
Kedua bocah laki-laki yang tampan dan pintar itu pun keluar dari klinik dengan perasaan gembiranya karena bisa melihat calon adik bayinya yang sebentar lagi akan hadir namun berbeda dengan Hana yang merasa heran dengan sikap pria parubaya yang ikut masuk ke dalam ruang pemeriksaan di Klinik itu .
Setelah selesai di Klinik kandungan mereka pun berjalan-jalan menuju pusat Kota Semarang dan saat ini mereka berada di ikon Kota Semarang yaitu Taman Simpang Lima.
Kedua bocah laki-laki itu pun langsung mencoba permainan di taman itu dengan di temani Om Tama , Ya memang cukup mudah untuk dekat dengan dua bocah itu sedangkan Pak Wahyu , Bu Wina , Papih Dika dan Hana hanya duduk bersantai di bangku yang sudah di sediakan di taman itu .
" Hana ada yang kamu inginkan nak ?". tanya Papih Dika pada Hana .
" Ah … gak ada Pih ". ucap Hana dengan senyum manis nya .
Setelah menghabiskan waktu di Taman Simpang Lima mereka pun langsung beranjak ke Mall Ciputra yang hanya berjarak beberapa meter itu dari Simpang Lima . Di dalam Mall yang berbentuk pulau segi enam itu Papih Dika langsung mengajak keluarga Pak Wahyu untuk makan di Restoran yang ada di dalam Mall .
Setelah selesai mengisi perut mereka dengan menu terbaik yang ada di restoran itu Pak Wahyu pun membelikan banyak barang untuk keluarga Pak Wahyu dari macam sembako , baju dan sepatu untuk kedua anak anak Hana bahkan Papih Dika pun membelikan banyak baju hamil untuk Hana dengan berbagai model dan motif yang mana membuat Hana melongok .
Pukul 9 malam semua Keluarga Pak Wahyu serta Papih Dika dan Om Tama pun sampai di rumah sederhana itu . Dengan sigap Om Tama langsung menurunkan barang barang dengan di bantu Pak Wahyu , Papih Dika langsung masuk ke dalam kamar yang beberapa hari ini menjadi tempat istirahat nya selama menginap di rumah Pak Wahyu , beliau pun langsung mengambil koper kecil yang dibawanya .
" Loh Pak Dika mau kemana kok bawa tas ? ." tanya Bu Wina bingung saat melihat Papih Dika keluar dengan membawa koper kecil nya .
" Iya Bu Wina , saya ingin pamit pulang ke Jakarta Bu ." jawab Papih Dika dengan tersenyum .
" Kenapa Buru buru seperti itu Pak Dika ?" tanya Pak Wahyu juga heran .
" Iya karena besok saya ada pekerjaan yang sangat penting di Jakarta . Pak Bu beberapa hari tinggal di rumah ini saya benar-benar nyaman dan saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas jamuannya yang sungguh luar biasa ini ." ucap Papih Dika dengan memandang kedua orang tua dari Hana dan Papih Dika langsung berjongkok di depan kedua anak Hana .
" Untuk cucu cucunya Opa Terimakasih sudah mau bermain sama Opa , kapan kapan Opa kesini lagi ya kita main lagi , Oke ." kaya Papih Dika .
" Dan untuk anak ku Hana jaga kesehatan dan bayi mu ya nak maafkan Papih sudah sangat merepotkan kalian semua ." ucap Papih Dika pada Hana .
" Papih itu gak merepotkan sama sekali kok jadi jangan bilang gitu lagi ya ". jawab Hana pada Papih Dika .
" Hana besok kapan kapan Papih akan datang lagi kesini dengan membawa istri dan anak anak Papih boleh ?". tanya Papih Dika .
" Boleh dong Papih , rumah ini selalu terbuka lebar untuk Papih Dika ko iya kan Pak Bu " ucap Hana dan di angguki oleh Pak Wahyu dan Bu Wina dengan senyum tulus.
" Oke bener ya … yaudah kalau gitu Papih pamit ya dan ini ambil buat semua keperluan mu , anak-anak dan kandungan mu ya nak ." ucap Papih Dika dengan mengulurkan amplop coklat yang lumayan tebal kepada Hana.
" Pih jangan gini dong Hana gak mau pih ". tolak Hana halus .
" Papih tidak menerima penolakan atau hati papih terluka dan sedih , tolong ambil ya ". ucap memohon Papih Dika.
Dengan melihat kedua orangtuanya dan Om Tama yang mengangguk kan kepalanya akhirnya Hana menerima amplop coklat itu.
" Papih harus nya gak kaya gini". kata Hana saat menerima amplop itu .
" Ini memang sudah seharusnya , dipakai ya untuk keperluan semua nya ". kata Papih Dika dan diangguki oleh Hana .
Setelah berpamitan kepada keluarga Pak Wahyu , Papih Dika dan Om Tama langsung beranjak pergi ke bandara untuk pulang ke Jakarta dengan perasaan yang campur aduk.
" Apa yang akan Bapak lakukan selanjutnya untuk Bos Dean dan Mbak Hana ?". tanya Om Tama pada Papih Dika .
" Huufft saya sudah memastikan bahwa Hana memang anak yang baik Tam , selanjutnya saya perlu urus Dean untuk rencana ke depan karena sepertinya anak itu tak ada rasa penyesalan dengan perbuatan yang telah di lakukan nya." jawab Papih Dika dengan menghela nafasnya.
Tama hanya mengangguk kan kepala nya.
Setelah obrolan singkat itu mereka pun saling diam dengan pikiran nya masing-masing .
****
Hampir tengah malam Papih Dika pun sampai di kediaman mewah nya dengan di sambut wanita yang sudah berumur namun masih jelas terlihat kecantikan nya .
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam Pih " Mamih Esty jawab salam dengan wajah berseri senang .
" Ko belum tidur Mih kan sudah larut malam ." tanya Papih Dika saat melihat Mamih Esty menyambut kedatangan nya.
" Mamih sengaja tunggu in Papih , Pih sudah makan ? ". tanya Mamih Esty sambil Salim pada suaminya .
" Wah terima kasih istriku yang cantik , Papih sudah makan dan mau langsung mandi dan beristirahat ". jawab Papih Dika.
" Yaudah Papih ke atas dulu ya , Mamih mau buat minuman hangat dulu sebentar ." ucap Mamih Esty dan di angguki oleh Papih Dika.
*****
Saat Papih Dika dan Mamih Esty tertidur pulas tiba tiba pukul setengah 3 dini hari Papih Dika mendengar suara gaduh dan keributan di lantai bawah yang mengusik tidur nya , Papih Dika pun langsung beranjak dari ranjang nya dan menuju sumber keributan itu .
Dan saat Papih Dika berada di tengah tangga ia melihat Roy yang menyeret Dean yang mana penampilannya kacau karena mabuk dan tak jarang bahasa kotor pun keluar dari bibir pria tampan itu .
" ROY ,DEAN APA YANG KALIAN LAKUKAN ". Teriak Papih Dika pada kedua anak laki-laki nya .
" Maaf Pih , Roy kebawa emosi ". jawab Roy dengan menunduk .
" Iya tuh Pih marahin aja Roy yang suka rusuh saat Dean party " ucap Dean teler .
Papih Dika pun mendekati dua anaknya .
"Apa yang sudah di perbuat dean , Roy ." tanya Papih dengan geram.
" Tadi Dean di club bikin keributan dengan pengunjung club dan Dean dalam keadaan mabuk berat tak sengaja masuk ke dalam toilet wanita dan hampir melecehkan seorang wanita untung Roy dan Ivan datang tepat waktu lalu Roy membawa pulang Dean dengan paksa sebelum terjadi apa-apa Pih ". jelas Roy .
Papih Dika pun langsung memandang wajah Dean dengan sangat murka .
" Roy ambil air " perintah Papih Dika dengan sangat geram dan Roy pun dengan cepat mengambil air yang di suruh oleh Papih Dika.
" BYUURR "
Papih Dika langsung menyiram Dean dengan air yang di bawa Roy .
" DEAN KAMU SUNGGUH KETERLALUAN SETELAH KAMU MEMPERKOSA HANA , MERUSAK DAN MENGHANCURKAN HIDUP WANITA TAK BEDOSA ITU.APA LAGI YANG MAU KAMU
p PERBUAT HAH …?". teriak Papih Dika pada Dean yang terdiam menunduk.
" APA …" ucap terkejut Mamih Esty saat mendengar ucapan Papih Dika.
****