Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
pindah?


Dua bulan sudah berlalu, semenjak Pertengkaran kaivan dengan Arya di rumah sakit, Salva selalu berada dirumah bagaikan orang yang sengaja disembunyikan. Sebagai istri yang baik salva tidak keberatan dengan hasil itu, lagi pula setiap hari Minggu Arya selalu membawanya keluar dan bersenang-senang.


Urusan cafe Salva tak lagi yang mengambil tanggung jawab, semuanya sudah ia serahkan pada Maya, jadi ia tidak perlu mematahkan perkataan suaminya untuk keluar.


Sedangkan masalah Salsa, ia dikenai pasal berlapis. Pembunuh berencana, percobaan pembunuhan pada ibu Kaivan, dan ada juga beberapa kejahatan yang dialkukan salsa selama ini, bahkan ia juga terlihat dalam penguna obat terlarang. Sidang yang dilakukan, pada akhirnya para hakim menjatuhkan hukum seumur hidup pada Salsa.


Bahkan kasus kecelakaan yang dialami ayah Hendra, salsa juga terlihat. Ia yang menyuruh seseorang memutuskan rem mobil tuan Hendra.


Ibu salsa yang tidak tahan melihat keluarganya hancur, memilih mengakhiri hidupnya dengan meminum racun. Salsa yang mengetahui ibunya yang sudah meninggal ia baru merasakan penyesalan, ternyata sumpahnya untuk Kaivan tidak pernah bahagia, malah berbalik padanya. Nyatanya ialah yang tidak merasakan kebahagian dalam hidup ini.


Sedangkan Kaivan sangat senang mendapat kabar itu, itu artinya biang dalam keluarganya sudah hilang. Meskipun memiliki sedikit hubungan darah tapi kaivan bukan pria yang akan memaafkan kesalahan seseorang.


Ia bahkan sudah merencanakan ini semua dari sebelumnya, dan sekarang waktunya sudah tepat, ia akan menyingkirkan orang-orang yang berusaha menyakiti keluarganya.


******


Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, tapi Arya masih betah bergulat dengan istrinya. Sudah kebiasaannya untuk selalu meminta obat pemenangnya itu setiap pagi, biar gak melirik cewek lain katanya.


"Mas... ahhh...." Saat tangan Arya kembali bermain di dadanya, dengan cepat Salva mengehentikan nya. "Kamu harus berangkat kerja mas," ucap Salva, tapi Arya tetap tidak peduli.


"Mas... ahh...," salva menggeleng, tanda ia tidak lagi mau melakukannya.


Arya mengerti, ia bangkit dari tempat tidur. "Maafkan aku sayang... Kamu pasti kelelahan karena aku." seperti biasa Arya mengendong tubuh istrinya kekamar mandi.


"Apa kau tidak pernah puas mas? Selalu saja seperti itu!!" Arya terkekeh sambil mencubit hidung istrinya itu, pelan-pelan ia meletakkan Salva dalam Bathtub.


"Bagaimana aku bisa puas sayang? kamu sudah menjadi candu ku, sekaligus obat penenang ku. Jika bisa aku mau mengantongi mu, biar bisa bawa kemanapun." Salva memukul pelan dada suaminya, selain berubah ternyata mesumnya Juga bertambah.


Mereka saling berpelukan didalam sana, tidak ada yang terjadi mereka hanya mendi seperti biasanya.


"Ada sesuatu yang ingin mas sampaikan, sebenarnya...," Salva menunggu dengan cemas kalimat selanjutnya yang akan diucapkan suaminya. "Nanti saja kita bicaranya, lebih baik kita selesaikan sesuatu dulu," ucap Arya genit.


"Mas Arya!!!"


****


Salva sedang mengemasi barang-barangnya, ternyata yang disampaikan Arya adalah ia dipindahkan kerja. Arya mendapat tawaran untuk bekerja dirumah sakit yang lebih besar di Jakarta, dan ia tidak bisa menolaknya. Mau tidak mau ia harus pindah ke Jakarta dalam waktu yang cukup lama, karena itu Arya membawa Salva bersamanya.


Awalnya ia takut Salva tak setuju, bagaimana pun kota itu memiliki kenangan buruk untuk Salva. Tapi itu hanya pikiran Arya, nyatanya Salva sangat bahagia bisa kembali bersama keluarganya.


Salva memberi saran untuk tinggal bersama dirumah bunda, dan Arya menyetujuinya. setidaknya itu akan lebih aman saat dia pergi bekerja nanti, rasa takutnya pada ancaman kaivan masih membekas di ingatan arya, apalagi pria itu sering kali mencoba menemui istrinya.


"Mas, semuanya sudah siap!" Teriak salva penuh semangat.


"Bahagia banget dek... jadi curiga mas ini," Goda Arya.


"Apanya yang curiga? Palingan disana nanti mas kurung lagi."


"Loh... kapan mas kurung kamu dek? kok bunyinya sadis amat?" Salva sungguh kesal sekarang, ia membanting koper yang sudah disusunnya tadi.


"Mas!! ya udah lah, gak usah va ikut... pergi aja sendiri!!"


Jika suaminya masih saja menggodanya, ia akan berpura-pura merajuk Pula, agar suami mesumnya itu berhenti merecokinya.


*****