
Semua tidak akan selesai jika kita hanya mengunakan otak, sesekali gunakan hati agar kau tau tidak semua yang terlihat sesuai dengan realita yang ada. penyesalan memang datang diakhir, tapi kita bisa mencegah agar penyesalan itu tak terjadi. dengan berpikir logis, dan melibatkan hati dalam bertindak.
****
Salva sedang bersiap menyusun barang untuk dibawa pindah, setelah mendapatkan izin dari bunda dan ayah Salva bertekad untuk melanjutkannya hidupnya dikota lain. Meskipun ia sedikit berat meninggalkan keluarga, apalagi si Nana yang merengek tak mau ditinggalin membuat hati Salva semakin sedih.
"Kakak jangan pergi dong... terus setelah ini Nana akan curhat dengan siapa?" Nana masih mencoba merayu Salva agar membatalkan rencana pindahnya.
"kakak mau melanjutkan hidup dek, jika disini kenangan itu akan selalu terbayang. jika ingin curhat kan ada bunda... dia lebih hebat memberi nasehat dari pada kakak loh...." salva mengusap wajah Nana yang terlihat cemburu.
"Ya beda lah kak, jika sama bunda curhat cowok bisa di sate aku kak. kan mama melarang aku udah pacaran!"
"hahaha... makanya fokus kuliah dulu,umur baru sembilan belas tahun tapi lagak mu seperti siap kawin aja," ucap Salva mengejek adiknya itu.
"biarin... oh ya, gimana cara kakak menyakinkan bunda dan ayah untuk mengizinkan pindah?"
"Ya minta izin lah... bunda kan orangnya pengertian, jadi dia tau hati anaknya." puji Salva.
"Tapi aku yakin pasti diawal bunda nolak... aku udah tau sifat bunda,pas kakak nikah aja bunda nangis dua hari dua malam karena rindu kakak, makanya dia cepat-cepat jemput kakak waktu tau si dia memperlakukan kakak dengan buruk!" salva terdiam mendengar nana bercerita. ia tidak percaya Tante zera begitu menyayangi dirinya, seorang ibu belum tentu sampai seperti itu. tapi dia bisa memberikan begitu banyak cinta tanpa memandang anak kandung dan anak tiri.
"Terimakasih cerita mu dek, sekarang kakak tau seberapa besar cinta bunda sama kakak," ucap Salva sendu.
"Loh.. kok sedih? maaf ya Nana membuat kakak ingat dengan dia...." Nana memeluk Salva,ia merasa bersalah mengungkit masalah pernikahan mereka.
Salva tersenyum melihat perhatian adiknya itu, "gak apa-apa dek,kakak hanya terharu karena bunda begitu menyayangi kakak,"
Aku yang hanya menumpang mendapatkan kasih sayang begitu besar,apa lagi yang aku cari didunia ini. terima untuk kasih sayang kalian, aku tidak akan pernah mampu untuk membalasnya.
FLASHBACK
Salva POV
Setelah curhat dengan bunda kemarin entah mengapa aku merasa aku butuh waktu untuk menyendiri,dan mencari jalan hidupku kedepannya. setelah makan malam aku pergi menemui bunda dan ayah diruang keluarga, mungkin sekarang waktu yang tepat untuk meminta izin mereka.
"Bunda,ayah... salva mau bicara?" bunda zera dan ayah yang awalnya menonton televisi, beralih menatap diriku.
Apakah bunda dan ayah akan mengizinkan? aku harap begitu!
"bunda... ayah... salva mau minta izin...." aku masih takut meneruskannya, karena aku tau selama ini bunda tidak mau memberikanku hidup berpisah dengan mereka semenjak ibu dan ayah kandungku meninggal. kecuali saat menikmati kemarin. bahkan saat aku kuliah, bunda tetap tidak mengizinkan ku untuk mencari kontrakan atau kosan.
"Ada apa nak...? kamu mau kemana? minta izin kami?"
"salva mau pindah...." Belum selesai aku berbicara, tapi ayah sudah lebih dulu mengangkat tangan menandakan untuk aku berhenti bicara.
"Maksud kamu apa Salva... pindah kemana?" tuh kan ayah pasti interogasi aku... ini lah alasan kenapa aku tidak berani berbicara sembarangan.
"Mas... biarkan Salva menyelesaikan ucapannya dulu!" Terlihat ayah yang sudah mulai menegang tadi,kembali ke wajah teduhnya.
"Salva... apa kamu tidak merasa bahagia tinggal bersama kami? dari dulu kamu selalu berusaha untuk hidup mandiri," ahh kenapa aku merasa berdoa sekali membuat hati dua Malaikat ini bersedih.
"Jangan berbicara seperti itu yah... salva bahagia tinggal bersama kalian. tapi ini murni Salva ingin melupakan masa lalu, salva ingin maju kedepan."
Ahhh kenapa aku terlihat begitu tegar, padahal batin sudah menyerit hendak menagis. andaikan mereka tau, hanya mereka tempat aku mengadu, tempat aku pulang dikala hati ini sedang Terluka.
"Lalu kemana kamu akan pindah nak?" aku terkejut melihat bunda yang sepertinya setuju dengan keputusan ku.
"Entahlah... tapi Salva akan mencari tempat yang terbaik." aku semakin gagup, pasti mereka akan marah. bagaimana mungkin seseorang akan pergi tak tau kemana?
"Kamu boleh pindah tapi dengan syarat...." kenapa perasaanku mulai tidak enak ya, pasti bunda sudah merencanakan sesuatu.
"Kamu boleh pergi, tapi bunda yang akan menentukan tempatnya!" sepertinya tidak aku saja yang terkejut,ayah lebih terkejut dengan keputusan bunda, setelah itu ia tersenyum lebar.
"Ayah juga setuju... kamu boleh pindah, tapi masih dalam pengawasan kami."
astaga mereka benar-benar memperlakukan ku seperti anak kecil, sayang boleh sayang... tapi gak gini juga!
"Tapi..." Belum juga aku protes,ayah langsung angkat tangan.
"Kalo protes gak boleh pergi!!" Sepertinya keputusan ayah sudah tidak bisa diganggu gugat.
"Lalu Salva akan pindahkan ke mana? jangan dikota ini lagi yah..." sudah tangung jadi anak kecil,jadi sekalian aja merengek seperti anak kecil meminta permen.
"Kamu akan tinggal dirumah saudara ayah di Bandung... Mereka akan menjaga mu disana!" Yahhhh rencana mau bebas batal sudah. gak disana,gak disini selalu ada yang mengawasi nya.
"Yah... aku gak mau tinggal dengan mereka yang belum terlalu salva kenal... Giman kalo mereka gak suka Salva?" bukannya menjawab mereka malah tertawa, mungkin mereka merasa lucu melihat aku merengek, padahal selama ini belum pernah, kecuali sama ibu dan ayahku dulu.
"Kamu tidak akan tinggal serumah bersama mereka... disana ada rumah yang kosong,dan ayah akan menghubungi mereka untuk menyambut kedatangan mu." yahhh terpaksa menurut. lumayan untuk menenangkan pikiran, dari pada hidup dengan rasa sesak ini. mana tau disana dapat jodoh... hehehe gak dosa dong,kan sekarang gak ada lagi yang melarang aku untuk jatuh cinta pada pria lain.
"Baiklah yah... besok Salva akan pergi kesana."
"Besok!!!"
lahhhh kenapa mereka berdua harus kompak? mana suara mereka kencang sekali.
"iya... mungkin lebih cepat lebih baik!" mereka menganguk lesu, haha makanya jangan mengerjai diriku, sekarang aku juga bisa balas. padahal rencana aku akan pergi seminggu lagi, tapi melihat ayah dan bunda sudah menyiapkan tempat tinggal, gak ada yang harus aku pikirkan lagi?"
FLASHBACK OFF
*****
**Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayang....
salam cinta dari Ara putri ππππ**