Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 90


" **Belajarlah mengalah sampai tak ada seorang pun yang bisa mengalahkan mu .


Belajar lah merendah sampai tak ada seorang pun yang bisa merendahkan mu** .


*******


Seluruh anggota keluarga Dewantara sedang menikmati hidangan makan malam dengan suka cita , makan malam pertama untuk Hana dengan Keluarga Dewantara di rumah ini .


Setelah menyelesaikan makan malam nya mereka semua pun berbincang - bincang santai .


" Dean besok kamu mulai masuk kantor kan ?". tanya Roy pada adiknya .


" Iya ". jawab singkat Dean .


" Bagus deh biar kerjaan gue gak dobel terus ." ucap Roy .


" Kakak Rama , Abang Rafa bobok nya sama Opa Oma ya nak ". kata Mamih Esty .


Dua bocah laki - laki itu pun menggeleng dengan serentak .


" Mau nya sama Mamah dan Papah , Oma ". jawab Rama dan Rafa .


" yaudah boleh tapi besok kalau kamar Abang sama Kakak udah jadi seperti yang di minta kemarin bobonya di kamar sendiri ya ". ucap Dean .


" Iya Pah ." jawab si sulung Rama .


" Ahaaai ada yang gagal malam kedua hahahaha ". ucap Roy meledek Dean . Hana yang mendengar ucapan kakak iparnya pun mukanya sudah bersemu merah karena malu .


" Berisik Roy ..." ucap Dean dengan sewot .


" Dean cuti Roy sampai waktu yang tidak dapat di pastikan hhahahahaha ..." ledek Papi Dika .


" Papih ih udah tua juga ikut - ikutan berisik ". sahut Dean makin sewot .


" Biar tua masih bisa .... Dean hahaha " ledek Papih Dika lagi dengan tertawa kencang .


" Mih tu lihat gak ada malu nya si Papih ." adu Dean pada Mamih Esty yang tak di gubris karena sedang sibuk bermain lego dengan kedua cucunya .


" Lo ngaca Roy gak usah ikut - ikutan ". sahut Dean sewot pada kakaknya .


" Lahh gue mah udah jelas jomblo mau apa lo." jawab Roy .


" Ayo Abang , Kakak kita bobok besok udah mulai sekolah kan ". kata Dean pada kedua putranya dan langsung di turuti oleh Kakak Rama dan Rafa .


" Ayo Han istirahat nanti kamu terkontaminasi sama Roy dan Papih ". ajak Dean pada Hana .


Dean pun langsung menggiring kedua putranya serta menggendong bayi Sheina dan Hana yang menggendong bayi Sheila masuk ke dalam lift . namun saat Dean akan memasuki lift Mamih Esty memanggil Dean .


" DEAN " panggil Mamih Esty , Dean pun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Maminya .


" Hati - hati panas dingin nak tapi sayang gak bisa transfer haahahaha....." ujar Mamih Esty dan langsung tertawa lepas .


" Dasar keluarga gesrek ". umpat Dean dan langsung masuk lift .


" HAhhahaahah " Mamih Esty , Papih Dika dan Roy pun langsung tertawa ngakak mendengar umpatan Dean .


*******


Di dalam kamar yang luas dan mewah itu Hana masih menyusui kedua bayinya secara bergantian dan Dean yang sedang mengusap - usap punggung kedua putranya hingga tertidur pulas . Dean pun beralih mendekati Hana yang juga sudah selesai menidurkan kedua bayi kembarnya .


" Wah princess Papah udah bobok sama kaya Kakak dan Abang . " ujar Dean .


" Pindah di boks nya ya Han ? ". tanya Dean dan di angguki oleh Hana .


" Han besok Mamih mau bawa Abang buat daftar kelas taman bermain , boleh ." tanya Dean pada Hana .


" Iya boleh kalau Mamih gak repot ". jawab Hana dengan tersenyum .


" Gak lah biar Mamih ada kegiatan dari pada ngumpul - ngumpul sama teman sosialita nya yang rempong " ucap Dean dan di angguki Hana .


" Yaudah yok istirahat selagi anak - anak udah pada bobok . " ucap Dean .


" De ... Dean , kamu sudah mau tidur ?". tanya Hana saat sudah berbaring di kasur king size empuk begitu pula dengan Dean yang di tengah - tengah mereka ada Kakak Rama dan Abang Rafa .


" Heeum belum , kenapa ?". jawab Dean .


" Boleh gak saya denger cerita antara kamu dengan istri pertama mu siapa anak Dokter Sita itu kan ." tanya Hana .


" Iya ". jawab Dean sekilas .


Mendengar pertanyaan Hana , Dean pun menghela nafas dalam - dalam dan pandangannya pun menghadap langit - langit atap kamar dengan pandangan menerawang jauh . Dean pun menoleh pada Hana .


" Han kita ke balkon yuk , belum ngantuk kan ?" tanya Dean .


" Belum ,yuk " jawab Dean.


Dean pun langsung beranjak dari ranjang dan menekan telpon rumah yang ada di nakas .


" Uni tolong buat kan saya capuccino dan susu menyusui sekalian cemilan " ucap Dean di telpon dan langsung menutup sambungan.


" Kenapa harus telpon tau gitu saya yang buat sendiri , kasihan Uni ". ucap Hana .


" Gak apa-apa dia udah biasa ko , yaudah yok ." jawab Dean sambil menggandeng tangan Hana keluar kamar menuju balkon dan Hana hanya menurut .


**********