Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 293


Meski dengan langkah malas, Anita tetap mengikuti Oman karena tangannya kembali di tarik oleh Oman menuju ke pintu lift hotel yang tengah terbuka. Anita melihat ke arah tangannya yang membuatnya Dejavu, dia ingat beberapa tahun yang lalu kejadiannya juga mirip seperti ini. Oman menarik tangannya dengan paksa.


Merasa perasaannya tidak nyaman, Anita langsung menghentakkan tangannya lalu mendahului Oman masuk ke dalam lift. Setelah mereka berdua masuk, pintu lift tertutup. Di dalam lift sebelumnya suda ada dua orang wanita paruh baya yang terlihat senyum-senyum sendiri melihat ke arah Oman dan Anita.


"Pertengkaran kecil itu biasa dek, tapi jangan ngambek lama-lama ya. Suami kamu ini ganteng loh, nanti di ambil sama wanita lain baru kamu menyesal. Sekarang sudah banyak pelakor terakreditasi dek, bujuk rayunya bukan main. Hati-hati ya!" ucap wanita paruh baya yang model rambutnya Bob yang persis berdiri di depan Anita.


"Tapi dia bukan... eh!"


Baru Anita mau menjelaskan pada ibu-ibu itu kalau Oman bukan suaminya. Oman sudah menarik tangan Anita dan merangkul bahunya dengan mesra.


"Apa-apaan sih?" protes Anita yang berusaha menjauh.


Tapi Oman malah semakin erat merangkulnya bahkan tersenyum pada wanita paruh baya yang tadi sempat memberi nasehat pada Anita.


"Iya Bu, istri saya ini salah paham sama saya. Padahal cinta saya ke dia itu gunung Himalaya aja kalah tingginya Bu!" ucap Oman membuat Anita memicingkan matanya tajam ke arah Oman.


Ting


Pintu lift terbuka, ibu-ibu tadi hanya terkekeh pelan lalu keluar dari dalam lift. Setelah pintu lift kembali tertutup, Anita langsung menginjak keras ujung sepatu Oman.


"Aduh!" pekik Oman.


"Rasakan itu! mau kemana sih sebenarnya? ini sudah lantai 5!" seru Anita kesal.


"Lantai 7, kamar nomor 702 sebelah kanan lift. Aduh, kakiku. Kau ini kejam sekali!" seru Oman sambil meringis menahan sakit akibat injakan kuat Anita pada ujung kakinya.


Bagaimana tidak sakit dan membuat Oman meringis. Anita pakai seperti hak tinggi, yang ujungnya lancip.


Ting


Pintu lift terbuka, Anita langsung keluar dan berjalan menuju kamar hotel yang disebutkan oleh Oman tadi. Di depan pintu ada seorang pria dengan pakaian room servis.


Melihat kedatangan Anita, pria itu langsung membuka pintu dengan sangat perlahan sambil meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya.


Anita yang mengerti kalau pria itu ingin dirinya juga diam dan tak bersuara pun mengangguk paham. Setelah Anita mengangguk paham, pria dengan pakaian room servis yang adalah anak buah Oman yaitu Joni langsung mempersilahkan Anita masuk.


Begitu masuk Anita langsung menemukan sebuah bilik kecil yang di samping kanannya adalah kamar mandi hotel. Saat berjalan maju dengan perlahan, Anita mulai mendengar suara-suara yang membuatnya merinding. Suara sahut menyahut antara dua orang yang sedang bercocok tanam.


Anita awalnya ingin berbalik saja, tapi dia sepertinya mengenal suara dari pria yang terus meminta pada wanitanya untuk semakin cepat bergerak dan menghentak. Anita menutup mulutnya ketika dia yakin kalau suara itu adalah suara Anwar. Tunangannya yang meminta dia segera menikah dengannya.


Anita pun menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya dengan kuat. Perlahan dia melangkah maju, dan benar saja ketika dia melihat dua orang tanpa sehelai benang pun sedang main kuda-kudaan di atas tempat tidur. Anita langsung berteriak.


"Anwar!!" pekik Anita yang matanya sudah meneteskan air mata.


Anwar dan wanita selingkuhannya itu langsung menoleh. Mereka langsung menghentikan aktivitas yang sebenarnya sangat tanggung. Namun menyadari Anita sedang melihatnya, Anwar langsung mendorong wanita selingkuhannya itu agar turun dari tubuhnya. Sebab posisi wanita itu memang sedang di atas Anwar.


"Keterlaluan kamu! baru saja kamu mengatakan ingin menikah denganku. Tapi tidak sampai satu jam kamu sudah bersama wanita ini... !" Anita menjeda kalimatnya saat melihat wajah wanita selingkuhan Anwar.


"Kamu, kamu wanita yang waktu itu kan?" tanya Anita dengan tangis yang sudah tak dapat dia bendung.


"Anita, aku bisa jelaskan... dengarkan aku dulu!" Anwar mencoba meraih celana pendek yang ada di dekat tempat tidur.


"Anita...!" Anwar mencoba menjelaskan sambil menyentuh bahu Anita.


Plakk


Namun Anita langsung menepis tangan Anwar.


"Singkirkan tangan menjijikan mu itu dariku. Aku tidak menyangka kamu seperti ini Anwar, aku mengira kamu orang baik. Kenapa kamu seperti ini? aku tidak mau menikah dengan mu...!"


"Memangnya siapa yang mau menikah denganmu?" pekik Anwar yang membuat mata Anita membelalak sempurna.


"Mana ada pria yang mau menikahi wanita yang tidak tahu cara berciuman, tidak tahu cara menyenangkan pria. Menyentuh perut saja, kamu marah bukan main padaku. Siapa yang mau menikah dengan wanita seperti mu, lebih dari dua belas jam kamu hanya pikirkan tentang pekerjaan dan pekerjaan, tapi saat aku minta ini itu kamu tidak mau memberikannya. Hanya pria bodoh yang mau menikah dengan mu, aku juga terpaksa setuju karena ayah dan ibuku akan mencoret ku dari kartu keluarga kalau tidak mau menikahi mu. Setelah menikah dan mendapatkan warisan kedua orang tuaku dan ibumu, aku pun akan segera menceraikan mu?" ujar Anwar dengan wajah nyaris tanpa rasa bersalah.


Anita terdiam, air matanya berhenti mengalir. Ternyata cinta Anwar juga palsu untuknya. Semua itu demi warisan orang tuanya saja.


"Pergi sana, kita putus! mengganggu kesenangan orang saja!" ucap Anwar yang kembali menghampiri wanita yang tengah memamerkan paha mulu5nya pada Anwar.


Anita memejamkan matanya sekilas, dia kemudian berbalik dan ingin pergi dari sana karena dia hanya akan jadi bahan lelucon di sana. Tapi saat Anita akan pergi, Oman menahannya dengan menggenggam pergelangan tangan Anita.


"Lepaskan Oman, aku mau pergi dari sini!" lirih Anita.


"Kita akan pergi Anita, tapi setelah aku beri pelajaran pada pria bren9sek ini!" ucap Oman yang langsung melepaskan tangan Anita dan menghampiri Anwar yang sedang berciuman dengan wanita selingkuhan nya.


Oman menarik rambut Anwar dengan kuat, membuat Anwar jatuh terjengk4ng dari tempat tidur.


"Apa-apaan ka...!"


Bagh Bugh Bagh Bugh


Sebelum Anwar bisa bicara, Oman sudah menghajar Anwar tanpa ampun. Pukulan demi pukulan mendarat di wajah dan di perutnya. Sementara wanita selingkuhan Anwar ketakutan lalu memungut semua pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Kamu bilang hanya pria bodoh yang akan menikahi Anita? kamu salah, hanya pria bodoh yang akan menyia-nyiakan wanita sebaik Anita yang bahkan sangat menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya!" ucap Oman dengan wajah serius.


Anwar yang sudah babak belur tidak perduli dengan semua ucapan Oman. Dia hanya berusaha untuk meraih ponselnya dan meminta pertolongan pada seseorang.


Oman langsung menggandeng tangan Anita keluar dari kamar itu.


Oman mengajak Anita masuk kembali ke dalam lift setelah memerintahkan Joni membereskan semuanya.


Di dalam lift Anita hanya menundukkan kepalanya.


"Butuh pelukan?" tanya Oman merentangkan tangannya.


Brukk


Anita langsung memeluk Oman dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Oman.


***


Bersambung...