
Karina masih berdiri dengan kedua tangan berada di pinggangnya. Dia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Randy. Setelah makan malam, Randy tak kunjung pergi dari rumah kontrakan Karina. Pria itu malah duduk manis di kursi sofa sambil menonton acara televisi.
"Hei, kadal buntung. Kamu datang kemari untuk makan malam kan? sekarang kamu sudah kenyang kan? cepat pergi dari sini. Aku mau istirahat!" seru Karina blak-blakan.
Karina jengkel sekali pada Randy, sudah membuatnya di demosi dan sekarang malah seenaknya di rumahnya.
"Ck... macan betina sudahlah, aku baru saja selesai makan. Memangnya kamu tidak pernah di ajari di sekolah ya, tidak pernah tahu kalau setelah makan itu paling tidak kita harus duduk tegak selama setengah jam. Atau kamu akan mengalami masalah pencernaan saat kamu tua nanti!" jawab Randy dengan entengnya.
Tapi Karina diam sebentar, dia juga tahu tentang hal itu. Kalau setelah makan, kita memang tidak boleh melakukan kegiatan berat secara langsung, paling tidak tunggu belasan menit agar makanan yang kita makan tadi masuk ke proses pencernaan dengan baik.
"Aku tahu, tapi kamu kan naik mobil. Saat menyetir kamu juga duduk tegak kan?" tanya Karina yang tidak ingin kalau Randy berlama-lama di rumahnya.
"Beda lah, kalau naik mobil aku kan tidak bisa santai, aku harus fokus dan itu tidak baik untuk kesehatan ku!" ucap Randy lagi tak mau kalah.
Karina mulai menyipitkan matanya.
'Memang siapa perduli dengan kesehatan mu!' batin Karina kesal.
Karina langsung menghela nafas cepat dan langsung berjalan ke arah sofa. Dia menarik Randy agar pria itu berdiri dan mendorongnya menuju ke arah pintu rumah kontrakan yang masih terbuka. Sejak Randy datang tadi, Karina memang tidak menutupnya.
"Hei, apa yang kamu lakukan? kalau kamu membuat keributan begini. Para tetangga mu akan datang, apa yang akan mereka pikirkan laki-laki dan perempuan dalam satu rumah, pada malam hari? mereka akan mengira kita sedang...!" Randy menjeda ucapannya dan menaikkan kedua tangannya di depan wajah Karina. Randy kemudian mempertemukan kedua ujung hari telunjuk nya dan mengetuk keduanya beberapa kali.
Karina langsung melepaskan lengan Randy dan membuka lebar mata serta mulutnya.
"Hah, tidak mungkin!" keluh Karina lagi.
Randy yang merasa omongannya bisa membuat Karina takut, merapikan jaket yang dia pakai.
"Makanya jangan bikin ribut, kita bisa kan diam-diam saja, tanpa keributan!" ucap Randy sambil mengedipkan sebelah matanya pada Karina.
Karina kembali tersulut ejekan Randy. Dia kembali ingin melayangkan pukulan pada Randy, tapi sudah terlebih dahulu dapat di tahan oleh Randy.
Bahkan Randy sudah memegang kedua pergelangan tangan Karina. Tepat di depan pintu, dari arah belakang Randy, posisi mereka benar-benar terlihat seperti dua orang yang sedang berciuman. Karena Randy menundukkan kepalanya dengan tatapan menggertak pada Karina yang melotot tajam dan tidak takut sama sekali pada Randy.
"Neng Karina!" panggil seseorang yang ternyata adalah Hansip Ucup.
Karina langsung menghentakkan tangannya dan mendorong Randy menjauh.
Tapi sayangnya Randy malah memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat pak hansip jadi salah paham.
Randy sengaja membasahi bibirnya sendiri kemudian mengusap bibirnya itu dengan tangan. Karina yang melihat itu menjadi sangat kesal apalagi ketika dia melihat hansip Ucup yang menatapnya dengan pandangan aneh.
Karina langsung melambaikan tangannya di depan hansip Ucup dengan cepat beberapa kali.
"Pak Ucup, tidak seperti itu. Dia bukan pacar saya, kami juga tidak berci...!"
Tapi belum selesai Karina menjelaskan pada hansip Ucup. Randy sudah menutup mulut Karina dengan tangannya dengan posisi merangkulnya.
"Maaf pak hansip, pacar ku ini memang sedang merajuk. Jadi aku terpaksa datang dan membujuknya. Aku janji tidak akan melakukan nya di luar lagi, hanya akan di dalam rumah. Dan hanya di siang hari!" ucap Randy yang membuat Karina makin kesal karena wajah Hansip Ucup sepertinya menunjukkan kalau dia semakin salah paham pada Karina.
"Baiklah, jangan kebablasan ya neng Karina. Ingat neng Karina ini kan anak perantauan, kalau terjadi apa-apa kasihan keluarga neng Karina di kampung!" ucap hansip Ucup yang memang sudah salah paham menganggap Karina tak jauh beda dengan wanita-wanita lain pada umumnya yang kelakuan nya semakin lama semakin ikut perkembangan jaman dan semakin bebas tidak terkendali.
"Dan kamu tuan, kamu lebih dewasa kan. Seharusnya mengajarkan pada neng Karina mana baik dan buruk bukan sebaliknya. Sudah malam tuan, sebaiknya tuan pulang!" tambah hansip Ucup lagi.
Randy hanya mengangguk paham, dan hansip Ucup pun langsung pergi dari sana. Karina yang sudah kesal sejak tadi mulutnya si bekap dengan tangan Randy langsung menginjak keras kaki Randy.
"Astaga, macan betina!" pekik Randy langsung melepaskan tangannya dari Karina dan mengangkat kaki kanannya yang punggung kakinya di injak kuat oleh Karina.
"Hei, kamu ini macan atau gajah?" tanya Randy yang merasa kalau injakan kaki Karina lumayan menyakiti punggung kaki kanannya.
"Rasakan itu!" pekik Karina yang langsung mendorong Randy menjauh lalu membanting pintu tepat di hadapan Randy.
Randy hanya bisa mendengus kesal, baru kali ini dia menghadapi wanita yang lumayan sulit dia dapatkan. Jika selama ini dengan sedikit bujukan saja para wanita bahkan sudah bertekuk lutut di hadapan nya sangat berbeda dengan Karina. Bagi Karina rayuan Randy sama sekali tidak mempan padanya.
Awal bertemu Karina juga kan Randy merayunya, tapi sama sekali tidak membuat Karina terpesona padanya. Kalau wanita lain yang tidak mempan di rayu dengan kata-kata, Randy juga bisa mendapatkan mereka dengan uangnya. Tapi hal itu juga tidak mempan pada Karina. Semua hadiah yang pernah Randy berikan padanya bahkan di buang begitu saja di depan Randy.
Karena itu Randy malah semakin termotivasi untuk menaklukkan Karina. Karena sebelum ini dia tidak pernah di tolak oleh seorang wanita. Dan Karina, wanita itu malah berkali-kali menolaknya. Tidak mempan dengan bujukan, Randy bahkan menggunakan gertakan. Berbagai cara sudah dia lakukan untuk membuat Karina putus asa dan menyerah. Tapi Karina tak juga melakukan itu.
Randy mengusap kepalanya gusar.
"Hei macan betina, kali ini aku akan pergi. Tapi jangan harap aku akan menyerah!" seru Randy dengan suara yang keras agar Karina mendengarnya.
Dan benar saja, Karina memang masih berdiri di belakang pintu.
'Ya Tuhan, aku hanya ingin bekerja dan mencari uang dengan tenang. Kenapa engkau munculkan dia untuk mengganggu hidup ku yang tenang dan damai ini ya Tuhan!' keluh Karina yang semakin lama juga semakin tidak tahan dengan kelakuan Randy yang semakin membuat semua orang salah paham padanya.
***
Bersambung...