
" **Belajarlah mengalah sampai tak ada seorang pun yang bisa mengalahkan mu .
Belajar lah merendah sampai tak ada seorang pun yang bisa merendahkan mu** .
*******
Seluruh anggota keluarga Dewantara sedang menikmati hidangan makan malam dengan suka cita , makan malam pertama untuk Hana dengan Keluarga Dewantara di rumah ini .
Setelah menyelesaikan makan malam nya mereka semua pun berbincang - bincang santai .
" Dean besok kamu mulai masuk kantor kan ?". tanya Roy pada adiknya .
" Iya ". jawab singkat Dean .
" Bagus deh biar kerjaan gue gak dobel terus ." ucap Roy .
" Kakak Rama , Abang Rafa bobok nya sama Opa Oma ya nak ". kata Mamih Esty .
Dua bocah laki - laki itu pun menggeleng dengan serentak .
" Mau nya sama Mamah dan Papah , Oma ". jawab Rama dan Rafa .
" yaudah boleh tapi besok kalau kamar Abang sama Kakak udah jadi seperti yang di minta kemarin bobonya di kamar sendiri ya ". ucap Dean .
" Iya Pah ." jawab si sulung Rama .
" Ahaaai ada yang gagal malam kedua hahahaha ". ucap Roy meledek Dean . Hana yang mendengar ucapan kakak iparnya pun mukanya sudah bersemu merah karena malu .
" Berisik Roy ..." ucap Dean dengan sewot .
" Dean cuti Roy sampai waktu yang tidak dapat di pastikan hhahahahaha ..." ledek Papi Dika .
" Papih ih udah tua juga ikut - ikutan berisik ". sahut Dean makin sewot .
" Biar tua masih bisa .... Dean hahaha " ledek Papih Dika lagi dengan tertawa kencang .
" Mih tu lihat gak ada malu nya si Papih ." adu Dean pada Mamih Esty yang tak di gubris karena sedang sibuk bermain lego dengan kedua cucunya .
" Lo ngaca Roy gak usah ikut - ikutan ". sahut Dean sewot pada kakaknya .
" Lahh gue mah udah jelas jomblo mau apa lo." jawab Roy .
" Ayo Abang , Kakak kita bobok besok udah mulai sekolah kan ". kata Dean pada kedua putranya dan langsung di turuti oleh Kakak Rama dan Rafa .
" Ayo Han istirahat nanti kamu terkontaminasi sama Roy dan Papih ". ajak Dean pada Hana .
Dean pun langsung menggiring kedua putranya serta menggendong bayi Sheina dan Hana yang menggendong bayi Sheila masuk ke dalam lift . namun saat Dean akan memasuki lift Mamih Esty memanggil Dean .
" DEAN " panggil Mamih Esty , Dean pun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Maminya .
" Hati - hati panas dingin nak tapi sayang gak bisa transfer haahahaha....." ujar Mamih Esty dan langsung tertawa lepas .
" Dasar keluarga gesrek ". umpat Dean dan langsung masuk lift .
" HAhhahaahah " Mamih Esty , Papih Dika dan Roy pun langsung tertawa ngakak mendengar umpatan Dean .
*******
Di dalam kamar yang luas dan mewah itu Hana masih menyusui kedua bayinya secara bergantian dan Dean yang sedang mengusap - usap punggung kedua putranya hingga tertidur pulas . Dean pun beralih mendekati Hana yang juga sudah selesai menidurkan kedua bayi kembarnya .
" Wah princess Papah udah bobok sama kaya Kakak dan Abang . " ujar Dean .
" Pindah di boks nya ya Han ? ". tanya Dean dan di angguki oleh Hana .
" Han besok Mamih mau bawa Abang buat daftar kelas taman bermain , boleh ." tanya Dean pada Hana .
" Iya boleh kalau Mamih gak repot ". jawab Hana dengan tersenyum .
" Gak lah biar Mamih ada kegiatan dari pada ngumpul - ngumpul sama teman sosialita nya yang rempong " ucap Dean dan di angguki Hana .
" Yaudah yok istirahat selagi anak - anak udah pada bobok . " ucap Dean .
" De ... Dean , kamu sudah mau tidur ?". tanya Hana saat sudah berbaring di kasur king size empuk begitu pula dengan Dean yang di tengah - tengah mereka ada Kakak Rama dan Abang Rafa .
" Heeum belum , kenapa ?". jawab Dean .
" Boleh gak saya denger cerita antara kamu dengan istri pertama mu siapa anak Dokter Sita itu kan ." tanya Hana .
" Iya ". jawab Dean sekilas .
Mendengar pertanyaan Hana , Dean pun menghela nafas dalam - dalam dan pandangannya pun menghadap langit - langit atap kamar dengan pandangan menerawang jauh . Dean pun menoleh pada Hana .
" Han kita ke balkon yuk , belum ngantuk kan ?" tanya Dean .
" Belum ,yuk " jawab Dean.
Dean pun langsung beranjak dari ranjang dan menekan telpon rumah yang ada di nakas .
" Uni tolong buat kan saya capuccino dan susu menyusui sekalian cemilan " ucap Dean di telpon dan langsung menutup sambungan.
" Kenapa harus telpon tau gitu saya yang buat sendiri , kasihan Uni ". ucap Hana .
" Gak apa-apa dia udah biasa ko , yaudah yok ." jawab Dean sambil menggandeng tangan Hana keluar kamar menuju balkon dan Hana hanya menurut .
**********