Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 270


Hari ini Oman benar-benar terlihat sangat sibuk. Pagi tadi dia harus mengantarkan Dave ke kantor dan setelah itu dia mengantarkan Sila dan Mika ke salon. Setelah itu pun, dia harus mengantarkan surat dari nona kecilnya ke penjara.


Saat sedang menunggu Hadi di ruang besuk tahanan. Oman pun menyeka keringat nya dan berkata.


"Aku benar-benar berharap Joseph lekas sembuh. Ternyata memang tidak mudah jadi dia dan mengerjakan semua ini dengan teratur, pantas saja gajinya lebih besar dariku!" gumam Oman.


Tak lama kemudian Hadi masuk ke ruang besuk tahanan itu. Dia sempat menoleh ke kanan dan ke kiri. Karena dia tidak ingat pada Oman kalau Joseph dia ingat tapi karena memang jarang melihat Oman bersama Dave, Hadi tidak begitu mengenalinya.


Begitu melihat Hadi, Oman langsung berdiri dan memanggilnya sambil melambaikan tangan pada Hadi.


"Tuan Hadi Tama!" panggil Oman.


Hadi pun berjalan mendekati Oman dan menjabat tangannya.


"Saya Oman tuan Hadi, pengawal pribadi nyonya Sila dan nona kecil!" ucap Oman menjelaskan siapa dirinya.


Hadi pun sedikit terkejut, tapi kemudian dia hanya bisa menghela nafasnya panjang.


'Sila memang lebih beruntung bersama tuan davey, tuan Dave sangat mencintainya. Bahkan memfasilitasi Sila dan Mika dengan pengawal pribadi. Maafkan papa Mika, papa sudah sangat mengecewakan mu!' batin Hadi yang lagi-lagi menyesali semua perbuatan yang sudah dia lakukan pada Sila dan Mika.


"Silahkan duduk tuan Hadi!" ucap Oman yang melihat Hadi sejak tadi hanya berdiri dan malah melamun.


Mendengar suara Oman, Hadi langsung mengangguk paham dan duduk di depan Oman.


"Bagaimana kabar tuan Hadi? Nona kecil sangat rindu pada tuan. Nona kecil meminta tuan Dave memberikan surat ini pada tuan Hadi. Tapi tuan Dave sedang ada meeting penting. Maka itu saya yang membawakan surat ini kemari!" jelas Oman lalu mengeluarkan surat Mika dari saku jasnya.


"Ini tuan, ini dari nona kecil. Saya juga bawakan kertas dan pulpen. Agar tuan Hadi bisa membalas surat untuk nona kecil!" ucap Oman seraya memberikan surat dari Mika juga secarik kertas putih dan sebuah pulpen pada Hadi.


Hadi mengangkat tangannya, meraih surat dari Mika itu dengan gemetaran. Matanya juga sudah berkaca-kaca. Hatinya juga merasa sangat sedih. Perlahan Hadi membuka surat yang banyak sekali stiker-stiker warna warni itu.


Air mata Hadi bahkan sudah menetes ketika membaca kata pertama yang Mika tulis.


*Papa


Itulah kata pertama yang Mika tulis. Tulisannya agak berantakan, tapi Hadi tahu Mika sudah sangat berusaha untuk menuliskan kata-kata itu untuknya.


Begitu membaca kata berikutnya, Hadi benar-benar sudah tidak bisa menahan tangisnya. Surat itu berisi ungkapan hati Mika yang sangat merindukan sang papa. Mika juga menceritakan kalau dia sudah bisa membaca, dan meminta Hadi membalas suratnya karena dia sudah pasti bisa membacanya.


Hadi tertunduk sedih, dia menangis sambil memeluk surat dari Mika Hadi menunduk hingga kepalanya menyentuh meja yang ada di depannya.


Oman yang melihat Hadi seperti itu juga merasa sedih, dia begitu terharu terhadap kasih sayang ayah dan anak itu. Oman memang tidak terlalu respect pada Hadi, karena bagaimanapun dia yang mencari tahu semua bukti perselingkuhan Hadi Tama dan bukti saat Hadi Tama menjebak Sila. Karena itu dia memang sangat tidak menyukai Hadi Tama. Tapi dia tetap profesional dengan tetap bersikap baik dan ramah pada Hadi demi nama baik Dave dan Sila.


Tapi lepas dari semua itu, Oman bisa melihat betapa Hadi juga memperjuangkan Mika untuk tetap di sisinya kala perseteruan antara Hadi dan Sila itu terjadi. Jadi Oman tidak memungkiri kalau Hadi Tama memang tulus menyayangi Mika, nona kecilnya.


"Tuan Hadi, saya mohon maaf. Tapi bisakah anda menuliskan surat balasan untuk Mika sekarang. Karena waktu besuk tinggal sebentar lagi!" ujar Oman.


Hadi langsung mengangkat kepalanya, dia menyeka air matanya dengan lengan bajunya.


"Tuan, ini saya ada sapu tangan!" Oman mencoba menawarkan sapu tangannya pada Hadi.


"Tidak usah Oman, sebentar!" jawab Hadi yang langsung meraih pulpen di depannya.


Hadi langsung menuliskan surat balasan untuk Mika. Dia mengatakan kalau dia juga sangat merindukan nya. Lalu Hadi melihat ke arah Oman.


"Oh ya, apa yang tuan Dave dan Sila katakan pada Mika. Apa mereka bilang aku di penjara?" tanya Hadi.


Hadi mengatakan itu agar dia bisa memastikan alasannya tidak bisa bertemu Mika sama dengan alasan yang dikatakan Dave juga Sila.


Oman menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak tuan Hadi. Bos dan nyonya mengatakan anda sedang sekolah di tempat yang jauh. Dimana tidak boleh ada ibu hamil dan anak-anak yang datang ke tempat itu!" jelas Oman.


Hadi sedikit menarik senyumnya. Ternyata meskipun apa yang sudah dia lakukan dulu sangat menyakiti Sila. Tapi Sila tetap menjaga nama baiknya di depan Mika.


Hadi lalu lanjut menulis surat balasannya. Dia juga mengatakan kalau Mika harus menurut pada mama dan...


"Mika panggil tuan Dave dengan sebutan apa?" tanya Hadi lagi.


"Daddy, tuan Hadi!" jawab Oman cepat.


Hadi langsung mengangguk paham. Dia kemudian melanjutkan tulisannya. Menuliskan kalau Mika harus menurut pada mama dan juga Daddy. Juga harus menyayangi adik kecil nanti. Harus jadi anak baik dan Hadi juga menulis kalau dia selalu berharap kebahagiaan untuk Mika dan juga Sila.


*Papa sayang sekali sama Mika.


Itu adalah kalimat terakhir dalam surat balasan Hadi untuk Mika. Tak lama setelah surat itu selesai dan Hadi memberikannya pada Oman. Petugas penjara sudah memperingatkan kalau waktu besuk sudah habis.


Hadi pun mengulurkan tangannya pada Oman. Dan Oman menyambut uluran tangan Hadi itu, menjabat tangannya dengan ramah.


"Terimakasih banyak Oman, sampaikan terimakasih ku juga pada Sila dan tuan Dave!" ucap Hadi.


Oman langsung mengangguk paham. Dia lalu melepaskan tangan Hadi. Dan Hadi pun di bawa kembali ke ruang tahanan.


Oman juga langsung keluar dari ruang besuk tahanan lalu menyimpan surat dari Hadi yang sudah di periksa oleh petugas.


Oman menghela nafasnya panjang.


"Wah, sepertinya aku akan sering keluar masuk penjara ini!" gumamnya.


Oman berkata seperti itu, karena pasti dia yang akan terus mengirimkan surat dari Mika pada Hadi dan juga sebaliknya.


"Ya sudah, mau bagaimana lagi. Siapa suruh aku juga sudah menyayangi nona kecil. Jadi aku akan lakukan semua ini demi nona kecil!" gumam Oman yang langsung beranjak dari penjara dan segera menuju ke mobilnya untuk kembali ke salon menjemput Sila dan juga Mika.


***


Bersambung...