
Hari telah berlalu tanpa henti, tapi jasad itu masih bertahan dalam diamnya, seolah dirinya tak mau kembali lagi. Seseorang selalu memintanya kembali tapi dengan keras hati ia tetap mengacuhkan orang-orang disekitarnya.
Tidakkah ada yang ingin mengerti? dirinya hanya ingin beristirahat, Istirahat dengan kejamnya dunia, beristirahat dari luka yang selalu menyerangnya Tampa henti. Dan hari ini Tuhan memberikan ia kesempatan, untuk menenangkan hati, menenangkan pikiran. bagaikan hati yang setenang air mengalir, sesejuk angin yang bertiup.
Seolah Waktu ingin mengatakan, lupakan hidupmu sejenak, lupakan segalanya, dan nikmati ketenangan ini sesaat, hanya sesaat.
******
Seorang wanita setengah baya itu masuk membawa makanan di kedua tangannya, inilah yang ia lakukan akhir-akhir ini, membawa makanan untuk anak dan menantunya yang sedang menunggu seseorang yang tidak ingin kembali.
"Apa ada kemajuan?"
"Tidak bunda. Dia masih keras kepala!"
"Bersabarlah nak, dia akan kembali ke pelukan kita," ucap bunda zera menyakinkan Arya.
"Kenapa ia melakukan ini? ia sudah menghabiskan waktu lima belas hari seperti ini, Apa dirinya tak lelah?"
Bunda mengerti apa yang dirasakan menantu nya itu, kejadian ini terulang kembali. Tapi bedanya saat itu dirinya sendiri yang menginginkan kematian, tapi sekarang kematian yang menginginkannya. Lagi-lagi anaknya harus berjuang untuk hidup, tapi sekarang ia takut jika putrinya ini akan menyerah.
"Dia sudah melewati yang lebih dari ini, dan bunda yakin, putriku pasti akan kembali seperti sebelumnya."
Arya tak lagi berkomentar, melihat air mata seorang orang tua, Arya tau siapa yang paling terluka disini.
Kalian tau apa yang dilakukan bunda saat tau Salva diculik dan dilukai hingga berakhir dirumah sakit. Wanita itu bersujud seharian meminta putrinya dikembalikan, tapi Allah masih ingin menguji iman umatnya.
Dirinya benar-benar sudah menganggap Salva putri kandungnya, janjinya pada kakaknya hanya lah perantara untuk mereka bersatu dan semakin dekat. Melihat darah itu mengalihkan keluar dari tubuh putrinya, Bagaimana sembilu yang menyayat hatinya.
"Nak, makan dulu, kamu butuh tenaga untuk bekerja dan menjaga istrimu!" Arya balas menganguk.
"Kenapa bunda membawa makanan begitu banyak?" Arya baru sadar makanan yang dibawa bunda zera sangat banyak, ia sendiri pasti tidak akan bisa menghabisinya.
"Ya. Nana yang menyuruh, sebentar lagi ia akan datang bersama nak Kaivan. Jadi. bunda bawa lebih," ucap bunda.
"Dia datang lagi? Apa kaivan begitu mencintai Salva?" Bunda tersentak mendengar pertanyaan Arya.
"Bukan, bukan seperti itu! bunda yakin ia hanya merasa bersalah pada Salva, karena itu ia ingin membawa Salva kembali dan memberikan kebahagiaan dengan caranya." Sekarang dirinya mengerti, selagi Salva tidak mencintai Kaivan, ketakutannya tidak ada gunanya lagi.
"Baiklah bunda, aku harus kembali bekerja, jam istirahat sudah berakhir," ucap Arya.
Ia mengambil baju kebanggaannya, sebelum pergi ia sempatkan mengecup kening istrinya untuk penyemangat ia bekerja. Beruntung ia sendiri dokter ia tau perkembangan Salva. Sambil bekerja ia bisa menjaga istrinya.
Tidak berselang lama Arya pergi, Kaivan bersama Nana masuk keruangan Salva. Mereka baru saja dari kantor polisi, semua kasus ditangani Kaivan, Arya hanya akan datang saat terpanggil ada hal yang penting untuk menjadi saksi, atau sebagai korban!
******
Terimakasih like,komen nya ya kk