Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 234


Randy benar-benar mengikuti kepala pelayan di rumah Riyanti untuk memeriksa rekaman CCtv di rumah itu.


Masalahnya Randy tak bisa percaya begitu saja kalau Riyanti tidak melakukan itu, karena satu-satunya wanita kaya yang menjadi pacarnya memang hanya Riyanti. Yang lain hanya mahasiswi polos atau karyawati yang baru magang di perusahannya.


Karena hal itu Randy benar-benar tidak mau kecolongan.


Setelah berada di ruang CCtv rumah itu dengan di ikuti oleh Riyanti dan Ema yang masih memeluk Riyanti dengan erat karena sejak tadi sepupunya itu terus menangis.


Tapi ketika ingin mendekati Randy, pria itu bahkan langsung melotot tajam pada Riyanti. Membuat Ema enggan melepaskan rangkulannya dari Riyanti.


Kepala satpam lalu menunjukkan semua rekaman yang Randy ingin lihat, itu juga atas persetujuan Ema. Karena saat kepala satpam bertanya pada Riyanti, dia masih tetap diam sambil menatap lirih ke arah Randy.


Setelah beberapa lama, dan beberapa rekaman di putar. Selama dua hari ini memang Riyanti tetap berada di rumah, dia hanya keluar masuk kamar, dan itupun selalu di temani oleh pelayan ataupun Ema. Dia bahkan tidak pernah keluar rumah sekalipun semenjak dua hari ini setelah mendengar kalau Randy akan menikah dari teman kantornya yang sudah mendapatkan kabar dari ibunya karena ibunya adalah teman arisan Davina.


"Sudah lihat kan! sekarang kau sudah puas? masih ingin menyalahkan Riyanti?" tanya Ema kesal.


Randy lantas menghela nafas panjang dan berdiri dari kursi yang dia duduki. Ternyata memang bukan Riyanti pelaku yang meneror Karina. Lantas siapa? Randy benar-benar tidak punya tebakan lain.


Akhirnya Randy pun harus berbesar hati untuk meminta maaf pada Riyanti. Karena telah menuduhnya bahkan telah bersikap kasar pada wanita yang sempat dekat denahnya hampir enam bulan lamanya itu.


"Aku minta maaf Riyanti. Aku telah menuduh mu tadi. Aku harap kamu bisa mengerti situasi ku, aku hanya berpikir tentang segala kemungkinan yang terjadi saja. Sekali lagi aku minta maaf!" ucap Randy lalu berjalan menjauh dari Ema dan Riyanti.


Mendengar apa yang dikatakan Randy, Riyanti makin terisak. Dan itu membuat Ema semakin geram.


"Heh, tidak kah kau masih punya hati Randy Hendrawan?" tanya Ema yang membuat langkah Randy berhenti.


Randy pun langsung berbalik dan kembali menghela nafasnya.


"Sejak kami memulai hubungan itu, aku sudah pernah katakan pada Riyanti agar jangan terlalu mencintai ku. Karena aku sudah bilang padanya, aku bukan pria yang bisa berkomitmen. Aku juga bilang padanya jika dia memang menemukan pria yang lebih baik dariku saat kami masih menjalin hubungan, aku akan dengan senang hati melepaskannya. Lalu dimana kesalahan ku?" tanya Randy dengan nada cuek.


Randy mengatakan semua itu sambil melihat ke arah Riyanti. Dia memang ingin mengingatkan wanita yang sedang sedih karena patah hati itu tentang komitmen mereka saat akan memulai hubungan sebagai sepasang kekasih. Dan saat itu pun Riyanti setuju dengan semua persyaratan dari Randy itu.


"Tapi Riyanti sangat mencintai mu Randy...!"


Ema berusaha meyakinkan Randy, tapi sebelum Ema selesai dengan apa yang dia katakan Riyanti sudah pergi menghampiri Randy. Riyanti berlari dan kembali memeluk Randy.


Meski Randy berusaha menahannya, tapi Riyanti tetap saja tidak mau melepaskan pelukannya.


"Mas, jangan tinggalkan aku seperti ini. Aku sudah terlanjur sangat mencintai mu. Aku tidak mungkin bisa hidup tanpamu mas!" lirih Riyanti.


Ema yang melihat sepupu satu-satunya yang dia miliki mengemis cinta seperti itu pada seorang pria merasa hatinya ikut hancur dan remuk. Setelah ayah Riyanti meninggal, dia lah satu-satunya kerabat Riyanti di negara ini. Sementara ibunya menemani ibu Riyanti untuk melakukan pengobatan di luar negeri karena sakit paska meninggalnya ayah Riyanti.


"Riyanti... cukup!" teriak Ema.


Tapi seolah Riyanti memasang telinga tul1 terhadap panggilan Ema dan apa yang saudara sepupunya itu katakan.


"Mas, aku tidak apa-apa kalau hanya jadi istri keduamu. Aku bahkan tidak masalah kalau hanya menjadi simpanan mu mas... asal kamu jangan tinggalkan aku mas... jangan tinggalkan aku. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu mas...hiks... hiks...!"


Perkataan Riyanti membuat air mata Ema mengalir deras. Randy pun ikut berkaca-kaca mendengar semua yang dikatakan oleh Riyanti. Wanita yang merupakan CEO salah satu perusahaan iklan terbesar di kota ini mengatakan hal seperti itu, mengem1s cinta pada seorang pria yang statusnya duda dan hanya wakil CEO perusahaan lain. Hati kecil Randy pun menjadi sangat iba.


Randy perlahan memegang kedua lengan Riyanti dan memintanya berdiri tegak, tidak bersandar pada Randy lagi.


"Riyanti dengar, lihat dirimu baik-baik. Kamu adalah Riyanti seorang CEO perusahaan besar di kota ini. Panutan modis banyak wanita-wanita di luar sana, berapa pengikut di akun media sosial mu, jutaan orang. Jangan pernah sia-siakan semua itu hanya demi seorang pria seperti ku. Aku juga tidak bisa memaksakan perasaan ku padamu, aku mencintai wanita lain. Dan dia juga mencintai ku, dia tidak akan membiarkan ada wanita lain di antara kami. Jadi tolong Riyanti, move on. Aku yakin kamu pasti bisa!" terang Randy panjang lebar mencoba menjelaskan situasinya pada Riyanti.


Namun setelah mendengar semua yang dikatakan Randy padanya, Riyanti malah menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak mas, aku tidak akan bisa. Aku akan bicara pada wanita itu mas, aku akan serahkan semua hartaku padanya asal dia mau melepaskan mu, atau membiarkan aku menjadi istri kedua mu. Dia pasti mau mas!" ucap Riyanti membuat Ema rasanya mau berteriak keras di telinga sepupunya itu agar sadar.


Ema sangat geram, dia ingin mengatakan pada Riyanti kalau semua yang dilakukan nya akan percuma.


"Itu tidak mungkin Riyanti, wanita yang aku cintai itu dan yang akan aku nikahi itu bukan wanita yang gil4 harta. Hentikan semua ini, kita sudahi sampai disini. Carilah pria yang lebih baik yang mencinta mu dengan tulus dan bisa membahagiakan mu!" ucap Randy lalu bergegas pergi meninggalkan Riyanti dengan langkah cepat.


"Mas... mas Randy!" teriak Riyanti yang berusaha mengejar Randy namun langsung di tahan oleh Ema.


"Cukup Riyanti. Sadar kamu! dia memang tidak pernah mencintai mu. Dia hanya memanfaatkan kamu saja, sekarang dia sudah tidak butuh kamu. Dia seenaknya meninggalkan mu. Pria bren9sek seperti itu tak pantas kamu tangisi Riyanti!" pekik Ema yang sudah pada batas kesabarannya.


Riyanti jatuh terduduk di lantai.


"Tidak Ema, aku yakin kalau aku bicara pada wanita itu dan memberikannya semua hartaku, dia pasti mau melepaskan mas Randy. Apa kamu tahu siapa wanita itu Ema?" tanya Riyanti sambil menyeka air matanya.


"Karina!"


Jegerrr


Bak petir di siang bolong, Riyanti sungguh terkejut mendengar nama yang disebutkan Ema.


"Karina!" lirih Riyanti dengan mata berkaca-kaca.


***


Bersambung...