
Sudah dua hari Salva berpisah dengan Kaivan, semenjak itu pula pria itu sering melamun. Sedangkan ibu Kaivan sudah sadar semenjak kepergian Salva. Salva pergi malam, sedangkan paginya Hanum sadar dari komanya.
"Apa sekarang kau sudah puas istri ku?" tanya Hendra saat istrinya sudah bisa diajak ngobrol.
"Apa maksudmu mas..?" tanya Hanum heran dengan tatapan sinis suaminya.
"Kau sudah berhasil menyingkirkan istri anakmu, sekarang katakan apa sudah bahagia?" Hanum terkejut mendengar kabar itu,ia kira semua itu tidak terjadi.
"ma,,,mas, aku hanya...."
"tak perlulah kamu jelaskan, sekarang aku tau sisi lain dari istriku. aku sudah bilang dari awal, jangan ikut campur masalah keluarga anak kita! mereka sama-sama dewasa, tapi keegoisan sudah membutakan mata hatimu sebagai seorang ibu dan juga seorang istri!" Hanum tak bisa membendung air matanya,tak biasanya suaminya berkata sekejam itu.
"Kenapa kamu marah pada ku mas,dia wanita licik yang ingin menyakiti putra ku!" tangis Hanum pecah, merasa sakit mendengar tuduhan suaminya.
"Kamu salah.... bukan dia yang menyakiti kaivan. tapi kaivan yang menyiksanya selama ini! dan sekarang dia koma karena mencoba bunuh diri, semua karena perbuatan kalian!!" bukan dirinya tega berkata kasar pada istrinya saat sakit. tapi rasa kecewa yang dirasakannya terlalu dalam untuk ia tahan.
"Sebagai seorang wanita kamu tau membedakan mana yang baik,dan mana yang buruk. tapi hanya sebuah hasutan kamu melupakan kasih sayang yang pernah kamu berikan pada dirinya." Hendra mengeluarkan beberapa bukti kekejaman kaivan pada Salva selama ini. ia ingin melihat apa istrinya itu masih mampu mengatakan Salva salah.
Hanum membuka amplop yang diberikan suaminya,ia begitu terkejut melihat isi amplop itu.
"Apa,,,apa maksudnya mas? kaivan ku tak mungkin melakukan ini!" tubuh Hanum bergetar melihat kejahatan putranya selama ini.
"Itu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh para polisi, masih bersyukur keluarga Salva tak melanjutkan tuntutannya," ucap Hendra.
Hanum yang masih sok dengan kebenaran yang ada, kembali pingsan. Hendra yang melihat itu dengan cepat memanggil dokter. tapi ia tetap tak merasa menyesal sudah memberi pelajaran pada istrinya itu, setidaknya Hanum bisa membuka pintu hatinya.
******
Keadaan Salva sudah membaik,detak jantung dan lukanya sudah kembali normal. dokter bilang mungkin beberapa hari kedepan Salva akan siuman. Sedangkan Tante zera dan Nana tak pernah membiarkan keponakannya itu sendirian, mereka saling bergantian menjaganya.
"Bunda?" Nana baru saja kembali dari kuliahnya,ia langsung kerumah sakit untuk Menganti ibunya menjaga Salva.
"Ya sudah.... sekarang jaga kakakmu ya! bunda pulang mengurus rumah dulu," ucap Tante zera sambil mengusap lembut pundak Nana.
"Ya udah Bun... hati-hati dijalan ya Bun." nana mencium tangan ibunya sebelum pergi.
Setelah Tante zera pergi,Nana mendekati Salva yang masih terbaring lemah. ia mengusap wajah pucat itu dengan lembut.
"Hay kak... sampai kapan kau tertidur seperti ini? apa kau tak merasa lelah?" sekarang tangannya beralih mengusap tangan Salva.
"Bangunan lah kak... apa kau tidak ingin berdebat Dengan ku? seperti dulu? aku masih ingin mendengar kau mengatai ku Gadis cerewet, gadis bar-bar atau apapun yang kau sukai. tapi jangan seperti ini,kakak menyiksa kami semua... bunda sangat sedih kak,dia merasa tak menepati janjinya untuk menjagamu. dia selalu menangis setiap malam." Tak sadar air mata Nana sudah mengalir tak terbendung.
"Kenapa kau menjadi wanita begitu lemah? Aku masih ingat bagaimana kau mengajariku untuk menjadi wanita yang kuat... tapi kau sendiri menyia-nyiakan hidupmu hanya karena pria brengsek seperti dia." Nana Masih saja mengajak Salva untuk berbicara, meskipun sang empunya tak menjawab.
"Aku akan pergi! dan ku tidak mau menemani kakak lagi! Tidur saja kau sepuasnya... aku kesal!!!" bentak Nana tak terima diacuhkan, padahal ia hanya ingin kakaknya merespons saja. Nana berdiri dengan kesal karena Salva tak juga merespon. dia benar-benar pergi,dan dia tidak main-main dengan ucapannya. ia tidak akan menguji Salva lagi setelah ini.
"jangan pergi...."
*******
Hay semua... apa kabar?
Dakah yang rindu dengan ku?
tidak ya... ya udah lah gk papa, yang penting kalian rindu dengan cerita kuπ
Jangan lupa tinggalkan jejak ya sayang... biarlah adek mu ini tambah semangat π€
SALAM CINTA DARI ARA PUTRI ππππ