
Tiga hari sudah Hana di rawat di rumah sakit karena pendarahan ringan di kehamilan awal … Ya
kehamilan yang tak ia sadari yang mana dalam trimester awal merupakan keadaan yang cukup rentan baik bagi janin ataupun sang Ibu .
Tiga hari pula Dean bolak balik dari rumah ke rumah sakit ,
Saat pagi hari Dean mendapati Bik Tini atau Mbok Inah datang orang yang menjaga
Istri cantiknya Pria itu akan pulang ke rumah untuk bertemu atau hanya sekedar menemani
bermain ataupun tidur putri kembarnya walau hanya sebentar karena putri
kembarnya yang baru menginjak di usia 18 bulan itu masih sangat membutuhkan
perhatian ekstra dari istrinya dan dirinya .
Saat ini Dean cukup beruntung karena kedua putra nya masih
berlibur di rumah Ayah mereka … Andai kedua putra nya saat ini ada di rumah
sudah bisa di pastikan ia akan semakin kualahan karena kedua putra nya itu
memang lebih dekat dengan nya yang merupakan Papah sambung bagi mereka dan Dean
sangat mensyukuri itu bahwa dirinya bisa di terima dengan sangat baik oleh dua
bocah laki-laki tampan itu .
Setelah di rasa kedua putri kembarnya sudah tertidur dan
dirinya pun sudah rapi … Saat waktu sudah menunjukan pukul 10 Pagi Dean akan
segera kembali lagi ke rumah sakit bergantian dengan Bik Tini dan Mbok Inah
menemani Istri nya dengan tak lupa menitipkan kedua putri nya pada Mamih nya dan
juga pada Uni serta Bik Mimin .
Selama tiga hari pula Johan mempunya pekerjaan tambahan
untuk mengantarkan dokumen yang membutuhkan tanda tangan dari Bos nya yang
merupakan Direktur Utama … Selama Hana
masuk rumah sakit selama itu pula Dean tak pernah berangkat ke kantor nya namun
di rumah sakit Dean selalu mengerjakan pekerjaan nya di sela menjaga sang Istri
.
“ Ceklek “ Dean membuka pintu kamar rawat istrinya . Dean melihat
sang Istri yang sedang bersandar di tempat tidurnya dengan senyum termanis yang
ia punya membuat Dean pun membalas senyum itu tak kalah dengan kemanisannya ,
Dean cukup bersyukur Istrinya kini tak lagi mendiaminya karena kehamilannya ke
-4 yang mana Istrinya belum siap dengan alasan ke 4 anak nya masih terlalu
kecil namun atas ulah arogan dirinya maka terjadilah …. Pandangan Dean pun
beralih pada Mbok minah asisten rumah
tangga terlama dan sekaligus orang yang mengasuh dirinya saat kecil sedang mengupaskan
buah – buahan segar serta Bik Tini yang sedang memijit kaki istrinya .
Dean pun melangkahkan kakinya mendekati Hana mengelus kepala
istrinya dengan sayang dan mencium keningnya dengan tulus , Dean pun beralih
pada Mbok Inah dan tanpa ragu Dean bergelayut manja bahkan mencium pipi wanita
tua yang sangat telaten mengasuh nya dan masih setia pada keluarganya , Hana
dan Bik Tini hanya tersenyum melihat tingkah manja Dean itu .
“ Terimakasih ya Mbok sudah sangat baik mengasuh Dean sedari
kecil dan sekarang nemenin istri Dean …
Terimakasih Mbok sudah nepati janji untuk terus ada di rumah Dewantara nemenin
Dean yang nakal ini sehat – sehat terus ya Mbok “. Ucap Dean dengan tulus masih
memeluk Mbok minah dari belakang dan meletakan kepalanya di bahu Mbok minah dan
Mbok minah yang mendengar ucapan anak Majikannya yang sudah sangat di
sayangi nya jadi terharu .
Tangan keriput Mbok Minah pun terulur mengelus sayang kepala
Dean “ Iya simbok akan terus nemenin Dean dan Mbok sekarang senang Dean nya
Mbok sudah gak nakal lagi sudah punya istri cantik dan baik punya anak – anak
yang ganteng dan cantik-cantik juga bikin Mbok bahagia lagian mbok mau kemana
to Den kalau gak di keluarga Dewantara kan Den Dean tau kalau Mbok hanya orang
tua sebatang kara dan keluarga Dewantara adalah keluarga Mbok “. Jawab Mbok
Inah dengan mata yang berkaca-kaca merasa senang anak yang ia asuh sedari kecil
masih menyayangi nya yang notabennya hanya seorang asisten rumah tangga di
keluarga itu .
Ya dari semua asisten rumah tangga di rumah nya hanya Mbok
Inah lah orang yang sangat dekat dengan Dean sedari kecil karena kesibukan dari
Mamih Esty yang mengejar karir nya serta Papih Dika yang disibukan dengan
perusahaan Dewantara Group yang bari merintis . Saat itu Dean selalu sendiri
dan hanya Mbok Minah lah orang yang selalu mengasuh dan menemani dirinya maka
dari itu Dean sangat sayang dengan Mbok Minah wanita yang ia anggap sebagai Ibu
kedua nya …. Dahulu Suami nya juga pekerja yang mengurus kebun di keluarga
Dewantara , Mbok Minah dan Suami berasal dari Kota Sragen Jawa Tengah , Mbok
Minah menikah dengan Suaminya tidak mempunyai keturunan di karenakan Rahim nya
di angkat setelah mengalami kecelakaan dan mereka pula hanya sebatang kara tak
punya sanak saudara … Dan kini wanita tua itu sangat bersyukur berada di tengah
keluarga Dewantara yang memperlakukan nya sangat baik bahkan sudah menganggap
dirinya bagian dari keluarga kaya itu .
“ Dean sayang Mbok Inah “. Ucap Dean setelah melepaskan
pelukannya dan Mbok Inah yang sudah selesai mengupas serta memotong - motong
buah segar untuk Hana pun menoleh pada Hana .
“ Ni Nok sudah selesai di habis kan lo biar cepet sehat dan
segera pulang ya …”. Kata Mbok Minah pada Hana .
“ Terimakasih ya Mbok “. Jawab Hana menerima mangkok berisi
potongan buah segar dengan tersenyum manis .
“ Karena Den Dean sudah datang buat nemenin Nok Hana dan sebentar
lagi waktunya makan siang jadi Mbok dan Bik Tini pulang ya “. Ucap Mbok Minah
yang melihat jam dinding menunjukan pukul 11 siang .
“ Oh iya makasih banyak ya Mbok Bik sudah nemenin Hana ….”. ucap Hana pada Mbok Minah dan Bik Tini
yang mengangguk kan kepala .
“ Mbok dan Bibik hati
– hati ya itu di bawah Pak Toto sudah menunggu “. Kata Dean .
“ Iya Den terimakasih , Mbok dan Bibik pamit ya “. Jawab Bik
Tini .
“ Iya Bik …”. Kata Dean .
“ Mbok pulang ya cepat sehat ya Nok Hana … Assalamualaikum
“. Ucap Mbok Minah berpamitan .
“ Waalaikumsalam hati – hati ya Mbok Bik terimakasih “.
Jawab Hana dengan tersenyum dan Dean pun mengantar Mbok Minah dan Bik Tini sampai
pintu lift .
********
Dean pun masuk ke
dalam kamar rawat dan duduk di samping sang istri yang sedang menikmati buah
segar nya dan Hana yang melihat Suaminya pun langsung menyuapi potongan buah itu
ke mulut Dean .
“ Udah ah buat kamu dan Adek aja biar cepet sehat … Oh ya
kamu sudah makan belum ?“. Kata Dean setelah menerima beberapa suap potongan
buah dari tangan Istrinya .
“ Satu lagi Aaaa …. Udah tadi sebelum Mas datang kalau Mas
udah makan siang belum ?”. Tanya balik Hana pada Dean yang menggelengkan kepala
nya .
“ Loh kenapa tadi di rumah gak makan dulu … Si kembar rewel
gak ?”. Tanya Hana yang rindu dengan kedua putrinya .
“ Tadi belum laper di rumah Sayang ku tapi barusan sudah
pesan Johan yang mau kesini untuk bawain makanan … Kata Mamih suka panggil kamu
Yank dan waktu ketemu Mas mereka langsung pada nemplok gitu ninggalin nya tadi gak tega jadi nunggu mereka bobo dulu …
Oya tadi Dokter udah periksa belum ? “. Jawab Dean pada Hana sambil mengelus
pipi halus Sang Istri .
“ Ih kasihan sekaligus kangen mereka Mas … Sudah tadi Dokter
bilang kondisi ku udah baikan dan nanti setelah makan siang mau di periksa lagi
kalau keadaan nya sudah stabil katanya Hana boleh pulang sore ini … Maaf ya
gara-gara Hana , Mas jadi bolak balik kesini sampe gak ngantor pasti kerjaan
Mas numpuk ya “. Ujar Hana pada Dean sambil mengelus rahang Suaminya .
“. Kalau gitu kamu harus makan yang banyak yank biar sore
ini bisa pulang … Kata siapa kerjaan Mas beres ko kan kalau kamu tidur Mas
kerjain semuanya hanya saja kalau ada meeting di wakilkan oleh Joni atau Johan
… Udah yang penting kamu dan junior sehat gak usah mikirin kerjaan nya Mas tapi
kalau boleh jujur Mas rindu dengan Kakak dan Abang sayang “. Jawab Dean dan
Hana hanya menyimak dan tersenyum mendengarkan Dean berbicara .
“ Siap Bos …. Oh tadi mereka telpon ko dan mereka bilang
lusa mereka pulang diantar dengan Ayah dan Bubu mereka “. Jawab Hana sambil
menguap dan Dean tertawa kecil melihat istrinya yang mengantuk setelah meminum
obatnya .
“. Syukurlah kalau gitu … Udah sana istirahat udah ngantuk
gitu biar Mas temenin “. Kata Dean pada Istrinya .
“. Tapi Mas nanti harus makan loh gak boleh gak , iya
ngantuk banget tapi mau peluk “.jawab
Hana dengan nada manja nya sambil merentangkan kedua tangan nya minta di peluk
Dean dan Dean tertawa kecil mendengar permintaan rutin Istrinya yang mana
semenjak kehamilannya di ketahui Hana lebih manja dengan mood swing nya yang
luar biasa .
“ Uluh uluh Istri nya Mas manja banget … “. Ujar Dean seraya
naik ke atas bed dan memposisikan diri memeluk istrinya yang malah mencubit
pipinya .
“ aduuh sakit sayang … Kuku mu panjang itu “. Pekik Dean
pada Hana yang reflek mengamati kuku tangan nya .
“ Habis Mas nya nyebelin ngatain aku manja kalau aku gak
boleh manja kemarin – kemarin gak usah ribut minta anak jadi gak usah repot
ngurusin istri manja lagian ini juga bukan mau Hana tapi minta anak mu nih “.
Oceh Hana dengan bibir yang mengerucut dan Dean pun hanya menggaruk kepala nya
yang tak gatal mendengar ocehan istrinya , setelah mendengar kalimat terakhir
istrinya Dean langsung mengecup bibir Hana .
“ Anak kita sayang bukan anak nya Mas aja … Udah gak usah
ngomel terus katanya ngantuk … Iya maaf – maaf besok Mas bakal lebih sabar lagi
“.ucap Dean mengalah dan Hana pun langsung menyusupkan kepalanya ke dada bidang
suaminya menghirup parfum dengan aroma manis maskulin yang mana menjadi wangi
favoritnya dan Dean pun dengan penuh kasih sayang mengusap punggung istrinya
dan sesekali mencium puncak kepala Hana sehingga tak butuh waktu lama Hana
untuk memejamkan matanya mengistirahatkan raga yang butuh pemulihan .
mu adalah sebuah anugrah terbesar di dalam hidup ku …. Teruslah menjadi wanita yang sabar untuk menemaniku
pria yang terlalu banyak kekurangan ini “. Gumam Dean sambil melihat wajah
cantik istrinya yang sudah tertidur dengan pulas tanpa menyudahi mengelus
punggung wanita yang sedang mengandung calon anak nya .
Saat Dean masih memeluk Istrinya , Dokter Dewi dan dua
perawat pun masuk ke dalam kamar rawat Hana hingga melihat pemandangan yang
beberapa hari ini mereka lihat ada rasa kagum dengan pasangan di depan nya .
“ Ehem “. Dokter Dewi berdeham membuat Dean langsung menoleh
ke belakang dimana terdapat sang Dokter dan dua perawat nya .
Dean pun mulai menyingkirkan tangan nya yang melingkar erat
di pinggang istrinya namun di urungkan nya setelah mendengar ucapan Dokter Dewi
.” Tak usah Pak Dean , Saya masih bisa memeriksanya ko “. Ucap Dokter Dewi
sambil memeriksa Hana dan dua perawat yang sigap mencatat apa yang di katakana
Dokter Dewi hingga yang terakhir salah satu perawat itu mengganti cairan infus
milik Hana .
“ Bagaimana Dok ?”. Tanya Dean pada Dokter Dewi .
“ Syukurlah Pak Dean kondisi Ibu Hana sudah stabil jadi Bu
Hana bisa pulang setelah cairan infusnya habis dan untuk janin nya tadi pagi
saya cek Dia calon bayi kuat keadaan nya sudah baik – baik saja … Tolong selalu
jaga kesehatan Bu Hana serta hindari Sesuatu yang memicu Bu Hana stress karena
akan berefek pada calon bayi kalian “. Jawab Dokter Dewi dengan tersenyum ramah .
“ Alhamdulillah kalau gitu Dok … Pasti Dok saya akan
berusaha menjaga mereka dengan baik Terimakasih banyak Dokter Dewi “. Ujar Dean
pada Dokter Dewi .
“ Sama – sama Pak Dean itu sudah menjadi tugas kami , nanti
akan ada perawat yang melepaskan infus Bu Hana , Saya permisi “. Jawab Dokter
Dewi dan Dean pun mengangguk kan kepala .
Setelah Dokter Dewi keluar tak lama Johan pun masuk ke dalam
kamar rawat istri Bos nya dengan membawa tas berisi Dokumen yang membutuhkan
tanda tangan Bos nya dan tangan yang satu lagi membawa satu paper bag berisi
makanan untuk sang Bos .
“ Permisi Bos …”. Kata Johan yang masuk ke dalam kamar rawat
istri Bos nya dan melihat punggung lebar sang Bos yang berada di atas bed rumah
sakit bersama istrinya yang Johan kira sedang tertidur sambil memeluk istri
cantiknya yang sedang sakit .
“ Ya , tunggu di ruang tamu Han “.Kata Dean tanpa menoleh
pada Johan yang ada di belakangnya dan tanpa banyak Tanya Johan langsung
kembali ke ruang tamu menata makanan Bos nya sambil menunggu Bos nya datang .
“ Ini Bos makanan yang anda minta “. Kata Johan yang
menyadari kedatangan Bos nya .
“. Kamu sudah makan Han ?”. Tanya Dean pada Johan setelah
duduk di sofa yang berhadapan dengan Johan .
Johan menganggukkan kepala “. Sudah Bos tadi sambil menunggu
pesanan anda “. Jawab Johan dan Dean hanya manggut – manggut .
“ Han , Istri saya sore ini pulang nanti kamu bisa bantu
saya beresin semuanya sebelum kembali ke kantor ?”. Tanya Dean pada Johan yang
sedang membuka kulkas yang tersedia di kamar rawat Bos nya mengambil dua kaleng
minuman soda untuk dirinya dan Bos nya .
“ Bisa Bos “. Jawab singkat Johan sambil menyerahkan minuman
kaleng pada Dean .
*********
Tak jauh beda dengan Hana dan Dean … Tiga hari pula Roy yang
di temani Oki sang Asisten pribadi sekaligus Sahabatnya berada di Kota Ngawi
mencari petunjuk keberadaan Kakak sepupu Istrinya yang hanya berbekal sebuah
Foto dan alamat rumah kerabat sahabat mertuanya yang mempunyai petunjuk
mengenai bayi yang di buang saudarinya 28 tahun lalu .
Roy dan Oki pun langsung menuju alamat yang dituju namun
ternyata orang yang di maksud sudah tak tinggal lagi di Kota Ngawi tapi menetap
di Kota Solo ikut dengan anak dan menantu nya …. Tak menyerah Roy dan Oki yang
mendapatkan alamat orang tersebut dari tetangganya dan Roy pun langsung menuju
ke Solo … Bersyukur ternyata alamat yang ia dapat ternyata benar dan Roy bisa
menemui orang itu .
Orang itu langsung mengerti dengan apa yang di maksud oleh
Roy dan tanpa ragu memberi tahu kan alamat sebuah Toko kelontong yang mana
tempat bayi itu di buang yang ternyata berada di perbatasan Kota Ngawi dan
Madiun .
Karena lelah Roy dan Oki pun memutuskan beristirahat di
hotel yang ada di Kota Solo dan besok pagi akan melanjutkan kembali misi nya
itu .
“ Huuuft …”. Oki menghela nafas panjang saat melihat Roy
keluar dari dalam kamar mandi .
“ Roy “. Panggil Oki dengan berbaring di bed hotel , mereka
memang memutuskan untuk menyewa satu kamar untuk mereka bermalam .
“ Heemz “. Gumam Roy tanpa melihat pada Oki dan hanya sibuk
dengan ponsel di tangan nya .
“ Ini udh hari ketiga kalau ternyata di sana nanti tak ada
petunjuk apa pun juga gimana Roy ?”. Tanya Oki pada Roy yang menyimak .
“ Ya tetap di cari Ki sampe bener-bener petunjuk itu buntu …
“. Jawab Roy sekenanya dan langsung beranjak ke balkon kamar untuk menelpon
istri dan anak nya meninggalkan Oki yang masih memikirkan sepupu Bos nya yang
di buang .
Tepat pada jam 10 Roy dan Oki pun sampai di depan toko kelontong
yang terlihat sepi pembeli dan Roy dan Oki memasuki toko itu dengan cara
berpura-pura membeli air minum untuk mengorek informasi .
“ Permisi beli “. Ucap Oki sambil celingak celinguk ke dalam
warung yang terlihat sepi .
“ BELI “. Teriak Oki karena tak ada orang yang datang .
“ Ya Mas mau beli apa , maaf saya tadi di belakang “. Sahut seseorang
dari dalam warung yang ternyata seorang wanita muda yang cantik membuat Oki
terpana namun tidak untuk Roy yang tampak datar Fernando .
“ Ekhem … Mba nya habis buang air besar yak o dari belakang “.
Ucap Oki yang membuyarkan wanita itu .
“ Ah maksudnya … Oh enggak Mas , saya habis mengambilkan
makan buat simbah kakung “. Jawab wanita
itu dengan dahi berkerut .
Oki yang mendengar jawaban gadis itu pun hanya menggaruk
kepala belakang nya .” Oh tak kirain “. Ujar Oki dan Roy masih menatap gadis
itu dengan pandangan menyelidik menerka-nerka jika wanita di depannya orang
yang di carinya walaupun untuk umur 28 tahun sangat kemudaan .
“Mas nya mau beli apa jadinya ?”. Tanya gadis itu pada Oki
dan Roy , saat Oki akan menjawab sudah di dahului oleh Roy .
“ Kamu usia nya berapa ?”. Tanya Roy tiba-tiba membuat Oki
dan gadis itu bingung .
“ Maksudnya Mas nya siapa ?”. Tanya gadis itu .
“ Ya kamu siapa lagi “. Kata Roy dengan ekspresi yang datar
.
“ Lah Mas nya tu aneh ya baru ketemu langsung Tanya umur
maksudnya opo seh “. Jawab gadis itu dengan nada tak suka sambil menatap Roy
dengan tajam .
“ Atau jangan – jangan Mas nya tukang culik gadis – gadis kampong
ya ?, aku teriak nih ya kalau Mas nya gak pergi “.ucap gadis itu lagi membuat
Oki yang mendengarnya langsung menepuk keningnya karena sebel dengan Roy
sekaligus takut jika gadis itu benar teriak mereka akan di amuk masa .
“ Mbak , Dek jangan salah paham dulu ya “. Ucap Oki dengan panik
dan langsung memukul lengan Roy .
“ Plaak “. Pukul Oki namun Roy hanya diam .
“ Lo tuh kalau gak tau cara cari informasi mending diem cari
mati aja “. Omel Oki pada Roy yang malah menggedikan bahunya .
“ Udah sana Mas nya pergi dari pada aku teriak nih yo “. Ucap
gadis itu lagi .
“ Mbak , Dek sabar dulu kami kesini pertama mau beli 2 botol
air mineral yang kedua mau cari informasi jadi jangan salah paham dulu ya “. Jawab
Oki dengan mengibaskan kedua tangan nya .
“ Alah alesan palingan kalian memang penculik gadis desa
terus di jual iya kan “. Tuduh gadis itu dengan mengusir Oki dan Roy .
“ Sana pergi “ usir gadis itu namun langsung terhenti
setelah seorang pria tua memakai tongkat keluar dari dalam took .
“ Ono opo to Nduk ko nesu-nesu ngono …”. Ucap sang Kakek
pada gadis itu yang masih menatap Oki dan Roy dengan tatapan tajam .
“ Ini loh Mbah , Mase culik “. Adu sang gadis membuat Oki
kelabakan namun tidak untuk Roy yang tampak santai .
“ Bukan Kek , Pak atau Mbah … kami kesini lagi cari orang
bukan mau culik “. Sahut Oki yang sedikit takut di tuduh macam – macam .
“ Terus Mase ada perlu apa ?”. Tanya simbah pada Oki yang langsung
menyenggol lengan Roy dan Roy reflek memberikan foto seorang bayi pada sang
Kakek .
Dan simbah yang menerima foto itu pun langsung jalan menuju
bangku kayu yang ada di depan toko nya Roy pun mengikuti pria tua begitu pun
Oki .
“ Huh Mbak atau Dek cantik – cantik ko mulutnya berbahaya
sih “. Kata Oki sebelum mengikuti langkah Roy pada gadis itu yang langsung
mendelik .
“ Ndok ambilkan apa yang di minta Mase ya “. Kata simbah
setelah duduk di bangku kayu dengan di bantu Roy .
“ Nggih Mbah “. Jawab gadis itu dengan patuh dan masuk ke
dalam toko mengambilkan apa yang di minta Oki dan Roy
********