Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 184


Setelah Dean mengganti baju istri dan untuk dirinya sendiri Dean pun langsung menyusul sang istri menuju alam mimpi setelah lelah bermain air di pantai Pelang dan membantu sang istri yang mengalami masitis setelah Istrinya lebih baik ia pun meminta balik bantuan Istrinya untuk menenangkan senjatanya yang mulai berontak merasa tak sabar .


Beda dengan Hana dan Dean yang mereguk indahnya berumahtangga dengan kegiatan mereka .


Seorang pria yang menggandeng kedua putra nya berjalan - jalan di taman harus di pusingkan dengan pandangan nya yang tak sengaja ia lihat , wanita yang sekarang berstatus sebagai istri yang ia nikahi secara agama sedang bercanda gurau dengan anak sambung nya serta seorang pria yang akhir-akhir ini datang dan mengaku sebagai Ayah biologis anak dari istrinya itu .


Fandi yang sedang membawa kedua putranya pun tak mau gegabah mendatangi sang istri karena takut akan ada keributan di hadapan kedua putranya , ia memilih berpura-pura tidak melihat nya namun perkiraan nya salah .


Fika Istrinya dan pria yang menggendong anaknya dengan santai nya malah mendatangi dirinya yang sedang menemani kedua putranya sedang melukis bersama dengan pengasuh putranya .


" Mas Fandi ada di sini juga ternyata ". ucap Fika yang langsung duduk di samping Fandi dan pria yang mengaku Ayah biologis anak nya pun bermain di sekitar taman .


Fandi hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban tanpa menoleh pada Fika Istrinya pandangan nya hanya tertuju pada kedua putranya yang sedang asik melukis .


" Mas ada yang Fika mau bicarakan bisa ?". tanya Fika pada Fandi lagi dan di angguki oleh Fandi .


" Fika minta Mas Fandi ceraikan agar Fika bisa bersatu lagi dengan Ayah kandung dari anak ku Mas ." pinta Fika dengan pelan dan menatap Fandi dengan harap - harap cemas dan gugup takut Fandi akan marah setelah mendengar keinginan nya .


Tanpa ada keterkejutan sebelum menjawab ucapan Istrinya Fandi menarik nafas panjang dan mengeluarkan secara pelan-pelan namun tetap tak menoleh pada Fika .


" Ya , secepatnya saya akan mengurus perceraian kita ... dan saya berdo'a semoga setelah semua nya selesai kamu bisa hidup bahagia dengan dirinya ." jawab Fandi dengan santai pada Fika .


Mendengar jawaban Fandi kini Fika yang merasa terkejut dengan respon suaminya yang tampak santai .


" Deg "


Fika pun tersenyum getir pada Fandi yang sepertinya enggan melihat wajah nya .


" Berarti benar memang tidak ada setitik rasa di pernikahan kita makanya kamu bisa dengan santai menyetujui keinginan ku ". ucap Fika dengan tersenyum kecut dan barulah Fandi menoleh dan melihat pada wanita yang ada di samping nya .


" Fika ... Fika dari awal kamu dan aku juga sama-sama tau kalau kita menikah namun perasaan kita tidak menyatu . Kamu pun tau saya menikahi mu hanya karena anakmu yang sangat menginginkan sosok Ayah dengan kamu yang masih belum bisa melupakan pria yang merupakan Ayah kandung dari anak mu pun aku tau dan sekarang kamu menginginkan berpisah menurut saya itu bukan masalah besar ". jawab Fandi dengan menatap dalam pada Fika .


" Ralat Mas kamu menikahi ku bukan hanya karena anak ku tapi sebagai ajang coba-coba untuk kamu melupakan mantan istri mu itu kan ... bahkan 4 bulan pernikahan kita kamu sama sekali tidak menggauli ku sebagai mana layaknya seorang suami istri karena kamu masih terbelenggu dengan rasa cinta yang kamu sesali itu ". ucap Fika .


" Ya mungkin kamu benar makanya saat kamu meminta untuk berpisah dengan mudah nya aku akan mengabulkannya karena aku takut semakin berdosa karena tak memberikan nafkah bathin untuk mu sekaligus biar kamu bisa secepatnya bersatu dengan pria yang kamu cintai dan Ayah kandung dari anak mu . ya berpisah merupakan jalan yang tepat untuk kita Fik ". jawab Fandi pada wanita yang 4 bulan ini menjadi istrinya .


" Ya kamu benar mas ... Tapi satu pintaku Mas sebagai seorang istri dan perempuan jangan kamu ganggu atau usik rumah tangga Hana lagi , dia wanita baik biarkan ia bahagia dengan kehidupan barunya bersama dengan suami dan keluarga barunya .... Dan maafkan aku ya Mas karena aku kamu dan Ibu serta saudara mu hubungan nya jadi merenggang dan untuk mobil yang sudah kamu jual atas ulah Ibu ku akan aku ganti secepatnya Mas . " ucap Fika sambil memegang erat tangan Fandi .


Mendengar ucapan dari Fika , Fandi pun tersenyum kecut .


" Apa aku terlihat seperti pria rendahan ?". tanya Fandi pada Fika dan Fika hanya menggedikan bahunya .


" Awalnya aku ada niatan untuk mengambil kembali Hana setelah aku pula yang membuang nya namun setelah melihat respon Hana dan Suami nya atas apa yang saya lakukan lebih baik aku mundur pelan - pelan karena berjuang pun rasanya tak mungkin apalagi melihat binar cinta antara Hana dan suaminya lebih baik aku mengurungkan niatku agar tidak lebih memalukan diri sendiri dan berusaha memperbaiki diri menjadi pria yang tulus dan bertanggung jawab .... Ya benar katamu aku ingin rekat kembali pada Ibu dan saudara ku , untuk mobil kamu gak usah pikirkan anggap saja itu sebagai bakti seorang menantu pada mertuanya ..." jawab Fandi dengan melepaskan genggaman tangan Fika dan kembali duduk tegap lurus .


" Gak bisa gitu mas sudah banyak kesalahan yang sudah ibu ku lakukan pada keluarga mu dan untuk kali ini aku akan tetap mengganti mobilmu suka atau tidak kamu , aku akan tetap mengganti nya ." ucap Fika lagi dan seketika Fandi menyentil kening Fika .


" Dasar keras kepala terserah kamu saja lah sebagai gantinya aku akan mempercepat perpisahan kita itu mau mu bukan ". sahut Fandi .


" Fika sudah belum ?". tanya pria itu dari jarak agak jauh .


" Iya sebentar... " jawab Fika pada pria itu dan beranjak berdiri .


"Yaudah ya Mas seperti Fika harus kembali ". ucap pamit Fika namun Fandi hanya diam membuat Fika memutar tubuhnya bersiap meninggalkan Fandi namun Fandi sudah lebih dulu menahan dengan memegang lengan Fika membuat Fika kembali menoleh pada suami labilnya .


" Apa ?". tanya Fika .


" Satu pinta ku sebelum kita benar-benar berpisah dan masa Iddah mu selesai jangan pernah berzinah dengan nya setelah semua selesai baru terserah apa yang akan kamu lakukan dengan nya ". ucap Fandi dengan tegas .


" Iya Mas terimakasih sudah mengingatkan ... yaudah aku permisi pamit ya ". jawab Fika bersamaan dengan Fandi yang melepaskan genggaman tangan nya .


Dan Fika langsung beranjak menghampiri pria itu dan anak nya .


Setelah kepergian Fika , Fandi pun menengok pada jam yang melingkar di tangannya yang ternyata sudah pukul 4 sore , Fandi merogoh saku berniat menelpon Hana .


" Tut Tut Tut "


" Halo " Fandi setelah merasa panggilan nya tersambung .


" Ya ada apa ?". jawab Dean yang mengangkat panggilan di ponsel Istrinya dengan nada dingin dan serak khas bangun tidur .


" Saya hanya mau tanya ini sudah jam 4 sore anak - anak di antar ke hotel tempat kalian menginap atau kemana ?". tanya Fandi setelah menetralkan keterkejutan nya .


" Tolong kalau kamu tidak keberatan untuk malam ini anak-anak menginap di rumah mu sekaligus pengasuh nya tapi kalau kamu merasa keberatan biar mereka menginap di hotel tadi karena saya dan Hana tidak berada di hotel itu ,besok pagi baru kita ketemuan di bandara untuk pulang ke Jakarta ". jawab Dean ...


" Sama sekali tidak keberatan , malah saya bersyukur untuk hal ini tapi kalau boleh memangnya kalian berada di mana ?". tanya Fandi penasaran dengan keberadaan sang mantan istri dan suami baru nya .


" Bukan urusan anda ". jawab Dean ketus dan langsung menutup panggilan dari mandan suami istri nya itu .


" Tut Tut Tut "


" Astaga salah nanya saya ..." ucap Fandi sambil menepuk keningnya .


Setelah menyimpan kembali ponselnya dan melihat kedua putranya yang masih asik melukis dengan pengasuhnya.


" Huh ... lihat Hana mungkin ini karma saya karena sudah menyia-nyiakan dan menghakimimu atas kesalahan yang tidak sepenuhnya darimu Han . Kini saya kembali akan menyandang status duda untuk kedua kalinya bahkan saya bercerai dengan nya saat ia sudah menemukan cinta sesungguhnya yang selama ini ia tunggu .


Aku yakin kalau kamu terlahir sebagai wanita pendendam mungkin kamu sudah menertawakan dan mengejek atas pernikahan ku kali ini Han namun sayang nya Tuhan menciptakan mu sebagai wanita yang baik dan tulus dan kamu tak akan pernah melakukan itu .


Kali ini saya ikhlas melihat kamu bahagia dengan suami dan keluarga barumu dan disini saya akan berusaha memperbaiki diri agar lebih menjadi orang yang tulus dan ikhlas dengan apa yang sudah saya miliki Han ." gumam Fandi dalam hati .


Dan Fandi pun mulai mengajak kedua putranya dan Uni untuk pulang dan menginap di rumah orangtuanya karena hari pun sudah petang .


*********