Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 133


Begitu menerima laporan dari Joseph. Dave yang masih berada di rumah ayahnya namun hendak pergi keluar dari rumah itu berbalik lagi ke dalam.


"Kakak, kamu berubah pikiran. Ingin makan malam bersama kami?" tanya Shafa yang tadi mengantarkan Dave keluar dan masih berada di ruang tamu.


Dave menatap Shafa, lalu dia melihat ke arah ayahnya yang juga masih duduk di ruang tamu, ibunya Davina juga baru saja keluar dari ruang makan.


"Sudah lama kita tidak makan bersama Dave, ayo makan malam dulu baru urus lagi pekerjaan mu!" seru Davina mendekati Dave.


"Bu, Randy di rumah sakit!" ucap Dave membuat langkah Davina berhenti.


Rizal yang memang sudah tahu tingkah putra pertamanya itu tidak terkejut lagi kalau Randy berada di rumah sakit.


"Berkel4hi lagi, atau memukul manager klub malam mana lagi dia?" tanya Rizal jengah.


Davina langsung bergegas menghampiri Dave.


"Di rumah sakit mana, Randy kenapa?" tanya Davina yang langsung jadi cemas pada keadaan putra sulungnya itu.


"Randy tertusuk setelah menyelamatkan seseorang!" jawab Dave.


Dan jawaban Dave itu langsung membuat Davina menangis. Juga membuat Rizal berdiri dari duduknya.


"Dia menyelamatkan seseorang?" tanya Rizal seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Ayo Dave, ayo kita ke rumah sakit!" seru Davina yang langsung menarik tangan Dave agar cepat mengantarkan dirinya ke rumah sakit.


Rizal pun langsung mengajak Shafa.


"Ayo kita juga ke rumah sakit!" ucap Rizal mengajak Shafa dan langsung di balas anggukan oleh Shafa.


Sementara itu di rumah sakit, Karina yang masih memakai kemeja yang banyak noda darah Randy pun terus menunggu Randy di depan ruang UGD. Dengan berdiri dan terus saling menautkan kedua tangannya dan meletakkan di depan dada seperti posisi orang berdoa. Karina terus berdoa memohon keselamatan bagi Randy.


'Ya Tuhan, tolong selamatkan kadal buntung.. maksudku tuan Randy. Dia seperti ini karena menolongku, tolong selamatkan dia ya Tuhan!' Karina terus berdoa dalam hatinya.


Joseph yang membawakan dua cangkir teh hangat untuk Karina pun menghampiri wanita itu.


"Nona Karina, minum lah dulu!" ucap Joseph yang berusaha menenangkan Karina yang terlihat sangat panik.


Karina menerima minuman dari Joseph dan meminumnya perlahan. Benar saja setelah meminum teh hangat itu, Karina menjadi lebih tenang.


"Aku minta maaf nona, karena aku tidak datang tepat waktu. Hingga semua ini terjadi padamu!" ucap Joseph meminta maaf pada Karina.


Karina langsung menggelengkan kepalanya.


"Bukan salah mu tuan Joseph, mereka itu memang penjahat. Meski tidak hari ini, mereka juga akan mencelakai aku di lain kesempatan!" jawab Karina yang tidak mau membuat Joseph merasa bersalah.


Joseph terdiam, apa yang dikatakan oleh Karina barusan memang benar. Untungnya mereka mengetahui semua ini sebelum terlambat, sebelum penanda tanganan dengan perusahaan K di sepakati. Tapi Joseph kemudian kembali diam.


'Bukanlah perusahaan K adalah salah satu perusahaan yang tuan Randy sebagai salah satu direksinya, apa mungkin tuan Randy tidak tahu tentang hal ini, atau tuan Randy bahkan terlibat?' tanya Joseph dalam hati.


Joseph masih menduga-duga karena beberapa waktu terakhir ini. Hubungan antara Dave dan Randy juga tidak baik seperti dulu. Tapi sebelum mempunyai bukti, Joseph juga tidak mau asal bicara.


"Mereka sudah di tangkap kan? apa pak Feri juga akan di tangkap?" tanya Karina yang terlihat masih takut.


Joseph pun mengangguk.


"Benar nona, mereka sudah di tangkap termasuk pak Feri. Dia juga akan di proses secara hukum!" jawab Joseph membuat Karina menghela nafas lega.


Karina dan Joseph kembali terdiam, tak lama kemudian Randy di bawa keluar dari ruang UGD.


Joseph segera menghampiri dokter yang tadi menang4ni Randy.


Karina juga mengikuti Joseph dari belakang, dia juga ingin tahu bagaimana keadaan Randy.


"Pasien sudah membaik, kondisinya tadi tidak sadarkan diri karena kehilangan banyak darah. Dan ada beberapa urat di punggung kirinya yang tergores pis4u. Saya sarankan agar pasien tidak banyak menggerakkan tangan kirinya. Selain itu semua baik-baik saja!" jelas sang dokter membuat Joseph dan Karina sama-sama menghela nafas lega.


"Dokter, apa dia akan segera sadar?" tanya Karina cemas.


Saat Karina bertanya, Joseph langsung menoleh ke belakang ke arah Karina. Joseph mengerti kalau Karina pasti sangat mencemaskan keadaan Randy.


"Iya, pasien akan segera sadar! saya permisi!" ucap sang dokter kemudian meninggalkan Karina dan Joseph.


Setelah itu Randy pun di bawa ke ruang rawat. Karina dan Joseph mengikuti para perawat yang membawa ranjang dorong Randy sampai di ruang rawatnya.


"Nona, apa nona mau aku antar pulang?" tanya Joseph pada Karina.


"Tuan Joseph, aku... aku mau menunggu sampai Randy sadar, aku mau mengucapkan terimakasih padanya!" jawab Karina.


Joseph pun mengangguk paham, tapi melihat keadaan Karina. Joseph berpikir untuk mencarikan pakaian ganti untuk Karina.


"Nona, aku akan segera kembali!" ucap Joseph lalu pergi meninggalkan kamar rawat Randy.


Karina pun duduk di kursi yang ada di sebelah tempat tidur pasien Randy.


"Kadal buntung! bangun! ini sudah malam, dan aku sangat lapar!" keluh Karina yang sudah lima belas menit menunggu Randy untuk sadar.


Tak lama kemudian, Joseph datang lagi dengan membawa makanan dan juga pakaian ganti untuk Karina.


"Nona, aku bawakan makanan dan pakaian ganti untuk mu!" seru Joseph lalu meletakkan sebuah box makanan di atas meja dan memberikan sebuah paper bag pada Karina.


Karina meraih paper bag itu dan mengucapkan terimakasih kepada Joseph.


"Terimakasih tuan Joseph, kamu memang paling mengerti!" ucap Karina yang langsung pergi ke kamar mandi yang ada di ruang rawat itu.


Joseph hanya mengangguk singkat. Lalu dia pun menoleh ke arah pintu, karena pintu kamar rawat Randy terbuka.


"Randy!" panggil Davina yang sudah menangis sebelum sampai pada Randy.


Davina langsung berlari dan memeluk Randy. Isakan tangis dan panggilan Davina membuat Randy akhirnya sadar.


"I.. ibu!" lirih Randy yang baru sadar.


Sementara itu Shafa juga ikut berlari mendekati Randy, sedangkan Dave dan Rizal menghampiri Joseph.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Dave.


"Dokter bilang, hanya luka di punggung kiri dan selama beberapa waktu jangan banyak bergerak. Selain itu semua baik-baik saja!" jelas Joseph membuat Rizal dan Dave menghela nafas lega.


"Randy, kamu membuat ibu takut. Mendengar mu di tusuk, ibu hampir saja kena serangan jantung!" keluh Davina yang juga mendengar apa yang dikatakan oleh Joseph.


Sekarang Davina sudah tenang, karena Randy sudah baik-baik saja.


"Kenapa harus seperti itu, memang siapa yang mau kamu lindungi?" tanya Davina kesal pada Randy.


"Ck... ibu, seharusnya ibu bangga padaku. Aku melindungi calon menantu mu!" jawab Randy asal membuat Davina tersenyum senang.


"Benarkah? kamu akan menikah lagi?" tanya Davina antusias.


***


Bersambung...