Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
calon mantan


Kedatangan keluarga Salva membuat Kaivan semakin tersudutkan,mau tidak mau dia terpaksa menyetujui perceraian mereka. Entah mengapa setelah itu, jantung Kaivan terasa mau meledak. rasanya teramat menyesakkan dada semua kenyataan yang terjadi.


"Kita hanya butuh tanda tangan Salva, setelah itu kalian resmi bercerai!" ucap suami Tante zera.


"Baiklah pak Ardi.... sekali lagi maaf kan perbuatan anakku, yang membuat keponakan kalian tersakiti," ucap ayah Kaivan sendu.


"Sudah lah tuan Hendra,aku harap putra mu tidak menyakiti Salva lagi....kami akan membawanya kembali."


"Bagaimana bisa begitu? salva disakiti putraku.... tentu saja kami akan bertanggung jawab untuk kesembuhannya!" ayah Kaivan terhenyak mendengar paman Salva ingin membawanya.


"Anda tidak perlu cemas masalah itu tuan Hendra.... kami masih mampu untuk merawatnya!" Ardi masih kekeh dengan pendiriannya.


"Bukan begitu maksudku.... aku hanya ingin bertanggung jawab atas apa yang keluarga kami lakukan," ucap Hendra tak enak.


"Aku tau kau orang baik tuan, tapi dalam keadaan seperti sekarang.... keselamatan Salva lebih penting dari segalanya!!" Hendra cukup paham dengan maksud perkataan Ardi. tak salah pria itu meragukan keluarganya, karena kenyataannya itu memang benar dia tidak menjaga Salva dengan baik.


sedangkan Kaivan ia pergi ke ruang rawat Salva,ini pertama kalinya dia masuk semenjak istrinya itu dirawat.Ia melihat wajah yang begitu damai terbaring disana,tak dapat dipungkiri jika hatinya kaivan juga ikut sakit melihat keadaan Salva yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrinya.


"Akhirnya kau bebas.... maaf kan aku yang tidak membuat dirimu bahagia istriku.... aku terlalu egois sehingga tak melihat cinta yang mulai tumbuh untuk mu.... Tapi aku juga tidak bisa memaafkan mu,kau tidak hanya menyakiti orang yang aku cintai, tapi kau juga menyakiti ibuku.... wanita yang paling aku sayangi!" Kaivan berbicara sendiri dengan tubuh Salva ya terbaring lemah.


"Aku tau ayah tidak percaya dengan ucapan ku.... tapi nanti dia akan sadar, seperti apa kau sebenarnya!" ternyata belum sepenuhnya memaafkan Salva. cintanya belum sebesar itu untuk menempatkan dia satu-satu dihatinya.


maafkan aku Salva,aku tau kesalahan ini tak bisa dimanfaatkan. Ayah benar aku terlalu menyakitinya, sampai aku tidak sadar wajah yang dulu begitu cantik sekarang berubah begitu menyedihkan....


"Apa yang kau lakukan?!!!" Kaivan langsung melepaskan tangannya dari wajah Salva. ia menoleh, tampak adik Salva berdiri dengan murka disana. "Apa kau ingin menyakiti kakakku lagi?!" Nana mendorong Kaivan menjauh dari Salva.


"Aku hanya ingin melihat keadaannya saja," ucap Kaivan sendu, sambil memandang wajah salva.


"Tidak usah sok baik kau!! kakakku seperti ini karena siapa?? kamu!!" bentak nana.


Jangan salah ya... nana memang berhijab, tapi dia tidak se lugu yang kalian pikirkan. Dia bahkan dibilang gadis cerewet oleh para tetangganya dan temannya di kampus.


"Jangan lupa nona! aku masih suaminya, jadi aku berhak untuk menyentuhnya!!"


"Dan jangan lupa tuan kaivan yang terhormat...! sebentar lagi kau hanyalah mantan.... mantan suami brengsek!" Nana yang terlalu kesal membuat dia mengeluarkan kata-kata kotor yang selama ini ia jaga.


"Nana!!!"


*****


Hay semua...


maaf ya untuk hari ini,kau hanya update satu bab lagi. jangan lupa tinggalkan jejak ya,biar aku tambah semangat.


Salam cinta dari Ara putri πŸ˜˜β€οΈπŸ’–πŸ’–