Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
suami idaman 2


Mereka berdua duduk saling berhadapan, membicarakan masa lalu benar-benar membuat Salva cemas, cemas akan penolakan yang diberikan suaminya. Entah mengapa Salva Sudah nyaman untuk bersama dengannya, mungkin perpisahan terjadi lagi ia tidak tau hidupnya akan dibawa kemana?


Arya sendiri sudah tau tentang hidup Salva,ia hanya ingin mendengar kejujuran dari mulut istrinya itu, lagi pula ia sudah berjanji pada dirinya sendiri.


"Kenapa kamu takut seperti itu? apa ada yang kamu sembunyikan?" Arya Semakin mendesak Salva untuk bercerita.


Ya Allah... aku benar-benar takut, apa yang akan terjadi? Bunda! tolong aku!!


"Aku... aku hanya bingung," ucap Salva.


"Apa kamu takut? jangan takut, aku tidak akan marah!" Salva menghembuskan nafasnya berat, Arya tak tau ada begitu berat beban dihatinya, selama ini ia tak pernah menceritakan pada siapa pun, hanya ia tangung sendiri untuk membuat orang sekelilingnya tidak sedih.


"Arya... aku...aku ingin mengakui sesuatu." Memegang tangan yang sudah bergetar, berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri. "Aku bukan gadis... aku hanya seorang janda," ia berbicara hampir seperti berbisik, ia tidak tau apa Arya mendengarnya atau tidak. Ada rasa lega dihatinya setelah mengatakan kebenaran, terasa bebankan sedikit berkurang.


Salva menunggu reaksi yang diberikan suaminya, tapi tak ada kemarahan ataupun reaksi lainnya, wajahnya tetap datar.


"Aku tau!"


Deg...


Dia sudah tau? tapi kenapa seolah-olah tak tau?


"Lanjutkan," pinta Arya.


"Kok sudah tau, kenapa masih bertanya? kamu pasti sudah tau segalanya!" Arya tersentak mendengar ucapan sinis Salva,ia tau wanita ini sudah begitu takut, tapi dirinya malah bersikap biasa-biasa saja.


"Apa salahnya? aku juga ingin dengar penjelasan dari istriku! cerita setiap orang berbeda-beda, dan aku ingin lihat bagaimana pendapat mu?" Arya terkekeh geli melihatnya wajah memerah Salva, jika dilihat-lihat semakin hari ia semakin nyaman bersama istrinya ini.


"Sudah lah... kamu membuatku takut!" salva yang ingin berbaring langsung ditahan Arya, posisi ini benar-benar begitu intim, membuat jantung mereka berdetak kencang.


"Kau lupa dengan luka mu?" Arya mengangkat tubuh Salva kembali duduk. "Jangan berbaring, itu akan membuat mu kesakitan."


"La,, lalu aku harus bagaimana?"


Arya terkekeh geli melihat tingkah Salva, begitu saja sudah malu. Apa dia benar-benar seorang yang sudah pernah menikah? sulit dipercaya.


"Kamu tidur tengkurap saja, atau tidur menyamping. Itu posisi yang aman agar luka mu tak semakin parah."


Salva menganguk mengerti, ia membaringkan tubuhnya pelan-pelan. Untung saja ada luka ini ia bisa lepas dari pertanyaan-pertanyaan suaminya.


"Hari ini kamu lepas... tapi besok aku tagih!" bisik Arya, yang langsung membuat Salva merinding.


"Bukankah kau bilang sudah tau? kenapa masih bertanya lagi?" rengek salva, bisa dikatakan dirinya malu menceritakan masa lalu didepan Arya.


"Baiklah, baiklah! aku tidak akan bertanya lagi, tapi ada syaratnya...."


"Apa?"


Arya menggenggam tangan Salva, "Berjanji tidak akan pernah mengatakan berpisah ataupun bercerai lagi! aku tidak suka mendengarnya!" salva membalas genggaman tangan suaminya, rasanya ia ingin menagis sekarang, menagis karena bahagia. Secara tidak langsung suaminya ini tidak ingin kehilangan dirinya, dan Arya menerima statusnya yang sekarang.


"Kau yakin? aku hanya seorang janda, apa kau yakin memilih ku?" mencoba mencari kebohongan Dimata sang suami, tapi ia tak menemukan, hanya ada ketulusan disana.


"Kamu bukan janda Salva! kamu istriku! istri seorang Arya!" ucap Arya penuh penekanan,ia tidak suka saat salva mengatakan dirinya seorang janda.


"Terimakasih... terimakasih sudah menerima ku apa adanya"


Aku akan membuat kamu melupakan dia selamanya! hanya aku yang akan kamu cintai kelak, tidak ada pria lain! kau milikku Salva, milik seorang Arya!


******