
Andre juga tidak tinggal diam, ia meraih sisi lain tangan Alora hingga langkah Beni terhenti. Alora menahan rasa sakit tangannya yang ditarik kasar pemuda misterius ini.
"Lepasin pacar gua! Loe nggak kapok-kapok apa?" Tegas Andre.
"Loe nggak pantes jadi pacar Alora!" Cetos Beni.
Kepalan tangan melayang begitu saja dan mendarat di pipi kiri Beni. Andre tidak tahan hingga hilang kendali. Akhirnya tangan Alora terlepas, namun tinju lainnya mendarat di pipi Andre karena Beni tidak bisa tinggal diam saat amarahnya terpancing.
Alhasil keduanya saling beradu tinju, saat ini kedua pemuda itu saling menggenggam kerah baju satu sama lain dan bertatap intens. Anehnya Alora hanya diam saja tidak mencoba menghentikan atau membela siapapun.
"Loe berani sama gua?" Bentak Beni kepada pemuda yang berjarak 30 cm dari pandangannya.
"Jangan pernah gangguin Alora!" Andre tidak bisa kalah di depan pacarnya.
Tentu saja kerumunan mengundang perhatian itu semakin ramai. Semua orang sibuk menonton dan beberapa merekam kejadian itu untuk di posting di sosial media.
"Heh Lora! Loe pisahin tuh! Kan pacar loe!" Ucap salah satu siswi di sana karena melihat Alora hanya diam saja.
"Harus banget gua? Loe nggak liat mereka semesra itu? Kalo gua masuk itu namanya rusak moment dong!" Kata Alora yang berhasil sejenak mengalihkan perhatian kedua pemuda itu.
"Yang satu suka kekerasan, yang satu lagi suka menikmati moment dalam hidupnya! Biarin aja mereka!" Ucap Alora lalu meninggalkan tempat itu.
Kedua pemuda itu kembali saling menatap intens tidak ada yang ingin mengalah saat sekerumunan ini menonton harga diri mereka jadi taruhannya. Walau sebenarnya alasan pertengkaran mereka sudah pergi.
"Tatap terus! lama-lama kalian jatuh cinta!" Ucap pak Ihsan dengan tongkat baseball di tangannya kepada kedua remaja yang saling menarik kerah baju satu sama lain itu.
Pandangan keduanya teralihkan ke arah pak Ihsan guru killer itu.
"Lepaskan tangan kalian dan ikut saya ke kantor!" Kalimat perintah yang terdengar tegas itu berhasil memisahkan kedua pemuda itu walau masih enggan.
Di kantor guru:
Beni dan Andre sedang menghadap pak Ihsan yang duduk di belakang mejanya.
"Tujuan kalian berantem apa?" Tanya guru itu tapi keduanya hanya diam tanpa jawaban.
"Oh jadi kalian berantem tanpa tujuan? Kalo gitu buang-buang tenaga aja dong! Pertama buang tenaga sampe harus memar kayak gini, kedua buang tenaga lainnya kalian harus bersihin lapangan basket sebagai hukuman" jelas pria paruh baya itu.
"Tapi kalian harus saling minta maaf dulu!" Perintah guru itu dan keduanya tidak ada yang merasa bersalah.
"Saya nggak salah pak! Dia yang pukul saya duluan!" Ucap Beni yang ingin melepaskan diri.
Andre tersenyum sinis, ia tidak ingin beralasan karena ingin melindungi nama Alora.
"Saya bersalah pak! Saya bukan pengecut yang takut mengakui kesalahannya" Andre melirik Beni yang sudah panas mendengar kalimatnya karena jelas Beni merasa tersindir.
"Gua minta maaf! Mohon kerja samanya bersihin lapangan basket!" Andre menjulurkan tangannya ingin berjabat tangan dengan pemuda di sisi nya dengan tingkat percaya diri 100%.
Namun Beni yang berapi-api itu enggan menjabat tangan Andre lalu di paksa jabat oleh pak Ihsan.
...
Di lapangan basket sekolah:
"Okeh tugas kalian, mulai dari sapu, bersihin sarang laba-laba lalu pel seluruh lapangan, pokoknya semua yang ada di lapangan itu harus bersih! Saya akan cek setiap 10 menit! Jangan ada keributan lagi paham!"
"Iya pak!"
Kedua pemuda itu siap bertempur, Beni membawa kain pel dan ember sedangkan Andre membawa sapu, serokan beserta tong sampah kecil.
Di sisi lain, Alora yang sedang menerima kritikan dari berbagai penjuru dengan tenang duduk di kelas mendengar penjelasan guru seni. Ia dikritik karena mengabaikan pacarnya yang saling tonjokan tapi dia malah pergi, namun tidak ada yang tau bahwa Alora lah yang melapor pada pak Ihsan agar membubarkan pertengkaran itu.
Karena hari tersebut bisa saja jadi hari terakhir pertemuan kelas seni, maka Bu naila ingin mengadakan perpisahan kecil dengan memanggil random siswa untuk maju ke depan dan bernyanyi. Setelah diputuskan, nama mereka akan di undi, sehingga nama yang terpilih akan menyanyi di depan kelas.
Nama Alora terpilih bersama beberapa siswa lainnya. Alora telah dipanggil ke depan kelas untuk bernyanyi.
"Tapi saya buk gak bisa nyanyi!" Ucap Alora pada bu Naila.
"Nggak apa kamu coba aja!" Sahut bu Naila.
Tiba saja pak Ihsan memasuki kelas untuk membuat pengumuman.
"Siapapun di sini yang punya video atau foto perkelahian Andre dan Beni, jangan posting atau upload di manapun! Karena bisa mencoreng nama baik sekolah kita! Jadi mohon kerja samanya, siapapun yang melanggar kalian tau sendiri akibatnya kan! Okey saya pamit!" Kalimat panjang kali lebar di sampaikan dengan tegas oleh guru killer itu.
"Good job Alora!" Ucap pak Ihsan pada Alora yang sudah berdiri di depan kelas "saya permisi buk Naila!" Lalu pak Ihsan meninggalkan kelas.
"Iya pak!" Sahut bu Naila, "kalau boleh tau 'good job' nya dari pak Ihsan kenapa?" Tanya bu Naila pada Alora.
"Saya melaporkan perkelahian Andre dan Beni, saat semua orang menganggap saya tidak peduli. Yeoreobbun! (everybody!) Kalo saya ikut-ikutan misahin di perkelahian mereka, saya bisa aja ikutan dihukum bareng mereka karena perkara yang sama, jadi be smart kawan-kawan! Ada cara lebih mudah untuk menyelesaikan masalah!" Pidato Alora di depan kelasnya.
Gadis itu mengklarifikasi karena muak di gosipkan, ia bahkan bukan seleb ataupun artis tapi selalu jadi topik pembicaraan.
"Dan lagu ini untuk kalian semua!" Sambung Alora lalu melantunkan lagunya Blackpink berjudul Shutdown seolah ia ingin menyindir semua orang dengan nyanyiannya.
..
When we pull up you know it's a shutdown
Ganpan naerigo mun jamga Shut down
Whip it whip it whip it whip it
Whip it whip it whip it whip it
It's black and it's pink once the sun down
..
Tidak ada yang mengira Alora sangat pandai nge-rap karena mendengarnya bicara saja kadang jarang. Tidak heran beberapa dari penonton mulutnya terbuka otomatis karena rasa tidak percaya. Seolah merasa dirinya idol kpop Alora melanjutkan nyanyiannya saat seluruh kelas sudah heboh mengikuti irama.
Begitu mencapai bagian rap nya Jenni Blackpink, Lia sangat menikmati dan heboh di bangkunya, seolah ia mengatakan "ini Alora boss jangan anggap remeh!"
...
Lalu apakah Andre masih rukun di lapangan basket bersama Beni?
.
.
.
tbc
Note: Maafkan kadang suka typo🙏