Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 36


Dave menghabiskan waktu cuti terakhir nya bersama dengan Sila. Mereka berdua mengelilingi danau dengan perahu, setelah itu mereka makan siang bersama, setelah lewat tengah hari mereka kembali ke villa. Tapi semua kejutan Dave belum berakhir, di villa Joseph sudah menyiapkan pesta barbeque dan juga jagung bakar di halaman belakang villa. Setelah bersih-bersih sore harinya Dave dan Sila ke taman belakang itu.


"Tuan, kemana tuan Joseph? apa dia tidak mau bergabung...!"


Belum selesai Sila dengan pertanyaan nya, Dave memeluk pinggang Sila dari belakang. Sila yang belum terbiasa langsung terdiam kaku seperti patung.


"Ini akan jadi makan malam spesial kita berdua, tidak akan ada orang lain yang bergabung!" ucap Dave.


Sila hanya diam, dia sedang berusaha menetralkan debaran jantungnya yang tidak karuan. Dave yang tahu istrinya gugup lalu melepaskan pelukannya dari Sila. Dia mendekati alat panggang yang sudah di siapkan oleh Joseph.


"Dan lagi, kenapa cemas? ada chef profesional disini!" seru Dave sambil mengangkat sekali kerah baju yang dia pakai.


Sila tersenyum melihat itu, dan Dave sangat menyukai senyuman Sila itu. Mereka berdua bekerja sama menyiapkan makan malam. Sila yang menyiapkan bumbu dan membumbui daging serta semua bahan yang ada. Dan Dave yang memanggangnya.


Sekitar satu jam semua makanan sudah siap di atas meja. Dave terlihat sangat lelah, dia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


"Huh, ternyata menjadi chef itu tidak mudah ya!" keluhnya.


Namun Sila lagi-lagi di buat terkekeh atas keluhan Dave itu.


Dave melihat ke arah Sila yang sedang menyiapkan makanan untuknya.


"Ini tuan!" ucap Sila.


"Tangan ku pegal Sila...!"


Belum selesai Dave bicara, Sila mendekat ke arah Dave lalu duduk di pangkuan suaminya itu. Sila tahu usaha Dave untuk menyiapkan makan malam harus di hargai. Dan Sila mulai paham, apa yang di sukai Dave.


Sementara Dave mengangkat ujung bibirnya ketika Sila duduk di pangkuannya. Dia juga tidak menyangka Sila akan melakukan itu, tapi dia sangat senang. Dia pikir Sila hanya akan menyuapinya, tapi dia tidak menyangka kalau Sila juga akan duduk di pangkuannya.


Sila mulai menusuk sebuah daging yang sudah dia potong kecil.


"Buka mulut mu tuan..!" ucap Sila pelan sambil mengarahkan garpu yang ujungnya sudah ada potongan daging kecil.


Dave melakukan perintah Sila, dia membuka mulutnya. Padahal selama ini tidak ada yang pernah memberikan perintah padanya selain ibunya. Makan malam begitu hangat dan menyenangkan telah di lewati Dave dan Sila.


Dave memutuskan untuk menyudahi makan malam mereka meskipun makanan nya masih banyak. Dave mengajak Sila ke kamar mereka. Tanpa menunggu Dave yang menyerang Sila.


Selama satu jam lebih seperti biasanya, Sila dibuat tak berdaya. Saat Sila akan bangun untuk membersihkan dirinya, Dave menahannya dan memeluk istrinya itu sambil berbaring.


"Besok kita akan kembali ke kota Sila, ada yang ingin aku katakan padamu!" ucap Dave dan Sila hanya diam mendengarkan.


Dave makin mengeratkan pelukannya pada wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Sila merasa kalau apa yang ingin dikatakan oleh Dave mungkin saja hal yang sangat penting karena pelukan Dave seperti orang yang takut kehilangan. Sila memberanikan dirinya untuk mengangkat tangannya dan memegang tangan Dave yang sedang memeluknya karena Dave tak kunjung bicara.


"Katakan saja tuan!" ucapnya pelan.


Dave lalu mengecup puncak kepala Sila.


"Apa kamu akan marah, kalau aku katakan kita harus menyembunyikan pernikahan kita ini?" tanya Dave.


Deg


Sila benar-benar terkejut, tangannya bahkan terlepas dengan sendirinya dari tangan Dave. Dave yang tahu reaksi Sila itu langsung mendekap istrinya itu lebih erat.


'Apa yang aku harapkan, aku hanya seorang janda dengan satu anak. Dan tuan Dave, dia punya segalanya, dia terpandang, kaya dan... !' Sila bahkan menghentikan kata dalam hatinya dan memejamkan matanya mencoba menahan setiap kesedihan yang sedang dia rasakan.


"Sila apapun yang kamu pikirkan itu tidak benar, aku sungguh menyukaimu bahkan sangat menyukaimu. Tapi aku sudah bicarakan dengan pengacara ku, kalau semua orang tahu kamu sudah menikah dengan ku maka semua tuduhan mantan suami mu di pengadilan itu akan terbukti benar, dan kamu tidak akan bisa mendapatkan hak asuh Mika! jadi dia menyarankan agar kita menyembunyikan dulu pernikahan kita sampai hak asuh Mika jatuh padamu!" jelas Dave panjang lebar.


Meski apa yang dikatakan Dave itu tidak sepenuhnya benar, tapi itu jika tidak sepenuhnya salah. Dave memang harus melakukan ini untuk melindungi Sila dari ibunya dan juga dua wanita rubah bernama Aline dan Luna itu.


Sila terdiam, lalu kenapa kalau hal itu akan mempersulit mendapatkan hak asuh Mika. Dave malah menikahinya.


"Tapi tuan, jika tuan sudah tahu kalau hal ini akan membuat ku sulit mendapatkan hak asuh Mika, kenapa tuan malah menikahi ku secepat ini?" tanya Sila gugup.


Mendengar pertanyaan Sila, Dave langung bangun dan memposisikan dirinya duduk. Dia juga meminta Sila bangun dan duduk menghadap ke arahnya.


Dave menggenggam kedua tangan Sila.


"Karena aku menyukai mu, sejak pertama kali aku bertemu dengan mu aku sudah menyukai mu!" ucap Dave membuat wajah Sila merona.


Sila masih terdiam, semuanya juga sudah terjadi. Dan sekarang dia hanya bisa mendengarkan Dave dan menuruti nya.


"Mulai besok kamu akan bekerja sebagai sekertaris pribadi ku!" ucap Dave yang langsung membuat Sila mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Dave.


"Sekertaris tuan? tapi aku tidak punya pengalaman menjadi sekertaris...!"


Belum selesai Sila berkata, Dave sudah meletakkan jari telunjuk nya di depan bibir Sila.


"Kamu adalah istriku, meskipun hanya aku, kamu dan Joseph yang tahu tapi kamu adalah istriku, dan tugasmu hanya terus berada di sisiku, dan menyiapkan semua keperluan pribadi ku! bagaimana?" tanya Dave.


'Memangnya aku bisa menolak?' tanya Sila dalam hati.


Sila mengangguk paham.


"Dan untuk hak asuh atas Mika?" tanya Sila pelan.


"Kemarin Toni, pengacaraku itu sudah mengajukan permohonan hak asuh itu ke pengadilan. Tapi kita juga butuh slip gajimu untuk itu, jadi...!


"Aku mengerti tuan, artinya kita harus tunggu bulan depan kan?" tanya Sila sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.


"Tidak apa-apa!" lanjutnya namun matanya sudah berkaca-kaca. Rasa rindunya pada Mika sudah tak dapat dia ungkapkan dengan kata-kata lagi.


Dave langsung menarik Sila ke pelukan nya, dia mengusap punggung Sila beberapa kali.


"Maafkan aku Sila, tapi aku ingin kamu mendapatkan hak asuh Mika dengan cara yang benar!" tutur Dave.


Dave bisa saja menggunakan uangnya untuk mendapatkan hak asuh Mika. Tapi itu akan membuktikan kalau tuduhan perselingkuhan Sila itu benar. Dave tidak mau nama baik Sila semakin tercoreng, dan Mika pasti tidak akan menerimanya sebagai suami baru ibunya kalau seperti itu. Dave ingin pelan-pelan mendekati Mika dan juga membuktikan kalau Sila sama sekali tidak bersalah.


Sila uang mengerti niat baik Dave juga hanya bisa menangis di pelukan suaminya itu.


Keesokan harinya, Dave dan Sila kembali ke kota. Dave mengantarkan Sila ke rumah Karina, awalnya Dave ingin membelikan Sila rumah tapi Sila menolak. Karena Sila pikir itu justru akan membuat orang curiga, darimana Sila punya uang untuk beli rumah.


Sesampainya di depan rumah Karina, Sila yang akan turun dari mobil di tarik oleh Dave.


"Aku akan sangat merindukan mu!" ucap Dave yang membuat Sila terkekeh pelan.


"Tuan, satu jam lagi aku akan sampai di kantor tuan!" ucap Sila.


Ternyata diam-diam Joseph bahkan menahan tawa mendengar percakapan dua orang di belakang nya itu. Supir Dave sampai tercengang melihat Joseph yang berwajah garang menahan tawa seperti itu.


Dave masih enggan melepaskan tangan Sila.


"Sayang sekali kalau kamu juga harus pakai sarung tangan, aku tidak bisa menyentuh mu!" keluh Dave.


Dan hal itu membuat Sila terkekeh pelan lagi.


'Ya ampun, tuan benar-benar seperti anak kecil kalau seperti ini!' pikir Sila.


"Jadi bagaimana?" tanya Sila.


"Cium aku!" seru Dave membuat Sila mengernyitkan keningnya.


Sila merasa kalau apa yang baru saja Dave ucapkan itu tidak nyambung sama sekali dengan pertanyaan yang dia lontarkan barusan.


"Tuan, apa hubungannya pertanyaan ku dengan perintah tuan barusan?" tanya Sila.


"Tidak ada, aku hanya ingin mencium mu!" ucap Dave yang langsung menyambar bibir merah Sila membuat Sila tersipu karena ada Joseph dan juga supir di dalam mobil.


Setelah puas, Dave pun melepaskan Sila.


"Jangan terlambat ya, terlambat satu menit kamu harus menciumku satu kali, begitu seterusnya!" ucap Dave yang membuat Sila langsung keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke rumah kontrakan Karina.


'Tuan benar-benar Bucin!' batin Joseph.


***


Bersambung...