Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 157


Hadi Tama yang masih emosi pada Susan tidak mau bicara atau melihat ke arahnya saat mereka sedang bersama di dalam mobil, Hadi juga akan mengantarkan Susan ke rumah orang tuanya sebab ada yang harus dia sampaikan pada kedua orang tua Susan. Mengenai rencana pernikahan mereka.


Karena perbuatan Susan, Hadi juga harus kembali mempertimbangkan rencana penyelenggaraan pesta resepsi seperti keinginan Susan. Perta yang rencananya akan di gelar secara mewah dan besar-besaran itu mungkin tidak akan jadi terlaksana. Tapi Hadi belum mengatakan nya pada Susan, dia ingin mengatakan langsung pada kedua orang tua Susan.


Melihat jalan yang mereka tuju tidak mengarah ke rumah besar Hadi Tama, Susan pun mengernyitkan keningnya dan bertanya pada Hadi.


"Mas, ini bukan jalan ke rumah mu? kita mau kemana?" tanya Susan yang mulai bingung dengan sikap Hadi.


"Gak usah banyak tanya, tinggal ikut aja!" jawab Hadi ketus.


Susan yang mendapatkan jawaban dingin seperti itu dari Hadi Tama, bahkan sang calon suami dan ayah dari anaknya tak melihat ke arahnya saat bicara padanya. Membuat Susan sedikit bergeming, dia langsung diam dan tak mau membuat Hadi semakin marah.


Beberapa saat kemudian, ketika Susan mengetahui kalau Hadi akan ke rumahnya, Susan sedikit lega. Dia beranggapan kalau mungkin Hadi hanya sedang kesal padanya dan ingin mengantarkan nya pulang ke rumah orang tuanya sementara waktu.


Setibanya di depan rumah orang tua Susan, Hadi langsung menghentikan mobilnya. Dia turun, dan langsung mengajak Susan untuk segera turun.


Susan yang masih menunggu untuk di bukakan pintu mobil seperti biasanya sedikit heran pada sikap Hadi.


'Mas Hadi kenapa Sih?' tanya Susan dalam hati.


Susan malah bingung, padahal sudah jelas Hadi marah adalah karena tindakan nya di restoran tadi. Susan pun turun sendiri dari dalam mobil mengikuti Hadi yang terlebih dahulu masuk ke dalam rumah orang tua Susan.


Begitu Hadi masuk ke dalam rumah orang tua Susan, dia di sambut oleh Mila, Ibu Susan.


"Eh nak Hadi, silahkan duduk?" sapa Mila ramah yang langsung mempersilahkan Hadi untuk duduk.


Sekarang sikap kedua orang tua Susan sangatlah baik pada Hadi. Tidak seperti 7 tahun yang lalu, yang sangat dingin dan merendahkan Hadi.


Hadi langsung duduk, Susan yang baru masuk juga langsung duduk di sebelah Hadi.


"Bu, aku mau bicara dengan ibu dan ayah!" ucap Hadi membuat Mila langsung menatap curiga pada Susan yang duduk di sebelahnya.


Mila sedikit cemas, masalahnya wajah Hadi terlihat sangat serius.


"Oh ya, sebentar. Ibu akan panggil ayah Susan dulu. Susan, buat minum untuk nak Hadi!" ucap Mila.


Susan lalu berdiri dan bertanya pada Hadi.


"Aku buatkan kopi ya mas?" tanya Susan.


"Tidak usah, kamu duduk saja. Aku tidak akan lama!" jawab Hadi masih kesal.


Susan yang mendapatkan jawaban seperti itu jadi mengernyitkan keningnya lagi. Tapi dia langsung duduk karena tak mau membuat Hadi mengulang dua kali apa yang dia barusan ucapkan.


"Nak Hadi, ada apa?" tanya Hilman, ayah Susan yang langsung duduk di depan Hadi.


"Mana minuman nak Hadi, Susan?" tanya Mila dengan nada agak di tekan pada Susan.


"Tidak usah Bu, aku tidak lama!" sela Hadi sebelum Susan membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan sang ibu.


"Begini Bu, yah. Sepertinya pesta resepsi pernikahan ku dan Susan tidak bisa berjalan sesuai dengan rencana...!"


"Mas..!" sela Susan pada apa yang di katakan Hadi.


Tapi ketika Susan menyelanya, Hadi juga segera mengangkat tangannya meminta Susan untuk diam dulu.


"Ini semua juga karena apa yang kamu lakukan tadi! kamu tahukan tuan Dave bilang akan mengambil investasi dari perusahaan sebesar 60 persen. Itu tidak sedikit Susan, bahkan aku sudah memakai sebagian besar dari itu untuk membayar DP semua vendor yang kamu pakai untuk resepsi! jadi aku rasa kita lebih baik mengadakan pesta pernikahan yang sederhana saja!" tegas Hadi Tama membuat wajah ketiga orang yang berada di ruangan yang sama dengannya kecewa.


"Nak Hadi, tapi undangan sudah di sebar sebagian, dan semua vendor itu mereka tidak akan mengembalikan DP jika kita yang membatalkan, apa tidak di pikirkan lagi? tidak mungkin kan nak Hadi tidak punya tabungan atau simpanan?" tanya Mila yang tak mau menanggung malu jika pernikahan mewah Susan harus di batalkan.


Mila sudah terlanjur berko4r-ko4r pada semua tetangganya, kerabat dan semua teman-temannya kalau dia akan segera punya menantu wakil CEO yang kaya raya dan pesta pernikahan Susan akan sangat megah, mewah dan besar-besaran. Tentu saja setelah semua yang dia pamerkan pada kerabatnya itu dia pasti akan malu kalau sampai pestanya yang mewah itu akan batal di adakan.


Hadi mengusap wajahnya kasar setelah mendengar apa yang dikatakan Mila.


"Ibu, kan tahu aku juga baru di promosikan menjadi wakil CEO, gaji pertama ku bahkan sudah habis untuk menuruti semua kemauan anak ibu yang kayaknya ngidam minta ini minta itu semua barang-barang mewah, makan harus di restoran mewah, aku tidak bisa menghabiskan semua uang tabungan ku. Karena Susan juga sedang hamil, akan butuh banyak biaya untuk anak kami ke depannya nanti. Jadi aku harap kalian mengerti, kalau mau menyalahkan seseorang, salahkan saja Susan, dia sudah membuat gara-gara dengan klien yang menanamkan investasi paling besar di perusahaan tempat aku bekerja!" ucap Hadi yang langsung berdiri.


"Tapi nak Hadi...!" Hilman juga ikut berdiri sebenarnya dia juga kurang setuju jika acara resepsi mewah Susan di batalkan.


"Maaf ayah, ibu. Aku masih harus bekerja besok. Aku pamit pulang dulu. Kalian atur saja bagaimana baiknya, tapi resepsi sederhana saja!" ucap Hadi yang langsung meninggalkan Susan dan kedua orang tuanya tanpa basa-basi lagi.


"Mas...!" saat Susan akan mengejar Hadi, tangannya di tahan oleh Mila.


"Susan, sudah. Nak Hadi akan semakin marah padamu nanti kalau kamu mengejarnya!" Ujar Mila.


Susan langsung duduk dengan kesal.


"Heh, ini semua gara-gara mantan istrinya itu Bu!" keluh Susan.


"Apa maksudmu? tapi nak Hadi jelas bilang ini semua gara-gara kamu. Lagipula kenapa kamu bertindak bodoh begitu? apa yang sudah kamu lakukan hingga investor itu menarik investasinya?" tanya Mila sedikit kesal pada Susan.


"Ck... aku hanya ingin mempermalukan mantan istri mas Hadi itu. Tidak di sangka kalau dia ternyata sudah menikah dan mengandung anak investor kaya raya itu!" jelas Susan yang membuat Mila langsung melotot tak percaya.


"Dasar bod0h, makanya kalau mau apa-apa lihat situasi nya dulu. Sekarang kita akan malu, kalau sampai harus bilang ke semua orang kalau resepsi mewah itu batal. Susan.. Susan.. kenapa otak mu tidak bisa secantik paras mu sih?" kesal Mila yang juga sudah terduduk lem4s di sofa tak habis pikir dengan kebod0han anaknya.


***


Bersambung...