Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
bertemu


Salva sudah berada di restoran yang dijanjikan untuk bertemu dengan tuan Hendra, sebenarnya tempat ini agak sedikit jauh dari rumah tapi bukankah itu lebih baik, dirinya juga butuh suasana yang baru.


Tadi siang Salva sudah menghubungi suaminya untuk meminta izin, ia hanya mengatakan akan bertemu dengan teman lama. Meskipun terdengar Arya sedikit keberatan, tapi ia tetap mengizinkannya.


"Kau sudah lama menunggu?" Salva mendongak menatap orang yang berbicara dengannya, ternyata benar dia tuan Hendra.


"Lumayan... bagaimana kabar ayah?" Hendra menghembus nafas berat.


"Tak ada yang baik-baik saja setelah kamu pergi nak... aku rasa Hanya aku yang waras dirumah itu!" Salva mengernyit heran, memangnya ada apa setelah dirinya pergi?


"Ayah hanya berlebihan... tentu saja mereka lebih baik setelah aku pergi, apalagi dia... aku tau dirinya pasti sangat bahagia setelah membalaskan dendam nya!" Hendra menggeleng tak setuju.


"Banyak hal yang sudah terjadi... kami sudah tau bukan dirimu yang sudah membunuh Naira, tapi... Salsa yang sudah merencanakan itu semua!" Hendra kembali menarik nafas berat. "Dan istriku selalu mengurung diri di kamar, ia masih merasa bersalah pada mu. Sedangkan Kaivan seperti orang gila mencari keberadaan mu, ia sering bertanya pada ku... tapi aku sudah berjanji padamu untuk tak mengatakannya."


Salva benar-benar syok mendengar kebenaran itu, tak terpikirkan serumit itu masalah keluarga itu. Ada untungnya dia keluar dari keluarga itu, jika tidak mungkin dirinya masih terjerat masalah yang tak berujung.


"Lalu... Bagaimana kabar Salsa sekarang? apa mereka jadi menikah?" Salva bertanya dengan santai, seolah-olah dirinya tak pernah punya hubungan dengan Kaivan. Karena memang jika hati sudah beralih tak ada yang dapat menghentikannya, buktinya hati Salva sudah mulai ditempati orang lain, meskipun masalalu menghalang ia tidak akan gentar untuk maju.


"Dia kabur... hanya ayahnya yang tertangkap karena kasus penggelapan uang perusahaan."


"(....)" Tak tau apa yang harus diucapkannya lagi.


"Bukankah kamu bilang ada yang ingin diceritakan? anggap aku sebagai ayah mu, bercerita lah dengan ku, aku siap mendengarnya...."


"Sama seperti mereka... dalam kehidupanku sudah banyak yang terjadi, hanya saja Allah sedang berbaik hati dengan ku." Salva mengambil sesuatu dalam sakunya. Cincin yang sempat ia lepaskan sebelum datang kesini, ia pasangkan lagi di jari manisnya.


"Ak... aku suka menikah lagi ayah, maaf...." ucap salva.


Hendra tersenyum bahagia mendengar kehidupan mantan menantunya itu. "Kalau begitu selamat untuk mu!!" ucap Hendra penuh semangat. "Apa dia pria baik? apa dia memperlakukan mu dengan baik?" Tanya Hendra.


"Dia sangat baik pada ku... maaf aku tidak pernah mengatakannya."


"Tidak apa-apa nak... yang terpenting kehidupan mu lebih baik." salva menganguk Setuju.


Mereka mengobrol banyak hal, Salva pun tidak Canggung untuk bercerita dengan pria tua itu. Setelah merasa waktu semakin sore, mereka berpisah untuk kembali, meskipun masih banyak hal yang ingin mereka bagi.


Salva kembalikan dengan lesu, pasti suaminya tak ada dirumah lagi, sudah beberapa hari ini Arya sering kali pulang larut, katanya banyak operasi yang ia lakukan akhir-akhir ini. entah lah? apa hanya perasaan dirinya saja, jika Arya mencoba menghindar dirinya.


*******


jangan lupa tinggalkan jejak ya kak 😊😘😘