
Sudah hampir satu Minggu ibu Kaivan terbaring lemah dirumah sakit, begitu pun dengan Salva. bahkan kondisi Salva semakin parah. bukan karena luka yang parah, tapi tubuhnya yang menolak untuk kembali.
Sedangkan salsa,dia kembali keluar negeri dengan alasan masih ada yang diurus di kampusnya. itu menambah kecurigaan ayah Kaivan, Hendra menyewa seorang untuk mencari informasi yang benar. apalagi saat mengecek tempat kejadian, polisi menemukan tumpahan minyak yang tidak mungkin dilakukan Salva.
Jika Salva melakukannya, sudah pasti dia yang jatuh duluan. karena dia yang lebih dulu naik ke atas,dan para polisi masih terus menyelidiki kasus itu. Karena memang rumah kaivan yang baru dibangun, membuat tidak ada cctv-nya.
Sedangkan hubungan Kaivan dan Salva semakin memburuk karena ayah Kaivan sudah bertindak menggugat putranya sendiri ke pengadilan. sedangkan Kaivan tidak kunjung berubah,ia tetap menyalahkan Salva tentang kematian Naira,dan membuat ibunya celaka.
Hendra kembali menyakinkan niatnya untuk mengambil keputusan yang baik untuk anak dan menantunya. ia masih memberikan kesempatan pada Kaivan, tapi lagi-lagi anak itu mengecewakan dirinya. selama Salva sakit Kaivan tak pernah menemani istrinya itu, membuat Hendra semakin yakin kaivan tidak mencintai istrinya.
"Apa maksud ayah? dengan semua ini??" Kaivan melempar surat yang baru saja diterimanya.
"Kenapa? bukankah kau akan menikah lagi? jadi kau tidak perlu cemas untuk kehilangan istri yang lain." jawab Hendra cuek.
"Kenapa ayah melakukan nya?? ayah tidak berhak mengambil keputusan perceraian kami!"
Brakkk
ayah Kaivan memukul meja dengan keras,ia sudah muak dengan sikap anaknya yang semakin menjadi.
"Cukup kaivan!! sudah bersyukur kau tidak aku laporkan ke polisi!! kau tidak hanya akan dipenjara, tapi kau juga akan merusak nama baik keluarga!" Kesabaran Hendra sudah sampai puncaknya.
"Apa yang kau pikirkan untuk mempertahankannya?? masih ingin membalas dendam atas kematian wanita pembawa masalah itu!!!!!" Begitulah jika Hendra sudah marah,ia tidak akan peduli dan berbicara apa yang ia pikirkan tanpa sungkan.
"Ayah! dia bukan pembawa masalah...! dia wanita yang akan aku cintai untuk selamanya!"
"Diam kau!!! jika saja kau tidak berhubungan dengan dia, hidup mu tidak akan hancur seperti sekarang!!!! apa yang kau nanti dari dia.... selamanya dia tidak akan pernah kembali!!" Kaivan terhenyak mendengar ucapan ayahnya, benar kah selama ini dia bodoh? hanya karena janji yang dia ucapkan, hidupnya menjadi hancur.
"Tapi aku tidak ingin berpisah dengan istriku...," ucap Kaivan sendu.
"Terlambat kau menyesalinya sekarang! aku sudah memberi tau keluarga Salva,dan mereka setuju kalian berpisah. dan ya mereka tidak akan pernah rela menyerahkan keponakannya pada pria bodoh seperti mu!"
Memang benar ayah Kaivan sudah menghubungi keluarga Salva,dan Tante Salva sangat murka mendengar kabar ini. Sehingga ayah Kaivan meminta maaf,dan menjelaskan rencananya untuk memisahkan mereka berdua. kabar itu disetujui oleh keluarga Salva, bagaimana pun mereka tidak akan membiarkan keponakannya tersakiti lagi.
*****
Keluarga Salva
Karena kondisi mereka yang berbeda kota membuat Tante zera sedikit terlambat mengunjungi keponakannya yang terbaring dirumah sakit. sekarang mereka sedang melakukan perjalanan yang sedikit jauh itu.
"Tenang lah Ra,kita akan membawakan Salva kembali. tidak akan ku biarkan pria brengsek itu menyakitinya lagi!!" bujuk suami Tante zera.
"Tapi aku bingung dengan kak Salva? bukankah dia itu nakal ya dulu...? kenapa sekarang dia berubah jadi pecundang!" plakkk sebuah pukulan kecil mendarat di kepala Hasana yang sering dipanggil Nana.
"Kalo ngomong disaring dulu dek! gak mungkin kakak kamu melawan sama suaminya." bela Tante zera.
"Leh... itu untuk suami yang baik, bukan suami Seperti dia," ucap Gadis berhijab itu tak mau kalah.
"Apa kamu lupa dengan janji kakak kamu sebelum orang tuanya meninggal??"
"Yang mana?" jawab Nana sok-sok berfikir.
"Alah.... kamu. yang kamu Ingat tu cuma uang jajan dibanyakin," ucap Tante zera kesal.
"kakak kamu berjanji akan berubah yang lebih baik, tidak akan bersikap nakal dan bar-bar lagi. lagi pula kakak kamu itu tidak bisa ilmu bela diri,ia nakal hanya ikut-ikutan temannya saja." jelas suami Tante zera pada putrinya.
Nana mulai mengerti, kenapa sikap kakaknya yang dulu sangat nakal dan cerewet berubah seratus persen menjadi gadis anggun dan pendiam semenjak kedua orang tua Salva meninggal.
"Jika aku bertemu dengan pria itu akan aku balas dia!!" ucap Nana kesal.
"Gak usah sok jago, bunuh semut aja kamu gak tega. jangan menyimpan dendam, karena Allah sangat benci dengan manusia seperti itu!" Tante zera mengusap kepala putrinya lembut.
"Tapi dia udah nyakitin kakak," ucap Nana yang masih tak terima.
"Apa kau tidak percaya dengan kekuatan Allah? dia bisa membalasnya lebih hebat dari manusia lakukan.... dan bunda yakin,kakakmu akan menemukan kebahagiaan setelah ini, jangan lupa mendoakan kakakmu setiap salat." nasehat Tante zera.
"Siap ratu!" mereka terkekeh-kekeh bersama, karena asik mengobrol mereka tidak merasa penat melakukan perjalanan.
*****
Hay semua....
yang minta update dua kalimat sehari mana orangnya?
aku turuti permintaan kakak-kakak cantik ya, tapi kalian juga, jangan lupa beri dukungan dan tinggalkan jejak π
Salam cinta dari Ara putri πβ€οΈππ