
Setelah mengemas baju ,barang nya dan milik suaminya yang di bantu Mbok Jum .
Setelah selesai Mbok Jum pun keluar kamar untuk menyiapkan makan siang karena memang sudah waktunya .
Hana pun duduk termenung di kamar itu mengamati dan mengenang kamar untuk terakhir kalinya yang mungkin tidak akan pernah ia injak lagi .
sekelibat kenangan indah itu terlintas di pikiran Hana yang membuat dadanya terasa sangat sesak .
" Tuhan apakah ini akhir perjalanan kisah ku dan mas Fandi ."
Hana pun tersadar dari lamunannya dan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya .
" Iya Hana ini takdir mu jalani dan nikmati proses nya , Semangat Hana ". ucap Hana memberikan semangat kepada diri nya sendiri.
Hana pun beranjak ke wastafel untuk mencuci muka nya agar sisa sisa tangisannya tak nampak. Dan beranjak ke bawah untuk mencari anak anak nya yang sedari tadi di ajak main dengan Pak Jaya .
Setelah menemukan anak anak nya Hana pun beranjak ke dapur untuk mengambil makanan untuk kedua putranya .
" Mba Fani , Mbok " sapa Hana saat mendapati dua wanita beda generasi itu di dapur untuk menyiapkan makan siang.
" eh Hay kebetulan kamu turun Han , ayok kita makan siang terus tadi anak anak pada kemana yaa " ucap Mba Fani.
" Anak-anak ada di teras belakang Mba, ini Hana mau ambil makanan untuk anak-anak mau nyuapin mereka disana Mba , jadi Hana makan nya nanti ya Mba ." ucap Hana sopan pada kakak ipar nya sambil melirik sang suami yang sedang melihat ke arah nya .
" kenapa gak di panggil aja biasanya mereka pinter ko makan sendiri di meja makan Han ." kata Mba Fani.
" Iya Mba tapi Hana lagi kepengen nyuapin di teras belakang rumah ini untuk terakhir kalinya Mbak Fani ". Ucap Hana tersenyum manis menutupi hatinya yang remuk redam.
" DEG "
" oh gitu ". ucap Fani gugup.
Hana pun langsung mengambil makanan untuk kedua putranya lalu beralih mengambil piring sang suami dan mengisi sesuai dengan porsinya seperti biasa tanpa memandang wajah sang suami , setelah selesai Hana pun langsung berlalu pergi ke teras belakang rumah.
" Sesakit itukah hati mu Hana hingga memandang wajah ku saja kamu enggan , Maafkan pria bodoh ini Hana " gumam Fandi dalam hati dengan menahan sesak di dada nya dan masih memandang punggung isterinya yang menjauh .
Hana berjalan dengan air mata yang sesekali menetes setelah dirasa cukup dekat dengan anak anak nya , Hana pun menyeka air matanya.
" Hay Hay anak-anak sudah mainya , ayoo cuci tangan dulu Mamah suapin Mamam siang ." teriak Hana pada anak anak nya yang sedang asyik bermain .
" Pak Jay tinggal aja , sana bapak makan dulu ". ucap Hana pada Pak Jaya.
" Iya nok , bapak makan dulu yaa ".jawab Pak Jaya.
Setelah Pak Jaya pergi Hana pun duduk di sebuah gazebo menunggu anak anak nya yang sedang mencuci tangan .
" Sudah bersih belum cuci tangan nya " ucap Hana saat anak-anak nya datang .
" sudah mah , asik kita di suapin mamah " si sulung Rama berseru senang.
" Senang ya , udah lama ya mamah gak suapi kakak sama adek di sini " ucap Hana .dan kedua anaknya pun hanya mengangguk kan kepala nya.
" Yaudah kalau gitu sekarang baca doa dulu ya sebelum makan nya "
Anak anak pun membaca doa .
****
" Alhamdulillah sudah habis makan nya , uh pintar banget sih jagoannya Mamah ". yang di Jawab dengan anggukan kepala oleh kedua anaknya karena makanannya masih penuh di mulut mungil mereka .
Hana pun masih duduk di gazebo sesuai pesan anak sulung nya sambil menikmati udara serta mengenang setiap sudut taman kecil ini untuk terakhir kalinya hingga deheman seseorang mengalihkan perhatian.
" Ini mas ambilkan makan , kamu pasti lapar kan " ucap Fandi .
Hana pun sedikit terkejut dengan kedatangan suaminya yang membawa satu nampan yang berisi macam-macam makanan.
" Iya mas , Terimakasih ya " jawab Hana mengambil nampan itu tanpa melihat wajah suaminya.
Hana pun makan dengan lahap tanpa menghiraukan sang suami yang masih setia duduk di ujung gazebo itu .
" Alhamdulillah , Makan yang banyak ya dek biar sehat "ucap Hana setelah menghabiskan makanannya dan berbicara pada calon bayi nya dengan mengelus perut nya tanpa melihat ke arah Fandi sama sekali .
" DEG " hati Fandi pun berdenyut sakit saat mendengar ucapan Hana pada calon bayi yang dikandung nya .
" Permisi ya mas , Hana mau masuk dulu ke dalam mau taruh ini . Terimakasih ya udah berbaik hati sama Hana ." tanpa mendengar jawaban Fandi , Hana pun sudah berbalik dan berjalan pergi .
"****
Setelah Hana mencuci piring bekas makannya Hana pun langsung mengajak anak anak nya untuk tidur siang di kamar mereka sambil mengemas baju kedua putranya.
Di tengah ia membereskan baju anak anak nya Hana teringat akan sikap Fandi yang perhatian pada nya .
" Kenapa mas Fandi bersikap seperti itu sama Hana . atau sikap mas Fandi semata mata hanya untuk memberikan kenangan manis di saat terakhir kisah kita ."
" Maafkan sikapnya Hana , Hana hanya sedang belajar untuk hidup tanpa melihat wajah mu mas Fandi " gumam Hana mulai meteskan air matanya.
Ternyata tanpa disadari nya ada satu pasang mata indah yang sedang mengamati wajah Mama nya yang mulai mengeluarkan air mata.
" Mamah "
" Mamah habis nangis ya ..? " tanya si sulung Rama pada mamah nya dengan mengamati wajah Mama nya yang sembab.
" Gak sayang mamah gak kenapa-kenapa ko , tadi Mama beresin baju terus mata mamah kemasukan debu nak agak perih nih " Hana berdalih pada anak sulung nya yang pintar .
" Bukan karena adek bayi nya nakal di dalam perut mama kan ?" tanya kak Rama .
" gak sayang adek bayi malah baik loh gak rewel ,sana kakak bobo gih sudah siang tuh liat adek Rafa aja sudah bobo ." jawab Hana dengan tersenyum manis pada putra sulungnya.
" Mamah besok kita kerumah uty lama ya ..?" tanya kak Rama.
" Gak tau nak semua tergantung ayah sayang , Oh ya kakak seneng gak mau punya adek bayi Hem..? " tanya Hana pada si anak sambil menutup koper setelah selesai mengemas baju anak anak nya.
" Seneng dong mah , aku mau dedenya cewek ya mah ". ucap si sulung polos .
" Ya mudah mudahan ya nak karena mamah belum tau , nih mamah udah selesai ayo kakak Mama temenin bobo nya ya ". ucap Hana sambil mengajak si sulung untuk bobo.
Hana pun mulai membaringkan tubuhnya dengan berada di tengah tengah kedua putranya di kasur dan mulai memejamkan mata nya
****
Masih di tempat terakhir ia dan istrinya duduk , seorang pria tampan sedang merasakan kegundahan dalam hati nya .
" Hana ini belum genap satu hari dari keputusan yang telah aku ambil tapi kenapa hatiku terasa sangat sakit saat kamu tak mau melihat wajah ku Hana , Sanggup kah aku berpisah dari mu Hana aaarrgg ". ucap Fandi frustasi .
******
Dukung terus ya kakak dengan cara komen ab dan like sebanyak banyaknya ya....,maaf bila masih banyak kesalahan dalam penulisan nya ,,🙏😊