Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 58


Sementara itu di dalam lift, Sila masih terus berusaha menjelaskan pada Luna kalau apa yang akan dia lakukan justru akan membuat dirinya sendiri dalam masalah.


"Nona Luna, lepaskan tanganku. Aku memang baru datang tapi...!"


"Tuh kan benar, sekarang kamu sudah mengakuinya!" lagi-lagi Luna menyela Sila saat akan menjelaskan kalau dia memang baru datang tapi bersama dengan Dave dan juga Joseph karena mereka baru saja meeting di luar.


Tapi sebelum Sila bisa menjelaskan itu Luna sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk bicara sampai selesai. Luna selalu menyela apa yang ingin Sila katakan.


Ting


Pintu lift terbuka, Luna menarik tangan Sila dan membawanya keruangan Dave.


Tanpa mengetuk pintu, Luna langsung membuka pintu ruangan Dave dan menarik Sila lalu menghempaskan nya di depan Dave.


"Lihat Dave, ini sekertaris pribadimu. Dia datang terlambat. Awalnya dia terus mengelak dan bilang tidak datang terlambat, tapi barusan dia sudah mengakuinya kalau dia baru datang. Bagaimana karyawan lain bisa taat pada peraturan yang dibuat perusahaan kalau sekertaris pribadi pemilik perusahaan ini malah melanggar aturan dengan datang terlambat!" ucap Luna panjang lebar menjelaskan kesalahan Sila.


Dave yang sudah berdiri karena melihat Luna tadi mendorong Sila pun semakin di buat tak habis pikir dengan apa yang sedang dilakukan oleh Luna.


"Sila, kamu baru datang?" tanya Dave dengan wajah datar.


Sila langsung menganggukkan kepalanya tanpa menjawab dengan suara.


Lalu pandangan Dave pun tertuju pada Luna yang tersenyum sangat puas. Sepertinya Luna sudah merasa telah melakukan sesuatu yang akan membuat Dave memuji dirinya.


'Bagus, sekarang Dave pasti akan memujiku!' batin Luna begitu merasa percaya diri.


Pandangan Dave lalu kembali beralih pada Sila.


"Apa kamu tidak jelaskan kenapa kamu baru datang ke kantor?" tanya Dave pada Sila.


"Sudah tuan, aku sudah berusaha mengatakan kalau aku baru datang karena baru saja selesai meeting diluar bersama dengan tuan dan juga tuan Joseph. Tapi nona Luna tidak mau mendengarkan penjelasan ku!" jawab Sila dengan cepat, dia tidak mau Luna menyelanya lagi.


Luna yang mendengar apa yang baru saja di katakan Sila, langsung menoleh ke arah Sila. Luna mengernyitkan dahi, membuat kedua alisnya nyaris bertemu.


'Hais, kenapa juga aku tadi tidak mendengarkannya. Dave pasti akan marah lagi padaku!' batin Luna.


Ekspresi wajah Luna benar-benar berubah, yang tadinya dia begitu percaya diri dengan senyuman puas yang terpancar. Kini berubah menjadi sangat kesal, karena dia tahu Dave akan kembali marah padanya.


"Sudah dengar! lalu apa yang kamu lakukan di lantai satu pada jam kerja seperti ini?" tanya Dave dengan nada suara kian meninggi pada Luna.


Luna menggidikkan bahunya, dia sangat terkejut karena Dave bicara dengan suara keras padanya. Dia juga tidak mungkin menjawab kalau dia tadi baru saja datang dari cafe yang ada di sebelah perusahaan karena bosan terus menerus di perintah oleh Anita untuk mengerjakan ini dan itu.


"Dave, a.. aku!" Luna menjadi sangat gugup.


"Erluna Praja, mulai hari ini kamu di skorsing!" tegas Dave dan sontak saja hak itu membuat ekspresi terkejut di wajah Luna.


Luna langsung mendekati meja kerja Dave.


"Dave, aku hanya melakukan kesalahan kecil. Kenapa kamu menghukum ku begitu berat, Tante Davina pasti juga...!"


Brakk


Dave menggebrak meja, dan bukan hanya Luna yang tersentak kaget, bahkan Sila juga mundur dua langkah ke belakang dan memegang dadanya karena kaget dengan apa yang baru saja di lakukan oleh Dave.


Luna masih tidak mau keluar, dia masih terus berusaha mengubah keputusan Dave.


"Dave... tapi!"


"Keluar!" bentak Dave dengan tatapan dingin pada Luna.


Tangan dan kaki Luna benar-benar di buat gemetar karena tatapan dan teriakan Dave padanya. Dia langsung berbalik, dan sebelum dia meninggalkan ruangan Dave, dia melirik tajam ke arah Sila.


'Awas kamu Sila, semua ini gara-gara kamu!' kesalnya dalam hati dan bergegas meninggalkan ruangan Dave.


Setalah Luna pergi Dave pun kembali duduk di kursinya, dia lalu membuka lagi lembar dokumen yang tadi dia baca. Tapi dia sempat memegangi kepalanya yang memang terasa sedikit berdenyut karena tadi dia sangat emosi pada Luna.


Sila yang sebenarnya masih berusaha menetralkan debaran jantungnya yang ikut terkejut saat tadi Dave berteriak pada Luna. Berjalan perlahan mendekati Dave. Sila ingat dengan apa yang tadi Joseph katakan padanya, kalau dirinya harus lebih berinisiatif.


Ketika dia melihat Dave memegangi kepalanya, Sila berniat ingin memijat kepala Dave itu karena pasti Dave sangat lelah. Pagi tadi dia sudah bekerja sangat keras, lalu meeting dengan klien. Dan sekarang harus menghadapi tingkah konyol Luna.


Dave tahu kalau Sila berjalan ke arahnya, tapi dia tidak tahu apa yang akan di lakukan Sila. Tapi Dave pura-pura saja tidak memperhatikan Sila dan coba untuk fokus pada dokumen di depannya.


Setelah Sila berada di dekat Dave, Sila berkata.


"Tuan, apa aku boleh pijat kepala tuan?" tanya Sila meminta ijin terlebih dahulu pada Dave.


Dave langsung menoleh ke arah Sila.


'Jadi itu yang mau dia lakukan!' batin Dave


Tak menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan perhatian dari Sila, Dave pun mengangguk sekali dan langsung merebahkan kepalanya di sandaran kursinya yang memang sangat nyaman.


Sila perlahan menyentuh kepala Dave, dan memijatnya perlahan. Dave cukup merasa nyaman dengan pijatan pelan dari tangan lembut istrinya itu.


'Kamu sangat baik dan perhatian Sila. Bodoh sekali Hadi Tama itu!' batin Dave yang masih memejamkan matanya menikmati pijatan lembut dari Sila di kepalanya.


Sementara itu di ruangan sekertaris, Luna masuk dengan tergesa-gesa sambil terus mengomel. Anita yang memang sudah sejak tadi menunggunya pun menegur Luna.


"Luna, darimana saja kamu? aku kan bilang kamu harus segera menyelesaikan dokumen untuk Perusahaan T, kenapa malah baru kembali?" tanya Anita menegur Luna.


Luna tidak menghiraukan apa yang dikatakan Anita, dia malah bergegas ke mejanya dan mengambil tasnya dari atas meja. Anita yang mulai kesal pun berdiri dan mendekati Luna.


"Hei, sekarang belum waktunya makan siang. Sebaiknya bekerja dengan baik, atau akan aku laporkan pada tuan Dave agar kamu di skorsing!" gertak Anita.


Luna yang merasa kesal pun langsung berbalik dan menghadap ke arah Anita.


"Tidak perlu repot-repot melaporkan ku pada Dave! karena aku sudah di skorsing! puas?" tanya Luna yang langsung berbalik dan meninggalkan ruangan sekertaris.


Anita sempat terdiam, tapi kemudian dia tertawa puas.


"Ha ha ha, dia sudah di skorsing tanpa aku laporkan? dia bertanya apakah aku puas? tentu saja aku puas! ha ha ha!" ucap Anita yang begitu senang karena Luna sudah di skorsing oleh Dave.


***


Bersambung...