
Hana dan Deni pun masih mengobrol dengan akrab membicarakan sahabatnya Kasih yang entah berada di mana .
Dean yang sudah tak tahan melihat keakraban Istrinya dengan seorang pria yang tak dikenal nya pun membuat alasan yang kocok untuk bisa keluar dari private room .
" Eehem saya permisi keluar dulu untuk ke toilet ." ucap Dean pada peserta meeting .
" Joni tolong kamu handel dulu dan besok saya akan melakukan peninjauan kembali sebelum saya pulang ke Jakarta ." ujar Dean lagi membuat Joni mendengus .
" Kalau lagi cemburu kelakuannya udah kaya bocah ABG ". gumam Joni dalam hati sambil melihat punggung sang Bos yang menjauh dari private room .
Tanpa menunggu persetujuan Dean pun langsung beranjak meninggalkan private room dan berjalan mendekati tempat Hana dan seorang pria asing itu .
Dean pun berdiri tegap di belakang tubuh pria asing itu mendengar pertanyaan dari Deni teman mantan suami Hana . Uni yang melihat wajah garang Bos nya pun berusaha memberikan kode pada Hana untuk menoleh ke belakang namun Hana tak mengerti dia hanya memainkan ponselnya sambil menyimak celoteh Deni .
" Iya suami mu mana Han ?". tanya Deni .
" SAYA SUAMI SAH HANA ". ucap Dean dengan nada dingin dan tegas .
Hana yang mengenali suara itu pun mendongakkan kepalanya dan seketika berdiri melihat wajah suaminya yang tak dapat diartikan begitu pun Deni yang mendengar suara asing pun menoleh pada sumber suara itu dengan wajah yang heran dan tatapan yang bingung .
Dean pun berjalan mendekati istinya dan langsung merangkul pinggang Hana dengan sedikit meremasnya .
" Kamu ?" tanya Deni dengan nada heran dan memandang Hana dan Dean secara bergantian .
" Ya tadi anda menanyakan dimana suami Hana kan ." Dean menjeda sejenak ucapan nya dan Deni pun mengangguk kan kepala nya.
" Perkenalkan saya Dean Prada Dewantara suami sah dari Hana Fishera sudah paham ?." ucap Dean masih dengan menatap Deni dengan tajam .
" Hah gak mungkin ". jawab Deni tak percaya .
Hana yang tak mau ada kesalahpahaman pun langsung memegang tangan suami nya yang masih setia berada di pinggang nya .
" De ayo duduk dulu jangan kaya gini ". ucap Dean dengan nada lembut . Dean pun duduk dan mendekat kan mulutnya di telinga Hana .
" Jangan macem-macem kamu Hana atau saya akan hukum kamu tanpa ampun ". bisik Dean pada Hana membuat Hana bergedik ngeri .
" Kenapa rasanya udah kaya ketahuan selingkuh gini sih , dasar Dean arogan ." gumam Hana dalam hati .
Hana tak membalas ucapan suami nya yang sedang emosi tangannya pun terulur dan mengelus pipi sampai ke dagu Dean dengan lembut.
Deni masih setia mengamati Hana dan pria yang mengaku suaminya di hadapannya dengan wajah yang bingung dan penasaran .
Hana yang melihat Deni masih berdiri pun langsung berkata .
" Kak Deni silahkan duduk biar Hana jelas kan ." pinta Hana pada Deni . Deni pun langsung duduk ditempat nya semula .
Hana pun memegang tangan Dean yang berada di atas meja dan tersenyum manis berharap menenang kan suaminya.
" Pria ini benar suami Hana , ka Deni ." ucap Hana dengan nada serius.
" Bagaimana bisa Han , bukannya kamu dan Fandi sama - sama saling mencintai tapi kenapa jadi seperti ini ." tanya Deni merasa tidak percaya .
" Kak selama 7 tahun ini banyak cerita yang sudah Hana dan Mas Fandi lalui dan pada waktu itu ada masalah yang tidak bisa Hana jelaskan di sini , Hana sudah bercerai dengan Mas Fandi kurang lebih 1 tahun yang lalu dan sekarang Dean lah suami baru Hana , ka ". Hana menjelaskan pada Deni masih dengan menggenggam tangan suaminya .
" Ya ampun maaf Hana , saya benar-benar tidak tahu kabar itu karena setelah kalian pindah saya tidak mengetahui kabar apapun tentang kalian ." ucap Deni .
" Maafkan ke tidaktauan saya Pak Dean ." ucap Deni lagi pada Dean namun hanya di angguki oleh Dean masih dengan tampang dingin nya.
" Hana boleh saya minta nomor ponsel Fandi ?" pinta Deni .
Hana menoleh pada Dean suaminya untuk meminta persetujuan dan di angguki Dean .
" Ini ka nomor ponsel Mas Fandi dan ia sekarang tinggal di kota Madiun rumah orangtuanya ." ucap Hana menyodor kan ponselnya .
" Terimakasih Han ." jawab Deni dengan mengembalikan ponselnya .
" Kak Deni , Hana minta tolong kabari secepatnya informasi mengenai Kasih ". kata Hana penuh harap .
" Iya pasti , oh iya karena sudah malam kak Deni permisi dulu ya Han ." pamit Deni .
" Permisi Pak Dean maaf sudah mengganggu waktu anda ". pamit Deni pada Dean , dan hanya di angguki oleh Dean .
Deni pun langsung beranjak meninggalkan tempat duduk Dean dan Hana .
Setelah kepergian Deni , Hana menoleh pada suaminya yang bertampang asem namun terkesan lucu menurut Hana .
" Hey muka nya jangan begitu jelek tau ". ucap Hana setelah Uni pergi . Dean masih diam tak menjawab ocehan Hana .
" Huh … udah Om Om tapi tapi gede ambek " . oceh Hana . mendengar ucapan Hana yang menyebutnya Om Om , Dean pun mendengus dan mendekat pada Hana .
" Kamu bakalan tau gimana kalau Om Om ngambek yang sebenarnya Hana ." bisik Dean dan seketika membuat Hana meremang dan bergedik ngeri .
" Awas aja kalau macem - macem kamu ya ". ucap Hana pada Dean .
" Hanya satu macam yang dapat menghasilkan bermacam-macam sensasi ". balas Dean dengan acuh .
" Dean nyebelin ." umpat Hana .
" Dean , kamu sudah selesai meeting nya ?". tanya Hana pada Dean .
" Gagal total gara - gara kamu ". jawab Dean ketus .
" Kenapa jadi saya yang salah ?" tanya Hana .
" Iya gara - gara kamu di datengin teman mantan suami mu buat buyar konsentrasi saya untuk meeting ." jawab Dean .
" Kak Deni ?". ucap Hana .
" eeeem atau jangan-jangan kamu cemburu ya Dean ". ucap Hana lagi menggoda Dean .
" Dean ngaku dong , iya kan ?". ucap Hana lagi .
Dean tak menjawab ocehan Istrinya yang sedang menggoda nya .
" Uni ayo kita balik lagi ke kamar sudah
malam ". panggil Dean pada Uni .
" Baik Pak ". jawab Uni .
Dean pun beranjak jalan menuju keluar restoran dengan di ikuti Uni yang mendorong stroller baby kembar nya meninggal kan Hana yang masi duduk tenang dengan senyum merekah nya .
Saat Dean sampai di depan pintu restoran ponsel Dean berdering yang ternyata istri cantik nya .
" Drrtt drrtt "
" Heum " Dean mengangkat panggilan nya hanya dengan berdeham .
" Yakin ni mau ninggalin saya , gak takut Istrinya di samperin pria lain lagi ". ucap Hana dengan lembut .
Dean yang mendengar suara istrinya pun langsung menoleh pada Istrinya yang masih duduk di tempat nya dengan melambaikan tangan nya dan tersenyum mengejek .
" Astaga kamu benar-benar menguji saya Hana Fishera ." gumam Dean .
" Uni kamu bawa si kembar ke kamar duluan , saya mau ngurusin tu emaknya si kembar ". ucap Dean dan uni mengangguk kan kepalanya dengan menahan tawanya sambil beranjak jalan sambil mendorong stroller bayi kembar Bos nya.
" Ya ampun punya Bos ko udah kaya bocah tingkah nya ". gumam Uni dalam hati masih dengan berjalan .
******
Dean pun berbalik menghampiri istrinya yang malah memasang wajah mengejeknya dengan senyum manis nya.
Membuat Dean semakin gemas di buat nya .
" Loh balik lagi Papah Dean ?". tanya Hana dengan nada menggoda Dean .
" Nyonya Dean Prada Dewantara mau ikut saya atau masih mau berada disini ". ucap Dean sambil mengulurkan tangannya .
Hana pun melihat uluran tangan suaminya dan melihat pada wajah suaminya dengan senyum manis nya.
" Ya tentu jika Tuan Dean Prada Dewantara memaksa ". jawab Hana dan membalas uluran tangan Dean dan berdiri berjalan beriringan dengan suaminya dengan raut wajah yang tak bisa di artikan.
" Tersenyum manis lah Mamah Hana karena sebentar lagi kamu akan menjerit keras di telinga saya ". ucap Dean dengan raut wajah datar dan dinginnya .
" DEG "
******