Ketika Yang Kucintai Berkhianat

Ketika Yang Kucintai Berkhianat
KYKB 138


Karina masih di dalam mobil bersama dengan Joseph. Sudah sangat larut memang, dan suasana di jalan juga sangat sepi. Suasana sepi di jalan bahkan menambah hening suasana di dalam mobil.


Karina masih diam, sesekali dia melirik ke arah Joseph yang begitu fokus mengemudi. Karina kembali ingat apa yang dikatakan Davina sebelum memperbolehkannya pulang, karena Dave terus memaksa Davina mengijinkan Karina pulang dengan alasan dia harus bekerja besok pagi.


Davina tadi mengajak Karina bicara berdua sambil mengantarkannya ke tempat parkir, Joseph di perintahkan Davina untuk berjalan lebih dahulu dan menyiapkan mobil.


Sepanjang koridor rumah sakit, Davina bercerita tentang Randy Hendrawan di masa mudanya, di kala dia kuliah dan saat dia membawa Alisha, seorang gadis manis yang adalah teman kuliah Randy pada Davina.


"Saat itu aku juga langsung respect pada Alisha, tapi keputusan Randy untuk segera menikah padalah baru satu tahun membantu ayahnya di perusahaan membuat ku bersikap sedikit tegas pada Alisha. Hingga saat itu Randy memutuskan tetap menikahi Alisha dan meninggalkan rumah, namun belum genap usia pernikahan mereka satu tahun, tepatnya satu hari sebelum anniversary pernikahan Randy yang pertama. Sesuatu yang buruk terjadi pada Alisha, dia kecelakaan pada saat akan menjemput Randy di kantornya untuk memberikan kejutan pada Randy, Alisha tidak selamat. Dan yang membuat Randy begitu shock adalah saat itu di dalam mobil yang sudah di angkat dari jurang, dengan keadaan rusak parah dan ringsek itu, ada kue ulangtahun pernikahan dan juga kado untuk Randy dari Alisha!" Davina menjeda ceritanya karena dia mulai meneteskan air matanya.


Davina menghela nafasnya berat, Karina sendiri hanya diam. Dia tidak menyangka kalau ternyata Randy yang dia anggap selenge4n punya kisah yang tragis seperti itu.


"Butuh waktu setengah tahun untuk Randy bisa bicara lagi dengan orang lain, butuh waktu yang lebih dari itu untuknya bisa bangkit dan bisa kembali menata hidupnya, tapi entah bagaimana dia justru lari dari masalahnya dengan hal-hal yang negatif! Dia bahkan tidak mau bicara pada ayahnya!" jelas Davina pada Karina.


Davina lalu berhenti dan memegang kedua tangan Karina.


"Dia bisa kembali ceria seperti dulu, saat kamu bersamanya nak. Kamu tenang saja, aku dan ayah Randy akan segera menemui ibu mu di kampung dan meminta ijin untuk melamar mu, ibu juga berjanji masa depan kedua adikmu akan terjamin. Mereka akan kuliah di tempat yang sama di mana Randy, Dave dan Shafa kuliah. Ibu minta padamu, jangan tolak Randy ya, jangan buat hatinya kembali hancur dan menyakiti dirinya sendiri lagi! ya Karina!" pinta Davina yang membuat Karina hanya bisa menghela nafasnya.


"Nyonya, bisakah nyonya memberiku waktu untuk...!"


"Tentu sayang!" sela Davina yang langsung memeluk Karina lagi.


"Sudah sampai nona!" seru Joseph yang membuat Karina tersadar dari ingatannya tadi bersama dengan Davina.


Saat Joseph akan keluar dari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Karina. Karina memanggil Joseph.


"Tuan Joseph, apa... apa ada wanita yang pernah kamu sukai?" tanya Karina memastikan perasaan Joseph padanya.


Joseph hanya tersenyum. Lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak ada nona!" jawab Joseph yang langsung keluar dari dalam mobil.


Karina menghela nafas berat.


'Ternyata benar, perasaan ku ini hanya bertepuk sebelah tangan saja. Apa aku memang harus memberikan kesempatan untuk tuan Randy?' batin Karina.


Saat menutup pintu bagian kemudi Joseph melirik ke arah Karina yang terlihat memejamkan matanya sekilas dan menghela nafas.


'Maaf nona Karina, akan lebih bahagia dan pastinya lebih baik jika kamu bersama dengan tuan Randy. Aku percaya, jodoh itu sudah ada yang mengatur, kalau kita berjodoh suatu saat pasti akan ada masa yang tepat untuk kita!' batin Joseph yang benar-benar sudah mengikhlaskan Karina untuk Randy.


Karina bahkan belum membuka sabuk pengaman nya ketika Joseph sudah membukakan pintu mobil untuk nya.


'Haih, tidak suka ya sudah. Tapi haruskah terburu-buru begini. Apakah ingin sekali cepat meninggalkan aku?' tanya Karina dalam hati.


Karina pun dengan terburu-buru melepas sabuk pengaman nya dan langsung lari masuk ke dalam rumah kontrakan nya. Saat Karina sudah masuk ke dalam rumah kontrakannya. Joseph tersenyum lirih.


'Maafkan aku nona, sebenarnya wanita yang pertama kali aku sukai itu nona. Tapi aku tahu itu juga bukan berarti kita harus bersama, melihat mu bahagia akan lebih membahagiakan ku!' batin Joseph.


Setelah itu Joseph pun masuk kembali ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


***


"Mas... apa semua baik-baik saja?" tanya Sila yang di dekati Dave yang langsung mencium keningnya.


Sila langsung berusaha untuk duduk, dengan mata yang belum bisa terbuka sepenuhnya Sila bersandar di bahu Dave.


Dave pun mengusap lembut kepala Sila dan sesekali mencium puncak kepala istrinya itu.


"Aku mengganggu mu ya?" tanya Dave pada Sila yang terlihat sangat mengantuk.


Sila langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku menunggumu, mas sudah makan malam belum?" tanya Sila


"Sudah sayang, sebenarnya ada yang ingin aku ceritakan padamu. Tapi karena sepertinya istriku ini sangat mengantuk. Jadi besok pagi saja. Lanjutkan tidur mu, aku akan ganti baju dulu!" seru Dave yang langsung di balas anggukan kepala oleh Sila.


***


Keesokan harinya, Sila sudah menunggu Dave bangun. Sila sudah mandi, dia juga sudah mengurus semua keperluan Mika sekolah, bahkan Muka sudah berangkat sekolah bersama Diah.


Sila memang sengaja tidak membangunkan Dave, karena Dave juga tidak berpesan padanya untuk di bangunkan. Dave juga tidak menyalakan alarm, jadi Sila pikir Dave tidak ada pekerjaan mendesak hari ini jadi Sila hanya duduk di sebelahnya sambil membaca majalah saja.


Tepat pukul 09.00 pagi, Dave akhirnya menggeli4t pelan dan langsung memeluk kaki Sila yang ada di sebelahnya seperti sebuah guling.


"Selamat pagi mas!" sapa Sila dengan tersenyum.


"Pagi sayang, kamu cantik sekali!" balas Dave.


"Terima kasih mas, ini aku sudah buatkan teh untukmu!" ucap Sila yang langsung meraih cangkir teh di sebelahnya dan menyod0rkannya pada Dave.


Dave langsung duduk dan menerima cangkir itu, lalu meminumnya perlahan.


"Manis, seperti mu!" gombal Dave pada Sila.


Sila terkekeh kecil mendengar gombalan pagi-pagi dari sang suami.


"Ayo cerita!" ucap Sila yang langsung menutup halaman majalah nya.


Dave mengangkat sedikit alisnya ke atas.


"Cerita apa?" tanya Dave yang memang baru bangun tidur dan belum fokus, lalu kembali meminum tehnya.


"Mas...!" pekik Sila yang membuat Dave memuncr4tkan sedikit teh yang ada di mulutnya.


***


Bersambung...