Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 239


Setelah mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh Umar kepadanya. Dan mengingat kalau di negara ini juga adalah negara hukum, Randy menyadari kalau dia juga tidak mungkin bisa menyentuh nyonya besar keluarga Praja itu tanpa bukti.


Meski hati Randy sudah begitu bergemuruh dan ingin sekali mencekik leher Aline, wanita yang telah membuat istri tercinta nya mengalami kecelakaan. Namun dia juga masih memikirkan apa yang dikatakan Umar, juga nama baik keluarga Hendrawan. Jika bukan karena itu, pasti sekarang Randy sudah mencari keberadaan Aline praja dan menghabisinya dengan tangannya sendiri.


Jupri dan yang lain pun akhirnya di bawa oleh Randy dan juga Roy ke kantor polisi. Dengan semua bukti yang telah di katakan oleh Jupri, pengakuannya dan bagaimana peristiwa lima tahun yang lalu itu terjadi. Polisi pun segera menuju ke rumah keluarga Praja dengan membawa surat penangkapan untuk Aline Praja.


Iwan pun sudah mengaku, dan semua barang bukti serta slip transfer juga sudah di dapatkan Roy dari bank. Mereka semua berangkat ke kediaman Praja.


Di dalam perjalanan, Randy pun dengan suara yang berat, paray dan sedih. Mengungkapkan semua yang telah dia dengar dari Jupri pada Dave melalui panggilan telepon.


Dave yang memang sedang berada di kantor dengan Joseph pun langsung melihat ke arah Joseph. Saat mendengar kabar itu dari Randy.


"Kau tenang ya kak, tahan emosi mu saat berada di rumah keluarga Praja. Aku dan Joseph akan segera menyusul ke sana sekarang!" seru Dave.


Setelah bicara seperti itu, Dave langsung menutup panggilan telepon dari Randy lalu menyimpan ponselnya di saku jasnya.


"Jo, ternyata kecelakaan yang terjadi pada kak Alisha, lima tahun yang lalu itu. Bukan murni kecelakaan. Aline Praja adalah dalang di balik kecelakaan maut yang terjadi pada mendiang kak Alisha!" jelas Dave pada Joseph dengan wajah yang terlihat begitu suram.


Pandangan Joseph pun mengarah pada tangan Dave yang terkepal kuat. Joseph sudah tahu, kalau Dave dari awal memang sudah tidak suka pada dua wanita dari keluarga itu. Hanya karena nyonya besarnya pernah berhutang budi pada kakek Praja, lantas semua masalah lima tahun lalu itu benar-benar hanya di anggap kecelakaan biasa saja. Padahal sejak awal Joseph sudah curiga ada yang tidak beres dengan kecelakaan nona pertamanya itu, karena setahu Joseph Alisha adalah seseorang yang mahir dalam mengemudikan mobil. Bahkan lebih baik dari Dave.


Maka ketika, Joseph mendapatkan kabar kalau kecelakaan itu terjadi karena human eror. Joseph sempat tidak percaya, sayangnya saat kendaraan itu di evakuasi dari lokasi kecelakaan. Kendaraan itu bahkan sudah remuk dan terbakar di bagian bawah mobil. Benar-benar hangus. Hingga Joseph pun tak dapat melanjutkan kecurigaan nya.


"Benar-benar wanita licik!" pekik Dave yang sangat kesal. Pasalnya dia dan Alisha, hubungan mereka juga sangat baik. Tentu saja dia kesal mendengar kalau kecelakaan itu adalah ulah Aline Praja.


Saat Dave dan Joseph akan keluar ruangan, Shafa kebetulan masuk ke dalam ruangan itu.


"Kakak, mau kemana? terburu-buru sekali?" tanya Shafa bingung.


"Shafa, kamu di kantor saja ya. Temani Karina karena pelaku teror itu belum tertangkap. Sekarang ada hal lain yang harus aku lakukan!" jawab Dave.


Melihat wajah Dave dan Joseph yang sama-sama serius. Shafa pun tidak mau banyak bertanya lagi. Dia membiarkan kakak dan calon imamnya pergi meninggalkan ruangan CEO.


Dan seperti pesan Dave tadi, Shafa pun pergi ke ruangan Karina dan memilih menemani calon kakak iparnya itu.


Sementara di perjalanan, Randy juga sudah menghubungi ayahnya. Rizal kaget bukan main saat mendengar penuturan Randy. Di ruang kerja Rizal, dia kebetulan juga sedang bersama dengan Davina. Mata merah Rizal saat memandang ke arah Davina setelah menerima telepon membuat Davina merasakan ada firasat tidak baik dalam hatinya.


Setelah Rizal menutup penggilan telepon, baru Davina mendekat ke arah suaminya itu dan bertanya.


"Ayah, ada apa? kenapa wajah ayah merah begitu. Kabar apa yang di berikan Randy? apa dia sudah menemukan siapa orang yang telah meneror Karina, calon menantu kita?" tanya Davina dengan suara pelan.


Rizal pun menatap sendu pada istrinya itu. Dia tahu kalau istrinya itu sangat menjaga hubungannya dengan keluarga Praja. Meski setelah kejadian di rumah sakit itu, semuanya berubah dan Davina tak pernah lagi berhubungan dengan keluarga Praja. Tapi Rizal juga tahu kalau Davina sudah menganggap semua orang di keluarga Praja itu sebagai keluarga.


"Bu, pelaku sebenarnya yang meneror Karina memang belum terungkap. Tapi...!" Rizal menjeda kalimatnya sebentar.


Dia memegang tangan Davina perlahan.


"Tapi pelaku penyebab kecelakaan Alisha lima tahun yang lalu, sudah terungkap!" jelas Rizal.


Mata Davina berkaca-kaca. Dia bahkan langsung meneteskan air mata dadu salah satu sudut matanya.


"Alisha, dia di celakai seseorang?" tanya Davina dengan suara serak dan lirih.


Rizal mengangguk perlahan. Davina lalu memeluk Rizal.


"Ya Tuhan! bagaimana mungkin. Alisha adalah wanita yang baik dan lembut. Bagaimana mungkin ada yang mencelakai nya. Siapa orang itu yah?" tanya Davina sambil menangis terisak di pelukan Rizal.


Rizal lantas mengusap punggung Davina perlahan beberapa kali. Dia tahu, kalau istrinya itu pasti akan terkejut dengan nama yang akan dia sebutkan. Karena itu dia mengusap punggung Davina untuk memberikan sedikit ketenangan pada istrinya itu.


"Aline, Aline Praja!"


Jegerrr


Bak petir di siang bolong, Davina kaget bukan main. Hatinya rasanya sudah mau mencelos saat mendengar nama Aline di sebutkan oleh Rizal.


Davina langsung menarik dirinya sendiri dari pelukan Rizal dan menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak mungkin, tidak mungkin yah. Aline memang ambisius, tapi kalau menghabisi nyawa seseorang... "


Davina sangat syok, dia bahkan terduduk lemas di kursi. Rizal lalu mendekatinya dan memegang punggung tangan Davina dengan lembut.


"Ini kenyataannya Bu, sekarang Randy dan Dave sedang menuju ke rumah keluarga Praja dengan membawa polisi dan surat penangkapan untuk Aline. Semua bukti dan saksi sudah menunjukkan kalau Aline lah dalang kematian Alisha. Kalau kamu memikirkan hubunganmu dengan keluarga Praja, maka ingatlah juga saat-saat dimana Randy depresi setelah kepergian Alisha yang jelas-jelas adalah perbuatan wanita yang sudah kau anggap saudari mu itu. Pikirkan itu Bu!" ujar Rizal pada Davina.


Mata Davina terpejam, dengan air mata yang terus mengalir. Tangannya juga terkepal kuat.


'Aline, kenapa kamu tega sekali pada keluarga ku. Aku bahkan menganggap mu saudariku, Apa salahku padamu sampai kamu menghancurkan setiap kebahagiaan di keluargaku?' lirih Davina dalam hatinya.


***


Bersambung...