Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
siapa dia?


Tidak ada yang lebih indah dari senyum seorang yang sangat dirindukan, hari ini ia mendapat senyuman yang mendadak menghilang itu,dan sekarang kembali dengan sangat indah. Sudah lima jam dari tadi ia memandang wajah istrinya, tetap saja ia tak merasa bisan. bahkan pekerjaannya ia tinggalkan, tak ingin meninggalkan istrinya sendirian diruangan yang sunyi ini.


"Aku senang kamu masih mau membuka mata untuk melihat ku." Tak ada rasa jemu untuk memandang wajah sang istri, bahkan sejengkal pun tidak ada yang luput ia pandang.


"Bagaimana aku bisa meninggalkan seorang suami yang begitu tampan? nanti dia malah diambil wanita lain." tertawa setelah mengatakan sesuatu yang sangat lebay itu, tapi ia suka.


Sungguh tawa ini yang ia rindukan beberapa hari ini, tapi sekarang ia bisa melihat sepuasnya. "Maafkan aku yang sudah membuat mu terluka,sayang," ucap Arya, ia memeluk tubuh istrinya kuat.


Andaikan kau tau mas, kau lah yang membuat aku bertahan. Kau datang bak malaikat penyelamat... penyelamat jiwa dan ragaku?


"Mas. Aku gak bisa nafas," ucap Salva lirih, pelukan suaminya sungguh menyiksa.


"Ohh astaga. Maafkan mas yang tidak berhati-hati sayang." Salva terkekeh geli melihat wajah panik, padahal dia hanya bercanda.


"Katakan pada ku... apa yang mas lakukan saat aku gak sadar?"


Enam belas hari tidak sadar tentu banyak hal yang dilakukan suaminya ini, bagaimana jika dia berbuat sesuatu? dia hanya ingin tau, tak ada maksud lain.


"Tidak ada... Bekerja seperti biasa,dan menjaga istri cantikku yang tidak mau bangun!"


"Siapa yang tidak mau bangun? Salah sendiri telat jemput aku," ucap Salva.


"Maksudnya?"


Salva mulai menceritakan sesuatu yang ia alami, hal yang sulit dipercaya bisa terjadi dengan kehendak Allah.


Mungkin orang yang tidak mengalaminya, tidak akan percaya apa yang sudah terjadi pada dirinya. Di alam semesta yang begitu gelap, hanya ada hutan belantara, pepohonan menjulang tinggi menghalangi cahaya menyinari. Tidak ada cahaya yang terang, tidak ada kehidupan disana, lalu bagaimana ia bisa sampai ditempat yang begitu mengerikan?


Dia menunggu sambil berteriak memanggil seseorang yang masih ia ingat, tapi tak ada jawaban sedikitpun. Disana ia berlari kesana-kemari, berharap ada sedikit harapan untuk bertahan, tapi semakin lama berlari ia semakin kehilangan arah untuk kembali.


Dihari di mana ia tidak punya kekuatan lagi, ia bersimpuh meminta pada Allah agar memberikan kesempatan bertemu dengan nama yang begitu ia rindukan. Tapi siapa sangka, cahaya itu datang dengan sangat indah menggapai dirinya.


"aku mohon kembalilah...."


Kata-kata itu masih diingat sampai saat ini, ternyata cahaya itu yang membawanya pergi dari hutan mengerikan itu. Ia masih ingat, wajah yang begitu bersinar dan begitu tampan datang mengulurkan tangan, tampa rasa ragu ia menerima uluran itu dengan senang hati.


"Benarkah?" tanya Arya. " jika aku boleh tau siapa pria itu?" Arya berharap-harap cemas dengan pria yang menyelamatkan istrinya di alam bawah sadarnya.


Arya berpikir sesaat. "Mas tidak tau ... Sebelum ada nama mas, nama dia sudah lebih dulu ada dihati mu, kemungkinan semua bisa terjadi," ucap Arya bingung, jika benar ia yang ada dalam mimpi istrinya itu akan membuat ia sangat senang, tapi jika dia! Ia lebih baik tidak mempercayainya.


"Bagaimana jika dia yang mas maksud?"


"Aku memilih untuk tidak mempercayainya!!"


"Kenapa?"


Arya mengusap lembut wajah istrinya. "Karena aku tidak ingin ada pria lain dalam hidupmu!! meskipun itu dalam mimpi, aku tetap tidak rela. Hanya boleh ada aku, tidak yang lain!!"


Ungkapan yang sangat sederhana, tapi membuat hatinya bergetar hebat. Perasaan wanita itu begitu lemah dan tulis, jika dia sudah cinta racun pun akan ia anggap madu.


"Kenapa wajah mu memerah? Apa ada yang sakit?"


"Ya...," ucap salva sendu. "Aku sakit saat kau dipukuli hari itu, aku sakit saat melihat kau bersimpuh di kakinya hanya untuk menyelamatkan aku. Bisakah kamu tidak menyakiti dirimu hanya untuk diriku?"


"Tidak!!" Kembali ia memeluk tubuh Salva. "Bagaimana aku bisa membiarkan mu terluka didepan mataku!! Kamu tulang rusukku, kamu belahan jiwa ku, jika merasakan sakit tentu harus mas yang lebih dulu menghadapinya!"


"Apa mas begitu mencintaiku?"


"Jangan tanyakan hal bodoh itu lagi! aku suamimu, tentu saja sudah kewajiban ku mencintai dan menyayangi mu," ucap Arya. "Kenapa begitu hobi menanyakan pertanyaan bodoh itu? jika tidak cinta, mas tidak akan. segila ini sangat melihatmu terluka."


"Jadi mas sudah gila?"


Arya mengusap rambutnya dengan kesal, ternyata istrinya ini sedang mempermainkan dirinya. Padahal tadi begitu serius,malah bertanya hal konyol itu.


"Ya mas sudah tergila-gila padamu!!" kesal Arya. "Sekarang katakan, siapa pria yang berani masuk dalam mimpi istriku?" Ada nada cemburu disana, ia berharap apa yang dipikirkan tidak benar-benar terjadi.


"Harus jawab ya mas?" Arya memicingkan matanya, menatap tajam Salva yang sedang mempersiapkannya.


"Hehe... maaf mas, aku kan hanya bercanda," cengir Salva tak bersalah.


"Dia Adalah...."


*******