Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 279


Joseph masih diam, Sila sudah kehabisan kesabaran nya. Memang semenjak Sila hamil, apalagi usia kandungannya sudah masuk bukan kelima. Wanita yang bisanya super sabar itu menjadi tidak sabaran, wanita yang biasanya memilih diam tentang apapun yang tidak berkaitan dengannya itu juga mulai sibuk ikut campur masalah jika itu tentang keluarganya. Entah itu bawaan bayi, atau hal lain, Sila bahkan tidak menyadari hal itu.


Karena gemas, Sila pun menatap tajam Joseph.


"Baiklah, sebagai kakak ipar Shafa. Maka aku akan membantu kalian!" ujar Sila.


Tapi Joseph langsung menunjukkan ekspresi tidak setujunya. Dia bahkan langsung melambaikan tangannya ke arah Sila.


"Nyonya muda, itu tidak perlu...!"


"Jo, dengarkan aku. Tidak akan ada kesempatan lagi nanti, jika ibu Davina sudah mengumumkan perjodohan Shafa dan Jimmy di depan umum. Memang apa yang bisa kalian berdua lakukan?" tanya Sila kesal.


Joseph terdiam, dia mulai berpikir kalau apa yang dikatakan oleh Sila itu mungkin benar. Dia tidak akan punya kesempatan lagi selain kali ini. Lagipula setidaknya kalaupun hubungan mereka tidak di restui, Joseph sudah mengungkapkan tentang perasaannya pada Shafa kepada Rizal dan Davina.


Setelah memikirkan semua itu, Joseph pun mengangguk paham dan melihat ke arah Sila.


"Baiklah nyonya, aku setuju anda membantuku. Apa yang harus aku lakukan?" tanya Joseph.


Sila menghela nafasnya lega. Sila sudah memikirkan semua hal ini sejak dia meletakkan gelas minumannya di atas meja tadi.


Sila memang tidak akan langsung mengatakan tentang hubungan Joseph dan Shafa pada Rizal ataupun Davina. Karena itu terlalu riskan, selain karena kapasitasnya hanya menantu, dia juga tidak mau kalau dia mengatakan itu pada Rizal tanpa setahu Dave terlebih dahulu.


Jadi Sila pun mulai mengatakan rencananya pada Joseph.


"Dengarkan aku, semua ini mungkin akan sedikit membuatmu merasakan sakit. Tapi ini lebih baik, ketimbang kamu patah hati nanti kan?" tanya Sila pada Joseph.


Joseph yang sudah mendengar rencana Sila pun menganggukkan kepalanya.


"Baik nyonya muda, satu pukulan saja tidak akan membuatku pingsan!" ucap Joseph.


"Hais, kamu harus siapkan badan untuk banyak pukulan. Aku kenal suami ku. Memukulmu hanya sekali, nana mungkin dia puas!" ucap Sila sambil memegang kepalanya.


Sila baru menyadari kalau dia terlalu berpikir keras untuk rencana ini. Hingga dia merasa kepalanya sedikit pusing.


"Aku akan ajak mas Dave kesini, kamu pastikan bawa Shafa kesini juga dan sudah menciumnya saat aku datang!" ucap Sila.


"Baik nyonya muda!" sahut Joseph.


Setelah mengatakan itu, Sila pun segera menuju ke tempat suaminya berada. Dave sedang ada di pelaminan bersama dengan Mika. Dave sedang melihat Roy membuat video tentang Mika yang berfoto dengan Marlina dan kedua adik Karina juga Diah dan Oman.


Sementara Joseph juga langsung mendekati Shafa yang sedang melihat Randy dan Karina yang masih menari di lantai dansa. Dia hanya berdiri di tepi lantai dansa dan bertepuk tepuk tangan sambil sesekali ikut menyanyikan lagu yang dimainkan oleh para pemain musik sebagai lagi pengiring dansa.


"Ikut aku!" ucap Joseph membuat Shafa tersentak kaget.


"Heh, pak tua. Jangan macam-macam ya. Ini tempat ramai!" sahut Shafa.


"Aku akan katakan ini, dan aku yakin kamu akan langsung mengikuti ku!" ucap Joseph membuat Shafa yang tadinya memalingkan pandangannya dari Joseph kembali melihat ke arah Joseph.


"Ibumu akan mengumumkan perjodohan mu dengan Jimmy, setelah acara dansa ini!" ucap Joseph yang langsung pergi meninggalkan Shafa menuju tempat dimana Joseph dan Sila membuat rencana mereka tadi.


Shafa langsung terkejut, dia bahkan membuka mulutnya lumayan lebar. Beberapa detik kemudian, saat Joseph semakin menjauh darinya. Shafa langsung berdiri dan mengikuti kemana arah Joseph pergi.


Shafa terburu-buru, hingga dia mengangkat kain yang dia pakai sedikit keatas. Sambil terus mengomel.


"Nenek sihir itu benar-benar ya! kemarin pak tua yang di jodohkan. Sekarang aku, kapan dia akan taubat. Ya Tuhan!" gerutu Shafa sambil berjalan cepat menyusul Joseph.


Shafa sudah berada di balik dinding pembatas ruangan tempat acara dan kolam renang. Shafa langsung berdiri di depan Joseph yang sedang berdiri sambil menyandarkan punggungnya disana.


"Itu benar, Shafa. Dan aku rasa sekarang saatnya kita ungkap tentang hubungan kita pada keluarga mu...!"


"Apa kamu sudah tidak waras? ini acara kak Randy, kamu ingin membuat keributan?" tanya Shafa takut.


"Lalu kamu mau aku bagaimana? membiarkan nyonya besar mengumumkan perjodohan mu di depan umum dengan dokter Jimmy begitu?" tanya Joseph dengan mata merah.


Shafa terdiam, dia bahkan sudah berkaca-kaca.


"Bagaimana ini? kenapa ibu selalu punya pikiran seperti itu!" keluh Shafa yang sangat bingung apa yang harus dia lakukan.


Sementara itu Sila yang sejak tadi berusaha mengajak Dave ke tempat yang sudah di tentukan mengalami sedikit kesulitan. Masalahnya putri kecilnya tidak mau membiarkan Dave pergi.


"Memangnya kamu mau ajak aku kemana sayang?" tanya Dave tanpa curiga sedikitpun.


"Kesana mas, aku ingin itu...!" Sila menyatukan kedua hari telunjuknya di depan Dave.


Dave sama sekali tidak curiga, sebab setelah hamil Sila makin besar. Sila memang lebih agresif dan selalu berinisiatif duluan untuk bermesraan dengan Dave.


Tapi baru Dave akan melangkah, Mika malah menarik jas Dave.


"Daddy mau kemana? Mika ikut!" rengek Mika.


Sila pun mengernyitkan keningnya. Masalahnya dia sudah melihat Shafa dan Joseph ke tempat itu. Dia tidak mau sampai Shafa pergi lagi dari sana dan rencana mereka akan gagal.


"Mika sayang, Mika sama mbak Iyah dan Paman Oman dulu ya!" seru Dave.


Oman langsung menaikkan kedua alisnya tinggi.


"Paman?" gumam Oman yang dapat di dengar semua orang di dekatnya.


Lili dan Putri bahkan terkekeh melihat ekspresi Oman. Namun saat Oman menatap ke arah Lili. Lili langsung menutup mulutnya dan membuang muka kearah lain.


"Iya sayang sebentar saja, ya!" tambah Sila.


Mika pun akhirnya menurut karena dibujuk oleh Lili dan Putri juga. Sila langsung menarik tangan Dave ke arah dimana Joseph dan Shafa berada. Dave hanya tersenyum, karena mengira sang istri sudah tidak sabar ingin mencium dirinya. Dengan senang hati, dia membiarkan Sila menarik tangannya ke arah yang sudah di tentukan tadi.


Joseph sudah mendengar langkah kaki ke arah tempatnya dan Shafa berada. Joseph yakin kalau itu adalah Sila yang datang membawa Dave bersamanya.


Maka tanpa ragu dan tanpa meminta ijin pada Shafa, Joseph langsung menarik Shafa dan mencium bibirnya. Shafa terkejut tapi dia juga langsung memejamkan matanya dan membalas ciuman Joseph.


"Joseph!!" teriak Dave kencang setelah melihat apa yang asisten pribadi nya itu lakukan pada adik kandungnya.


Shafa langsung menarik dirinya menjauh dari Joseph. Dengan mata berkaca-kaca Shafa terlihat sangat ketakutan.


Sila langsung mundur, saat Dave melepaskan tangannya dari genggaman Sila dan maju mendekati Joseph.


'Maafkan aku mas, tapi aku tidak tahu cara lain selain cara ini!' batin Sila menyesal karena membuat sang suami marah.


Bughhh


***


Bersambung...