Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 238


“ Han bilang ya kalau nanti kamu udah capek atau perut mu


terasa sakit “. Kata Kasih pada Hana setelah selesai memarkirkan mobil berjalan


beriringan dengan Hana .


“ Siap Kakak ipar nanti aku bilang apa pun itu termasuk


belanjaan , lapar dan haus ya …”. Jawab Hana terkekeh .


“ Harus dong bumil kalau soal belanjaan sih gampang kan


tinggal laporan sama Suami mu  … Sini aku


gandeng takut jatuh Han .”. jawab Kasih sambil mengaitkan tangan nya ke lengan


Hana .


Dua menantu keluarga Dewantara sangat menikmati waktu mereka


dengan berjalan jalan di Mall yang memang sudah sangat jarang atau hampir tak


pernah mereka lakukan , Mereka biasanya jalan jalan dengan keluarga kecil nya


masing masing maka dari itu mereka tak menyia nyia kan waktu di tambah


kesempatan itu pasti tak mungkin dilakukan mengingat Hana yang sedang hamil


besar dan akan melahirkan pasti kesempatan itu semakin tipis …


Senyum merekah tak lepas dari dua wanita cantik itu dengan


di iringi canda gurau mengenang masa masa sekolah hingga takdir menemukan


mereka dengan ikatan persaudaraan sambil keluar masuk dari toko satu ke toko


yang lain hingga tak terasa di tangan kedua nya sudah terdapat banyak barang


belanjaan dari pakaian untuk dirinya , Suami serta anak anak nya  , alat make up dengan berbagai merk hingga


aksesoris bahkan kue untuk anak anak  .


“ Han , gimana udah capek belum ?”. Tanya Kasih memastikan


keadaan adik ipar sekaligus Kakak iparnya   sambil duduk di salah satu stand minuman .


Hana tersenyum sambil menerima minuman pesanannya dari pegawai


stand itu “ Ah seger banget Kas … Iya lumayan pegel nih “. Jawab Hana pada


Kasih yang juga sedang menikmati minuman nya .


“ Kalau gitu kita pulang aja yu takut kamu kecapean , Han “.


Ujar Kasih sedikit khawatir dengan jawaban Hana .


“ Hahaha apaan sih Kas , aku gak apa apa ko lagian kan aku


Cuma bilang pegel aja sama juga kan sama kamu pegel …. Aku belum mau pulang Kas


“. Jawab Hana dengan terkikik lucu melihat kepanikan dari Kasih .


“ Eh iya juga sih pegel … Terus kalau gak mau pulang kita makan


aja yu “. Sahut Kasih .


“ Kamu udah lapar banget Kas ( Kasih pun menggelengkan


kepalanya sebagai jawaban ) , Sebelum makan gimana kita ke salon dulu yu


perawatan biar agak segeran gitu habis itu kita makan terus pulang deh “. Ajak


Hana pada Kasih yang tampak sedang berfikir sebentar .


“ Em boleh deh ,aku juga udah lama gak melakukan perawatan


Han … tuh lihat muka sama badan ku Kumal banget kan “. Kasih pun menyetujui


usul dari Hana karena menurut Ibu dari satu orang putra itu pun butuh refleksi .


“ Oke lets go …”. Seru Hana ..


Hana dan Kasih pun berjalan beriringan menuju lift naik ke


lantai 4 di mana salon berada … Di salon Hana dan Kasih sangat di manjakan


dengan treatment yang di berikan salon itu dari Creambath , lulur , massage serta


manicure dan pedicure .


Kurang lebih dua jam akhirnya treatment yang mereka lakukan


selesai dengan hasil yang memuaskan … Hana dan Kasih tampak segar setelah


menyelesaikan rentetan perawatan di salon itu .


Dengan berucap terimakasih pada pegawai salon kini Hana dan


Kasih berjalan keluar menuju salah satu restoran yang masih berada di mall itu


tepatnya di lantai 3 …. Kasih dan Hana pun masuk ke dalam restoran menuju


tempat duduk di pojokan dekat jendela yang menampilkan pemandangan sibuk di


kota Jakarta .


“ Huh akhirnya kita makan juga Han , waktu di salon tadi isi


dalam perut ku udah pada berontak loh “. Kata Kasih setelah menduduki bobot


nya di sofa dengan bersandar dengan gerakan tangan memanggil pelayan restoran  .


“ Iya sama Kas apalagi aku  keponakan mu yang di dalam sini sudah protes minta makan tau … Oh ya tau


gak waktu kita lagi treatment doa ku Cuma satu supaya perut ku gak bunyi , kan malu


kalau sampe kedengaran sama mereka .”. Ucap Hana sambil membuka ponselnya yang


sedari tadi di abaikan dan terlihat banyak nya pesan dan panggilan dari Ibu


Bapak nya yang memang sering menghubungi putrinya yang tengah hamil tua


selebihnya dari Suami serta Kakak iparnya Roy .


“ Siang Kakak , ini daftar menu nya silahkan “. Kata pelayan


restoran itu dengan ramah pada Kasih dan Hana yang tampak masih fokus dengan


benda pipih di tangan nya .


“ Han ini mau pesan apa ?”. Tanya Kasih membuat Hana


meletakan ponselnya dan mengambil buku menu untuk mencari makanan yang di inginkan


nya .


“ Mba Saya pesan nasi Ayam bakar madu , cumi goreng mentega ,


pudding buah fla vanilla dan minum nya lemon tea “.Kasih menyebutkan pesanan


nya dan dengan sigap di catat oleh pelayan .


“ Mba kalau saya pesan nasi sop iga , udang goreng tepung ,


kentang goreng ,lumpia isi daging , salad , pancake es cream coklat dan minum


nya es the manis 2 ya …” Hana menyebutkan sederet makanan dan minuman dengan


tak lupa desert nya yang langsung di catat oleh pelayan berbeda dengan Kasih


yang melongo mendengar sederet pesanan dari Hana .


Setelah meyebutkan ulang pesanan Hana dan Kasih , pelayan


tersebut langsung pamit dari hadapan Hana dan Kasih .


“ Han , Dean mau dating kesini ?”. Tanya Kasih pada Hana


yang tampak sibuk kembali dengan gawai nya .


“ Gak tau , emang kenapa ?”. Tanya Hana kembali .


“ Ya kalau nyusul , pantes kamu pesan makan segitu banyak


nya “. Jawab Kasih manggut manggut .


“ Dih siapa yang bilang aku pesan makanan buat Mas Dean “. Jawab


Hana cuek .


Kasih melipat kening nya mendengar jawaban dari Hana “ Terus


buat siapa itu tadi banyak loh gak mungkin kan …..”. ujar Kasih terhenti karena


Hana sudah menyela nya .


“Ya itu buat aku semua lah Kas gitu aja ko masih Tanya sih


…. Kamu kan tau nih keponakan mu udah lapar berat sampe dari tadi gerak gerak


terus di dalam sini “. Jawab Hana santai .


“ Hah …Kamu yakin bakalan habis ?”. Tanya Kasih lagi .


“ Yakin 100% “.jawab Hana tegas .


Kurang dari 30 menit pesanan Hana  dan Kasih pun datang … Hana dan Kasih pun


langsung menikmati hidangan makan siang nya dengan lahap karena lelah


berkeliling di mall ini hampir 4 jam … Kasih yang melihat Hana makan pun di


buat geleng kepala dengan tingkah Hana yang makan dengan begitu lahap nya semua


pesanan  yang awalnya terhidang hampir


memenuhi meja pun kini hanya menyisakan piring dan mangkuk kosong dengan


remahan dan sisa saus makanan tersebut , Yang tersisa tinggallah kentang goreng


yang  Kasih bantu memakan nya sambil


meminum lemon tea pesan nya dan Hana yang masih sibuk mengunyah pancake coklat


es cream nya sambil sesekali mencomot kentang goreng milik nya dan tak lupa


meminum es the manis pesan nya yang tinggal 1 gelas .


“ Han , aku udah gak kuat ah bantuin makan nya …”. Keluh Kasih


sambil menyenderkan badan nya di sofa dengan perut yang kenyang .


“ Oh yasudah nanti aku habisin Kas , tenang aja “. Jawab


Hana santai dan Kasih yang mendengarnya tampak melongo karena sepertinya Hana


akan menghabiskan makanan nya dengan mudah .


“ Kamu yakin bakalan sanggup habisin ini semua ?”. Tanya


Kasih tak habis pikir dan Hana mengangguk yakin sebagai jawaban nya .


Kurang dari 10 menit ternyata Hana menepati ucapan nya


makanan yang di pesan nya kini sudah habis semua dan wanita hamil itu tampak


sedang menghabiskan es the manis nya …


“ Alhamdulillah kenyang sekali … adek di dalam juga pasti


kenyang kan nak ,sehat terus ya sayang sampai ketemu Mamah dan Papah “. Gumam


Hana dengan menyenderkan badannya di sandaran sofa sambil mengelus perut buncit


serta mengajak berbicara calon bayi nya dan Kasih hanya menyimak tingkah adik


iparnya dengan menggelengkan kepala takjub dengan kemampuan Hana yang sanggup


menghabiskan banyak makanan …


“ Bukan hanya kenyang sih kalau menurut ku yang pasti juga


begah tuh perut “. Ujar Kasih pada Hana yang mencebik kan bibirnya .


“ Iiih Kasih kan wajar aku kan lagi hamil gede gini tau dan


ponakan mu di dalam tuh yang dorong aku buat makan banyak gini tapi bener juga


kata mu perut ku begah banget rasanya gak sanggup buat jalan karena kekenyangan


Kas “. Jawab Hana membela diri .


“ Lah terus kalau gak kuat jalan gimana pulang nya Han … Han


untung disini gak ada yang kita kenal kalau ada malu tau mantu keluarga


Dewantara makan dengan rakus gitu hahaha …. “. Kata Kasih menggoda Hana .


Hana pun dengan reflek langsung tengok kiri kanan melihat


kemungkinan yang ada setelah ternyata aman Hana pun menghela nafas lega “. Iya


ih Kas ko aku gak kepikiran ya tapi untungnya aman  … Pulang nya sebentar dulu ya Kas tunggu turun


dulu makanan ku “. Kata Hana pada Kasih masih dengan mengelus perut buncit nya


sambil mengotak atik ponsel canggih miliknya begitu pun Kasih .


Saat Hana dan Kasih sibuk dengan gawai nya berbalas pesan


dengan sang Suami tiba tiba terdengar suara seseorang .


“ Hana “ panggil orang itu membuat Kasih dan Hana


mendongakkan kepalanya melihat orang itu bersamaan .


“ Ini beneran Hana kan ?”. Tanya lagi orang itu memastikan dengan


wajah berbinar berbeda dengan Hana yang tampak mengerutkan kening nya mencoba


mengingat ingat orang di hadapan nya  .


“ Kamu kenal dia Han ?”. Tanya Kasih penasaran dengan


kedatangan orang itu .


“ Ah … iya kamu kan …. ?”.


jawab Hana sambil mengingat nama orang itu dengan jari telunjuk mengarah pada


orang itu .


“ Ya saya cowok yang pernah


ketemu dengan perempuan yang sedang teriak teriak gak jelas sambil nangis di


pantai daerah Jawa Timur dan …. “ Ujar orang itu dengan  mengedipkan sebelah mata nya pada Hana


membuat Kasih yang melihat nya menatap orang itu dengan pandangan menyelidik .


Hana yang mendengar


ucapan orang itu seketika mencebikkan bibirnya antara kesal dan malu “. Kenapa


harus di jabarkan seperti itu sih …  oh


iya sekarang aku inget kamu kan juga keponakan dari dokter Sita “ jawab Hana


dengan menganggukkan kepala nya yakin .


“ Hahaha lah kan emang


seperti itu kenyataan nya … Yupz betul pinter juga nih “. Jawab orang itu


terkekeh lucu sambil mengelus kepala Hana membuat Hana dan Kasih terbelalak


dengan tingkah orang itu .


Hana pun dengan cepat


menjauhkan kepalanya dari jangkauan tangan pria itu “ Maaf jangan seperti ini “.


Ucap Hana tegas .


Orang itu pun langsung


menaruh tangan di dada kirinya “ Eh maaf Han , saya gak sopan “. Kata Orang itu


tanpa melepaskan pandangan dalam pada wanita di depannya hingga mata nya pun


turun pada perut buncit milik Hana dan seketika orang itu pun menepuk kening


nya pelan “ Oh god kenapa pertemuan kita lagi lagi kamu dalam keadaan hamil


besar gini Han ,  bahkan dulu yang bawa


kamu ke rumah sakit pun saya loh … em jangan sampe yang sekarang juga harus


saya yang bawa ke rumah sakit buat melahirkan loh Han karena sekarang saya


sedang tidak bersama tante Sita “. Ujar Pria itu dan langsung duduk di samping


Hana yang dengan reflek Hana menggeser duduknya menjaga jarak karena tak  terlalu dekat dengan pria itu .


“ Erik masa iya lupa sih


Han … “. Kata pria itu dan Hana hanya mengangguk tanpa minat membalas ucapan


pria itu dan Kasih pun masih setia menyimak antara Hana dan pria yang bernama


Erik itu dan terkadang lewat tatapan nya bertanya mengenai pria itu pada Hana .


“ Em apa ini juga anak


Dean ?”. Tanya Erik serius dengan sesekali melihat perut buncit Hana .


“ Iya “. Jawab Hana


singkat karena tak nyaman berada dekat dengan pria lain dan Erik pun hanya


manggut manggut .


Dan tak lama datang


matanya mendekat pada Erik dan langsung membisikkan sesuatu di telinga Erik dan


Erik pun tampak mengangguk beberapa kali hingga Erik pun tiba tiba beranjak


berdiri .


“ Oh Han maaf mendadak


saya ada urusan saya pamit dulu sampai bertemu lagi “. Ucap Erik berpamitan dan


Hana menganggukkan kepala nya dan dengan gerakan cepat tiba tiba Erik lagi lagi


mengelus rambut Hana yang tak sempat mengelak .


“ Hei yang sopan dong lo


…”. Sahut Kasih yang tak suka dengan sikap Erik namun Erik hanya membalas Kasih


dengan senyum mengejek nya sebelum beranjak pergi meninggalkan restoran dengan


langkah cepat .


“ Han Siap…. ?”. Tanya Kasih


pada Hana namun terhenti saat tiba tiba Dean sudah berdiri di hadapan mereka


dengan di ikuti Johan di belakang nya … mata Hana dan Kasih terbelalak dengan


mulut terbuka dengan kedatangan Dean yang tiba tiba antara terkejut dan takut


jika Dean melihat sikap Erik baru saja  .


“ Sayang … “. Sapa Dean


pada Hana yang masih terlihat kaget begitu pun Kasih .


“ Em eh iya Mas …. “.


Hana menyahut sapaan Dean dengan tergagap dan berdiri untuk mencium tangan


Suaminya yang di balas Dean dengan mencium kening Hana dengan sayang .


“ Ko muka nya pada gugup


gitu sih kenapa … ?”. Tanya Dean dengan menatap bergantian pada Kasih dan Hana


.


“ Ah gak juga biasa aja


Dean kita tuh Cuma kaget karena kamu barusan datang tiba tiba gitu  … Dean kamu mau makan gak ”. Jawab Kasih dengan


mengalihkan pembicaraan berharap Dean tak melihat Erik yang duduk di samping


Istri tercinta nya bisa gawat kalau sampai Dean tau pikir Kasih .


“  Oh udah ko tadi pas meeting sama Client … Em


kaya nya tadi waktu Saya di luar restoran ini saya kaya lihat ada 2 pria muda


dan yang satu seperti seorang bodyguard berdiri di meja kalian loh … Saya


sempat ingin kejar pria itu tapi sayang saya kalah langkah   , Siapa


?”. Tanya Dean dengan tatapan selidik pada Istrinya dan Kakak ipar nya secara


bergantian .


Hana dan Kasih pun


tampak saling tatap hingga “ Ekhem oh itu tadi yang pake kemeja navy kan “. Kata


Kasih menjeda ucapan nya yang Dean angguki .


“ Itu temen kuliah ku


Dean dan kebetulan tadi dia juga makan disini terus dia lihat aku disini dan se


belum dia pergi dia see hai aja ko sama aku “. Jawab Kasih dusta .


Dean pun menoleh pada Hana


yang sedang meremas samping gaun yang di kenakan karena gugup takut jika


Suaminya yang over protektif itu melihat tingkah Erik pada nya karena kalau


Dean sampai tau bisa di pastikan pria nya pasti akan mengamuk .


“ Kamu kenapa sayang ko


gugup gitu … Yang di bilang Kasih bener kan ?”. Tanya Dean pada Hana sambil


mengelap peluh di kening Istri nya .


Hana mengangguk tegas


agar Suami nya percaya “ Takut “. Ucap Hana singkat membuat Kasih ketar ketir


takut ketahuan dan Dean pun tampak melipat kening nya dan menatap sang Istri


dengan heran .


“ Takut ( Hana mengangguk


) Kenapa atau …?”. Tanya Dean dan Hana pun dengan cepat mengibaskan tangan nya


agar Dean tak menaruh curiga pada nya .


“ Jangan berpikir yang


aneh aneh dulu … Itu tadi teman kuliah nya Kasih dan aku takut karena Mas nya


kan suka curiga an gitu takut Mas berpikir yang nggak nggak sama aku karena ada


cowok lain disini padahal kan bukan siapa siapa aku , Mas “. Ucap Hana


menjelaskan dan berusaha meyakinkan agar sang Suami tak menaruh curiga pada nya


.


“ Oh teman nya Kasih tapi


dia gak goda in kamu kan sayang ?”. tanya Dean pada Hana .


“ Ya gak mungkin lah


orang teman ku tadi juga sudah mau tunangan sama temen ku yang juga satu kampus


sama kita ko lagian siapa juga yang mau godain cewek yang perut nya segitu gede


nya “. Sahut Kasih membantu Hana dengan menunjuk perut buncit Hana dengan dagu


nya .


“ Ya kali aja biar


Istriku perutnya lagi buncit gini … kecantikan nya tak berkurang jadi bisa aja


ada yang godain dia …”. Ujar Dean dengan mengelus perut Hana .


“ Ih kalian tuh dari


tadi ngomongin perut buncit ku tanpa perasaan banget sih gak di sebut sebut


juga semua orang juga udah tau kalau perut ku buncit …”. Ucap Hana sebal pada


Kasih dan juga Suaminya .


Dean pun langsung


merengkuh Hana dalam dekapan nya sambil sesekali mengecup puncak kepalanya


dengan sayang .


“ Iya maaf maaf sayang


kami gak sengaja oke … Oh ya kalian sudah selesai pada makan kan, terus pada mau


kemana lagi ?”. tanya Dean pada Hana dan Kasih .


“ Maaf Han suka


keceplosan nih mulut … Iya kita mau pulang aja De ..”. jawab Kasih yang di


angguki juga Hana .


“ Oh yaudah kalau gitu


Kas kamu tadi kesini bawa mobil sendiri ( Kasih pun mengangguk ) Kalau gitu


sekarang kamu biar diantar Johan pakai mobil mu  karena saya ada urusan sebentar sama Hana “.Kata


Dean yang mau tak mau di iyakan oleh Kasih .


“ Johan tolong bawa


semua belanjaan istri saya dan antar Kakak ipar saya “. Pinta Dean pada Johan


sang asisten pribadinya .


Johan melirik sedikit


pada Kasih yang sedang memasukkan barang bawaan nya ke dalam sling bag nya “


Baik Bos “. Jawab Johan patuh .


Setelah Johan dan Kasih


pergi , Dean merangkul pinggang Hana dengan posesif keluar dari restoran


setelah membayar semua makanan Istri dan kakak ipar nya .


Dean berjalan menuju


lift turun ke lantai 2 masih dengan merengkuh pinggang Hana dengan sayang “


Sayang itu tadi banyak nya makanan yang kalian pesan habis ?”. tanya Dean yang


penasaran melihat daftar menu yang di pesan Istri dan juga Kakak iparnya saat


membayar tagihan .


“ Iya tadi yang paling


banyak aku , Mas . soalnya anak mu nih tadi lapar banget Papah “. Jawab Hana


santai .


“ Wah hebat loh gak apa


apa ya nak biar adek sehat kalau ada lagi yang Mamah dan adek mau  Papah siap belikan ko “. Jawab Dean dengan


mengelus perut Hana yang mana langsung disambut degan gerakan gerakan calon


anak mereka yang ada di dalam perut Hana .


“ Gak ah mas udah


kenyang banget aku nya dan sekarang ngantuk …”.ujar Hana sambil menyandarkan


kepalanya di dada bidang sang Suami membuat orang orang pengunjung mall itu


yang melihat Hana Dean merasa kagum dan ada pula yang iri dengan keharmonisan


mereka .


Hingga tanpa sadar Dean


dan Hana pun sampai di depan toko Quin Jewelry sebelum masuk ke dalam toko ,


Hana mengurai pelukan nya dan menatap bergantian pada toko yang terlihat mewah


dan pada Suaminya yang tampak tersenyum manis .


“ Mas mau ngapain kita


kesini ?”. tanya Hana polos .


“ Mau beli jus … ( Hana


pun tampak mencebikkan bibirnya mendengar jawaban konyol suaminya ) Ya lagi


kamu nya aneh kita kesini ya karena Mas mau beliin kamu perhiasan dong masa


buat Bik Inah “. Jawab Dean sambil mengelus rambut Hana .


“ Bukan gitu Mas tapi


buat apa soalnya kan perhiasan Hana masih banyak bahkan yang kemarin di bawakan


Mamih dari Paris aja belum Hana pakai loh “. Jawab Hana .


Tangan Dean pun turun


mengelus pipi Istrinya “ Ya gak apa apa dong buat investasi kamu dan yang sekarang


Mas belikan untuk hadiah kamu yang akan melahirkan anak kita sayang dan


Mas gak mau ada penolakan oke ayo kita masuk pilih sesuka kamu “. Ujar Dean .


“ Dih siapa juga yang


mau nolak masa iya nolak rejeki kan gak baik tau … Hana tuh tadi tuh Cuma tanya


Mas beli perhiasaan dalam rangka apa gitu loh “. Jawab Hana sambil mengaitkan


tangan nya di lengan kekar Dean dengan terkikik .


“ Hahaha dasar di kira


Mas gak mau ( Dean mengusap kepala Hana dan mencium kening Hana masih dengan


tertawa melihat tingkah Istrinya ) Nah ini baru istri Dean , pintar “. Kedua nya


pun masuk ke dalam toko perhiasan yang termewah dan besar di mall itu .


Setelah lama melihat dan


memilih macam macam perhiasan kini pilihan Hana yang di setujui Dean jatuh pada


kalung bertahta berlian dengan bandul dari batu ruby berwarna ungu muda yang di


kelilingi berlian murni begitu pun dengan cincin , anting serta gelang dengan


hiasan batu ruby dan berlian yang sama dengan kalung .


“ Terimakasih ya Mas


udah beliin perhiasaan buat Hana “. Ucap Hana pada Dean yang kini sudah berada


didalam mobil setelah menyelesaikan pembayaran perhiasaan yang Hana pilih .


“ Iya sama sama sayang …


hadiah itu gak sebanding dengan kerelaan kamu yang bersedia mendampingi Mas bahkan


masih mau mengandung anak Mas lagi terimakasih sayang “. Jawab Dean sambil


menggenggam tangan Hana dan mengecupnya berulang kali .


“ Ya mau dong kan udah


jadi kewajiban seorang Istri yang harus mengandung dan melahirkan keturunan


Suami  “. Ujar Hana dengan tersenyum


manis .


“ Cinta gak sama Mas ?”.


tanya Dean membuat Hana tersipu malu .


“ Cinta “. Jawab Hana


merona .


“ Banget ?”. tanya Dean


menggoda Hana karena suka melihat Istrinya bersemu .


“ Heum “. Jawab Hana .


“ Kalau gitu Mas boleh


jenguk anak nya kan nanti malam kasihan anak nya udah kangen Papah nya ?”.


tanya Dean dengan kerlingan nakal sambil mengelus perut buncit Hana .


“ Iiih Mas Dean genit


yang kangen itu bukan adek tapi Mas nya aja yang doyan “. Ucap Hana dengan


memukul pelan lengan Dean .


“ Emang iya … Suka banget


malah toh kamu juga suka ko yank “. Sahut Dean .


“ ih apaan sih …”


“ Jadi boleh gak ?”.


tanya Dean dan Hana pun mengangguk malu malu tapi mau .


“ Waah asiiik ( Dean


mengelus perut Hana dan mendekatkan wajahnya di perut Hana kebetulan mobil sedang


berhenti karena lampu sedang merah .


Dean pun berbisik “


Tunggu Papah nanti malam ya nak .. Papah bantu buatin jalan biar kamu lancar keluar


nya “. Hana yang mendengarnya pun hanya geleng geleng kepala dengan tertawa


kecil .


**********