Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 226


 Tiga hari sudah Hana di rawat di rumah sakit karena pendarahan ringan di kehamilan awal … Ya


kehamilan yang tak ia sadari yang mana dalam trimester awal merupakan keadaan yang cukup rentan baik bagi janin ataupun sang Ibu .


Tiga hari pula Dean bolak balik dari rumah ke rumah sakit ,


Saat pagi hari Dean mendapati Bik Tini atau Mbok Inah datang orang yang menjaga


Istri cantiknya Pria itu akan pulang ke rumah untuk bertemu atau hanya sekedar menemani


bermain ataupun tidur putri kembarnya walau hanya sebentar karena putri


kembarnya yang baru menginjak di usia 18 bulan itu masih sangat membutuhkan


perhatian ekstra dari istrinya dan dirinya .


Saat ini Dean cukup beruntung karena kedua putra nya masih


berlibur di rumah Ayah mereka … Andai kedua putra nya saat ini ada di rumah


sudah bisa di pastikan ia akan semakin kualahan karena kedua putra nya itu


memang lebih dekat dengan nya yang merupakan Papah sambung bagi mereka dan Dean


sangat mensyukuri itu bahwa dirinya bisa di terima dengan sangat baik oleh dua


bocah laki-laki tampan itu .


Setelah di rasa kedua putri kembarnya sudah tertidur dan


dirinya pun sudah rapi … Saat waktu sudah menunjukan pukul 10 Pagi Dean akan


segera kembali lagi ke rumah sakit bergantian dengan Bik Tini dan Mbok Inah


menemani Istri nya dengan tak lupa menitipkan kedua putri nya pada Mamih nya dan


juga pada Uni serta Bik Mimin .


Selama tiga hari pula Johan mempunya pekerjaan tambahan


untuk mengantarkan dokumen yang membutuhkan tanda tangan dari Bos nya yang


merupakan  Direktur Utama … Selama Hana


masuk rumah sakit selama itu pula Dean tak pernah berangkat ke kantor nya namun


di rumah sakit Dean selalu mengerjakan pekerjaan nya di sela menjaga sang Istri


.


“ Ceklek “ Dean membuka pintu kamar rawat istrinya . Dean melihat


sang Istri yang sedang bersandar di tempat tidurnya dengan senyum termanis yang


ia punya membuat Dean pun membalas senyum itu tak kalah dengan kemanisannya ,


Dean cukup bersyukur Istrinya kini tak lagi mendiaminya karena kehamilannya ke


-4 yang mana Istrinya belum siap dengan alasan ke 4 anak nya masih terlalu


kecil namun atas ulah arogan dirinya maka terjadilah …. Pandangan Dean pun


beralih pada  Mbok minah asisten rumah


tangga terlama dan sekaligus orang yang mengasuh dirinya saat kecil sedang mengupaskan


buah – buahan segar serta Bik Tini yang sedang memijit kaki istrinya .


Dean pun melangkahkan kakinya mendekati Hana mengelus kepala


istrinya dengan sayang dan mencium keningnya dengan tulus , Dean pun beralih


pada Mbok Inah dan tanpa ragu Dean bergelayut manja bahkan mencium pipi wanita


tua yang sangat telaten mengasuh nya dan masih setia pada keluarganya , Hana


dan Bik Tini hanya tersenyum melihat tingkah manja Dean itu .


“ Terimakasih ya Mbok sudah sangat baik mengasuh Dean sedari


kecil dan sekarang nemenin  istri Dean …


Terimakasih Mbok sudah nepati janji untuk terus ada di rumah Dewantara nemenin


Dean yang nakal ini sehat – sehat terus ya Mbok “. Ucap Dean dengan tulus masih


memeluk Mbok minah dari belakang dan meletakan kepalanya di bahu Mbok minah dan


Mbok minah yang mendengar ucapan anak Majikannya yang sudah sangat di


sayangi nya jadi terharu .


Tangan keriput Mbok Minah pun terulur mengelus sayang kepala


Dean “ Iya simbok akan terus nemenin Dean dan Mbok sekarang senang Dean nya


Mbok sudah gak nakal lagi sudah punya istri cantik dan baik punya anak – anak


yang ganteng dan cantik-cantik juga bikin Mbok bahagia lagian mbok mau kemana


to Den kalau gak di keluarga Dewantara kan Den Dean tau kalau Mbok hanya orang


tua sebatang kara dan keluarga Dewantara adalah keluarga Mbok “. Jawab Mbok


Inah dengan mata yang berkaca-kaca merasa senang anak yang ia asuh sedari kecil


masih menyayangi nya yang notabennya hanya seorang asisten rumah tangga di


keluarga itu .


Ya dari semua asisten rumah tangga di rumah nya hanya Mbok


Inah lah orang yang sangat dekat dengan Dean sedari kecil karena kesibukan dari


Mamih Esty yang mengejar karir nya serta Papih Dika yang disibukan dengan


perusahaan Dewantara Group yang bari merintis . Saat itu Dean selalu sendiri


dan hanya Mbok Minah lah orang yang selalu mengasuh dan menemani dirinya maka


dari itu Dean sangat sayang dengan Mbok Minah wanita yang ia anggap sebagai Ibu


kedua nya …. Dahulu Suami nya juga pekerja yang mengurus kebun di keluarga


Dewantara , Mbok Minah dan Suami berasal dari Kota Sragen Jawa Tengah , Mbok


Minah menikah dengan Suaminya tidak mempunyai keturunan di karenakan Rahim nya


di angkat setelah mengalami kecelakaan dan mereka pula hanya sebatang kara tak


punya sanak saudara … Dan kini wanita tua itu sangat bersyukur berada di tengah


keluarga Dewantara yang memperlakukan nya sangat baik bahkan sudah menganggap


dirinya bagian dari keluarga kaya itu .


“ Dean sayang Mbok Inah “. Ucap Dean setelah melepaskan


pelukannya dan Mbok Inah yang sudah selesai mengupas serta memotong - motong


buah segar untuk Hana pun menoleh pada Hana .


“ Ni Nok sudah selesai di habis kan lo biar cepet sehat dan


segera pulang ya …”. Kata Mbok Minah pada Hana .


“ Terimakasih ya Mbok “. Jawab Hana menerima mangkok berisi


potongan buah segar dengan tersenyum manis .


“ Karena Den Dean sudah datang buat nemenin Nok Hana dan sebentar


lagi waktunya makan siang jadi Mbok dan Bik Tini pulang ya “. Ucap Mbok Minah


yang melihat jam dinding menunjukan pukul 11 siang .


“ Oh iya makasih banyak ya Mbok Bik sudah nemenin Hana  ….”. ucap Hana pada Mbok Minah dan Bik Tini


yang mengangguk kan kepala .


 “ Mbok dan Bibik hati


– hati ya itu di bawah Pak Toto sudah menunggu “. Kata Dean .


“ Iya Den terimakasih , Mbok dan Bibik pamit ya “. Jawab Bik


Tini .


“ Iya Bik …”. Kata Dean .


“ Mbok pulang ya cepat sehat ya Nok Hana … Assalamualaikum


“. Ucap Mbok Minah berpamitan .


“ Waalaikumsalam hati – hati ya Mbok Bik terimakasih “.


Jawab Hana dengan tersenyum dan Dean pun mengantar Mbok Minah dan Bik Tini sampai


pintu lift .


********


Dean pun masuk  ke


dalam kamar rawat dan duduk di samping sang istri yang sedang menikmati buah


segar nya dan Hana yang melihat Suaminya pun langsung menyuapi potongan buah itu


ke mulut Dean .


“ Udah ah buat kamu dan Adek aja biar cepet sehat … Oh ya


kamu sudah makan belum ?“. Kata Dean setelah menerima beberapa suap potongan


buah dari tangan Istrinya .


“ Satu lagi Aaaa …. Udah tadi sebelum Mas datang kalau Mas


udah makan siang belum ?”. Tanya balik Hana pada Dean yang menggelengkan kepala


nya .


“ Loh kenapa tadi di rumah gak makan dulu … Si kembar rewel


gak ?”. Tanya Hana yang rindu dengan kedua putrinya .


“ Tadi belum laper di rumah Sayang ku tapi barusan sudah


pesan Johan yang mau kesini untuk bawain makanan … Kata Mamih suka panggil kamu


Yank dan waktu ketemu Mas mereka langsung pada  nemplok gitu ninggalin nya tadi gak tega jadi nunggu mereka bobo dulu …


Oya tadi Dokter udah periksa belum ? “. Jawab Dean pada Hana sambil mengelus


pipi halus Sang Istri .


“ Ih kasihan sekaligus kangen mereka Mas … Sudah tadi Dokter


bilang kondisi ku udah baikan dan nanti setelah makan siang mau di periksa lagi


kalau keadaan nya sudah stabil katanya Hana boleh pulang sore ini … Maaf ya


gara-gara Hana , Mas jadi bolak balik kesini sampe gak ngantor pasti kerjaan


Mas numpuk ya “. Ujar Hana pada Dean sambil mengelus rahang Suaminya .


“. Kalau gitu kamu harus makan yang banyak yank biar sore


ini bisa pulang … Kata siapa kerjaan Mas beres ko kan kalau kamu tidur Mas


kerjain semuanya hanya saja kalau ada meeting di wakilkan oleh Joni atau Johan


… Udah yang penting kamu dan junior sehat gak usah mikirin kerjaan nya Mas tapi


kalau boleh jujur Mas rindu dengan Kakak dan Abang sayang “. Jawab Dean dan


Hana hanya menyimak dan tersenyum mendengarkan Dean berbicara .


“ Siap Bos …. Oh tadi mereka telpon ko dan mereka bilang


lusa mereka pulang diantar dengan Ayah dan Bubu mereka “. Jawab Hana sambil


menguap dan Dean tertawa kecil melihat istrinya yang mengantuk setelah meminum


obatnya .


“. Syukurlah kalau gitu … Udah sana istirahat udah ngantuk


gitu biar Mas temenin “. Kata Dean pada Istrinya .


“. Tapi Mas nanti harus makan loh gak boleh gak , iya


ngantuk banget  tapi mau peluk “.jawab


Hana dengan nada manja nya sambil merentangkan kedua tangan nya minta di peluk


Dean dan Dean tertawa kecil mendengar permintaan rutin Istrinya yang mana


semenjak kehamilannya di ketahui Hana lebih manja dengan mood swing nya yang


luar biasa .


“ Uluh uluh Istri nya Mas manja banget … “. Ujar Dean seraya


naik ke atas bed dan memposisikan diri memeluk istrinya yang malah mencubit


pipinya .


“ aduuh sakit sayang … Kuku mu panjang itu “. Pekik Dean


pada Hana yang reflek mengamati kuku tangan nya .


“ Habis Mas nya nyebelin ngatain aku manja kalau aku gak


boleh manja kemarin – kemarin gak usah ribut minta anak jadi gak usah repot


ngurusin istri manja lagian ini juga bukan mau Hana tapi minta anak mu nih “.


Oceh Hana dengan bibir yang mengerucut dan Dean pun hanya menggaruk kepala nya


yang tak gatal mendengar ocehan istrinya , setelah mendengar kalimat terakhir


istrinya Dean langsung mengecup bibir Hana  .


“ Anak kita sayang bukan anak nya Mas aja … Udah gak usah


ngomel terus katanya ngantuk … Iya maaf – maaf besok Mas bakal lebih sabar lagi


“.ucap Dean mengalah dan Hana pun langsung menyusupkan kepalanya ke dada bidang


suaminya menghirup parfum dengan aroma manis maskulin yang mana menjadi wangi


favoritnya dan Dean pun dengan penuh kasih sayang mengusap punggung istrinya


dan sesekali mencium puncak kepala Hana sehingga tak butuh waktu lama Hana


untuk memejamkan matanya mengistirahatkan raga yang butuh pemulihan .


mu adalah sebuah anugrah terbesar di dalam hidup ku …. Teruslah  menjadi wanita yang sabar untuk menemaniku


pria yang terlalu banyak kekurangan ini “. Gumam Dean sambil melihat wajah


cantik istrinya yang sudah tertidur dengan pulas tanpa menyudahi mengelus


punggung wanita yang sedang mengandung calon anak nya .


Saat Dean masih memeluk Istrinya , Dokter Dewi dan dua


perawat pun masuk ke dalam kamar rawat Hana hingga melihat pemandangan yang


beberapa hari ini mereka lihat ada rasa kagum dengan pasangan di depan nya .


“ Ehem “. Dokter Dewi berdeham membuat Dean langsung menoleh


ke belakang dimana terdapat sang Dokter dan dua perawat nya .


Dean pun mulai menyingkirkan tangan nya yang melingkar erat


di pinggang istrinya namun di urungkan nya setelah mendengar ucapan Dokter Dewi


.” Tak usah Pak Dean , Saya masih bisa memeriksanya ko “. Ucap Dokter Dewi


sambil memeriksa Hana dan dua perawat yang sigap mencatat apa yang di katakana


Dokter Dewi hingga yang terakhir salah satu perawat itu mengganti cairan infus


milik Hana .


“ Bagaimana Dok ?”. Tanya Dean pada Dokter Dewi .


“ Syukurlah Pak Dean kondisi Ibu Hana sudah stabil jadi Bu


Hana bisa pulang setelah cairan infusnya habis dan untuk janin nya tadi pagi


saya cek Dia calon bayi kuat keadaan nya sudah baik – baik saja … Tolong selalu


jaga kesehatan Bu Hana serta hindari Sesuatu yang memicu Bu Hana stress karena


akan berefek pada calon bayi kalian    “. Jawab Dokter Dewi dengan tersenyum ramah .


“ Alhamdulillah kalau gitu Dok … Pasti Dok saya akan


berusaha menjaga mereka dengan baik  Terimakasih banyak Dokter Dewi “. Ujar Dean


pada Dokter Dewi .


“ Sama – sama Pak Dean itu sudah menjadi tugas kami , nanti


akan ada perawat yang melepaskan infus Bu Hana , Saya permisi “. Jawab Dokter


Dewi dan Dean pun mengangguk kan kepala .


Setelah Dokter Dewi keluar tak lama Johan pun masuk ke dalam


kamar rawat istri Bos nya dengan membawa tas berisi Dokumen yang membutuhkan


tanda tangan Bos nya dan tangan yang satu lagi membawa satu paper bag berisi


makanan untuk sang Bos .


“ Permisi Bos …”. Kata Johan yang masuk ke dalam kamar rawat


istri Bos nya dan melihat punggung lebar sang Bos yang berada di atas bed rumah


sakit bersama istrinya yang Johan kira sedang tertidur sambil memeluk istri


cantiknya yang sedang sakit .


“ Ya , tunggu di ruang tamu Han “.Kata Dean tanpa menoleh


pada Johan yang ada di belakangnya dan tanpa banyak Tanya Johan langsung


kembali ke ruang tamu menata makanan Bos nya sambil menunggu Bos nya datang .


“ Ini Bos makanan yang anda minta “. Kata Johan yang


menyadari kedatangan Bos nya .


“. Kamu sudah makan Han ?”. Tanya Dean pada Johan setelah


duduk di sofa yang berhadapan dengan Johan .


Johan menganggukkan kepala “. Sudah Bos tadi sambil menunggu


pesanan anda “. Jawab Johan dan Dean hanya manggut – manggut .


“ Han , Istri saya sore ini pulang nanti kamu bisa bantu


saya beresin semuanya sebelum kembali ke kantor ?”. Tanya Dean pada Johan yang


sedang membuka kulkas yang tersedia di kamar rawat Bos nya mengambil dua kaleng


minuman soda untuk dirinya dan Bos nya .


“ Bisa Bos “. Jawab singkat Johan sambil menyerahkan minuman


kaleng pada Dean .


*********


Tak jauh beda dengan Hana dan Dean … Tiga hari pula Roy yang


di temani Oki sang Asisten pribadi sekaligus Sahabatnya berada di Kota Ngawi


mencari petunjuk keberadaan Kakak sepupu Istrinya yang hanya berbekal sebuah


Foto dan alamat rumah kerabat sahabat mertuanya yang mempunyai petunjuk


mengenai bayi yang di buang saudarinya 28 tahun lalu  .


Roy dan Oki pun langsung menuju alamat yang dituju namun


ternyata orang yang di maksud sudah tak tinggal lagi di Kota Ngawi tapi menetap


di Kota Solo ikut dengan anak dan menantu nya …. Tak menyerah Roy dan Oki yang


mendapatkan alamat orang tersebut dari tetangganya dan Roy pun langsung menuju


ke Solo … Bersyukur ternyata alamat yang ia dapat ternyata benar dan Roy bisa


menemui orang itu .


Orang itu langsung mengerti dengan apa yang di maksud oleh


Roy dan tanpa ragu memberi tahu kan alamat sebuah Toko kelontong yang mana


tempat bayi itu di buang yang ternyata berada di perbatasan Kota Ngawi dan


Madiun .


Karena lelah Roy dan Oki pun memutuskan beristirahat di


hotel yang ada di Kota Solo dan besok pagi akan melanjutkan kembali misi nya


itu .


“ Huuuft …”. Oki menghela nafas panjang saat melihat Roy


keluar dari dalam kamar mandi .


“ Roy “. Panggil Oki dengan berbaring di bed hotel , mereka


memang memutuskan untuk menyewa satu kamar untuk mereka bermalam .


“ Heemz “. Gumam Roy tanpa melihat pada Oki dan hanya sibuk


dengan ponsel di tangan nya .


“ Ini udh hari ketiga kalau ternyata di sana nanti tak ada


petunjuk apa pun juga gimana Roy ?”. Tanya Oki pada Roy yang menyimak .


“ Ya tetap di cari Ki sampe bener-bener petunjuk itu buntu …


“. Jawab Roy sekenanya dan langsung beranjak ke balkon kamar untuk menelpon


istri dan anak nya meninggalkan Oki yang masih memikirkan sepupu Bos nya yang


di buang .


Tepat pada jam 10 Roy dan Oki pun sampai di depan toko kelontong


yang terlihat sepi pembeli dan Roy dan Oki memasuki toko itu dengan cara


berpura-pura membeli air minum untuk mengorek informasi .


“ Permisi beli “. Ucap Oki sambil celingak celinguk ke dalam


warung yang terlihat sepi .


“ BELI “. Teriak Oki karena tak ada orang yang datang .


“ Ya Mas mau beli apa , maaf saya tadi di belakang “. Sahut seseorang


dari dalam warung yang ternyata seorang wanita muda yang cantik membuat Oki


terpana namun tidak untuk Roy yang tampak datar Fernando  .


“ Ekhem … Mba nya habis buang air besar yak o dari belakang “.


Ucap Oki yang membuyarkan wanita itu .


“ Ah maksudnya … Oh enggak Mas , saya habis mengambilkan


makan buat simbah kakung  “. Jawab wanita


itu dengan dahi berkerut .


Oki yang mendengar jawaban gadis itu pun hanya menggaruk


kepala belakang nya .” Oh tak kirain “. Ujar Oki dan Roy masih menatap gadis


itu dengan pandangan menyelidik menerka-nerka jika wanita di depannya orang


yang di carinya walaupun untuk umur 28 tahun sangat kemudaan .


“Mas nya mau beli apa jadinya ?”. Tanya gadis itu pada Oki


dan Roy , saat Oki akan menjawab sudah di dahului oleh Roy .


“ Kamu usia nya berapa ?”. Tanya Roy tiba-tiba membuat Oki


dan gadis itu bingung .


“ Maksudnya Mas nya siapa ?”. Tanya gadis itu .


“ Ya kamu siapa lagi “. Kata Roy dengan ekspresi yang datar


.


“ Lah Mas nya tu aneh ya baru ketemu langsung Tanya umur


maksudnya opo seh “. Jawab gadis itu dengan nada tak suka sambil menatap Roy


dengan tajam .


“ Atau jangan – jangan Mas nya tukang culik gadis – gadis kampong


ya ?, aku teriak nih ya kalau Mas nya gak pergi “.ucap gadis itu lagi membuat


Oki yang mendengarnya langsung menepuk keningnya karena sebel dengan Roy


sekaligus takut jika gadis itu benar teriak mereka akan di amuk masa .


“ Mbak , Dek jangan salah paham dulu ya “. Ucap Oki dengan panik


dan langsung memukul lengan Roy .


“ Plaak “. Pukul Oki namun Roy hanya diam .


“ Lo tuh kalau gak tau cara cari informasi mending diem cari


mati aja “. Omel Oki pada Roy yang malah menggedikan bahunya .


“ Udah sana Mas nya pergi dari pada aku teriak nih yo “. Ucap


gadis itu lagi .


“ Mbak , Dek sabar dulu kami kesini pertama mau beli 2 botol


air mineral yang kedua mau cari informasi jadi jangan salah paham dulu ya “. Jawab


Oki dengan mengibaskan kedua tangan nya .


“ Alah alesan palingan kalian memang penculik gadis desa


terus di jual iya kan “. Tuduh gadis itu dengan mengusir Oki dan Roy .


“ Sana pergi “ usir gadis itu namun langsung terhenti


setelah seorang pria tua memakai tongkat keluar dari dalam took .


“ Ono opo to Nduk ko nesu-nesu ngono …”. Ucap sang Kakek


pada gadis itu yang masih menatap Oki dan Roy dengan tatapan tajam .


“ Ini loh Mbah , Mase culik “. Adu sang gadis membuat Oki


kelabakan namun tidak untuk Roy yang tampak santai .


“ Bukan Kek , Pak atau Mbah … kami kesini lagi cari orang


bukan mau culik “. Sahut Oki yang sedikit takut di tuduh macam – macam .


“ Terus Mase ada perlu apa ?”. Tanya simbah pada Oki yang langsung


menyenggol lengan Roy dan Roy reflek memberikan foto seorang bayi pada sang


Kakek .


Dan simbah yang menerima foto itu pun langsung jalan menuju


bangku kayu yang ada di depan toko nya Roy pun mengikuti pria tua begitu pun


Oki .


“ Huh Mbak atau Dek cantik – cantik ko mulutnya berbahaya


sih “. Kata Oki sebelum mengikuti langkah Roy pada gadis itu yang langsung


mendelik .


“ Ndok ambilkan apa yang di minta Mase ya “. Kata simbah


setelah duduk di bangku kayu dengan di bantu Roy .


“ Nggih Mbah “. Jawab gadis itu dengan patuh dan masuk ke


dalam toko mengambilkan apa yang di minta Oki dan Roy


********