
Mulai membuka matanya, ia benar-benar merasa kepala ingin pecah, sakit teramat sakit yang dirinya rasa.
Melihat sekitar ternyata dirinya diikat di sebuah kursi, Arya mencoba membuka tali yang mengikatnya, tapi tidak bisa karena sangat sulit.
"Kau tidak akan bisa! Ajal mu sudah berada ditangan ku, hahah." Hendri tertawa sungguh mengerikan.
"Hendri?" Arya tak percaya apa yang dilihatnya sekarang. "Kau masih hidup?"
"Iya! Kenapa? Kau takut?" ucap Hendri penuh ejekan. "Aku tidak akan mati sebelum membalaskan dendam ku!"
"Kau yang sudah tersesat Hen ... Aku tidak bersalah, kenapa kau tidak juga mau mengerti?"
Brakkk
Hendri membanting meja kecil didepannya. "Tidak bersalah katamu! semua karena kau..!" Ia mencengkram erat kerah baju Arya. "Dia meninggal karena mu!! kau yang sudah membunuhnya!!"
"Aku tidak pernah membunuh orang!! Kenapa kau melimpahkan kesalahannya padaku!!"
"Tapi dia meninggal karena kau menolaknya!! kau tidak punya hati, kau yang membuat dia memilih mengakhiri hidupnya!!" Bantah Hendri tak Terima.
Arya menggeleng melihat keegoisan mantan sahabatnya itu. Ya dulu mereka bersahabat akrab sebelum semuanya berubah begitu mengerikan hubungan mereka.
"Hen, Dia yang memilih jalan itu. Aku mohon maaf, tapi itu sudah terjadi lama sekali, kenapa kau masih ingat luka lama itu?" Tidak ada kemarahan dalam suaranya, jika dengan berbicara dengan lembut bisa membuat orang mengerti,ia akan mencobanya.
"Seharusnya kau menerimanya! menikah dengannya. mungkin sekarang dia masih hidup," ucap Hendri lemah.
"Lalu bagaimana dengan mu?"
"Apa maksudmu?"
"Apa pedulimu padaku? Kau bahkan rela mengorbankan perasaan ku hanya untuk membuat dia bahagia, tapi kau! Kau membuat dia mengambil jalan laknat itu!!" Kemarahan Hendra menggebu-gebu tak tau tempat lagi.
Ya dulu mereka bersahabat bertiga dari SMA sampai perkuliahan dan mereka dewasa, tapi perasaan yang baru timbul membuat hubungan itu hancur dengan begitu mudah.
Kisah mereka sungguh sulit untuk diceritakan, kisah cinta itu tubuh saat mereka selalu bersama-sama, tapi sayang Arya hanya menganggap Luna hanya sebatas sahabat. Bukan niatnya ingin menolak Luna, selain ia tidak menyukai gadis manis itu,ia juga tau jika Hendri menyimpan rasa pada Luna, tapi gadis itu malah tidak peka.
Penolakan yang diberikan Arya membuat hubungan mereka hancur, Luna yang khilaf saat patah hati, memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Sejak saat itu hubungan Arya dan Hendri tidak sehat lagi, mereka saling bermusuhan, saling menyalahkan, tapi masih belum melampaui batas.
Ternyata hubungan persahabatan mereka kembali diuji dengan meninggal istri Rian, Lia. Dia sendiri adik kandung Hendri, yang membuat Hendri selalu baik pada Arya meskinya pujaan hatinya sudah meninggal karena Arya, tuduhannya.
Lia meninggal cukup mengejutkan semua orang, Hendri yang tidak terima adiknya meninggal, ia menuduh keluarga Arya tidak menjaganya dengan baik. Awalnya semua orang berpikir itu hanya emosi sesaat sebagai seorang kakak yang tidak terima kehilangan adiknya. Tapi siapa sangka ternyata Hendri memupuk dendam dalam hatinya, hingga itu tiba ia meluapkannya dihari ini.
Beberapa kali Hendri mencoba mencelakai Arya, tapi mereka selalu selamat. Hendri yang putus asa mulai menekan Rian sang mantan adik iparnya, ia selalu menyalahkan atas kematian adiknya pada Rian, bahkan mengancam dan membuat Rian drop dengan mentalnya. Sejak saat itu Rian dirundung rasa bersalah pada istrinya karena tidak menjaga dengan baik.
Puncaknya berakhir saat Hendri kembali mencoba melenyapkan Arya dengan bantuan para preman, tapi digagalkan dengan kedatangan polisi. Aksi kejar-kejaran terjadi antara mobil polisi dan mobil Hendri yang mencoba kabur. Petaka datang mobil Hendri masuk jurang dan meledak di tempat, semua orang berpikir ia sudah meninggal dan pengejaran pun berhenti.
Tapi siapa sangka, sekarang dia kembali dengan dendam yang membara, ingin membuat Arya kembali hancur dengan menculik wanitanya.
"Aku tidak akan puas! Sebelum nyawamu berakhir ditangan ku!" bentak Hendri penuh dendam. "Aku kembali ... kembali untuk membuat hidupmu hancur dan keluarga mu yang bangsat itu!"
"Kau tidak akan pernah berhasil Hendri, sekarang lepaskan istriku! dia tidak bersalah," ucap Arya.
"Kita lihat saja nanti, Tapi aku tidak yakin wanita gila itu akan membiarkan istrimu untuk selamat."
"Apa maksudmu?! kau sudah berjanji akan melepaskan Salva, dasar pengecut!" Ternyata ia ditipu oleh pria itu, ternyata ia tidak benar-benar melepaskan istrinya dengan mudah.
******