Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 163


Mendengar apa yang dikatakan oleh Sila, Dave tentu saja mulai berpikir. Hubungan Shafa dan Vincent memang selama ini tidak baik, tapi pernikahan itu mereka secara bersama-sama menyetujuinya.


Ayahnya, Rizal bahkan bertanya dua kali pada Shafa saat acara lamaran itu. Dan Shafa bilang setuju. Sebenarnya ada apa dengan adiknya itu. Dave mulai berpikir lebih keras.


Dave juga ingat kalau Shafa juga tidak punya kekasih setelah lulus kuliah dan kebetulan saat kuliah dia magang di perusahaan ayah Vincent. Dave juga dapat melihat rasa suka Vincent pada Shafa, tapi memang Shafa tidak terlihat perduli pada Vincent. Namun Dave mengira seiring waktu Shafa akan berubah pikiran.


"Ada apa dengan mereka? kenapa Shafa dan Vincent membuat perjanjian pernikahan?" tanya Dave sambil bergumam.


Sila yang memang memikirkan sesuatu di kepalanya langsung berbalik dan berkata.


"Mas, atau mungkin Shafa punya hutang budi pada Vincent?" tanya Sila yang mengutarakan apa yang dia pikirkan.


Tapi fokus Dave tidak pada apa yang di katakan oleh istrinya. Melainkan pada pemandangan indah yang ada di depannya. Jakun Dave sudah naik turun, melihat tubuh polos Sila karena saat istrinya itu berbalik selimut yang tadi menutupi tubuh polosnya melor0t.


"Sayang, apa kamu sedang menggodaku?" tanya Dave dengan tatapan tak lepas dari dua benda kesukaannya yang seperti memanggilnya dan berkata 'Ayo sentuh aku, sentuh aku!'


Sila yang baru menyadari hal itu, langsung menutup dadanya dengan selimut lagi.


"Ya ampun mas, kenapa pikiran mu selalu mengarah ke hal itu terus!" protes Sila yang bahkan tadi malam juga sudah si buat tak berdaya oleh Dave.


Dave terkekeh, dia juga tidak mengerti kenapa setiap berada di samping Sila dan hanya berdua saja, pikirannya selalu tak jauh-jauh tentang hal itu saja.


"Bukan salahku, istriku memang sangat menggoda!" ucap Dave yang akan kembali memeluk Sila.


Tapi Sila langsung turun dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi. Dave terkekeh melihat istrinya kabur. Kalau Sila tidak kabur, Dave pasti akan memakannya lagi.


Setelah berhenti terkekeh, Dave pun kembali berpikir. Dia merasa harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga adiknya itu. Bukan ingin ikut campur dalam rumah tangganya, tapi masalah perjanjian pernikahan itu, Dave penasaran sekali apa alasan adiknya itu melakukan semua itu.


Dave pun meraih celana yang ada di bawah tempat tidurnya. Kemudian dia memakai nya. Setelah itu Dave meraih ponselnya yang ada di atas meja dan menghubungi Joseph.


Sementara itu di perusahaan Hendrawan Grup, Joseph yang sedang sibuk memeriksa dokumen di ruangannya bersama dengan Anita mendengar ponselnya berdering. Dengan cepat Joseph menerima panggilan telepon itu karena yang menghubunginya adalah Dave. Bosnya.


"Iya tuan!" jawab Joseph dengan cepat.


"Bagaimana perusahaan?" tanya Dave.


"Semua berjalan lancar tuan, jam 1 nanti CEO perusahaan T dan lima orang dewan direksi membuat janji temu. Apakah tuan akan menemui mereka?" tanya Joseph.


"Tidak Jo, kamu suruh Anita jadwalkan ulang saja ketika mereka datang. Aku ingin mereka kesal pada Hadi Tama. Pria bren9sek itu harus membayar sedikit demi sedikit rasa sakit dan kepedihan yang dulu di rasakan Sila karenanya. Sedikit demi sedikit akan lebih menyakitkan!" ucap Dave geram.


"Baik tuan, aku mengerti!" jawab Joseph.


"Jo, satu hal lagi. Mulai sekarang kamu tidak perlu antar jemput Karina lagi. Randy akan melakukan nya. Sekarang tugasmu adalah mengawasi Shafa ..!"


Deg


Joseph langsung gugup ketika mendengar Dave menugaskan dirinya untuk mengawasi Shafa. Joseph bahkan menjatuhkan pulpen yang dia pegang ke lantai.


Anita yang mendengar suara benda jatuh langsung melihat ke arah Joseph.


'Ada apa dengan tuan Joseph. Sepertinya dia sangat terkejut?' tanya Anita dalam hati.


"Baik tuan!" meski gugup tapi Joseph yang biasa sangat profesional dengan ekspresi wajah maupun suaranya bisa mengendalikan ucapannya agar terdengar tetap datar.


"Awasi juga Vincent. Aku mendengar dari Sila, kalau mereka punya perjanjian pernikahan. Selidiki semua itu Jo. Dan laporkan padaku secepatnya!" perintah Dave tegas.


"Baik tuan!" jawab Joseph.


'Perjanjian pernikahan?' tanya Joseph dalam hatinya.


'Apa nona Shafa memang serius dengan ucapannya, apa saat dia bertanya padaku di malam tuan Vincent melamarnya itu, dia memang serius dengan semua perkataannya?' batin Joseph gusar.


Sementara itu Anita yang sudah penasaran dari tadi dengan apa yang dikatakan oleh Dave hingga membuat Joseph begitu terkejut pun. Memutuskan untuk bertanya pada Joseph setelah dia mengakhiri panggilan telepon.


"Tuan Joseph!" panggil Anita.


Anita bahkan menaikkan kedua alisnya ketika Joseph tak merespon dan malah hanya melihat ke arah layar ponselnya.


"Tidak biasanya tuan Joseph tidak fokus seperti ini, aku makin penasaran!" gumam Anita pelan.


"Tuan Joseph, hei... tuan Joseph!" panggil Anita lagi.


Tapi masih sama, Joseph tidak meresponnya. Kali ini Anita memanggil Joseph sambil mengetuk meja kerjanya dengan kotak tissue.


Tuk... tuk...


"Tuan Joseph...!"


Joseph terkejut dan langsung menoleh ke arah Anita.


"Ada apa Anita?" tanya Joseph datar.


"Apa semua baik-baik saja tuan, aku sudah memanggilmu tiga kali?" tanya Anita sedikit khawatir kalau ada hal yang tidak baik tentang Dave atau perusahaan.


"Anita, saat CEO perusahaan T datang jam 1 nanti. Katakan pada mereka kalau tuan Dave menjadwalkan ulang meeting. Kapan tepatnya tuan Dave akan pikirkan dulu. Katakan pada mereka persis seperti itu!" ucap Joseph yang langsung beranjak dari kursinya.


Anita pun mengangguk paham.


"Satu lagi, katakan pada Karina. Aku tidak akan lagi mengantar jemput dia, usahakan dia menunggu tuan Randy menjemputnya!" ucap Joseph sambil berjalan ke arah pintu.


Anita lagi-lagi mengangguk paham.


"Aku ada tugas lain dari tuan Dave, kamu yang bertanggung jawab selama tuan dan aku tidak di perusahaan!" ucap Joseph yang langsung keluar dari ruang sekertaris pribadi.


Anita baru akan membuka mulutnya, tapi Joseph sudah pergi.


"Hah, perusahaan sebesar ini jadi tanggung jawab ku, hah... aku tidak percaya ini!" gumam Anita mendramatisir.


Sementara itu Joseph yang sudah melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan terus memikirkan semua hal tentang Shafa. Sejak kejadian di dalam mobil di pinggir jalan itu, Joseph benar-benar di buat terusik oleh Shafa.


Joseph sudah meminta anak buahnya yang dekat dengan perusahaan Vincent untuk mengawasi Vincent. Dan anak buahnya itu memberi laporan Vincent telah pergi dari perusahaan nya, Joseph meminta anak buahnya itu mengikutinya. Dan ternyata Vincent baru saja melakukan sebuah trans4ksi di pemukiman para preman di dekat pasar.


Setelah mendengar apa yang di laporkan anak buahnya Joseph sangat terkejut.


"Untuk apa dia ke tempat seperti itu?" tanya Joseph bergumam.


Joseph lalu menghubungi anak buahnya itu lagi, dan minta anak buahnya menangkap orang yang telah melakukan trans4ksi dengan Vincent.


***


Bersambung...