Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 256


Sementara itu Randy dan Karina yang sudah berada di apartemen Dave sejak beberapa saat yang lalu pun sedang duduk di meja makan dan makan bersama dengan Dave, Sila dan juga Mika.


Sementara Oman dan juga Diah, mereka sedang makan bersama bibi Ijah di dapur. Karena kursi meja makan Dave memang hanya ada 6 buah kursi saja.


Setelah makan malam, Karina dan Sila ke kamar Mika untuk membantu Mika mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan Randy dan Dave berbincang-bincang di balkon.


"Aku dengar Chaterine Retz meninggal karena bunuh diri? apa sebelumnya kalian bertengkar?" tanya Randy pada Dave membuka obrolan mereka.


Dave pun mengernyitkan dahinya sekilas.


"Kau juga berpikir inisial D yang ada di postingan manager Chaterine itu adalah aku?" tanya Dave pada Randy.


"Kau bisa tanyakan ini pada siapapun Dave, pada Anita sekertaris mu itu atau pada Shafa adik kita, pasti yang terpikir oleh mereka sama seperti ku. Chaterine itu tergila-gila padamu, bagaimana mungkin inisial D itu bukan dirimu?" tanya Randy.


Dave hanya menghela nafasnya berat.


"Dia memang sudah beberapa kali menyatakan perasaannya padaku, tapi aku tak pernah menanggapi hal itu. Aku selalu menolaknya. Kami terus terlihat dekat dan berhubungan baik hanya demi kerjasama perusahaan saja. Tapi kalau akhirnya semua mengira itu adalah aku, aku rasa aku harus membuat konferensi pers, bagaimana menurut mu?" tanya Dave pada Randy.


Dan Randy pun mengangguk.


"Itu yang terbaik yang bisa kau lakukan saat ini. Karena rumor, meskipun itu tidak benar. Itu akan sangat mempengaruhi kepercayaan para klien dan vendor perusahaan!" Randy terdiam sejenak.


Randy memikirkan hal lain, masalahnya dia ingat ada dua perempuan yang tampak aneh saat di lift tadi.


"Tapi kurasa selain menjelaskan pada khalayak umum dengan mengadakan konferensi pers, kau juga harus menjelaskan masalah ini pada seseorang. Sebelum dia salah paham!" ucap Randy yang bicara seperti itu pada Dave dengan wajah yang begitu serius.


"Maksud mu Edgar Retz kan?" tanya Dave.


Randy mengangguk.


"Iya Dave, pria itu di kenal pengusaha yang sangat kejam di luar negeri tapi sangat menyayangi adiknya. Aku takut dia salah paham padamu dan...!" Randy terdiam sejenak.


Randy menjeda kalimatnya lagi, membuat Dave sedikit menatapnya dengan serius.


"Dave, aku dan Karina tadi melihat ada dua wanita tua saat kami keluar lift. Tapi Karina dan aku melihat salah satu dari mereka terlihat bersikap aneh. Awalnya dia berdiri tegak, sepersekian detik sebelum lift pintunya terbuka. Tapi begitu pintu lift terbuka, dia langsung membungkuk dan berjalan dengan bungkuk. Aku dan Karina pura-pura tidak menyadari hal itu. Dan bersikap biasa saja, Dave aku rasa Edgar Retz sudah mulai...!"


"Daddy!" suara teriakan Mika membuat Randy berhenti bicara.


Randy dan Dave kemudian menoleh ke belakang dimana Mika sedang berlari ke arah Dave.


Dave pun langsung berjongkok di depan putri sambungnya itu.


"Ada apa sayang? Mila belum tidur?" tanya Dave.


Mika menggelengkan kepalanya.


"Mama suruh Mika minum su5u, Mika masih kenyang Daddy. Mika gak mau minum su5u!" ujar Mika mengadu pada Dave.


"Mika sayang, minum dulu su...!" Sila pun hanya menghela nafasnya karena melihat Dave menggelengkan kepalanya ke arah Sila.


"Baiklah, tidak minum su5u tidak apa-apa. Tapi harus sikat gigi dulu, ayo Mika sikat gigi dulu sama mbak Iyah!" seru Sila yang langsung meletakkan gelas berisi su5u untuk Mika di atas meja yang ada di dekat pintu menuju balkon.


"Mika sikat gigi dulu ya, setelah itu baca doa lalu tidur!" ucap Dave lembut.


Pikiran Randy sudah jauh melalang buana, dia membayangkan nanti jika sudah menikah dengan Karina. Lalu tinggal bersama dan memiliki anak juga dengan Karina. Maka dia akan bersikap seperti Dave pada anaknya. Saat Karina memaksa anaknya meminum su5u dan anaknya tidak mau, dia juga akan membela anaknya itu.


Tapi sepertinya yang ada di bayangan nya berbeda dengan sikap Sila yang menurut. Randy justru mendapati Karina yang malah melotot tajam padanya sambil berkacak pinggang dan mengomel padanya karena membela anaknya.


Membayangkan Karina memakai daster dengan rambut di rol dan marah-marah pada Randy, Randy pun segera tersadar dari lamunannya ketika melihat Mika mengecup pipi Dave.


"Kau tidak alergi pada Mika, Dave?" tanya Randy kaget.


Dave pun tersenyum dan balas mencium pipi kanan dan kiri Mika.


"Selamat tidur sayang, mimpi indah ya!" ucap Dave sangat lembut.


Mika lalu berlari menghampiri Diah setelah sebelumnya Sila mencium pipi kanan Mika dan mengucapkan kalimat yang sama dengan yang di ucapkan Dave.


Dave berdiri dan menoleh ke arah Randy.


"Itu aneh bukan, selain keluarga kita. Ayah, ibu, kau dan Shafa. Aku hanya tidak alergi pada Sila dan Mika. Itu menjelaskan kalau mereka berdua memang di takdir kan untuk menjadi keluarga ku!" jelas Dave lalu masuk dan merangkul Sila dan mengajaknya duduk di sofa ruang tengah.


Randy juga mengajak Karina duduk bersama dengan Dave dan Sila.


"Mas, Karin bilang padaku. Tadi ada orang mencurigakan di luar. Mas... sebaiknya kita temui Edgar Retz itu dan jelaskan padanya kalau dia telah salah paham...!"


"Sila benar Dave, aku akan menemanimu menemuinya. Sebelum dia makin salah paham dan melakukan hal yang kita tidak duga!" sahut Randy menyela Sila.


"Aku sudah meminta Joseph ke sana. Kita harus dengar kabar dari Joseph dulu!" ucap Dave.


Tak lama setelah Dave berkata seperti itu, bel apartemen Dave berbunyi. Dan ketika Oman membuka pintu, ternyata itu Joseph dan Shafa.


"Selamat malam nona!" sapa Oman pada Shafa.


"Malam Oman, dimana kak Dave?" tanya Shafa.


"Di ruang tengah, eh Jo. Kenapa wajah mu?" tanya Oman yang melihat bekas luka di wajah Joseph.


"Tidak apa-apa!" jawabnya dingin lalu langsung mengikuti Shafa menuju tiang tengah.


"Kak Randy juga di sini?" tanya Shafa yang langsung duduk di sebelah Karina.


"Jo, bagaimana... kenapa wajah mu?" tanya Dave.


"Tidak apa-apa tuan, hanya saja tuan Edgar Retz menghancurkan bunga papan yang kita kirimkan. Juga dia bilang kalau dia akan buat perhitungan dengan tuan karena mengira nona Chaterine bunuh diri karena cintanya tidak di balas oleh tuan. Aku sudah jelaskan kalau tidak ada hubungan antara tuan dan nona Chaterine dan tuan Dave sudah menikah, tapi tuan Edgar tidak percaya!" jelas Joseph membuat wajah semua orang yang ada di dalam ruangan itu menjadi gelisah.


Sila langsung memandang dengan tatapan khawatir ke arah Dave.


"Sayang, memangnya kenapa kalau dia Edgar Retz. Aku juga Dave Hendrawan bukan?" tanya Dave merangkul Sila ke pelukannya.


***


Bersambung...