
" Plaaak "
" Aduuuh sakiiitt bodoh " pekik Roy sambil mengusap paha nya yang di pukul Dean karena di buat kesal dengan Roy yang tidak mau menjawab pertanyaan nya .
" Bodo buruan bilang keponakan gue cowok apa cewek hem ... ?". tanya Dean penasaran .
" Anak gue ... ". jawab Roy terhenti saat Roy melihat Dokter Dewi keluar dari ruangan dimana Kasih, Hana serta bayinya berada .
" Pak Roy Alhamdulillah semua sudah selesai , perawat akan datang berkala untuk memeriksa keadaan Bu Kasih serta bayinya ." beri tahu Dokter Dewi dengan ramah .
" Baik Dok terimakasih banyak ". jawab Roy .
" Sama - sama Pak itu sudah menjadi tanggung jawab kami , saya undur diri dulu Pak permisi ". kata Dokter Dewi dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum ramah sambil berjalan menuju pintu keluar dengan diantar oleh Roy.
Roy menutup pintu kamar rawat inap istrinya dan saat Roy menoleh ke belakang Roy tidak mendapati Dean .
Roy pun melangkah kan kakinya menuju ruang tidur istrinya , dilihatnya Kasih sedang memakan cemilan sehat yang di bawa kan oleh Mamih Esty dengan di temani Hana dan pandangan Roy tertuju pada Dean yang sedang menggendong bayi kecilnya dengan memelet kan lidah nya meledek Roy .
" Lo gak kasih tau gue gak masalah tapi lihat gue bahkan udah gendong anak Lo , Roy ". ucap Dean meledek .
" Diih dasar bocah .... gimana De anak gue ganteng kan ?". kata Roy sambil mendekat pada Dean dan mengelus lembut pipi bayi yang baru di lahirkan beberapa menit lalu .
" Bocah juga anaknya banyakan gue Roy ... iya ganteng lebih ikut ke Lo ya mukanya ...". jawab Dean dengan melihat wajah bayi Roy yang ada di gendongan nya .
" Ya Lo menang Dean karena Lo mainnya borongan .... Jelas lah cakep kan ". jawab Roy santai dan langsung mendapat pukulan di lengan nya dari Dean .
" Iya cakep tapi Lo tau gak kenapa bisa si boy ini cakep kaya Lo Roy ... ?".tanya Dean dengan menaik turun kan alisnya .
" Ya karena dia emang anak gue lah makanya ganteng nya juga kaya gue .. ". jawab Roy dengan bangga .
" Cih .. bukan bodoh , itu karena waktu Kasih hamil si boy dia sering tekanan batin gara-gara Lo yang otomatis si Kasih ada perasaan marah , kecewa dan gak suka sama Lo dan apesnya si boy malah mirip Lo ." ucap Dean dengan berdecih dan Roy yang mendengar ucapan Dean pun membenarkan nya .
" Gak usah heran kenapa gue bisa ngomong gini karena Lo dan gue sama , saat Hana hamil si kembar Lo kan tau kelakuan gue kaya apa bahkan lebih parah dari Lo dan Lo juga bisa lihat cetakan si kembar , gue banget Roy ." ucap Dean lagi sambil berlalu mendekat pada Hana dan Kasih untuk memberikan bayi Roy pada Kasih untuk di susu in .
" Sayang kita pulang dulu yu takut anak-anak bangun biar gantian nanti sama Mamih , Papih dan juga Ibu , lagian Mas juga ada meeting pagi nanti sampe rumah Mas kan bisa istirahat sebentar ."ajak Dean kepada istrinya yang menganggukkan kepala patuh .
" Kas , kamu gak apa-apa kalau aku tinggal ?". tanya Hana pada Kasih sambil mengelus paha baby boy mungil itu .
" Iya Han gak apa-apa ko ..... kan ada Ka Roy juga jadi gak usah khawatir ya ". jawab Kasih dengan tersenyum dan mengelus lengan Hana .
" Yaudah aku pamit ya , kalau butuh apa-apa hubungin ya biar nanti di bawain ." pamit Hana .
" Pulang dulu ya Kas ..." pamit Dean pada Kasih .
" makasih, hati-hati ya di jalan ..." jawab Kasih dan di angguki oleh Hana dan Dean .
" Balik dulu bro ... " pamit Dean pada Roy sambil menepuk bahunya .
" Pulang ya Bang di bantuin Kasih nya ya ... " pamit Hana pada Roy dengan tersenyum kecil.
" Pastinya ... hati-hati bawa mobilnya De ". jawab Roy dan Dean hanya mengangkat jempol nya sebagai jawaban sambil berjalan membuka pintu kamar rawat inap Kasih .
Setelah kepulangan Adik dan Adik iparnya , Roy melirik pada Kasih yang sedang menyusui baby boy nya .
Roy mendekat dan langsung duduk di kursi samping Kasih yang langsung menutupi buah dada nya yang terekspos dengan kain membuat Roy mengernyitkan keningnya heran .
" Ngapain sih di tutupin gitu .... nanti si kecil susah nafas Bun ". ucap Roy sambil mengambil kain penutup itu ke sembarang arah membuat Kasih kaget dan malu .
" Ko di buang sih Ka ..." kata Kasih tak terima sambil berusaha menutupi buah dadanya dengan menggunakan tangan nya .
" Kenapa emang ?". tanya Roy santai namun matanya tak lepas dari dua semangka Kasih yang tak tertutupi tangan nya .
" Malu Ka ..." cicit Kasih lirih namun masih bisa di dengar oleh Roy membuat Roy menahan tawanya menikmati wajah Kasih yang bersemu dan dengan sengaja Roy menahan tangan Kasih yang menutupi sebagian buah dada nya .
" Malu kenapa hem .... ?". tanya Roy dengan nada dingin dan raut wajah yang di buat datar membuat Kasih kesal .
" Ya malu lah , emang dari tadi Kasih gak sadar apa kalau mata Ka Roy lihat ini udah kaya mau keluar dari tempatnya ." jawab Kasih sedikit jutek dan Roy hanya diam dengan pandangan datar namun .
" Baru di lihat aja salah tingkah gitu padahal udah biasa juga belum di giniin ...." Roy menjawab dengan datar namun tangan nya tiba - tiba meremas sebelah buah semangka Kasih membuat Kasih terkejut dan melotot dengan ulah Roy .
" Aaaawh KA ROY ". pekik Kasih terkaget dan Roy malah tertawa terbahak .
" Hahaha hahaha ".
" Astaga sayang kenapa ukuranya lebih waow ya ... Waah tambah suka ni aku , Bun ". kata Roy takjub.
" Iiish sakiiitt tau Ka ... nyebelin ". keluh Kasih dengan mencebikkan bibirnya .
" Maaf maaf ya Bun ... habis kamu nya juga yang lucu kalau mau malu tuh tadi pas si kecil keluar dari tempatnya mulai di ukuran normal sampai ukuran se kepala si kecil kan Ayah lihat ditail nya sambil ngerasain nikmat nya ke aroganmu Bun ." jawab Roy sambil mengelus lembut kepala Kasih .
Kasih yang mendengar jawaban suaminya pun dengan reflek memukul lengan Roy .
" Plaaak "
" Gak usah di jelasin gitu kali .... ". jawab Kasih jutek dan Roy tak menjawab tapi malah membawa Kasih yang sudah selesai menyusui si kecil ke dekapan nya dan mencium lembut pelipis Kasih dengan air mata yang menetes di pipi istrinya .
" Ka .... " Panggil Kasih pada Roy karena Roy menangis namun Roy tak menjawab hanya terdengar isakan kecil yang keluar dari bibir Roy .
" Maaf ... Kalau Kasih mukulnya tadi ke kencengan ." ucap Kasih merasa bersalah dengan mengelus lembut lengan Roy yang melingkar di tubuhnya .
" Aku gak tau gimana rasanya tadi kamu berusaha untuk melahirkan si kecil tapi aku yakin pasti rasanya sangat sakit untukmu Bun , kamu wanita hebat dan kuat yang Tuhan kirim untuk pria yatim-piatu ini ... yang aku ingin ucapkan yang beberapa bulan ini aku rasakan dan aku yakin kamu tunggu-tunggu ( Roy menghela nafas sejenak dengan senyum lembut nya di hadapan wajah Kasih yang ia arahkan dengan tangan nya ) Mutiara Kasih saya Roy mengaku kalah dan tak bisa menghindar dari rasa cinta tulus ini untukmu . Mau kah kamu menua bersama dengan ku dan anak-anak kita ?". ucap Roy tulus dengan jejak air mata yang masih ketara .
Kasih pun merasa speechless sekaligus senang mendengar pertanyaan yang di tunggu-tunggu nya dari Roy .
" Ka Roy ..."
Roy menganggukkan kepalanya dan tersenyum memandang Kasih dengan binar cinta yang tulus .
" Ya saya mencintai mu Kasih sekarang , esok dan selamanya ". kata Roy lagi .
" Aku juga cinta sama Ka Roy dan Kasih mau menua bersama KK ." jawab Kasih dengan senang hati sampai ia air matanya menggenang di pelupuk matanya .
" Terimakasih Tuhan akhirnya apa yang selama ini ku tunggu terkabul dan cinta ini tak bertepuk sebelah tangan , semoga ramah tangga ini menjadi keluarga yang harmonis " ucap syukur Kasih dalam hati .
" Aku sudah tau lama kalau kamu mencintai ku Bunda Kasih ku tersayang ..." ucap jahil Roy pada Kasih yang langsung mencebikkan bibirnya sebal campur malu .
" Iih nyebelin biarin biar Kasih doa'in biar Ka Roy jadi bucin akut kaya De .... eeemmpzsz ." gerutu Kasih terhendi karena Roy sudah membungkam bibir Kasih dengan mulutnya .
Ciuman yang menggambarkan perasaan lega dan cinta itu masih berlanjut sampai mereka di buat terkejut dengan kedatangan seseorangn yang tidak mereka sadari .
" Ooops maaf silahkan di lanjutkan , permisi ." ucap orang itu sambil berlari keluar dengan cepat.
********
Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatu readers semua ...🙂
Maaf 🙏🏻🙏🏻 saya baru bisa update karena dari Minggu kemarin keluarga besar kami sedang berduka dari masa kritis Mbah Kakung sampai hari Senin kemarin beliau meninggal dunia . Dan jika saya memaksa menulis rasanya tidak etis jadi dengan sangat saya mohon maaf jika banyak dari readers semua yang kecewa .
Terimakasih 🙏🏻🙏🏻🙂