Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 22


Dean Prada Dewantara Pengusaha muda yang menduduki jabatan tertinggi di Perusahaan Dewantara Group di usia yang tergolong masih muda 30 tahun , anak tunggal dari Dika Prada Dewantara dan Esty Tiani ini memang terlahir dengan kesempurnaan baik harta , otak yang jenius serta paras wajah yang rupawan .


Terlahir dari anak pengusaha sukses membuat Dean kecil merasa kesepian karena kedua orangtuanya sering bepergian ke luar kota maupun ke luar negeri , karena kurangnya perhatian dari orang tua di tambah hanya di penuhi dengan kemewahan kekayaan dari orang tua nya menjadikan Dean tumbuh jadi anak yang angkuh ,


arogan , badboy , cuek dan sering membuat keonaran yang membuat kedua orangtuanya pusing tujuh keliling, tapi walupun Dean terkenal pembawa keonaran tapi semua nilai sekolahnya selalu di atas rata-rata dari siswa dan siswi lain di sekolah nya.


Kerusuhanya sedikit berkurang sejak kedatangan seorang remaja pria yang berusia 2 tahun di atas Dean .



Ya dia adalah **Roy Fernando** yang di bawa ke rumah papih Dika . Anak dari sahabat karib nya ini hidup sebatang kara karena kecelakaan tunggal yang terjadi pada orang tua nya , disaat nafas terakhir ayahnya Roy berpesan kepada papih Dika untuk menitipkan anak semata wayangnya kepada papih Dika untuk di rawat nya karena ayah Roy tidak meninggalkan harta benda sedikit pun di karenakan memang usaha nya sudah gulung tikar dan semua asetnya sudah di sita bank akibat hutang yang menumpuk. Bahkan untuk semua biaya kecelakaan dan pemakaman kedua orang tua Roy di biayai oleh papih Dika .


" Kasihan anak ini lebih baik saya bawa dan saya rawat , hitung hitung untuk menemani Dean agar tidak kesepian ." gumam dalam hati papih Dika saat melihat Roy memasukan baju seta buku buku kedalam tas .


" Terimakasih ya om sudah mau menerima


Roy " ucap Roy penuh rasa bersyukur.


" iya sudah jangan bersedih lagi , kamu masih punya kami kelurga baru mu Roy , dan om juga punya satu anak laki laki yaa mungkin usianya dua tahun di bawah mu namanya Dean , dan satu lagi jangan panggil saya om lagi tapi panggil papih sama dengan Dean . sekolah kelas berapa kamu Roy sekarang..? ."


ucap papih Dika tulus kepada Roy .


" Terimakasih om ,,, emm maaf terima kasih pih , Roy sekarang sudah kelas 12 pih dan Roy janji akan menjaga Dean seperti adik Roy pah " jawab Roy dengan mata yang berkaca kaca karena terharu akan kebaikan papah Dika


" Roy janji Roy akan selalu mengabdi pada keluarga papih Dika dan menjaga Dean dan keluarga papih Dika dengan segenap hati


Roy ". janji tulus Roy dalam hati


Karena iba dengan anak sahabatnya itu , dengan hati yang tulus papih Dika membawa ke rumah nya dan merawat Roy hingga kuliah dan bekerja di Dewantara Group , dan bersyukur nya Esty Tiani istri dari papah Dika pun menerima Roy seperti anaknya sendiri.


****


" Assalamualaikum mih " salam papah Dika saat memasuki rumah dan melihat sang istri sedang menyaksikan acara di televisi.


" waalaikumsalam Pih , gimana sudah selesai urusan nya mas Rey ( ayahnya Roy ).?" tanya mami Esty


" Sudah Alhamdulillah tapi semua aset kekayaan Rey tidak ada yang bisa di selamat kan yabg tersisa hanya ini " dengan menggeser tubuhnya papih Dika memperlihatkan Roy ke hadapan mamih Esty ( sebenarnya si gak ngefek ya gaes papih Dika geser orang jelas jelas tinggian Roy dari pada papih Dika hehehe 🤭).


Mamih melihat bingung Roy dan papih Dika bergantian " Maksudnya pih ?". tanya mami Esty.


" iya mih , Harta nya Rey sudah tidak ada yang bisa di selamatkan hanya tersisa Roy anak satu satunya almarhum yang sudah tidak punya sanak saudara mih " Papih Dika menjelaskan kepada mamih Esty sedangkan Roy hanya menunduk takut tak di terima dan bingung harus pergi ke mana jika tak di terima.


Mami Esty memegang dadanya dan mata nya memandang Roy dengan mata berkaca-kaca merasa prihatin dengan apa yang terjadi pada Roy , perempuan yang sudah berusia 52 tahun itu tapi masih terlihat cantik dan elegan itu pun tersenyum dan merentangkan kedua tangannya menghampiri Roy .


" Hey angkat kepala mu nak , Selamat datang di keluarga baru mu keluarga Dewantara . anggap kami semua bagian dari keluarga mu ya nak ."


ucap mami Esty tulus dan merengkuh tubuh jangkung Roy dan di balas Roy dengan penuh rasa syukur dan terima kasih.


" Oke mulai sekarang panggil mamih ya , kamu sekolah kelas berapa nak..?? ", tanya mami Esty kepada Roy karena selama ini memang tidak pernah bertemu dengan Roy saat ayah Rey dan papih Dika bersahabatan.


" Terimakasih mih , terimakasih atas kebaikan hati kalian , Roy sekolah kelas 12 mih ,sekali lagi terima mih pih ". ucap Roy tulus.


" iya sudah , ayok mamih antar ke kamar mu dan mami kenalkan ke anak kami." kata mami sambil menggandeng tangan Roy naik ke lantai 2 untuk melihat kamar nya


dan lanjut ke lantai 3 dimana letak kamar Dean .


" Loh mih gimana dengan papih ko di tinggal gini.." ucap papih Dika menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan setengah teriak karena merasa bingung diabaikan oleh istrinya dan lebih perhatian kepada anak angkat nya.


" papih mandi aja gak usah manja sudah tua pih " balas mamih Esty juga dengan berteriak.


****


Setelah Roy melihat calon kamar nya dan meletakkan tas yang di bawa nya di kamar, Roy sudah di tarik oleh mami Esty untuk menaiki tangga ke lantai 3 dimana letak kamar Dean.


" Ya Tuhan ini rumah atau istana dan ko gak pake lift ya naiknya apa mungkin mami Esty mau olah raga kali ya ". gumam Roy dalam hati karena takjub dengan rumah yang akan di tinggali nya .


" TOk tok tok" mami Esty mengetuk pintu kamar satu satunya yang ada di lantai 3 itu.


" Roy pokonya kalau kamu dengan Dean harus sabar dan jangan kaget ya karena Dean anak yang cuek dan yaa pokonya nanti kamu akan tau sendiri kaya apa anaknya. " bisik mami Esty kepada Roy memberi tahu sifat anak semata wayangnya itu.


"tok tok tok" mami Esty mengetuk kembali pintu kamar itu.


"kreeek " bunyi pintu di buka dari dalam dan keluar lah si pemilik kamar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.


" Apaan si mih , berisik tau .!" ucap Dean ketus membuka pintu lebar dan langsung berlali ke ruang walk in closet untuk beganti pakaian.


Dan lagi lagi Roy di buat menganga karna takjub dengan desain kamar Dean Prada Dewantara.


" Wooaa Gila bagus banget kamar anak sultan". gumam Roy dalam hati terkagum dengan kemegahan kamar tidur Dean.


" apaan sih mih ganggu aja ." ucap Dean ketus menghampiri mamih nya dan satu pemuda yang asing di mata Dean .


" nih Loh sayang ,mami mau kenalkan kamu dengan Roy anak angkat kami nak , dia ini anak almarhum om Rey , yang kemarin papi ceritain sayang ". mamih Esty memperkenalkan Roy ke Dean


" cih .. angkat anak , anak sendiri aja gak di urusin ". cibir Dean kental oleh kekecewaan nya


" sayang bukan gitu nak ." selah mamih Esty


" Ya ya whatever lah itu .oke kenalkan gua Dean Prada Dewantara ". ucap Dean sambil mengangkat kedua tangannya keatas seperti tanda menyerah dan menyodorkan tangannya ke arah Roy untuk berjabat tangan.


" Roy Fernando , terimakasih atas kebaikanmu untu menerima saya Dean Prada Dewantara." ucap Roy sopan .


" kalau di lihat Dean lumayan baik , tapi Terlihat sangat jelas sekali di mata Dean ada kekecewaan yang mendalam terhadap kedua orang tua nya , wajar kalau Dean jadi anak yang angkuh , arogan dan pembangkang mungkin karena dia kurang kasih sayang dari kedua orangtuanya " gumam Roy dalam hati sambil mengamati Dean dan mami Esty


" oke bro yang jelas mulai dari sekarang kita akan sama sama jadi anak yang kesepian kurang perhatian oke 👍." sindiran pedas Dean untuk maminya .


Dan mulai saat itu hubungan Dean dan Roy sangat dekat seperti keinginan mami papinya. bahkan Roy dominan menjaga Dean dan membimbing Dean menjadi anak yang lebih baik hingga Roy lulus kuliah dan membantu papih Dika bekerja di perusahaan Dewantara Group kemudian di susul oleh kelulusan kuliah Dean dengan nilai yang sangat memuaskan ( emang dasarnya Dean pintar dari Sononya ya gaes ) . Setelah lulus kuliah , Dean pun mulai belajar mengenai semua kondisi tentang perusahaan keluarga nya Dewantara Group yang memang sudah tidak asing untuk Dean . Sehingga ia tidak mempunya kesulitan untuk belajar di perusahaan Dewantara Group .


Karena kondisi kesehatan papih Dika menurun karna usia yang sudah tidak lagi muda sehingga pria paruh baya itu pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan nya Dewantara Group dan di gantikan oleh Dean Prada Dewantara yang di lihat oleh papih Dika mempunya potensi besar untuk memimpin dan memajukan perusahaan kebanggaan nya itu dengan di bantu sahabatnya plus saudaranya plus asistennya Roy Fernando hingga berkembang dengan pesat dan sukses .


****


" Terus gimana tanggung jawab lu Dean ke perempuan yang sudah lu perko*s* itu ". tanya Roy geram terhadap saudaranya plus bosnya itu


" Lu tenang aja Roy kalau dia butuh gua pasti dia cari gua ko ". ucap Dean tenang


" caranya gimana bodoh , gimana kalau terjadi sesuatu sama cewek itu Dean ". kata Roy


" Waktu urusan gua selesai sama tu cewek , gue lihat baju nya rusak karena ulah gue terus dengan berbaik hati gue tutupin tubuh dia pakai jas gue Roy dan gue pasti kan di dalam jas itu ada kartu nama gue. jadi lu tenang aja ." ucap Dean


" Aaaaarg Dean , bagaimana bisa lu jadi se Brengsek ini , Lu bener bener gak belajar dari pengalaman yang udah udah lu ". ucap Dean menahan geram.


" Tau ah Roy .. Lu kebanyakan tanya Roy jadi bikin Pusing gue , pergi sana lu ." usir Dean menahan rasa takut yang tiba tiba teringat wajah wanita yang sudah di perko*s* itu


Enggan berdebat yang mengakibatkan jadi lebih buruk Roy keluar dari ruangan Dean dengan rasa geramnya , tapi sebelum keluar Roy mengatakan.


" Lu bakal lebih menyesal dari yang pernah lu alami Dean " perkataan yang menohok hati Dean .


" DEG "


****


Assalamualaikum teman teman mohon dukungan nya yaaa ..


Maaf jika banyak kesalahan dari penulisannya🙏 , karna saya masih sangat pemula dalam menulis novel 🤭🤭