Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 93


" Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna , tapi menerima pasangan kita dengan sempurna "


******


Saat dua pasang suami istri sedang berada dalam posisi yang lumayan intim tiba - tiba terdengar suara .


" Ceklek "


" Oops Maaf ....." kata seseorang yang melongok kan kepalanya ke dalam kamar Dean dengan tampang tanpa dosa nya membuat Dean dan Hana terkejut . Dean pun menurunkan Hana dari gendongannya dan Hana langsung bersembunyi di belakang punggung Dean karena sudah sangat malu dengan seseorang yang memergokinya .


Berbeda dengan Dean yang menatap orang tersebut dengan sorot mata tajam nya .


" Sorry De , gue lupa kalau lo udah punya istri lagi jadi udah kebiasaan main buka pintu kamar lo ...


hehehe sorry ya " Ya orang tak tau aturan itu adalah Roy , Dean tak menjawab ucapan kakaknya dan masih menatap Roy dengan sangat tajam .


Tau bahwa Dean dalam kondisi tegangan tinggi Roy pun beralih pada Hana yang berada di balik punggung Hana dengan wajah yang bersemu merah seperti buah tomat .


" Hana keluar dong Maaf ya , Abang di suruh Mamih buat ambil minyak atau bedak gitu soalnya kembar lagi di mandiin Mamih ". kata Roy pada Hana .


" I .. iya Abang ke bawah aja duluan nanti Hana yang bawain " jawab Hana masih bersembunyi dibalik punggung Dean .


"Oh Oke ... sekali lagi Sory De udah ganggu HAhahahaha .... " Ucap Roy dan berbalik badan dengan tertawa


lepas .


Tau kakak iparnya sudah keluar dari kamar Hana pun langsung mencubit pinggang Dean dengan sangat keras .


" IIIiiihk NYEBELIN GARA _ GARA KAMU DASAR MESUM " teriak Hana dengan mencubit Dean dan langsung beranjak mengambil perlengkapan si kembar dan berlalu keluar meninggalkan Dean yang memekik kesakitan .


" AAUUWWS sakit Hana , kenapa jadi saya yang salah  ".pekik Dean namun Hana sudah keluar kamarnya .


" Ini semua gara - gara ROY BRENGSEK " ucap Dean dengan geram .


*******


Di meja makan semua anggota keluarga Dewantara sedang menikmati sarapannya dengan suka cita hanya Dean dan Hana yang berbeda . Dean merasakan geram yang teramat pada kakak nya dan Hana yang merasa malu kepada kakak iparnya sekaligus kesal terhadap suaminya .


Tiba lah waktunya satu persatu dari anggota keluarga Dewantara keluar rumah mewah untuk melakukan aktifitasnya di luar . Papih Dika yang sudah di jemput oleh Om Tama untuk mengecek beberapa cabang Hotel Dewantara Group . Mamih Esty yang mengantarkan Kakak Rama ke sekolahnya sekaligus mendaftarkan Abang Rafa ke taman bermain dengan di temani oleh Uni dan diantar supir keluarga Dewantara .


Dean yang bersiap berangkat ke kantornya bersama dengan kakak l*natnya .


Hana dan si kembar pun mengantarkan kepergiaan semuanya di depan teras rumah .


"Kakak , Abang jangan nakal ya nak , nurut sama Oma dan Uni ya " pesan Hana pada kedua putranya dan di angguki oleh kedua putranya dengan wajah berbinar dan menyalami Hana . dan Hana pun mencium kening kedua putranya bergantian begitu pula dengan Dean .


" Mamih nitip anak - anak ya , Maaf ya Mih jadi repot gini " ucap Hana pada Mamih Esty.


" Cucu Oma yang cantik - cantik , Oma antar dulu Kakak dan Abang sekolah ya sayang " ucap Mamih Esty pada si kembar . Hana pun mencium tangan Mamih nya dan bercipika cipiki .


" Assalamualaikum , Daa da aa Mamah , Papah , Om dan adek bayi Sheila dan Sheina " ucap dua bocah laki- laki itu dan langsung masuk kedalam mobil sedan Camry dengan di ikuti Mamih Esty dan juga Uni dan mobil pun mulai meninggalkan pelataran rumah mewah Dewantara .


" Waalaikum salam " jawab semua serentak .


Dan tinggalah Dean , Roy dan Hana serta kedua bayi kembarnya .


" Kamu gak mau pamit sama suami mu Ha ?" tanya Dean pada Hana yang akan meninggal kan Dean dan Roy karena masih merasa kesal .


" Biar aja dosa nya segunung sama suaminya begitu " ucap Dean lagi dan sukses membuat Hana berbalik kembali .


" Adek Sheila , Adek Sheina . Papah berangkat kerja dulu ya .... jangan rewel ya nak . Princessnya Papah " ucap Dean pada kedua putrinya dan menciumi keduanya bergantian .


Hana pun mengambil tangan Dean dan menciumnya  untuk yang kedua kalinya setelah acara ijab kabul dan Dean pun mencium kening Hana sambil berbisik .


" Kalau ada apa- apa hubungi saya ya , jangan capek - capek dan jangan marah lagi senyum dong " bisik Dean pada Hana . Dan Hana pun menganggukan kepalanya .


" Saya berangkat ya ... Assalamualaikum " ucap Dean dan masuk kedalam mobilnya dengan  menguncinya dan langsung tancap gas meninggalkan  Roy yang terkejut atas tindakan Dean .


" Waalaikum salam " jawab salam Hana


" DASAR DEAN BR*NGS*K tau gitu gue dari tadi berangkat duluan dasar adek gak ada akhlaknya ". Umpat Roy pada Dean yang merasa kesal karena di tinggal ole Dean yang biasanya selalu berangkat bersama .


Hana pun terkikik geli melihat Roy yang marah karena ulah Dean .


" Han besok kalau kasih vitamin jangan kebanyakan jadi eror tuh suami mu ". ucap Roy bersungut  pada Hana yang masih terkikik geli .


" Abang berangkat dulu Assalamualaikum " ucap Roy dan masuk kedalam mobilnya .


" Waalaikum salam " ucap Hana . Hana pun langsung masuk ke dalam rumah dengan mendorong stroller kedua bayinya .


********


Rutinitas yang selalu di lakukan oleh Hana di setiap paginya dengan melayani ke empat anak nya dan juga Dean suaminya dengan sangat telaten dan penuh kasih sayang .


Begitu pula Dean yang sukses menjadi seorang suami dan Ayah yang baik serta perhatian terhadap keluarganya . Bila hari libur tiba Dean pun akan memboyong istri dan anak - anaknya untuk berlibur baik hanya di taman hiburan atau pergi keluar kota untuk berefresing .


Although no words of love have yet been spoken from the lips of Dean and Hana, they have succeeded in playing the role of good parents for their four children.


" Walaupun belum ada kata cinta yang terucap dari bibir Dean dana Hana namun keduanya sukses berperan menjadi orang tua yang baik untuk ke empat anak-anak nya ."


*******