Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 100


Meski diam karena mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Dave. Tapi kedua tangan Bima masih terkepal sangat kuat dan rahangnya kelas masih saling beradu. Bima benar-benar tidak ingin membiarkan pria breng*sek bernama Hadi Tama itu begitu saja. Setidaknya kalau tidak tangan maka kakinya harus ada yang tidak bisa berfungsi lagi setelah Bima membuatnya babak belur. Bahkan itu Bima rasa masih belum setimpal dengan apa yang telah dia lakukan pada adiknya.


Bagaimana seorang lelaki bisa menjadi pengecut seperti itu. Pria yang seharusnya melindungi harga diri wanita, pria itu justru menghancurkan harga diri istrinya sendiri. Menjatuhkannya dalam kesengsaraan yang mungkin tidak bisa di tanggung secara fisik dan mental.


"Aku tidak perduli, aku harus memberi adikku keadilan!" tegas Bima yang masih berusaha melangkah maju meskipun Oman terus menghalanginya.


Dave segera bangun dari duduknya.


"Berhenti ku bilang, pikirkan juga anak dan istrimu. Bagaimana anakmu nanti kalau semua orang mengetahui ayahnya di penjara, pikirkan keluarga istri mu uang mungkin akan memaksa istrimu berpisah dari suaminya yang seorang narapidana!" jelas Dave dengan nada suara yang semakin lama semakin meninggi.


Prio Utomo hanya bisa menghela nafas. Dia juga ingin menghentikan Bima karena apa yang dikatakan Dave itu benar. Banyak kerugian yang akan timbul pastinya setelah Bima membuat Hadi babak belur. Tapi sebagai seorang ayah, dia juga tidak terima putrinya di perlakukan seperti itu oleh Hadi.


Sedangkan Tini juga hanya bisa memeluk Sila, dia tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakit hati putrinya itu saat mengetahui kalau semua musibah yang terjadi padanya adalah rencana jahat dari mantan suaminya itu sendiri.


"Tuan Bima, duduk lah. Tuan Dave punya solusi yang lebih baik. Di saat seperti ini sebaiknya kita pakai otak, bukan pakai otot!" seru Oman dengan tatapan serius pada Bima.


Mendengar apa yang dikatakan Oman, Prio Utomo langsung melihat ke arah Dave yang dia yakini kalau pria di depannya itu pasti sudah punya solusi untuk masalah Sila.


"Bima, duduk lah!" seru Prio Utomo.


"Tapi ayah...!"


"Duduk lah!" sela Prio Utomo lagi.


Bima pun mendengus kesal, tapi dia tetap menuruti perintah ayahnya. Setelah Bima duduk, Dave dan juga Oman kembali duduk.


"Aku masih tidak habis pikir semua yang di lakukan Hadi? apa dia tidak berpikir tentang Mika, apa dia sudah tidak mencintai Sila lagi..!" kesal Bima.


"Hadi Tama sudah tidak mencintai Sila sejak satu tahun yang lalu!" jawab Dave.


Mendengar apa yang dikatakan Dave, Sila hanya menunduk sambil memegang kuat tangan ibunya. Tini yang dapat merasakan apa yang sedang dirasakan oleh putrinya itu semakin sedih, air mata bahkan sudah mengalir di sudut matanya.


"Hadi Tama sudah menjalin hubungan dengan Susan Delia selama satu tahun saat Hadi Tama masih terikat pernikahan dengan Sila!" jelas Dave.


Brakk


Kedua tangan Bima yang terkepal menggebrak meja. Dengan geram dia berkata.


"Breng*sek! dia yang berselingkuh malah menuduh adikku yang menduakannya. Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi ingin merontokkan semua giginya dan mematahkan semua tulangnya!" geram Bima.


Prio Utomo mengusap kasar wajahnya, dia yang salah. Dia yang percaya pada putrinya sendiri, dan malah lebih percaya pada pria pengecut dan tidak bertanggung jawab seperti Hadi Tama.


"Jika pak Prio Utomo ingat, Hadi dan Sila punya surat perjanjian pra nikah, dimana dalam surat itu menyebutkan kalau yang berselingkuh lah yang harus pergi meninggalkan rumah dan anak mereka, tanpa barang apapun bersamanya! itulah yang membuat Hadi merencanakan semua ini. Dia juga inginkan semua harta gono-gini dan juga hak asuh Mika!" jelas Dave lagi.


Kali ini Bima benar-benar sangat marah. Kedua tangannya menyatu dan saling menekan.


'Hadi Tama breng*sek. Keterlaluan! berdoalah aku tidak pernah bertemu dengan mu. Karena jika tidak! aku pasti akan membuatmu tamat!' batin Bima yang sudah terlalu membenci Hadi atas apa yang diperbuat nya pada Sila.


Dia tidak menyangka kalau apa yang dia buat untuk melindungi putrinya malah berbalik akan menyerang dan menyakiti putrinya sendiri. Awalnya dia membuat surat perjanjian pra nikah itu untuk menjaga Hadi ajar tidak selingkuh, karena jika Hadi selingkuh maka secara otomatis Hadi harus angkat kaki dari rumah tanpa membawa apapun, bahkan anak mereka nanti. Tapi nyatanya semua malah berbalik menyerang Sila sendiri, Hadi menjebak Sila karena surat perjanjian pra nikah itu.


Prio Utomo tidak hanya beristighfar, dia bahkan sudah meneteskan air mata.


"Maafkan ayah nak, seandainya ayah tidak meminta kalian membuat surat perjanjian pra nikah itu, mungkin dia akan menceraikan mu rapi tidak akan menjebak mu sampai seperti itu...!" Prio Utomo benar-benar terlihat sangat menyesal.


Sila langsung berdiri dan mendekati ayahnya, Sila duduk di samping ayahnya dan merangkul ayahnya yang sedang menangis karena penyesalan yang mendalam itu.


"Jangan minta maaf ayah, semua ini bukan salah ayah!" ucap Sila lembut mencoba meredakan sedikit rasa penyesalan ayahnya.


Semua orang terlihat sangat emosional. Apalagi Tini, Prio Utomo dan juga Bima.


"Tapi kami tidak bisa membiarkan pria itu bersenang-senang di luar sana bersama selingkuhan nya tuan Dave, ini tidak adil bagi Sila!" ucap Bima yang sangat kesal pada Hadi.


Dave pun mengangguk paham.


"Aku tahu, aku juga tidak akan membiarkannya. Aku sudah punya rencana sendiri. Biar aku yang akan membalas perbuatan Hadi pada istriku!" ucap Dave yang membuat semua orang terkejut.


Prio Utomo yang terlihat lebih pun segera mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Dave.


"Istri?" tanya Bima bingung.


Dave menghirup nafas dalam-dalam sebelum mengatakan yang sebenarnya pada keluarga Sila.


"Aku juga minta maaf pada kalian, tapi aku dan Sila sudah menikah. Dan pria yang bersamanya malam itu adalah aku!" jujur Dave pada semua orang.


Prio Utomo langsung menoleh ke arah Sila yang terlihat sangat sedih dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Bagaimana bisa, bukanlah pria gendut itu yang bersama Sila?" tanya Bima bingung.


"Malam itu memang pria itu yang dibayar oleh Hadi Tama, tapi saat akan pergi ke hotel Emerald pria itu kecelakaan. Ini adalah bukti dari rumah sakit!" ucap Dave sambil memperlihatkan dokumen yang berisi laporan dari rumah sakit pada semua orang.


"Dan malam itu, Sila mengetuk pintu kamar ku. Dengan keadaan hampir pingsan, saat itu aku juga terkejut karena saat dia memelukku aku tidak merasa jijik atau semacamnya. Dan aku minta maaf karena malam itu aku tidak bisa menahan diri!" ucap Dave yang membuat semua orang terdiam.


"Aku meninggalkan Sila karena harus menghadiri pernikahan adikku, saat aku kembali Sila sudah tidak ada. Aku mencarinya, tapi tidak ada jejaknya di hotel itu. Bahkan rekaman CCtv juga sudah di hapus. Begitu aku bertemu dengannya, sayangnya aku sudah terlambat membantunya sampai dia harus mengalami semua ini. Aku minta maaf!" ucap Dave yang terdengar begitu tulus.


Tini tidak bisa berkata apa-apa. Tapi setidaknya dia merasa kalau Dave lebih bertanggung jawab daripada Hadi Tama.


Melihat ekspresi semua orang yang tidak bisa terbaca. Oman pun menghela nafasnya.


'Yah bos, tadinya kamu di anggap pahlawan. Tapi sekarang semua diam setelah mendengar kalau kamu juga tidak bisa menahan diri. Aku jadi penasaran, mereka akan marah pada bos tidak ya?' batin Oman sangat penasaran.


***


Bersambung...