Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 48


" Dia sudah memperkosa istri saya sampai hamil dan sekarang pernikahan kami hancur karna ulah si bre*ngsk ini ". ucap Fandi sambil menunjuk pada Dean .


" Deg "


" Astaga Dean Prada Dewantara apa yang sudah kamu lakukan ?". tanya Papih Dika geram pada anaknya sambil mengurut keningnya yang mulai sedikit berkeriput.


" Pih bisa aja mereka hanya mengada ada pih ". ucap Dean berkilah .


" Brengsek masih gak mau ngaku Lo ya ". geram Fandi terhadap Dean .


" Kami kesini juga membawa barang bukti dan rekaman cctv saat kejadian itu ." kata Doni dengan menatap tajam ke arah Dean .


Doni pun langsung membuka tas yang dibawanya dan mengambil jas mahal milik Dean dan flashdisk yang berisi rekaman cctv.


Dean yang melihat barang yang di keluarkan oleh Doni pun sudah tak bisa berkilah .


" Hah Sial kenapa gue gak kepikiran kalau tempat itu ada cctv nya sekarang mati Lo


Dean … semua ini gara gara si bandot tua itu " gumam Dean dalam hati merasa Bodoh .


" Roy coba kamu buka rekaman itu ". perintah papi pada Roy , dan Roy langsung membuka laptop untuk melihat isi rekaman cctv itu.


Saat laptop yang menampilkan seorang pria tampan yang sedang menyeret dan menghempaskan seorang wanita itu ke tumpukan kardus serta saat sang pria menampar pipi dengan keras wanita itu , membuat semua orang yang melihatnya merasa miris dan iba pada si wanita itu .


Tak sanggup melihat lebih lanjut apa yang sudah di lakukan oleh anaknya Papih Dika pun menyuruh Roy mematikan rekaman itu .


" Sudah matikan Roy , saya sudah tidak sanggup melihat kekejian anak saya sendiri ." ucap Papih Dika dengan melirik sinis ke arah Dean .


" Gila kenapa gue se bringas itu bener bener kaya penjahat gue " gumam Dean dalam hati merasa heran bisa bertindak seperti itu .


" Wah Dean bener bener gila , gue pikir gak se sadis itu dasar Dean suka banget bikin ulah ". gumam Roy dalam hati saat melihat kelakuan saudara nya.


" Oke setelah saya melihat video itu , saya percaya dengan kalian semua dan kalau boleh saya tau anda sekalian ini siapa nya wanita itu ." ucap Papih Dika dengan sopan .


" Saya AIPTU Doni kerabat dari korban ." Doni memperkenalkan diri .


" Saya Wahyu Afendi Bapak dari Wanita yang ada di dalam video itu " ucap Pak Wahyu dengan nada bergetar dan mata yang berkaca-kaca .


" Saya Fandi suami wanita itu ". ucap Fandi .


" Tuh kan pih wanita itu sudah bersuami , jangan jangan yang ada di perut nya anak dia ". ucap Dean dan menunjuk Fandi .


" Kalau begitu kamu sudah tidak ada urusan dong sama siapa tadi nama Putri Bapak ." kata Roy sinis .


" Hana " jawab Pak Wahyu .


" Ya karena kamu akan bercerai pada Hana jadi sebentar lagi kamu tidak ada hak apapun lagi dengan Hana ." ucap Roy lagi.


" Dan setelah selesai kami akan bertanggung jawab penuh atas Hana dan kandungan nya ". kata Papih Dika dengan tegas .


" Roy bisa ko pih mempercepat perceraian mereka ". jawab Roy .


" DEG "


Hati Fandi berasa bergemuruh dan terasa sangat sakit bahkan nafasnya pun terasa tercekat mendengar ucapan 2 pria di hadapannya .


" Bagaimana saudara Fandi apa anda bersedia proses perceraian anda di percepat dan adik saya yang akan menggantikan posisi anda ." tanya Roy dengan tegas .


" Dih Roy apa apa an sih main gue ganti ganti in aja … kampret emang ni orang " sungut Dean dalam hati tapi kalau gue ngelawan sekarang gak bakal menang juga gue.


" Saudara Doni apa anda bisa membawa pergi saudara Fandi karena kami perlu berbicara pada Pak Wahyu sebagai orang yang tepat untuk membicarakan masalah antara Hana dan Dean , Anda tidak perlu khawatir soal pak Wahyu kami yang akan mengantarkan beliau pulang ." ucap Roy pada Doni .


" Gak bisa gitu dong Bapak datang bersama kami jadi beliau akan pulang sama kami ". sahut Fandi tak terima .


Roy pun terdiam dan menoleh pada Pak Wahyu .


" Pak Wahyu , sudah talak berapa pria ini mengucapkan nya pada putri Bapak ?". tanya Roy pada Pak Wahyu.


" Sudah talak tiga tepat satu Minggu setelah menjatuhkan talak dua nya ." ucap Pak Wahyu jujur , saat itu Pak Wahyu sendiri yang menyaksikan saat Hana dan Fandi bertengkar karena Fandi lagi lagi mengungkit tentang bayi yang di kandung Hana atas dasar suatu kesalahan yang membuat hati Hana meradang tak terima dengan ucapan Fandi yang sudah keterlaluan membuat Hana menantang Fandi untuk menjatuhkan talak tiga nya agar Fandi puas dan saat itu Fandi kembali mengucapkan talak tiga nya.


". Ayo Fan sebaiknya kita pergi dari sini karena niat kamu dari awal kan membantu menemukan pria itu jadi tugas kita selesai bukan ". ucap Doni pada Fandi .


Fandi pun akhirnya mau meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang tidak bisa di artikan, sakit sudah pasti , terluka sudah jelas tapi bukan kah ini pilihan yang di ambilnya .


Disaat ada kesempatan untuk memperbaiki namun tak dilakukan setelah kesempatan itu berakhir maka yang ada hanya penyesalan yang mendalam.


*****


Buat aku semangat nulisnya , tolong dong teman teman reader buat kasih like dan komen nya yaa … Terimakasih 🙏🙏