
Sementara itu di sebuah rumah kontrakan yang tidak terlalu besar, seorang wanita muda tengah mengemas pakaian nya dan juga beberapa barang berharganya ke dalam sebuah koper. Seorang pria berkacamata juga terlihat berdiri di dekat jendela sambil merapikan beberapa foto dan buku di atas meja ke dalam sebuah box.
"Akhirnya kamu berhasil!" ucap si pria berkacamata sambil memandangi sebuah foto tiga orang wanita yang dia pegang di tangannya.
Seorang wanita paruh baya, seorang wanita dan juga seorang gadis kecil.
"Kakak mu pasti senang, wanita yang sudah menghancurkan kehidupan kalian sebentar lagi juga akan hancur kehidupannya...!"
"Belum Safar, belum... ini masih awal dari tangisan setiap hari yang akan dia alami!" wanita itu diam dan berdiri mendekati Safar lalu meraih foto yang ada di tangannya.
Matanya merah dan berkaca-kaca, wanita itu adalah Rosa.
"Kakak ku bahkan tak berhenti menangis sampai akhir hidupnya karena wanita ini. Dia sudah menghancurkan rumah tangga kakakku, dia dan mantan suami kakak ku pasti tidak akan ku biarkan hidup dengan tenang. Sekarang bahkan menikah dengan siapapun si tua bangk4 itu tidak akan pernah mendapatkan keturunan. Hal itu bukan karena istri nya m4ndul. Tapi sebenarnya dia yang bermasalah!" ucap Rosa.
Mantan suami kakaknya dan mantan suami Susan memang tidak menyadari kalau telah terjadi sesuatu pada dirinya. Setelah menceraikan kakak Rosa dan menikahi Susan, sebenarnya Rosa dan Safar kekasihnya memasukan seorang pelayan di rumah mantan suami Susan itu dan memintanya menaburkan obat yang memang akan membuat seseorang tidak punya keturunan pada makanan dan minuman pada mantan suami kakak Rosa.
Itulah yang menyebabkan pria itu bahkan sekarang sudah menikah sebanyak tiga kali pun, tak pernah punya keturunan.
"Dan sekarang giliran Susan, dia juga akan menangis dan sangat menderita!" ucap Rosa penuh keyakinan.
"Sayang, tapi rasanya aku tidak rela kamu menikah dengan pria lain. Ck... seandainya ada cara lain!" ucap Safar yang masih tidak rela kekasihnya itu menikah dengan Hadi.
Safar memeluk Rosa dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu Rosa.
"Sayang, bagaimana kalau nanti dia benar-benar menyentuh mu. Aku rasanya tidak rela!" ucap Safar lagi.
Safar adalah sahabat dari kakak Rosa, Jasmine. Safar lah yang membantu Rosa dan ibunya setelah kepergian Jasmine. Hingga Safar jatuh cinta pada Rosa, dan begitu pula sebaliknya. Rencana Rosa tak luput dari segala bantuan dari Safar. Safar juga adalah salah satu karyawan di perusahaan T. Tempat Hadi Tama bekerja, Safar juga yang telah memasukkan berkas lamaran kerja Rosa padahal saat itu sebenarnya bukan berkas Rosa yang seharusnya ada disana. Safar yang mengganti berkas seorang lainnya dengan berkas lamaran kerja milik Rosa.
Dan rencana di malam Hadi merasa memaksa Rosa, itu juga adalah rencana Safar dan Rosa. Hadi memang mabuk, dan Rosa memang terus menggodanya. Hingga Keinginan Hadi tak bisa di bendung lagi, tapi sayang yang berhubungan dengan Hadi bukanlah Rosa. Melainkan seorang wanita panggilan yang sengaja di sewa Rosa juga Hadi. Dan wanita itu segera pergi setelah melaksanakan tugasnya.
Dan soal noda merah yang ada di sprei, itu memang benar adalah noda darah. Tapi sayangnya itu adalah noda darah dari sayat4n kecil di lengan Safar. Safar memang sengaja melakukan itu, dia tidak memakai cairan berwarna merah atau semacamnya, karena baunya akan berbeda.
Dan bekas kepemilikan di seluruh tubuh Rosa, itu tentu ulah Safar kekasih Rosa. Rencana mereka sudah sangat sempurna, hingga Hadi pun terpedaya dan akhirnya memutuskan untuk menikahi Rosa sebagai istri pertama dan Susan sebagai istri kedua.
Rosa sudah tidak sabar melihat bagaimana reaksi Susan saat tahu tentang hal itu. Dan pastinya itu baru akan jadi awalnya saja.
"Sayang, ingat selalu menghindar saat dia minta hal itu ya!" ucap Safar manja pada Rosa.
Rosa terkekeh mendengar suara Safar yang manja juga permintaannya itu.
"Sayang, apa kamu pikir. Wanita penyihir itu akan membiarkan aku tidur dengan Hadi Tama? itu tidak mungkin, bahkan dia tidak akan membiarkan Hadi Tama bicara padaku atau dekat-dekat denganku. Dia akan melakukan seribu cara untuk menjauhkan Hadi dariku. Apa yang perlu kamu khawatirkan?" tanya Rosa.
"Iya aku tahu, tapi kamu harus hati-hati ya. Aku sudah menghubungi ibumu. Dia juga akan memainkan perannya dengan baik. Aku mencintai Rosa, setelah kita menghancurkan Susan, hingga hidup segan mati pun tak mau, kita akan pergi jauh dan memulai kehidupan baru kita. Iya kan?" tanya Safar pada Rosa.
Sementara itu, Hadi Tama sudah akan pergi dengan kedua orang tuanya untuk menjemput Rosa. Tapi ternyata Susan tiba-tiba datang saat mereka akan masuk ke dalam. Melihat Hadi dan kedua orang tuanya hendak memasuki mobil dengan tas yang lumayan besar di tangan Hadi. Susan pun segera menghampiri calon suaminya itu.
"Mas, apa ini? mas mau kemana?" tanya Susan melihat ke arah tas yang di bawa Hadi Tama.
Hadi hanya bisa menghela nafasnya.
"Susan, untuk apa kamu kesini?" tanya Hadi balik.
Hadi malah balik bertanya pada Susan karena ingin mengalihkan perhatiannya.
Murti dan Haris yang tidak ingin terlibat masalah lagi pun memilih untuk langsung masuk ke dalam mobil.
"Mas, jawab dulu pertanyaan ku?" tanya Susan tak mau kalah.
"Aku sudah bilang padamu kan di telepon tadi, aku, ibu dan ayahku akan pulang kampung dulu. Ada urusan yang harus kami selesaikan!" jawab Hadi.
"Urusan apa? kenapa tidak bisa kedua orang tua mu saja yang pergi. Kenapa kamu juga harus pergi? lalu kemana kamu semalam? aku menghubungi mu, mengirim banyak pesan, kenaoa kamu tidak menjawabnya dan tidak membalas satu pun pesan ku?" tanya Susan bertubi-tubi.
Hadi memijat pelipisnya yang mulai berdenyut.
"Aku harus ikut, aku harus mengantarkan kedua orang tuaku. Sudahlah Susan, aku juga kan kena skorsing di perusahaan. Tidak bekerja akan membuatku semakin sakit kepala. Kenapa kamu tidak mengerti?" tanya Hadi yang merasa Susan semakin menyulitkan nya saja.
"Aku tahu, tapi kan kamu bisa menghabiskan waktu dengan ku. Kamu sudah merubah pernikahan impian ku menjadi pernikahan yang biasa-biasa saja. Apa kamu tidak berpikir untuk sedikit menebusnya dengan menghabiskan waktu berdua dengan ku dan calon anak kita?" tanya Susan yang mulai memakai anaknya untuk membujuk Hadi.
"Maafkan aku Susan, tapi semua itu juga karena kesalahan mu sendiri. Pernikahan mewah mu batal itu karena ulah mu. Apa kamu sudah lupa, kalau saja kamu tidak cari gara-gara dengan Sila, semua ini tidak akan terjadi. Aku juga di skorsing, gajiku di potong. Apa lagi?" tanya Hadi.
"Tapi mas ..!"
"Sudah, pulang saja. Aku akan kembali dua hari lagi!" ucap Hadi lalu masuk ke dalam mobil.
"Mas...!"
Susan sangat kesal karena Hadi benar-benar mengabaikannya. Dia menghentakkan kakinya ke tanah melihat mobil Hadi yang keluar dari gerbang.
"Yang benar saja, dia berani mengabaikan aku sekarang!" omel Susan.
***
Bersambung...