
"Apa maksud cucu saya tadi?!" bentak Bu Mala pada dua gadis itu yang terlihat mulai pucat.
"Ma... mana kami tau Tante, hehe oh ya tadi mama nyuruh pulang. aku permisi ya tan, mas Arya." dua wanita itu langsung berlari pergi. Semakin memburu dua manusia didepan salva ini semakin curiga.
"Nak salva... ibu hanya ingin tau bagaimana kamu bisa bertemu dengan cucuku Gilang?" tatapan Bu Mala melembut saat berbicara dengan salva, berbeda jika berani pada dua perempuan seksi tadi.
"Tidak sengaja Bu... tadi warga bilang, Gilang hampir tertabrak mobil."
"Astagfirullah!!" teriak Bu Mala, ia tidak percaya hal seperti ini terjadi pada cucu kesayangannya. wanita tua itu terlihat mengurut dada.
"Terus... bagaimana bisa sama kamu?" Salva menoleh pada pria yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka.
"Dia bilang dia dibuang sama wanita jahat... jadi saya bertanya dimana rumahnya,Gilang memberikan selembar kertas." salva mengeluarkan kertas yang diberikan Gilang tadi, itu adalah kartu nama ayahnya.
"Saya ucapkan terima kasih, karena sudah membatu keponakan saya! katakan berapa kami harus bayar?" salva terkejut mendengar ucapan pria itu.
Apa dia pikir dalam hidup ini hanya mencari keuntungan saja? dasar pria sombong, bodoh,gila!!!
Salva menyumpah pria itu dalam hati, jika langsung ia tidak berani. apalagi ia sebagai tamu disini,ia masih ingat pesan bunda zera, jaga sikap.
"Arya!! apa yang kamu katakan!" bentak Bu Mala, merasa tidak enak dengan salva yang sudah membantu cucunya.
Sedangkan yang dimarahi hanya menatap acuh, membuat salva semakin tak nyaman.
"Maafkan anakku salva, dia memang seperti itu. terimakasih ya kamu sudah mau bantu cucuku... ibu senang bisa bertemu dengan mu lagi," ucap Bu Mala.
"Saya juga senang Bu,"
"Kamu tau? sudah hampir kami melaporkan kepolisi jika Gilang tidak juga ditemukan. tadi supir yang jemput bilang dia sudah pulang lebih dulu dengan seseorang. ibu sangat cemas jika dia tidak kembali," ucap Bu Mala sendu.
"jadi kamu bertemu dengannya dimana?" tanya Bu Mala lagi.
"Dijalan xxx" salva menyebutkan tempat pertama kali ia melihat Gilang tadi. tempat itu cukup jauh dari rumah ini,jika anak kecil mungkin tidak akan bisa kembali jika seorang diri.
"Astagfirullah!! terima ya Allah kau sudah menemui cucu kita dengan orang yang tepat." salva hanya diam. ia mulai berpikir supaya bisa pergi dari sana, jika lebih lama lagi disana dirinya tak yakin akan pulang dengan utuh. karena tatapan mata Arya bagaikan ingin mencicang tubuhnya.
Salva Hanya mengangguk mendengar cerita Bu Mala, ia sudah tidak merasa nyaman lagi jika sudah seperti ini.
"Lohh kok pulang? ibu belum ngobrol sama kamu," salva hanya tersenyum.
"Lain kali saja Bu, maaf saya harus pergi?" salva pergi setelah mencium tangan Bu Mala, untuk pria yang bernama Arya, salva hanya memberikan tatapan sinis. ia tidak mendengar perkataannya Bu Mala lagi untuk tinggal lebih lama,ia sudah kesal melihat tatapan tajam cowok aneh itu.
Dasar menyebalkan... dia pikir aku manusia apa? membantu dengan meminta imbalan. cikk untung anak Bu Mala,jika tidak sudah aku maki dari tadi!!
*****
Sedangkan dirumah Bu Mala menatap kesal putranya, inilah yang tidak ia sukai dari Arya.
"Arya!! kamu itu apa-apaan sih nak? kenapa kamu berkata seperti itu?"
"Ibu... aku hanya ingin melihat apa dia tulus membantu Gilang atau ada maksud tertentu?" Jawa Arya tanpa dosa.
"Kamu itu ya!!! gak usah sok-sokan menilai orang lain, lihat aja pacar mu itu! tanyakan apa dia yang melakukan ini semua?!" Bu Mala sudah habis kesabarannya.
"Dia bukanlah pacar ku Bu! aku akan urus mereka!"
"cikhh bagaimana bisa dapat istri, sama wanita aja begitu kaku!" ejekan ibunya sudah bosan Arya dengar setiap hari.
"Jika aku sudah ketemu,akan ku bilang sama ibu,"
"mau cari kemana lagi kamu Ar!!! umur kamu itu sudah tiga puluh satu, sekali bawa perempuan pulang malah gak bener!! masa semua memaksa pakaian kurang bahan, mana sikapnya gak tau malu lagi." Arya mengembuskan napas berat.
Ini alasan Arya malas kembali kerumah utama ini, ibunya pasti akan membahas wanita yang akan dinikahi dengannya. padahal ia sendiri bisa mencarinya, tanpa harus dibantu orang lain. alasan kenapa ia belum menikah selama ini pertama karena ia belum menemukan perempuan yang bisa mengetar kan hatinya, yang kedua ia takut seperti adiknya kehilangan orang yang paling kita cintai sampai akhirnya ia menjadi stress tak bisa menerima kenyataan.
******
Ingin tau kelanjutan kehidupan Arya?
tunggu bab selanjutnya yaπ
Siapakah jodoh salva sebenarnya? nanti kita lanjutkan lagi ya. sekarang Tinggalkan jejak dulu supaya lebih semangat nulisnya.
Salam cinta dari Ara putri π