
Karina masih diam, menikah dengan Randy? bagaimana mungkin. Bukankah dia adalah orang yang telah membuat Karina kehilangan pekerjaan, di fitnah dan harus menanggung trauma akibat di perlakukan tidak pantas oleh Randy. Karina kembali menggelengkan kepalanya, dia masih berharap akan adanya keajaiban lain.
Begitu melihat Karina menggeleng, Randy tahu kalau wanita di depannya menolaknya. Randy hanya angkat bahunya sekali dan berbalik memunggungi Karina.
Melihat pria yang ada di depan Karina memunggunginya, Oji dengan cepat menghampiri Karina dan menarik lengan Karina.
Karina pun tidak bisa melawan karena kedua tangannya masih terikat ke belakang.
"Lepaskan!" teriak Karina.
Mendengar teriakan Karina, Randy langsung berbalik.
Dugh
Randy menendang Oji hingga pria itu terpental ke belakang karena tidak siap. Oji hanya fokus pada Karina hingga dia tidak menyadari serangan dari Randy.
"Berani kalian menyentuhnya! akan ku p4tahkan tangan kalian kalian!" bentak Randy yang langsung menatap tajam ke arah Oji dan dua orang penjahat lainnya.
Mata Karina sudah berlinangan air mata, dia sangat takut Randy benar-benar meninggalkannya. Baru kali ini dia merasa takut Randy akan meninggalkannya, biasanya dia malah ingin Randy pergi. Tapi kali ini tidak.
Mendengar perkataan Randy Karina melihat ke arah pria itu, yang biasanya sangat tidak sopan padanya. Mendengarnya marah saat pada penjahat itu menyentuhnya Karina merasa kalau mungkin di balik sikap Randy yang semaunya dan tidak tahu malu itu masih ada sosok Randy yang baik hati dan mau menolong orang yang tertindas.
Randy langsung mendekati Karina dan menuntunnya bergerak ke belakang Randy. Dan melihat Randy seperti melindungi Karina, Cecep dan juga Madun langsung maju ke depan, bersiap menghadapi Randy.
"Tuan, anda sepertinya orang kaya. Akan sayang sekali jika wajah anda nanti babak belur. Sebaiknya anda serahkan wanita itu dan kami tidak akan membuat wajah anda babak belur!" seru Cecep yang berusaha menggertak Randy.
Oji yang tadi terpental pun bangun.
"Jangan banyak bicara Cep, hajar!" teriaknya sambil langsung menyerang Randy karena merasa kesal tadi Randy sudah menendangnya.
Oji berusaha melayangkan sebuah pukulan dengan tangan terkepal ke arah kepala Randy, tapi meskipun dalam keadaan setengah mabuk Randy dapat menghindari pukulan yang mengarah ke kepalanya. Bahkan Randy dengan cepat mendaratkan tinjunya di perut Oji.
Bugh
Mendapatkan tinju yang kuat dari Randy, Oji kembali terpental jatuh dan kali ini dia terjatuh di depan Cecep dan juga Madun.
"Hei, kenapa masih diam. Bantu aku!" teriak Oji yang kesal kedua temannya masih diam saja.
Madun dan Cecep saling pandang kemudian mengangguk. Lalu mereka bersama maju, dengan Cecep yang sudah bersiap menendang dan Madun yang bersiap melayangkan sebuah pukulan pada Randy.
Tapi dengan sigap meskipun di serang dua orang sekaligus, Randy berhasil menangkis keduanya. Kaki kiri Cecep di tangkap oleh tangan kanan Randy dan tangan kanan Madun di tangkis oleh tangan kiri Randy. Lalu dengan cepat dan kuat Randy mendorong keduanya. Setelah terdorong, Randy menendang keduanya dengan sangat cepat dan kuat. Keduanya juga langsung jatuh terjungkal ke tanah.
Oji yang semakin kesal lalu mengajak keduanya untuk menyerang bersama. Tapi tetap saja, meski mereka bertiga main keroy0kan, Randy yang sangat pandai dalam ilmu bela diri tidak kalah dari ketiganya. Randy bahkan sudah membuat mereka kembali tersungkur ke tanah dengan wajah lebam serta tangan dan kaki yang sudah terasa sangat nyeri saat mereka bertiga gerakan.
"Sebaiknya kita pergi, orang ini sulit di kalahkan!" bisik Madun.
Tapi Oji yang memang sudah gelap m4ta karena kesal tidak bisa melanjutkan niatnya pada Karina, mencabut sebuah pis4u lipat yang dia simpan lalu berdiri dan mengarahkannya pada Randy yang sedang berusaha membuka ikatan tangan Karina.
Jleb
Begitu pis4u tertancap di punggung sebelah kiri Randy, Randy langsung berbalik dan berusaha mencengkeram leher Oji.
"Dasar sampahhh!" teriak Randy yang langsung menendang perut Oji dengan lututnya.
Tendangan Randy membuat badan Oji seperti terbang sekilas lalu tersungkur ke tanah.
Karina yang melihat pis4u yang masih tertancap di punggung Randy menjadi sangat histeris.
"Tuan, tuan itu ada pis4u di belakang punggung tuan... tolong... tolong...!" teriak Karina yang histeris.
Cecep dan Madun berusaha membawa Oji yang sudah tidak sadarkan diri, tapi mereka terlambat. Rombongan Joseph sudah sampai disana dan segera menghentikan mereka. Sementara'Joseph langsung keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah sumber suara yang berteriak-teriak yang dia yakin itu adalah suara Karina.
Saat Joseph tiba disana, Karina sudah menangis terisak memeluk Randy yang hampir tak sadarkan diri dengan pis4u yang masih tertancap di punggung dan d4rah yang terus mengalir di punggungnya.
Melihat kedatangan Joseph, Karina langsung berkata dengan suara parau.
"Tuan Joseph, cepat tolong tuan Randy. Dia terluka karena menolongku!" lirih Karina sambil terisak dan tak melepaskan tubuh Randy meskipun dia terhuyung-huyung. Karena jika Karina melepaskan Randy, maka Randy akan jatuh dan pasti akan semakin terluka lagi.
Joseph dengan cepat langsung mencabut pis4u yang men4ncap di punggung Randy. Kemudian melepaskan jas Randy, lalu dasi Randy juga di lepaskan untuk mengikat sapu tangan yang sudah dia gunakan untuk menyump4l luka Randy agar d4rah yang keluar tidak terlalu banyak.
"Nina Karina, kita ke rumah sakit!" seru Joseph yang langsung menggotong Randy ke mobil.
Karina mengangguk dan mengikuti Joseph masuk ke dalam mobil. Karina juga duduk di kursi penumpang bagian belakang, dia menekan sapu tangan yang di gunakan Joseph untuk menahan agar tidak banyak dar4h Randy yang keluar dari luka tusukan itu, Joseph yang menyarankan demikian.
Melihat Karina yang begitu ketakutan, Joseph pun merasa sangat bersalah. Pasti para penjahat itu sudah berlaku kasar pada Karina. Dan Joseph pun kembali melirik ke arah Randy.
'Tuan bertahanlah, aku tahu tuan sebenarnya baik. Hanya butuh seseorang yang bisa membuat tuan kembali pada tuan yang dulu!' batin Joseph yang lalu melirik ke arah Karina yang wajahnya sangat panik dan ketakutan.
Setelah sampai di rumah sakit, Randy segera di bawa ke ruang UGD dan Karina juga di periksa oleh dokter. Setelah memastikan Karina baik-baik saja, Joseph pun memberi laporan pada Dave.
"Karina bagaimana?" tanya Dave memastikan.
"Nona Karina tidak apa-apa tuan, tapi orang yang menyelamatkannya sebelum kami datang yang terluka, salah seorang penjahat itu menusuknya di punggung!" jawab Joseph menjelaskan.
"Siapa yang menyelamatkan Karina?" tanya Dave.
"Tuan Randy!" jawab Joseph cepat.
"Randy?" tanya Dave seperti tak percaya.
***
Bersambung...