
Di rumah kontrakan Karina, setelah peristiwa semalam yang membuatnya syok. Karina pun bangun dengan cepat di pagi harinya, meski dirinya tak bisa tidur nyenyak semalam. Karena bagaimana pun juga dirinya tidak ingin mengecewakan Sila yang telah memberinya kesempatan untuk bisa bekerja di kantor kekasihnya itu. Karina masih menganggap kalau Dave itu adalah kekasih Sila, karena Sila belum bilang kalau dia dan Dave sudah menikah.
Karina bergegas mandi lalu menyiapkan sarapan. Saat dia ingin menyiapkan sarapan untuk dirinya, dia ingat pada Joseph yang sedang berjaga di luar. Karina pun berinisiatif mengambilkan nasi goreng buatannya ke atas piring dan membawanya keluar rumah.
Namun saat Karina membuka pintu, Karina tidak mendapati Josep di depan rumahnya.
"Eh, kok tidak ada. Kemana perginya tuan Joseph. Apa dia sedang cari sarapan ya?" tanya Karina sambil bergumam.
Namun ketika Karina berbalik, sebuah suara membuatnya terkejut.
"Nona Karina!"
"Eh!" pekik Karina sampai hampir melepaskan piring yang berisi nasi goreng untuk Joseph dari tangannya.
Mengenali suara itu sebagai suara Joseph. Karina lantas berbalik dan menghela nafas lega.
"Tuan Joseph, tuan mengagetkan aku! darimana tuan datang? perasaan sebelum aku berbalik tadi aku tidak melihat tuan di sini?" tanya Karina uang sangat penasaran.
Karena sebelum dirinya berbalik dan hendak masuk kembali ke dalam rumah kontrakan nya. Dia benar-benar tidak melihat keberadaan Joseph di depan rumahnya itu. Dan ketika dia baru saja berbalik, pria itu tiba-tiba ada disana dan memanggilnya. Tentu saja Karina sangat terkejut.
"Aku tadi menunggu di gardu itu, kalau menunggu di depan rumah nona. Pasti akan banyak pertanyaan dari orang yang lewat di sini!" jelas Joseph.
"Oh!" ucap Karina sambil mengangguk paham.
"Oh ya tuan, ini aku buatkan tuan sarapan. Tuan Joseph sarapan dulu ya!" ucap Karina sambil meletakkan piring yang berisi nasi goreng dengan hiasan empat iris mentimun di atasnya yang di susun rapi.
"Tuan, silahkan. Aku akan buatkan minumannya dulu. Tuan suka kopi atau teh?" tanya Karina yang tidak tahu harus buatkan minuman apa untuk Joseph. Maka akan lebih baik jika dia bertanya kan.
"Kopi saja!" jawab Joseph.
Karina tersenyum senang Joseph mau menjawab pertanyaan nya dan menerima niat baiknya. Karina segera masuk ke dalam untuk membuatkan minuman seperti apa yang di katakan Joseph tadi.
Namun saat Joseph baru akan duduk dan menikmati nasi goreng buatan Karina, ponselnya berdering.
"Halo!" ucap Joseph yang mengetahui panggilan itu dari Oman.
"Hei, biasa saja. Kenapa pagi-pagi sudah galak begitu?" tanya Oman memprotes sapaan dari Joseph yang memang terdengar tegas.
Lagipula kenapa Joseph harus bicara lembut pada Oman.
"Cepat bicara!" perintah Joseph yang tidak ingin berlama-lama mendengarkan ocehan tidak penting Oman, dan ingin Oman langsung saja pada apa yang ingin dia sampaikan.
Karena sebenarnya aroma nasi goreng buatan Karina juga sudah membuat Joseph yang awalnya tidak lapar menjadi lumayan lapar saat ini.
"Aku sejak tadi sudah bicara kan?" tanya Oman yang sepertinya memang sedang menguji kesabaran Joseph.
"Jika tidak penting, aku akan tutup telepon nya!" gertak Joseph yang tahu kalau Oman memang sedang coba mengganggu nya.
"Iya iya, galak sekali. Dengar, aku akan kirimkan sebuah rekaman video penting ke email mu. Semalam Roy mengikuti Hadi Tama seperti yang bos perintahkan. Pokoknya kamu akan terkejut melihat wajah asli Hadi Tama. Apanya yang pria sopan dan berkarisma, aku saja geli melihat kelakuannya!" jelas Oman panjang lebar.
"Apa akan berguna untuk pengadilan besok?" tanya Joseph.
"Sangat berguna! lihat saja dulu saat kamu sampai di kantor nanti. Aku jamin, kamu akan membanting laptop mu saat melihat rekaman video itu!" tambah Oman yang terdengar seperti dia sudah merasa mendapatkan sebuah bukti yang begitu besar.
Meski memang apa yang di dapatkan Roy di klub malam semalam adalah hal besar. Tapi bukti itu tidak akan mungkin bisa di putar di pengadilan. Hanya akan bisa jadi bukti tambahan yang bisa di saksikan para panitia, juri dan juga Hakim.
"Baiklah, kerja bagus!" ucap Joseph yang sudah berniat ingin mengakhiri panggilan telepon dari Oman.
"Eh, sedang apa kamu? ku dengar kamu di tugaskan menjaga teman Nina Sila, seperti apa dia?" tanya Oman.
Setelah Joseph menyimpan ponselnya, Karina keluar membawakan satu cangkir kopi untuk Joseph.
"Ini tuan Joseph!" ucap Karina sambil meletakkan cangkir di atas meja yang ada di depan teras rumah kontrakan nya di sebelah nasi goreng.
Mata Karina tertuju pada nasi goreng yang masih belum tersentuh oleh Joseph.
"Em, tuan apa anda tidak suka nasi goreng?" tanya Karina uang mengira kalau Joseph belum makan nasi goreng buatannya karena tidak suka.
"Oh, bukan. Aku belum mencobanya karena tadi aku menerima panggilan telepon. Aku akan makan sekarang!" jawab Joseph yang langsung mencoba nasi goreng buatan Karina.
Setelah mencobanya, Joseph terdiam.
'Rasanya seperti buatan ibu!' batinnya.
Melihat Joseph berhenti mengunyah dan terdiam, Karuna pun penasaran dan dia pun bertanya lagi.
"Tuan, apa rasanya tidak enak?" tanya Karina.
"Ini enak, terimakasih!" ucap Joseph yang langsung mengalihkan pandangannya dari Karina dan melanjutkan makannya.
Setelah selesai sarapan, Joseph pun mengajak Karina berangkat ke perusahaan Dave bersamanya.
Selama perjalanan mereka berdua hanya diam dan tidak saling bicara. Mau bicara juga Karina sangat ragu, karena sejak tadi wajah Joseph benar-benar terlihat datar tanpa ekspresi. Hingga saat mereka sudah tiba di area parkir pun, Karina tidak menyadarinya dan masih melihat ke arah Joseph.
"Sudah sampai nona!" seru Joseph.
Karina langsung mengalihkan pandangan dari Joseph dan bersiap membuka sabuk pengaman. Joseph keluar terlebih dulu, lalu membukakan pintu mobil untuk Karina.
Joseph lalu mempersilahkan Karina untuk mengikutinya. Dan sepanjang perjalanan dari pintu masuk sampai ke pintu lift, banyak sekali karyawan lain yang begitu penasaran pada Karina.
"Eh, itu siapa ya. Baru lihat!" ucap karyawan satu.
"Iya, baru lihat. Apa dia juga sekertaris pribadi tuan Dave?" tanya karyawan dua.
"Eh, yang benar saja. Tuan Dave sudah punya empat sekertaris pribadi, masak masih mau tambah lagi?" tanya karyawan satu.
"Apa dia pacar tuan Joseph?" tanya karyawan tiga.
"Ah yang benar, aku patah hati dong kalau begitu!" ucap karyawan dia dengan wajah yang begitu sedih dan memelas membuat karyawan lain malah meninggalkan nya bukan menghiburnya.
Setelah sampai di divisi keuangan. Joseph segera memperkenalkan Karina pada semua karyawan yang ada di divisi itu.
"Selamat pagi!" sapa Joseph yang langsung menarik perhatian semua orang yang ada di ruangan besar itu.
"Selamat pagi pak!" jawab semuanya tanpa terlewatkan satu orang pun.
"Perkenalkan, ini adalah nona Karina. Dia akan menggantikan tuan Ferdi, menjadi wakil divisi keuangan. Aku harap kalian bisa berkerjasama dan membantu nona Karina dengan baik!" ucap Joseph dengan ekspresi datar.
Beberapa orang saling pandang satu sama lain tapi beberapa detik kemudian mereka langsung menjawab secara serentak.
"Baik pak!" jawab mereka semua.
'Aduh, ini kantor apa tempat pelatihan militer ya. Bisa serempak gitu jawabnya!' batin Karina yang hanya bisa tersenyum melihat apa yang terjadi di depannya.
***
Bersambung...