Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 203


Setelah menempuh sekitar satu jam perjalanan, mereka pun tiba di dermaga dimana speed boat keluarga Hendrawan ada di sana. Pak Taufik petugas penjaga dermaga segera menghampiri mobil Shafa yang terparkir di area parkir VIP.


"Selamat pagi tuan dan nona Hendrawan!" sapa Pak Taufik.


"Pagi pak, bagaimana kabar mu pagi ini. Speed boat kami sudah di bersihkan kan?" tanya Shafa yang langsung mengandeng tangan Karina mendekat ke arah pak Taufik.


"Sudah nona, setiap hari pun kami membersihkan semua speed boat di sini!" jawab pak Taufik membanggakan pekerjaannya.


Randy dan Joseph masih menurunkan barang-barang mereka di bantu oleh pak Taufik dan seorang anak buahnya. Sementara Shafa mengajak Karina berjalan terlebih dahulu menuju ke dermaga. Untuk berjalan ke sana dari parkiran jaraknya sekitar 400 meter saja.


Namun tanpa di sadari oleh Shafa dan Karina, ternyata seorang wanita dan juga seorang pria tengah memperhatikan mereka dari jauh.


"Bang, itu tuh perempuan yang sudah bikin aku kena pecat dari Hendrawan grup!" ucap Olive.


Wanita berambut keriting yang bertengkar dengan Shafa di perusahaan kemarin. Dia sedang bersama dengan seorang pria yang memakai rompi kulit dan tidak pakai dalam4n, hingga tat0 di seluruh tubuhnya terlihat. Olive lalu menempelkan dadanya di punggung pria bertat0 itu.


"Bang, gara-gara mereka aku di pecat. Abang mau bantu aku kan?" tanya nya manja pada Lukas.


Pria yang bernama Lukas yang sedang duduk di atas motor balap nya itu pun memperhatikan ke arah Shafa dan Karina.


'Cantik, sayang banget kalau di tabrak kan. Lebih baik di ajak senang-senang saja!' batin Lukas.


Melihat sang pacar malah terlihat genit saat memandang Shafa dan Karina. Olive langsung memukul punggung Lukas.


"Ih, Abang malah genit gitu lihatin mereka. Abang gak sayang Olive lagi. Kita putus aja lah!" gertak Olive.


Olive pun mengambil ancang-ancang untuk meninggalkan Lukas. Tapi dengan gesit Lukas menahan tangan Olive.


"Ck... sayang aku hanya bercanda. Baiklah ke atas motor. Kita tabrak mereka!" seru Lukas yang memilih bersenang-senang dengan Olive yang sudah jelas di depan matanya.


Olive pun tersenyum senang, selanjutnya dia naik ke atas motor. Keduanya pun menggunakan helm full face mereka. Dan bersiap menabrak Shafa dan Karina yang akan menyebrang jalan.


Bremmm bremmm


Shafa dan Karina tidak memperhatikan kalau ada sebuah motor besar model motor balap melaju kencang ke arah mereka.


Joseph yang memang sangat jeli langsung melepaskan semua barang yang ada di tangannya dan berlari ke arah Shafa dan Karina.


"Shafa!!! awas!!!" teriak Joseph.


Randy yang mendengar Joseph berteriak pun segera melepaskan semua barang yang ada di tangannya juga dan berlari menyusul Joseph.


Shafa yang terkejut mendengar teriakan Joseph menoleh ke arah sebuah motor yang sudah berjarak sangat dekat yang sedang melaju kencang ke arahnya.


Karina juga sama, namun karena begitu terkejut mereka berdua hanya bisa berteriak dengan kaki dan tangan gemetar tak bisa bergerak.


"Aghkkkk!" teriak Shafa dan Karina


Namun Joseph langsung menarik tangan Shafa dan memeluknya. Juga mendorong Karina ke arah Randy yang menghampiri nya.


Bugh


Bugh


Bremmmm ngueengggg


Joseph jatuh memeluk Shafa di atasnya, dan Randy juga jatuh memeluk Karina yang di dorong oleh Joseph.


Deg deg deg


Jantung Shafa berdetak sangat kencang.


'Dia menyelamatkan aku, dia memilih untuk menarik ku, bukan Karina. Apa itu artinya...?' Shafa bertanya-tanya dalam hatinya.


"Nona, kamu tidak apa-apa kan, ada yang sakit? ada yang terluka?" tanya Joseph panik.


"Pak tua, kamu tadi panggil namaku kan?" tanya Shafa mengingat tadi dia mendengar Joseph memanggil namanya tanpa embel-embel nona di depannya.


Sementara Karina masih memejamkan matanya sangking takutnya tadi. Dia bahkan belum menyadari kalau dirinya telah berada di atas tubuh Randy.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Randy cemas.


Karina membuka matanya perlahan.


"Kamu!" lirih Karina.


"Kamu tidak apa-apa kan, apa ada yang terluka?" tanya Randy lagi.


Karina langsung bangkit dari atas Randy, dengan posisi duduk dia mencoba untuk


menenangkan jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang tak karuan.


Randy langsung memegang tangan Karina. "Kamu gemetaran" ucap Randy yang langsung bangun mengambil air minum untuk Karina.


Satu detik saja Joseph terlambat, mungkin hal yang mengenaskan akan terjadi. Motor balap yang di kendarai Lukas dan Olive langsung melaju kencang meninggalkan area dermaga.


Randy pun menghampiri Joseph setelah memberikan minum pada Karina.


Joseph yang memang sedang meminta pak Taufik mengusut tuntas masalah ini pun bicara agak keras pada petugas dermaga itu.


"Pak Taufik yakin tidak mengenal dua orang itu tadi? mana mungkin? semua yang masuk ke dermaga ini harus punya kartu keanggotaan bukan?" tanya Joseph yang melihat pak Taufik sangat gugup.


'Ya ampun Lukas, kenapa kamu malah memberi paman mu ini masalah. Anak ini benar-benar!' batin pak Taufik yang ketar-ketir. Sebab Lukas adalah keponakan nya. Anak dari adik perempuan nya satu-satunya.


Randy lalu menepuk bahu Joseph.


"Jo sudahlah. Pak Taufik aku harap hal ini tidak terjadi lagi, sengaja atau tidak kedua orang itu. Aku pastikan setelah liburanku berakhir, aku sendiri yang akan mencari mereka!" tegas Randy.


Pak Taufik hanya menundukkan kepalanya.


"Maafkan aku tuan, aku janji hal ini tidak akan terjadi lagi!" jawab pak Taufik sangat merasa bersalah.


Setelah memindahkan semua barang ke dalam speed boat. Dan merasa Shafa dan Karina sudah membaik. Mereka berempat pun segera meninggalkan dermaga.


Angin kencang membuat dress pantai Shafa berkibar ke sana kemari.


"Shafa duduk lah, dress mu terus berkibar ke sana ke sini. Tidak sopan!" pekik Randy.


Shafa malah terkekeh. Dan dia pun langsung duduk di sebelah Joseph yang sedang mengemudikan speed boat.


Sementara Karina sejak tadi hanya diam saja, Shafa bisa lihat kalau Karina sepertinya mabuk laut. Shafa langsung mengambil minyak aromaterapi di tasnya dan memberikan nya pada Randy secara diam-diam. Lalu berbisik pada kakaknya itu.


"Sepertinya kakak ipar mabuk laut, berikan ini padanya. Atau bantu dia mengoleskan ini di tengkuk, dan perutnya!" bisik Shafa lalu kembali mendekati Joseph dan duduk di sebelahnya.


"Pelan sedikit!" bisik Shafa pada Joseph.


Randy langsung memberikan minyak yang di berikan Shafa tadi pada Karina.


"Apa kamu mabuk laut, ini pakai ini akan membantu mu!" ucap Randy.


Karina lalu mengambil minyak itu dan berusaha menggosok ke lehernya namun karena ombak kencang membuat speed boat terus bergoyang, Karina pun kesulitan melakukannya.


Randy yang melihat Karina kesulitan berinisiatif membantunya.


"Aku bantu ya!" ucap Randy pelan.


Tanpa menunggu jawaban Karina, Randy langsung meraih minyak oles itu lalu menyibak rambut Karina ke arah samping. Dengan perlahan, Randy membantu Karina mengoleskan minyak itu. Wajah Karina memerah saat Randy melakukan itu. Shafa yang melirik sekilas ke belakang pun tersenyum senang.


'Yes, ini baru namanya kemajuan!' soraknya dalam hati.


***


Bersambung...