
Dave mengusap cipratan teh yang ada di sekitar mulutnya.
“Sayang kamu mengagetkan ku. Kenapa tidak berteriak seperti itu saat kamu ada di baw4hku?” tanya Dave yang membuat Sila semakin cemberut tapi dengan wajah yang memerah.
Meskipun dengan wajah cemberut, Sila tetap membantu Dave membersihkan cipratan teh yang ada di daerah sekitar mulutnya dan juga pakaian tidurnya yang basah terkena teh dengan tisu yang dia ambil dari atas meja di sebelah tempat tidur mereka.
“Sebenarnya kemarin Karina di culik...!”
“Apaaaa!” pekik Sila yang sangat terkejut mendengar apa yang baru saja suaminya katakan.
Dave pun meletakkan cangkir teh di atas meja di bagian yang dekat dengannya.
“Sayang aku tahu tenagamu masih sangat besar karena ini masih pagi, tapi haruskah kamu berteriak begitu, bagaimana kalau kita gunakan tenaga mu itu untuk hal lain?” tanya Dave sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Sila yang membuat Sila menghela nafasnya panjang.
Sila langsung memukul mesra lengan suaminya itu.
Plakkk
“Mas, jangan bercanda. Karina di culik, kenapa malah kita diam saja di sini. Ayo cepat kita lapor polisi!” seru Sila yang sudah panik.
Sila lalu bergegas turun dari tempat tidur, tapi Dave menahan Sila. Dave menarik tangan Sila hingga istrinya itu kembali terjatuh di pelukan Dave.
“Dengarkan dulu sayang, itu semalam. Karina di culik sepulang kerja karena dia mendengar percakapan seorang pengkhianat perusahaan. Tapi semua itu sudah berlalu, Karina sudah di temukan. Dia sudah selamat sekarang, tahu tidak siapa yang telah menyelamatkan nya?” tanya Dave dan Sila pun menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Siapa pahlawan itu?" tanya Sila yang masih bersandar manja di pelukan Dave.
“Randy!” jawab Dave yang membuat Sila langsung beranjak dari pelukan suaminya.
Sila langsung duduk di depan Dave dengan wajah tak percaya dia bertanya pada Dave.
“Bagaimana mungkin Randy yang menyelamatkan Karina, bukankah buaya darat itu senang kalau Karina susah dan menderita?” tanya Sila yang membuat raut wajah Dave tidak enak.
Melihat raut wajah suaminya itu, Sila langsung berdehem pelan. Karena dia tahu meskipun Randy kelakuan nya di luar kata baik, dia juga adalah kakak kandung Dave.
“Ekhem, maksud ku kita sama-sama tahu kan kalau Randy adalah penyebab Karina di pecat secara tidak hormat, dia juga sudah membuat mu membayar padanya sebanyak dua milyar. Kenapa dia bisa kebetulan menyelamatkan Karina. Kenapa dia bisa mendadak bisa menjadi seorang pahlawan setelah semua yang sudah dia lakukan pada Karina?" tanya Sila panjang lebar yang membuat Dave makin gemas melihat istrinya itu.
Sebelum ini Sila tidak pernah bicara panjang lebar seperti itu pada Dave. Dan Dave senang karena Sila sekarang sudah sangat terbuka padanya, menunjukkan dirinya yang sebenarnya pada Dave. Dan Dave makin menyukai sisi cerewet Sila.
Sila terdiam sejenak, dia mulai berpikir. Setelah beberapa detik dia kemudian berkata kembali.
"Apa semua ini rencananya?” tanya Sila yang mulai menaruh curiga pada Randy.
Dave langsung mencubit hidung Sila karena gemas dengan tingkah detektif mode on Sila.
“Kamu terlalu banyak berpikir sayang, Feri memang bekerja sama dengan perusahaan K, tapi bukan dengan Randy. Aku, Oman dan Joseph sudah menyelidiki semuanya. Dan keberadaan Randy di sana, karena dia memang sedang minum-minum di klub malam itu. Tapi ada hal yang lebih besar daripada itu!” seru Dave yang membuat Sila makin penasaran.
Sila langsung merubah ekspresi dari detektif mode on menjadi Mak l4mbe tur4h mode on.
Tidak tahu kenapa, setelah pernyataan maaf dan pernyataan cinta yang di katakan Randy pada Karina di depan semua orang. Dave jadi percaya kalau Randy memang sudah menyesali semua perbuatan buruknya pada Karina. Dan benar-benar tulus mencintai Karina. Dave juga sekarang jadinya mendukung Randy, karena bagaimana pun juga Randy adalah kakaknya, dan tentu saja dia ingin wanita terbaik menjadi pasangan hidup Randy. Dan Dave merasa kalau Karina adalah orang yang tepat.
Tapi Sila yang mendengarkan apa yang baru saja di katakan Dave langsung terbengong dan diam mematung di depan suaminya itu.
"Menikah?" tanya Sila tak percaya.
Dave langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Iya sayang, sahabat mu itu akan menjadi kakak ipar mu nanti!" ucap Dave yang mengira Sila juga sama bahagia nya seperti dirinya.
Tapi ternyata Dave salah, Sila malah langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Dave.
"Ini kemauan kalian kan?" tanya Sila dengan tatapan tidak senang.
Dave yang melihat istrinya seperti marah pun kembali meraih tangan Sila.
"Sayang, Randy mencintai Karina. Dia sudah mengatakan perasaannya di depan kami semua, dia juga sudah meminta maaf pada Karina!" seru Dave mencoba menjelaskan pada istrinya tentang apa yang terjadi di rumah sakit.
Sila masih terlihat sedih. Sila ingat semua yang telah Randy lakukan pada Karina, dia ingat ketika sahabatnya itu nyaris kehilangan harapan ketika dia di pecat tidak hormat dan terus menerus di ter0r oleh Randy. Meskipun Randy menyelamatkannya, Sila yang mengenal betul sahabatnya itu tidak yakin kalau hati Karina bisa menerima Randy begitu saja.
Sila menggelengkan kepalanya di depan Dave membuat Dave yang tadinya berwajah ceria menjadi sedih.
"Sayang...!" lirih Dave yang merasa kalau Sila sama sekali tidak sependapat dengan dirinya.
'Aku yakin, dari yang ku kenal Karina pasti tidak akan menerima pernikahan ini. Aku harus menemui Karina, aku harus bicara padanya. Dia pasti sangat bingung saat ini, keluarga mas Dave memang keluarga kaya dan bisa melakukan segalanya, tapi Karina juga sahabat ku, pernikahan adalah hal yang serius. Aku harus bicara dengannya!' batin Sila.
"Mas, kamu kan tahu sendiri gimana Randy jah4tin Karina, kamu juga ada di sana kan. Kenapa kamu gak belain Karina, kamu kan tahu Karina itu sahabat baikku. Dia selalu ada untukku, saat aku sedih, menangis, terluka. Kalau memang kamu benar-benar sayang dan cinta sama aku, seharusnya kamu tahu dong arti Karina buat aku, seharusnya kamu belain dia dong mas?" tanya Sila seolah menyalahkan Dave karena tidak membela Karina.
Dave mengusap kepalanya gusar.
'Kenapa malah aku dan Sila yang jadi ribut masalah pernikahan Randy dan Karina sih?' tanya Dave dalam hatinya.
"Sayang, aku juga sudah berusaha tadi di sana. Aku bilang juga kok pada ibu dan ayah kalau Karina sudah berkali-kali menolak Randy, aku mengatakan itu. Tapi ibuku sepertinya sangat menyukai Karina karena dia sudah membuat Randy berubah...!"
Sila yang mendengar alasan Dave tidak percaya.
"Halah... bisa bisa kamu aja ngomong kayak gini sama aku, buktinya Karina tetap harus menikah dengan buaya darat itu kan!" kesal Sila menyela ucapan Dave dan langsung masuk keluar dari dalam kamar mereka.
Dave hanya bisa memandang punggung Sila yang menjauh sambil mengacak-acak rambutnya.
'Randy yang mau menikah kenapa rumah tanggaku yang kena masalah!' keluh Dave dalam hati.
***
Bersambung...