapa bisa begitu .?" tanya Dean penasaran .
" Di ajarin Bapak , kan beliau dulu petugas keamanan jadi sedikit banyak bisa bela diri dan Hana di ajari sedikit ". jawab Hana dan Dean hanya be oh ria .
" Dean , perempuan tadi mantan pacar mu kah ?". tanya Hana .
" Bukan , dia teman masa kecil sama kaya Elis cuma gitu dia ada rasa sama saya terus malah jadi aneh gitu sikapnya ." jawab Dean dan Hana hanya manggut-manggut saja.
" Dean sudah habis ini udah turunin , saya mau cepat pulang kasihan anak anak". kata Hana sambil berusaha melepaskan tangan Dean .
" iya sebentar saya ambil dokumen dulu ". jawab Dean sambil menurunkan Hana untuk membersihkan bekas makan Dean . Dan Dean memakai jas nya sambil menghubungi Joni memberi tahu bahwa Dean langsung menuju tempat meeting yang ada di luar .
Dean pun sudah siap untuk keluar dan saat Hana akan membuka pintu ruangan Dean berkata .
" Hana yakin gak mau coba di private room itu ". ucap Dean dengan tersenyum manis dan menaik turun kan alisnya.
Hana yang tau maksud omongannya Dean pun di buat kesal .
" Gak dasar mesum ". umpat Hana dengan wajah bersemu merah , mendengar umpatan Istrinya.
" hahahaha "
Dean tertawa lepas dan langsung menggandeng tangan Hana keluar dari ruangan nya.
*******