Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
belum berakhir


Dua hari sudah berlalu, tapi sampai sekarang Salva belum juga ditemukan keberadaannya. Berpikir akan mudah untuk menemukan keberadaan Salva dengan bantuan para polisi dan orang suruhan Kaivan, ternyata itu tidak benar. Si penculik misterius membawa Salva berpindah-pindah tempat, sehingga sulit untuk dilacak.


Bahkan si misterius Semakin sulit dilacak keberadaannya, ternyata mereka tidak semudah itu untuk dibohongi.


"Apa yang harus kita lakukan kak?"


"Entah lah, apa bunda sudah tau?" Arya belum menceritakan tentang penculikan Salva pada bunda dan ayah.


"Tidak... Ayah tadi pagi membawa bunda berlibur kerumah neneknya, aku harap untuk beberapa hari mereka tidak akan pulang." Nana tidak yakin dengan itu. "Kita harus mencari kakak sebelum mereka pulang! jika tidak tamat lah kita!!"


"Apa dia masih mengirim pesan pada mu?" tanya Kaivan.


"Tidak,"


"Ini akan semakin sulit... kita tidak punya petunjuk lagi, tempat yang kita temui selalu saja kosong, mereka lebih dulu selangkah dari kita!" Rasanya kaivan benar-benar frustasi dengan masalah ini.


"Kita sudah kehilangan kakak dua hari, jika dia berbuat Sesuatu bagaimana?"


"Itu tidak akan dia lakukan Nana, Tujuannya aku bukan Salva!"


Brakkk


Mereka terkejut mendengar Kaivan memukul meja dengan keras, padahal mereka sedang diskusi tapi malah dikejutkan.


"Kenapa kau tidak bilang dari awal? Jika masalahnya kau...! Kita dengan mudahnya bisa menemukan Salva."


"Caranya?"


Kaivan semakin geram, bisa dikatakan mereka bertiga selalu bersama untuk memecahkan masalah ini, bahkan untuk istirahat mereka tidak punya, karena saking kwatir nya dengan keadaan Salva.


"Kita akan membuat strategi baru... sepertinya mereka sudah tau jika kalian dibantu oleh ku!"


"Kalau begitu kita ikuti alurnya... Malam ini kita harus membawa Salva kembali!"


Ada sedikit rasa bersalah dalam hati Arya, kenapa dirinya begitu lemah, bahkan untuk menyelamatkan istrinya ia harus menerima bantuan dari mantan suami Istrinya sendiri. Dirinya sungguh merasa lemah saat ini, seharusnya ia yang lebih depan menyelamatkan Salva, bukan orang lain!


Jika terjadi di Bandung mungkin Arya Bisa bertindak dengan cepat, karena dia tau seluk beluk kota kelahirannya itu. Tapi ini di kota Jakarta, bahkan ia belum begitu mengenal lingkungannya,lalu bagaimana cara ia mencari keberadaan istrinya?


Maaf kan mas yang lemah ini sayang... Diriku menang bodi dan lemah dalam menjagamu, aku berharap kau baik-baik saja disana, sayang.


*****


Rencana sudah dibuat, hanya ingat satu-satunya cara agar si pelaku misteri bisa membebaskan Salva.


Arya akan berangkat sendiri mendatangi si misterius dengan alamat yang diberikannya. Tak ada cara lain selain mengikuti permintaan dia. Jika nyawanya bisa menebus keselamatan istrinya ia rela, yang terpenting wanita itu tidak menderita lagi.


Disebuah gedung apartemen, dipuncak itu istrinya sedang diikat dan disekap. Tanpa ragu Arya mulai menaiki lift menuju lantai teratas.


Suasana yang begitu ramai ditingkat bawah dan tengah, tapi tidak di dua lantai teratas. Tempatnya sedikit menyeramkan karena sepertinya tidak beberapa orang yang tinggal disana.


Arya mulai keluar dari lift, ia melihat tempatnya yang begitu sunyi dan mencekam.


"Kau sudah datang! Ternyata kau berani juga hahaha...."


Dari belakang dua orang langsung membekap mulut Arya dengan obat bisa, pandangannya terasa gelap, lama-lama kesadaran mulai hilang. Bahkan untuk melawan pun ia tak sempt.


Belum berakhir


******