
“ Han bilang ya kalau nanti kamu udah capek atau perut mu
terasa sakit “. Kata Kasih pada Hana setelah selesai memarkirkan mobil berjalan
beriringan dengan Hana .
“ Siap Kakak ipar nanti aku bilang apa pun itu termasuk
belanjaan , lapar dan haus ya …”. Jawab Hana terkekeh .
“ Harus dong bumil kalau soal belanjaan sih gampang kan
tinggal laporan sama Suami mu … Sini aku
gandeng takut jatuh Han .”. jawab Kasih sambil mengaitkan tangan nya ke lengan
Hana .
Dua menantu keluarga Dewantara sangat menikmati waktu mereka
dengan berjalan jalan di Mall yang memang sudah sangat jarang atau hampir tak
pernah mereka lakukan , Mereka biasanya jalan jalan dengan keluarga kecil nya
masing masing maka dari itu mereka tak menyia nyia kan waktu di tambah
kesempatan itu pasti tak mungkin dilakukan mengingat Hana yang sedang hamil
besar dan akan melahirkan pasti kesempatan itu semakin tipis …
Senyum merekah tak lepas dari dua wanita cantik itu dengan
di iringi canda gurau mengenang masa masa sekolah hingga takdir menemukan
mereka dengan ikatan persaudaraan sambil keluar masuk dari toko satu ke toko
yang lain hingga tak terasa di tangan kedua nya sudah terdapat banyak barang
belanjaan dari pakaian untuk dirinya , Suami serta anak anak nya , alat make up dengan berbagai merk hingga
aksesoris bahkan kue untuk anak anak .
“ Han , gimana udah capek belum ?”. Tanya Kasih memastikan
keadaan adik ipar sekaligus Kakak iparnya sambil duduk di salah satu stand minuman .
Hana tersenyum sambil menerima minuman pesanannya dari pegawai
stand itu “ Ah seger banget Kas … Iya lumayan pegel nih “. Jawab Hana pada
Kasih yang juga sedang menikmati minuman nya .
“ Kalau gitu kita pulang aja yu takut kamu kecapean , Han “.
Ujar Kasih sedikit khawatir dengan jawaban Hana .
“ Hahaha apaan sih Kas , aku gak apa apa ko lagian kan aku
Cuma bilang pegel aja sama juga kan sama kamu pegel …. Aku belum mau pulang Kas
“. Jawab Hana dengan terkikik lucu melihat kepanikan dari Kasih .
“ Eh iya juga sih pegel … Terus kalau gak mau pulang kita makan
aja yu “. Sahut Kasih .
“ Kamu udah lapar banget Kas ( Kasih pun menggelengkan
kepalanya sebagai jawaban ) , Sebelum makan gimana kita ke salon dulu yu
perawatan biar agak segeran gitu habis itu kita makan terus pulang deh “. Ajak
Hana pada Kasih yang tampak sedang berfikir sebentar .
“ Em boleh deh ,aku juga udah lama gak melakukan perawatan
Han … tuh lihat muka sama badan ku Kumal banget kan “. Kasih pun menyetujui
usul dari Hana karena menurut Ibu dari satu orang putra itu pun butuh refleksi .
“ Oke lets go …”. Seru Hana ..
Hana dan Kasih pun berjalan beriringan menuju lift naik ke
lantai 4 di mana salon berada … Di salon Hana dan Kasih sangat di manjakan
dengan treatment yang di berikan salon itu dari Creambath , lulur , massage serta
manicure dan pedicure .
Kurang lebih dua jam akhirnya treatment yang mereka lakukan
selesai dengan hasil yang memuaskan … Hana dan Kasih tampak segar setelah
menyelesaikan rentetan perawatan di salon itu .
Dengan berucap terimakasih pada pegawai salon kini Hana dan
Kasih berjalan keluar menuju salah satu restoran yang masih berada di mall itu
tepatnya di lantai 3 …. Kasih dan Hana pun masuk ke dalam restoran menuju
tempat duduk di pojokan dekat jendela yang menampilkan pemandangan sibuk di
kota Jakarta .
“ Huh akhirnya kita makan juga Han , waktu di salon tadi isi
dalam perut ku udah pada berontak loh “. Kata Kasih setelah menduduki bobot
nya di sofa dengan bersandar dengan gerakan tangan memanggil pelayan restoran .
“ Iya sama Kas apalagi aku keponakan mu yang di dalam sini sudah protes minta makan tau … Oh ya tau
gak waktu kita lagi treatment doa ku Cuma satu supaya perut ku gak bunyi , kan malu
kalau sampe kedengaran sama mereka .”. Ucap Hana sambil membuka ponselnya yang
sedari tadi di abaikan dan terlihat banyak nya pesan dan panggilan dari Ibu
Bapak nya yang memang sering menghubungi putrinya yang tengah hamil tua
selebihnya dari Suami serta Kakak iparnya Roy .
“ Siang Kakak , ini daftar menu nya silahkan “. Kata pelayan
restoran itu dengan ramah pada Kasih dan Hana yang tampak masih fokus dengan
benda pipih di tangan nya .
“ Han ini mau pesan apa ?”. Tanya Kasih membuat Hana
meletakan ponselnya dan mengambil buku menu untuk mencari makanan yang di inginkan
nya .
“ Mba Saya pesan nasi Ayam bakar madu , cumi goreng mentega ,
pudding buah fla vanilla dan minum nya lemon tea “.Kasih menyebutkan pesanan
nya dan dengan sigap di catat oleh pelayan .
“ Mba kalau saya pesan nasi sop iga , udang goreng tepung ,
kentang goreng ,lumpia isi daging , salad , pancake es cream coklat dan minum
nya es the manis 2 ya …” Hana menyebutkan sederet makanan dan minuman dengan
tak lupa desert nya yang langsung di catat oleh pelayan berbeda dengan Kasih
yang melongo mendengar sederet pesanan dari Hana .
Setelah meyebutkan ulang pesanan Hana dan Kasih , pelayan
tersebut langsung pamit dari hadapan Hana dan Kasih .
“ Han , Dean mau dating kesini ?”. Tanya Kasih pada Hana
yang tampak sibuk kembali dengan gawai nya .
“ Gak tau , emang kenapa ?”. Tanya Hana kembali .
“ Ya kalau nyusul , pantes kamu pesan makan segitu banyak
nya “. Jawab Kasih manggut manggut .
“ Dih siapa yang bilang aku pesan makanan buat Mas Dean “. Jawab
Hana cuek .
Kasih melipat kening nya mendengar jawaban dari Hana “ Terus
buat siapa itu tadi banyak loh gak mungkin kan …..”. ujar Kasih terhenti karena
Hana sudah menyela nya .
“Ya itu buat aku semua lah Kas gitu aja ko masih Tanya sih
…. Kamu kan tau nih keponakan mu udah lapar berat sampe dari tadi gerak gerak
terus di dalam sini “. Jawab Hana santai .
“ Hah …Kamu yakin bakalan habis ?”. Tanya Kasih lagi .
“ Yakin 100% “.jawab Hana tegas .
Kurang dari 30 menit pesanan Hana dan Kasih pun datang … Hana dan Kasih pun
langsung menikmati hidangan makan siang nya dengan lahap karena lelah
berkeliling di mall ini hampir 4 jam … Kasih yang melihat Hana makan pun di
buat geleng kepala dengan tingkah Hana yang makan dengan begitu lahap nya semua
pesanan yang awalnya terhidang hampir
memenuhi meja pun kini hanya menyisakan piring dan mangkuk kosong dengan
remahan dan sisa saus makanan tersebut , Yang tersisa tinggallah kentang goreng
yang Kasih bantu memakan nya sambil
meminum lemon tea pesan nya dan Hana yang masih sibuk mengunyah pancake coklat
es cream nya sambil sesekali mencomot kentang goreng milik nya dan tak lupa
meminum es the manis pesan nya yang tinggal 1 gelas .
“ Han , aku udah gak kuat ah bantuin makan nya …”. Keluh Kasih
sambil menyenderkan badan nya di sofa dengan perut yang kenyang .
“ Oh yasudah nanti aku habisin Kas , tenang aja “. Jawab
Hana santai dan Kasih yang mendengarnya tampak melongo karena sepertinya Hana
akan menghabiskan makanan nya dengan mudah .
“ Kamu yakin bakalan sanggup habisin ini semua ?”. Tanya
Kasih tak habis pikir dan Hana mengangguk yakin sebagai jawaban nya .
Kurang dari 10 menit ternyata Hana menepati ucapan nya
makanan yang di pesan nya kini sudah habis semua dan wanita hamil itu tampak
sedang menghabiskan es the manis nya …
“ Alhamdulillah kenyang sekali … adek di dalam juga pasti
kenyang kan nak ,sehat terus ya sayang sampai ketemu Mamah dan Papah “. Gumam
Hana dengan menyenderkan badannya di sandaran sofa sambil mengelus perut buncit
serta mengajak berbicara calon bayi nya dan Kasih hanya menyimak tingkah adik
iparnya dengan menggelengkan kepala takjub dengan kemampuan Hana yang sanggup
menghabiskan banyak makanan …
“ Bukan hanya kenyang sih kalau menurut ku yang pasti juga
begah tuh perut “. Ujar Kasih pada Hana yang mencebik kan bibirnya .
“ Iiih Kasih kan wajar aku kan lagi hamil gede gini tau dan
ponakan mu di dalam tuh yang dorong aku buat makan banyak gini tapi bener juga
kata mu perut ku begah banget rasanya gak sanggup buat jalan karena kekenyangan
Kas “. Jawab Hana membela diri .
“ Lah terus kalau gak kuat jalan gimana pulang nya Han … Han
untung disini gak ada yang kita kenal kalau ada malu tau mantu keluarga
Dewantara makan dengan rakus gitu hahaha …. “. Kata Kasih menggoda Hana .
Hana pun dengan reflek langsung tengok kiri kanan melihat
kemungkinan yang ada setelah ternyata aman Hana pun menghela nafas lega “. Iya
ih Kas ko aku gak kepikiran ya tapi untungnya aman … Pulang nya sebentar dulu ya Kas tunggu turun
dulu makanan ku “. Kata Hana pada Kasih masih dengan mengelus perut buncit nya
sambil mengotak atik ponsel canggih miliknya begitu pun Kasih .
Saat Hana dan Kasih sibuk dengan gawai nya berbalas pesan
dengan sang Suami tiba tiba terdengar suara seseorang .
“ Hana “ panggil orang itu membuat Kasih dan Hana
mendongakkan kepalanya melihat orang itu bersamaan .
“ Ini beneran Hana kan ?”. Tanya lagi orang itu memastikan dengan
wajah berbinar berbeda dengan Hana yang tampak mengerutkan kening nya mencoba
mengingat ingat orang di hadapan nya .
“ Kamu kenal dia Han ?”. Tanya Kasih penasaran dengan
kedatangan orang itu .
“ Ah … iya kamu kan …. ?”.
jawab Hana sambil mengingat nama orang itu dengan jari telunjuk mengarah pada
orang itu .
“ Ya saya cowok yang pernah
ketemu dengan perempuan yang sedang teriak teriak gak jelas sambil nangis di
pantai daerah Jawa Timur dan …. “ Ujar orang itu dengan mengedipkan sebelah mata nya pada Hana
membuat Kasih yang melihat nya menatap orang itu dengan pandangan menyelidik .
Hana yang mendengar
ucapan orang itu seketika mencebikkan bibirnya antara kesal dan malu “. Kenapa
harus di jabarkan seperti itu sih … oh
iya sekarang aku inget kamu kan juga keponakan dari dokter Sita “ jawab Hana
dengan menganggukkan kepala nya yakin .
“ Hahaha lah kan emang
seperti itu kenyataan nya … Yupz betul pinter juga nih “. Jawab orang itu
terkekeh lucu sambil mengelus kepala Hana membuat Hana dan Kasih terbelalak
dengan tingkah orang itu .
Hana pun dengan cepat
menjauhkan kepalanya dari jangkauan tangan pria itu “ Maaf jangan seperti ini “.
Ucap Hana tegas .
Orang itu pun langsung
menaruh tangan di dada kirinya “ Eh maaf Han , saya gak sopan “. Kata Orang itu
tanpa melepaskan pandangan dalam pada wanita di depannya hingga mata nya pun
turun pada perut buncit milik Hana dan seketika orang itu pun menepuk kening
nya pelan “ Oh god kenapa pertemuan kita lagi lagi kamu dalam keadaan hamil
besar gini Han , bahkan dulu yang bawa
kamu ke rumah sakit pun saya loh … em jangan sampe yang sekarang juga harus
saya yang bawa ke rumah sakit buat melahirkan loh Han karena sekarang saya
sedang tidak bersama tante Sita “. Ujar Pria itu dan langsung duduk di samping
Hana yang dengan reflek Hana menggeser duduknya menjaga jarak karena tak terlalu dekat dengan pria itu .
“ Erik masa iya lupa sih
Han … “. Kata pria itu dan Hana hanya mengangguk tanpa minat membalas ucapan
pria itu dan Kasih pun masih setia menyimak antara Hana dan pria yang bernama
Erik itu dan terkadang lewat tatapan nya bertanya mengenai pria itu pada Hana .
“ Em apa ini juga anak
Dean ?”. Tanya Erik serius dengan sesekali melihat perut buncit Hana .
“ Iya “. Jawab Hana
singkat karena tak nyaman berada dekat dengan pria lain dan Erik pun hanya
manggut manggut .
Dan tak lama datang
matanya mendekat pada Erik dan langsung membisikkan sesuatu di telinga Erik dan
Erik pun tampak mengangguk beberapa kali hingga Erik pun tiba tiba beranjak
berdiri .
“ Oh Han maaf mendadak
saya ada urusan saya pamit dulu sampai bertemu lagi “. Ucap Erik berpamitan dan
Hana menganggukkan kepala nya dan dengan gerakan cepat tiba tiba Erik lagi lagi
mengelus rambut Hana yang tak sempat mengelak .
“ Hei yang sopan dong lo
…”. Sahut Kasih yang tak suka dengan sikap Erik namun Erik hanya membalas Kasih
dengan senyum mengejek nya sebelum beranjak pergi meninggalkan restoran dengan
langkah cepat .
“ Han Siap…. ?”. Tanya Kasih
pada Hana namun terhenti saat tiba tiba Dean sudah berdiri di hadapan mereka
dengan di ikuti Johan di belakang nya … mata Hana dan Kasih terbelalak dengan
mulut terbuka dengan kedatangan Dean yang tiba tiba antara terkejut dan takut
jika Dean melihat sikap Erik baru saja .
“ Sayang … “. Sapa Dean
pada Hana yang masih terlihat kaget begitu pun Kasih .
“ Em eh iya Mas …. “.
Hana menyahut sapaan Dean dengan tergagap dan berdiri untuk mencium tangan
Suaminya yang di balas Dean dengan mencium kening Hana dengan sayang .
“ Ko muka nya pada gugup
gitu sih kenapa … ?”. Tanya Dean dengan menatap bergantian pada Kasih dan Hana
.
“ Ah gak juga biasa aja
Dean kita tuh Cuma kaget karena kamu barusan datang tiba tiba gitu … Dean kamu mau makan gak ”. Jawab Kasih dengan
mengalihkan pembicaraan berharap Dean tak melihat Erik yang duduk di samping
Istri tercinta nya bisa gawat kalau sampai Dean tau pikir Kasih .
“ Oh udah ko tadi pas meeting sama Client … Em
kaya nya tadi waktu Saya di luar restoran ini saya kaya lihat ada 2 pria muda
dan yang satu seperti seorang bodyguard berdiri di meja kalian loh … Saya
sempat ingin kejar pria itu tapi sayang saya kalah langkah , Siapa
?”. Tanya Dean dengan tatapan selidik pada Istrinya dan Kakak ipar nya secara
bergantian .
Hana dan Kasih pun
tampak saling tatap hingga “ Ekhem oh itu tadi yang pake kemeja navy kan “. Kata
Kasih menjeda ucapan nya yang Dean angguki .
“ Itu temen kuliah ku
Dean dan kebetulan tadi dia juga makan disini terus dia lihat aku disini dan se
belum dia pergi dia see hai aja ko sama aku “. Jawab Kasih dusta .
Dean pun menoleh pada Hana
yang sedang meremas samping gaun yang di kenakan karena gugup takut jika
Suaminya yang over protektif itu melihat tingkah Erik pada nya karena kalau
Dean sampai tau bisa di pastikan pria nya pasti akan mengamuk .
“ Kamu kenapa sayang ko
gugup gitu … Yang di bilang Kasih bener kan ?”. Tanya Dean pada Hana sambil
mengelap peluh di kening Istri nya .
Hana mengangguk tegas
agar Suami nya percaya “ Takut “. Ucap Hana singkat membuat Kasih ketar ketir
takut ketahuan dan Dean pun tampak melipat kening nya dan menatap sang Istri
dengan heran .
“ Takut ( Hana mengangguk
) Kenapa atau …?”. Tanya Dean dan Hana pun dengan cepat mengibaskan tangan nya
agar Dean tak menaruh curiga pada nya .
“ Jangan berpikir yang
aneh aneh dulu … Itu tadi teman kuliah nya Kasih dan aku takut karena Mas nya
kan suka curiga an gitu takut Mas berpikir yang nggak nggak sama aku karena ada
cowok lain disini padahal kan bukan siapa siapa aku , Mas “. Ucap Hana
menjelaskan dan berusaha meyakinkan agar sang Suami tak menaruh curiga pada nya
.
“ Oh teman nya Kasih tapi
dia gak goda in kamu kan sayang ?”. tanya Dean pada Hana .
“ Ya gak mungkin lah
orang teman ku tadi juga sudah mau tunangan sama temen ku yang juga satu kampus
sama kita ko lagian siapa juga yang mau godain cewek yang perut nya segitu gede
nya “. Sahut Kasih membantu Hana dengan menunjuk perut buncit Hana dengan dagu
nya .
“ Ya kali aja biar
Istriku perutnya lagi buncit gini … kecantikan nya tak berkurang jadi bisa aja
ada yang godain dia …”. Ujar Dean dengan mengelus perut Hana .
“ Ih kalian tuh dari
tadi ngomongin perut buncit ku tanpa perasaan banget sih gak di sebut sebut
juga semua orang juga udah tau kalau perut ku buncit …”. Ucap Hana sebal pada
Kasih dan juga Suaminya .
Dean pun langsung
merengkuh Hana dalam dekapan nya sambil sesekali mengecup puncak kepalanya
dengan sayang .
“ Iya maaf maaf sayang
kami gak sengaja oke … Oh ya kalian sudah selesai pada makan kan, terus pada mau
kemana lagi ?”. tanya Dean pada Hana dan Kasih .
“ Maaf Han suka
keceplosan nih mulut … Iya kita mau pulang aja De ..”. jawab Kasih yang di
angguki juga Hana .
“ Oh yaudah kalau gitu
Kas kamu tadi kesini bawa mobil sendiri ( Kasih pun mengangguk ) Kalau gitu
sekarang kamu biar diantar Johan pakai mobil mu karena saya ada urusan sebentar sama Hana “.Kata
Dean yang mau tak mau di iyakan oleh Kasih .
“ Johan tolong bawa
semua belanjaan istri saya dan antar Kakak ipar saya “. Pinta Dean pada Johan
sang asisten pribadinya .
Johan melirik sedikit
pada Kasih yang sedang memasukkan barang bawaan nya ke dalam sling bag nya “
Baik Bos “. Jawab Johan patuh .
Setelah Johan dan Kasih
pergi , Dean merangkul pinggang Hana dengan posesif keluar dari restoran
setelah membayar semua makanan Istri dan kakak ipar nya .
Dean berjalan menuju
lift turun ke lantai 2 masih dengan merengkuh pinggang Hana dengan sayang “
Sayang itu tadi banyak nya makanan yang kalian pesan habis ?”. tanya Dean yang
penasaran melihat daftar menu yang di pesan Istri dan juga Kakak iparnya saat
membayar tagihan .
“ Iya tadi yang paling
banyak aku , Mas . soalnya anak mu nih tadi lapar banget Papah “. Jawab Hana
santai .
“ Wah hebat loh gak apa
apa ya nak biar adek sehat kalau ada lagi yang Mamah dan adek mau Papah siap belikan ko “. Jawab Dean dengan
mengelus perut Hana yang mana langsung disambut degan gerakan gerakan calon
anak mereka yang ada di dalam perut Hana .
“ Gak ah mas udah
kenyang banget aku nya dan sekarang ngantuk …”.ujar Hana sambil menyandarkan
kepalanya di dada bidang sang Suami membuat orang orang pengunjung mall itu
yang melihat Hana Dean merasa kagum dan ada pula yang iri dengan keharmonisan
mereka .
Hingga tanpa sadar Dean
dan Hana pun sampai di depan toko Quin Jewelry sebelum masuk ke dalam toko ,
Hana mengurai pelukan nya dan menatap bergantian pada toko yang terlihat mewah
dan pada Suaminya yang tampak tersenyum manis .
“ Mas mau ngapain kita
kesini ?”. tanya Hana polos .
“ Mau beli jus … ( Hana
pun tampak mencebikkan bibirnya mendengar jawaban konyol suaminya ) Ya lagi
kamu nya aneh kita kesini ya karena Mas mau beliin kamu perhiasan dong masa
buat Bik Inah “. Jawab Dean sambil mengelus rambut Hana .
“ Bukan gitu Mas tapi
buat apa soalnya kan perhiasan Hana masih banyak bahkan yang kemarin di bawakan
Mamih dari Paris aja belum Hana pakai loh “. Jawab Hana .
Tangan Dean pun turun
mengelus pipi Istrinya “ Ya gak apa apa dong buat investasi kamu dan yang sekarang
Mas belikan untuk hadiah kamu yang akan melahirkan anak kita sayang dan
Mas gak mau ada penolakan oke ayo kita masuk pilih sesuka kamu “. Ujar Dean .
“ Dih siapa juga yang
mau nolak masa iya nolak rejeki kan gak baik tau … Hana tuh tadi tuh Cuma tanya
Mas beli perhiasaan dalam rangka apa gitu loh “. Jawab Hana sambil mengaitkan
tangan nya di lengan kekar Dean dengan terkikik .
“ Hahaha dasar di kira
Mas gak mau ( Dean mengusap kepala Hana dan mencium kening Hana masih dengan
tertawa melihat tingkah Istrinya ) Nah ini baru istri Dean , pintar “. Kedua nya
pun masuk ke dalam toko perhiasan yang termewah dan besar di mall itu .
Setelah lama melihat dan
memilih macam macam perhiasan kini pilihan Hana yang di setujui Dean jatuh pada
kalung bertahta berlian dengan bandul dari batu ruby berwarna ungu muda yang di
kelilingi berlian murni begitu pun dengan cincin , anting serta gelang dengan
hiasan batu ruby dan berlian yang sama dengan kalung .
“ Terimakasih ya Mas
udah beliin perhiasaan buat Hana “. Ucap Hana pada Dean yang kini sudah berada
didalam mobil setelah menyelesaikan pembayaran perhiasaan yang Hana pilih .
“ Iya sama sama sayang …
hadiah itu gak sebanding dengan kerelaan kamu yang bersedia mendampingi Mas bahkan
masih mau mengandung anak Mas lagi terimakasih sayang “. Jawab Dean sambil
menggenggam tangan Hana dan mengecupnya berulang kali .
“ Ya mau dong kan udah
jadi kewajiban seorang Istri yang harus mengandung dan melahirkan keturunan
Suami “. Ujar Hana dengan tersenyum
manis .
“ Cinta gak sama Mas ?”.
tanya Dean membuat Hana tersipu malu .
“ Cinta “. Jawab Hana
merona .
“ Banget ?”. tanya Dean
menggoda Hana karena suka melihat Istrinya bersemu .
“ Heum “. Jawab Hana .
“ Kalau gitu Mas boleh
jenguk anak nya kan nanti malam kasihan anak nya udah kangen Papah nya ?”.
tanya Dean dengan kerlingan nakal sambil mengelus perut buncit Hana .
“ Iiih Mas Dean genit
yang kangen itu bukan adek tapi Mas nya aja yang doyan “. Ucap Hana dengan
memukul pelan lengan Dean .
“ Emang iya … Suka banget
malah toh kamu juga suka ko yank “. Sahut Dean .
“ ih apaan sih …”
“ Jadi boleh gak ?”.
tanya Dean dan Hana pun mengangguk malu malu tapi mau .
“ Waah asiiik ( Dean
mengelus perut Hana dan mendekatkan wajahnya di perut Hana kebetulan mobil sedang
berhenti karena lampu sedang merah .
Dean pun berbisik “
Tunggu Papah nanti malam ya nak .. Papah bantu buatin jalan biar kamu lancar keluar
nya “. Hana yang mendengarnya pun hanya geleng geleng kepala dengan tertawa
kecil .
**********